
"Sayang aku menyukai tempat ini, bagaimana denganmu???"
" tentu saja ...ini sangat nyaman, Fahad paling pintar merekomendasikan tempat ...."
" Dia pebisnis juga pasti sudah mempelajari dan menjelajahi negara ini sebelum membuka bisnisnya, dia tahu pasti tempat-tempat yang baik..."
" ya begitu kah...kapan aku akan bertemu Julia??, aku sangat rindu..."
" mereka memang sengaja tidak menggangu kita, kita nikmati saja waktu kita sayang, jangan pikirkan orang lain saat ini...."
" Aih abang ..."
" Maaf karena aku tidak memiliki waktu beberapa minggu terakhir, aku akan menebusnya saat ini...apa yang kau mau, apa yang kau inginkan, aku akan mewujudkannya..."
" Abang ... berikan Incess anak, aku sangat ingin memiliki anak kita, aku melihat Anna benar - benar iri...dia memiliki putra dan putri yang rupawan..."
" apa kau sudah siap??"
" siap??"
" Sayang, mengurus anak itu tidak semudah yang terlihat loe...jangan karena lucu-lucu nya saja..."
" bukankah hanya mengandung, melahirkan , menyusui??"
" Tidak seperti konsepnya...kau harus menyiapkan mentalmu juga... harus membagi waktu, antara dirimu dan anak kita, kau juga masih mengurus suamimu ini,..."
" Jadi kau tidak mau??"
" Bukan tidak mau sayang, mau aku sangat ingin sekali, tapi itu adalah tubuhmu, kau juga harus memantapkannya, menjadi seorang ibu itu sangat melelahkan, tapi jika kau siap dengan kelelahan itu, maka aku akan berusaha ... tapi kau tidak bisa memintaku slalu ada saat kau mengandung, bahkan saat melahirkan anakkku nanti aku juga belum tentu bisa mendampingimu,..."
" Aku mengerti sayang, itu sudah resikonya menjadi istri komandan..."
" pikirkan baik-baik lagi sayang..."
" Aku tidak mau berpikir lagi, aku mau anak..."
Incess sangat keras kepala.
" Aku ingin kau menikmati masa mudamu dulu, meski kau ini sudah menikah, tapi aku juga tidak akan menghalangi masa-masa mudamu yang seharusnya kau dapatkan saat ini..."
" tidak apa-apa, aku tidak butuh masa muda aku ingin menjadi ibu muda..."
" Baiklah, nanti aku akan cari orang untuk membantumu mengurus rumah dan anak kita, agar kau tidak kelelahan nanti..."
" tidak, aku tidak mau ada orang asing di dalam rumah kita ..."
" Loh....??"
" Aku akan melakukannya sendiri..."
" kenapa kau sangat keras kepala??, aku ini ingin memanjakanmu ,tapi kau malah mencari kesusahamu...."
" Aku akan menjadi wanita hebat untuk abang... seperti mamaku..."
" hahahah baiklah sesuai keinginan tuan putriku..."
Incess merebahkan tubuhnya di kasur lantai di ruang tamu
" apa tuan putriku lelah??" tanya Putra pada sang istri.
" tidak, hanya merasa nyaman..."
__ADS_1
" Hei kau tidak boleh merasa nyaman selain bersandar padaku sayang..."
Putra mengangkat sedikit kepala Incess dan menyelipkan tangannya untuk alas kepala Incess.
" ahhhhhhh inilah yang paling nyaman lengan suamiku..." Incess memiringkan tubuhnya memeluk tubuh suaminya yang kekar, Putra pun membalas pelukan sang istri, mereka memandang satu sama lain, seakan mata mereka berbicara untuk kekaguman dari pasangannya.
senyum Incess pun melebar,
"Abang kau tidak mau melakukannya sekarang??"
Putra langsung melahap bibir mungil Incess tanpa basa-basi, Putra sangat tidak bisa menahan diri saat didekat sang istri, apalagi istrinya menawarinya dengan suka rela, cuss gass untuk mencetak Putra Junior.
" Abang pelanlah sedikit, apa tidak bisa lembut sedikit??"
Putra menggeleng, dan tetap melakukannya dengan cukup kasar, Putra sudah mencoba untuk lembut tapi tetap saja itu bukan gayanya bercinta yang dia sukai.
" ahhhhh ... sakitttt...pelan tolong hiksss..."
tapi sayang rengekan Incess justru memicu gairah sang komandan menjadi lebih buas.
2 jam berlalu....
hiks hiks hiks....
" Maaf, ..." Putra bersimpuh di hadapan sang istri, ketika dia sudah bergairah memang tak terkenadali lagi, komandan satu itu terlalu perkasa, sehingga membuat istrinya slalu kesakitan.
" siapa yang mengatakan tidak mau aku kesusahan, ini aku juga sangat susah jika abang sudah brutal...hiks..."
"maaf aku bantu pakaikan salep ya??"
" huhuhuhu...mama sakit....huhuhu" Incess merengek seperti anak kecil dihadapan suaminya.
memang seperti itu suami beristri ini,nanti jika di ajak lagi juga mau Incessnya, tidak ada menolak sedikit pun.
" hiks hiks,hiks hiks...Incess mau abang itu tidak berpaling ke wanita manapun!"
Putra langsung memeluk istrinya,
" Tenang saja, aku hanya akan mencintaimu seumur hidupku!"
" Bagaimana jika abang tidak menepati janji??"
" Aku slalu menepati janji...aku tidak akan meninggalkanmu, asal kau menjadi istri yang patuh ....aku tidak suka di bangkang sayang ..."
" selama ini apa aku membangkang??"
" sudah mulai patuh, tahu bagaimana menyenangkan suami... sebenarnya tugasmu cukup menyenangkan suamimu ini saja, kau tidak perlu melakukan pekerjaan rumah yang melelahkan, jaga tubuh ini dengan baik, jadi saat aku menginginkanmu, kau tidak terlalu kelelahan... padahal aku menginginkanmu setiap detiknya..."
"untungnya Tante kecil slalu memberiku beberapa tips menjaga kebugaran tubuh dan juga menjaga tubuh..."
" ehmmm...ohya...om Ken itu juga lebih over dari aku..."
" bagaimana kau tahu???"
" kami sesama pria tahulah..."
" Hah ... kalian apa saling bertukar cerita??"
" tidaklah, kalian ini para wanita yang suka bertukar cerita kan??"
"hahahaha tidak kami hanya berkeluh kesah saja..."
__ADS_1
" hahahaha, kasihan sekali...Tasya itu harus mengurusi istri - istri kami..."
" aku sayang dengan tante kecil, meskipun dia terkadang galak tapi dia sangat tulus pada kami iparnya..."
" Kalian harus saling menyayangi,jangan sampai para ipar bermusuhan ya, sebentar lagi adikku juga pulang dari pendidikan..."
" Kembaran Julia??"
" Ya ..."
" Aku belum pernah berbincang dengannya,atau bertemu secara langsung tatap muka"
" Dia sangat cuek, dia tidak suka orang asing, jadi jangan di ambil hati jika dia mungkin tidak begitu menyambutmu..."
" Begitukah??"
" ku harap dia bisa menerimmu..."
" aku akan berusaha menjadi kakak yang baik untuknya"
" Benar, ...dia sangat ingin memiliki kakak perempuan "
" wooo...aku akan bekerja keras...apa dia sudah memiliki kekasih, jika belum aku akan mencarikan hehehe"
" sudah, dia sudah punya kekasih...Aina saudara angkat Fahad"
" Aina yang memiliki toko bunga itu bang??"
" Iya, dari kecil Julius sangat suka mengganggu Aina sampai menangis, karena Aina memang sangat cengeng, tidak tahu kapan mereka tumbuh benih cinta...tapi Daddy belum memberi restu..."
" kenapa? kan bukan saudara..."
" Julius itu tamperamennya sangat labil, daddy hanya takut Aina terluka...anak itu juga sedikit -sedikit berkelahi, dia dan Fahad sangat klop, tapi Fahad itu masih tertolong , kalau Julius ini , sungguh tidak tertolong, dulu Julius dengan Suhail juga tidak akur..."
" rumit sekali,...adikmu itu bang ..."
" hahaha tapi anak itu sebenarnya baik kok, ya namanya juga manusia pasti ada kurang lebihnya, abang juga banyak kurangnya kan??"
"kurang hajar bang....hahahaha"
" oh kamu kurang dihajar sama abang??, ayo lanjut 20 ronde juga abang kuat ..."
" tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk, ampuuuuunnnnnnnn"
" hemmm ..." Putra memeluk istrinya dengan erat
"kebahagiaan abang itu ada padamu, jangan membuat abang kecewa ya...?"
" Begitu juga dengan Incess, abang juga jangan membuat Incess bersedih yah..."
" Iya...ayo istirahat ronde berikutnya masih menunggu"
" abang ini monster..."
" tapi kau suka, buktinya diajakin ayo aja..."
" kan aku sedang mencari pahala, dibalik siksaan Suami"
" Siksaan tapi kau menikmatinya..."
" ihhhh menyebalkan "
__ADS_1
" tidur dulu yuk .."
sepasang suami istri itu menikmati waktu bulan madunya di negara F dengan tenang tanpa gangguan, tanpa disalah pahami dan tanpa di omeli oleh Savina.