GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
363. Keputusan


__ADS_3

" Nyonya...apa kau sedang banyak pikiran??"


" Ya dok...!"


" Jangan terlalu banyak pikiran, tolong rilekslah ini demi kebaikanmu, kau harus pandai menjaga diri, apalagi kau punya seorang anak, jika kau sampai jatuh sakit , bagaimana anakmu, jika kau lelah katakan pada Fahad...dia akan mengerti, anakmu sampai Dehidrasi, kau terlalu mementingkan Dhiren, padahal kau hanya ibu susunya, kau adalah ibu yang baik, ...maafkan keponakanku karna merepotkanmu, tapi sepertinya dia tidak terganggu dengan keberadaanmu...itu baik, dia memang terlihat sangat dingin sebenarnya dia sangat baik sekali, keluhkan padanya jika kau lelah, dia tidak sejahat yang terlihat..."


" Baik dok..."


" Kau tidak bisa berbagi Asi lagi, produksi asimu tidak melimpah, kau harus melepaskan Dhiren, biar nanti aku bantu dia mencari ibu susu lain...!"


" Bagaimana agar saya tetap bisa menyusui Dhiren dok??"


" Untuk menyusui dua bayi sekaligus kau tidak bisa ..."


Anna terlihat sangat sedih,...


Lidya segera meminta asistennya untuk memanggil Fahad.


tak lama Fahad pun tiba dengan Dhiren,


" Bagaimana tante..."


" Had, dengan keadaan nyonya ini, dia tidak bisa menyusui 2 bayi sekaligus...aku memintanya untuk fokus menyusui putrinya...!"


" Tuan, saya akan berusaha... menyusui Dhiren dengan baik!"


" Sudah, tak apa...Dhiren bukan kewajibanmu, kau bisa fokus merawat putrimu, setelah Nora membaik, kau bisa membawanya kembali ke Roma...maaf sudah merepotkanmu dan membuat Nora sakit, aku berterimakasih padamu Anna!"


" tuan, ..."


" tante, tolong berikan perawatan terbaik untuk Nora, dan juga ibunya...!"


" Tuan bagaimana dengan Dhiren??"


" aku papahnya aku akan merawatnya...!"


" Had, kau bisa mencari baby sitter, demi Dhiren, kau bisakah sedikit tidak membenci wanita asing..."


" Dok, tuan saya tidak apa-apa, saya akan menyusui Dhiren, Nora bisa minum formula, anak saya tidak alergi susu sapi...!"


" apa???" Fahad dan Lidya terkejut.


" Kenapa kau begitu peduli dengan anak yang tidak kau lahirkan sendiri??"


Lidya keheranan.


" Saya juga sudah terlanjur sayang dengan Dhiren dok...!"


" Tidak Anna, Nora lebih penting ...tenang saja...Dhiren bisa pakai dot lagi nanti...!"


" Jangan tuan kasihan...!"


" Kau tidak kasihan Nora??"


" tapi...."


" Dhiren anak pintar, kau tenang saja,..."


" sudah, kalian bicarakan baik-baik di rumah, aku akan melihat keadaan Nora!" Lidya segera menuju IGD, dan memeriksa Nora.


" Panasnya sudah turun, dia sudah membaik dia anak kuat rupanya, aku akan mengirim dokter ke rumahmu untuk berjaga-jaga, sementara kau fokus menyusui Nora, urusan bagaimana nantinya kalian bicarakan saja berdua...!"


" Baik tante terimakasih... tapi aku akan coba menghubungi Tasya dan om Kenzo dulu, jika mereka bisa tidak usah mengirimkan dokter!"


" oh, benar, Tasya bisa kau andalkan...!"

__ADS_1


" Ya Tante...!"


" apa Nora sungguh sudah membaik??"


" Ya segera kau susui saat perjalanan pulang, lagian kasihan Dhiren jika lama di sini, tidak baik untuk anak kecil...!"


"Baik...!"


Fahad dan Anna segera masuk ke mobil, Fahad meletakan Dhiren pada Box yang di mobil.


" Pak Jalan pelan-pelan..."


" Baik...."


Fahad melepas Jas nya dan menutupi ke depan Anna.


" cepat susui Nora..." sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela,


dengan segera Anna menyusukan pada putrinya.


Anna menarik jas menutupi tubuh depannya dan Nora.


Fahad menggendong Dhiren lagi,...mereka terdiam sepanjang perjalanan pulang.


setelah sampai mereka segera menidurkan kedua bayi itu bersama, dan ternyata Tasya dan Kenzo juga sudah menunggu tiba


" apa sudah lama om??"


" Lumayan...!" Jawab Kenzo


Tasya segera mendekati, Nora dan memeriksanya.


" Dia sudah membaik, asupannya harus ekstra...kau harus mengutamakan Nora Anna!"


" Tidak tuan, bagaimana dengan Dhiren???"


" sudah ku katakan dia anakku, itu akan menjadi urusanku...!"


" Fahad apa keputusanmu sudah tepat???, jika kau tidak ingin Anna pergi aku bisa mencarikan solusi untuk kalian...!"


" Aku ingin mereka pergi, aku sudah menyusahkan mereka terlalu banyak, Tante kecil, tolong kau berikan perawatan pada Anna, jika sudah membaik tolong antar Anna kembali maaf merepotkan,...!"


" Kami akan mengurus mereka, kau istirahat saja dulu Had kau tampak lelah...!"


" Terimakasih om..."


Fahad segera kembali ke kamar dan mengunci pintu, entah kenapa rasanya sangat kacau, padahal dia juga baru mengenal Anna dan juga Nora, tapi mereka terasa begitu melengkapinya, jika mereka pergi Fahad rasanya begitu sesak di dada.


Di kamar Dhiren.


" Kau harus istirahat yang cukup, kau pasti sangat lelah, jika menjadi ibu, susu ya ibu susu saja, biarkan Fahad mencari orang untuk urusan lainya,...kau sangat kelelahan!"


" Nyonya, tuan, ...saya sudah terlanjur menyayangi Dhiren, dan saya sangat senang karena Tuan Fahad juga sangat baik pada Nora, biarkan saya menyelesaikan pekerjaan saya, sampai Dhiren lepas menyusu...!"


" Fahad sudah memutuskan seperti itu dia tidak akan berubah pikiran....lupakan masalah itu, aku akan merawat kalian sampai membaik, urusan kau di kembalikan ke Roma atau tidak, itu pikirkan nanti..."


" Baik!" Anna pun di rawat oleh Tasya selama 2 hari, kedaannya cukup lebih baik , sudah tidak merasakan nyeri pada jahitannya.


2 hari ini Fahad sementara menghindari masuk ke kamar Dhiren, dia mempercayakan semuanya pada Tasya dan Kenzo, Dia tidak ingin melihat kepergian Anna membawa Nora


" aku sudah gila sebenarnya apa yang terjadi padaku, wajah Anna saja aku tidak tahu kenapa aku menahannya??" Fahad mengambil ponselnya di saku dan menjatuhkan kertas dari sakunya.


" Apa ini??,....ini nomer Gadis yang di maksud Yuda kemarin..."


Fahad pun segera menghubungi nomer itu, dan membuat janji untuk bertemu.

__ADS_1


sesuai kesepakatan mereka bertemu di sebuah kamar hotel yang sudah di pesan oleh Fahad.


Dengan sangat ragu, Fahad membuka pintu kamar hotel,


"Selamat malam tuan"


Gadis itu menyapa dengan nada yang bergetar,terlihat gadis itu memaksakan diri untuk berani.


Fahad duduk di Sofa, sambil melonggarkan dasinya, memandang tajam pada gadis di depannya.


" Siapa namamu??"


" Sa,sa,sa..saya...Ersa tuan..." terlihat kaki Ersa gemetar hebat.


Gadis itu memang sangat cantik, memang 4 tahun lebih muda dari Fahad,


" Apa kau sungguh ingin menjual keperawananmu??"


" i...i..iya...."


" untuk apa uang 200 juta itu??"


" membayar hutang keluarga saya tuan..."


" sebenarnya uang kecil itu tidak begitu berarti bagiku, tapi aku seorang pebisnis sekarang, aku akan memperhitungkan sekecil apapun pengeluaran dengan keuntungan yang ku dapatkan!"


" tapi saya ,tidak memiliki apapun kecuali tubuh saya tuan...!"


" mendekatlah, ...!!"


dengan perlahan Ersa mendekat ke arah Fahad.


" Jika kau takut kau bisa menyerah...!"


" Tuan maafkan saya hiks hiks ,saya takut, saya takut..." Ersa terduduk di lantai di hadapan Fahad.


" Aku tidak bisa mengeluarkan uang tanpa imbalan yang setimpal, kau bisa pergi sekarang!"


Dengan air mata berlinang, Ersa berdiri dan segera duduk di pangkuan Fahad.


"kau yang menjualnya, setelah aku ingin membelinya, kau malah membuatku terlihat seorang yang kejam, membuatmu menangis...jika tidak mau kau bisa pergi...."


" ti tidak, saya butuh uangnya tuan...!"


" kalau begitu, kau harus menyenangkanku, tapi aku hanya akan memakaimu sekali saja, jika aku memanjakanmu takutnya kau akan lupa diri seperti seseorang, jadi jika kau tidak Virgin, kau akan tahu akibatnya...!"


bisik Fahad di telinga. Ersa.


melihat wajah ketakutan Ersa, membuat Fahad tidak risih dekat dengan Ersa.


" Jadi aku yang memulai atau kau???" tanya Fahad.


dengan tangan gemetar, Ersa melepas dasi Fahad tapi kesulitan.


Fahad segera mengangkat Ersa dan membawanya menuju ranjang dan melempar Ersa ke ranjang dengan kasar,Fahad pun langsung menindih gadis itu, Fahad segera melepas dasi dan bajunya, tubuh kekar Fahad pun terpampang begitu nyata.


" Baby girl, are you ready???" ujar Fahad yang hasratnya mulai terpancing.


Ersa dengan gemetar mengalungkan kedua tangannya di leher Fahad.


Fahad mulai mendekat kan wajahnya ke wajah Ersa yang sangat cantik tanpa polesan make up itu.


Bersambung....


😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2