
" Ah, jika begitu...Fahad kau bawa kakakmu pulang dulu ya!" Ujar Nathan.
" Paman, loe bagaimana??" tanya Aina.
" Ehmmmm, tenang saja aku akan membuat Iyus meminta maaf padamu nanti ya!"
" Wah, paman baik sekali... terimakasih paman, jika begitu Aina pulang dulu, eh tapi paman katakan pada Iyus dia harus menepati janjinya!"
" Paman, maafkan kegaduhan ini!" Ujar Fahad.
" Yayayaya kau sebaiknya membawa Aina untuk beristirahat!"
" Baik paman!" Fahad segera membawa Aina pulang dengan rasa malu .
Nathan segera mendorong kedua putranya masuk ke dalam rumah,
setelah mereka masuk kedalam rumah mereka tertawa sejadi-jadinya dengan kelakuan Aina tadi.
" Hahahahhahahaahahahahhahah" mereka bertiga kehilangan kewibawaannya karna ulah Aina yang super polos itu.
" Kau lihat, Aina itu astaga Daddy tidak ingin menertawakannya namun Daddy tidak bisa, ahahahahhahahahahhaha"
" Dad, akuhhhh akuhh hahahhahahhaha hahahahhaah!" Suhail tak kuasa melanjutkan ucapannya karna tak tahan untuk Tertawa.
" Bahahahahahah, dia ini masih menagih ditempeleng Iyus hahahahahah" Sambung Putra.
mereka bertiga tertawa sampai jungkir balik, di Sofa.
Dan datanglah, Savina beserta si kembar, mereka bertiga sangat terkejut.
" Ada apa dengan mereka??" Tanya Savina pada si kembar.
" Wah, jarang sekali moment ini?" ujar Julia.
" Mereka jarang tersenyum, ini kenapa mereka terbahak-bahak!"
" Hey kalian sedang apaa??" Ujar Savina keheranan.
" Oh istri ku jhahahhahahahahaha!" Nathan masih tertawa
" Apa sih?? tidak jelas!!"
" abang Suhail abang Putra, apa yang membuat kalian tertawa begitu lepas?" Tanya Julia yang penasaran.
" Oh Julia hahahahhahahah kau hahhaha kau tanya Pada kembaranmu saja, hahahahha!" Suhail pun tidak bisa berhenti tertawa.
" Bang Putra coba berhentilah tertawa lihat mommy sangat kesal itu!" Julius mendudukan Putra dengan posisi yang benar.
" Ah, mommy maaf!" ujar Putra berhenti tertawa.
" Putra anakku, katakan pada ibu, apa yang kalian tertawakan?"
" Mommy ini semua karena iyussssssss kita yang sangat iseng hahahahha!"
" Jelaskan sejelas -jelasnya pada mommy baru boleh tertawa lagi!" Tegas Savina.
" Ah, baik!" Putra menegakan duduknya
" Jadi tadi Aina datang kemari meminta keadilan pada Daddy karena Iyus!"
" Aku??" Julius kebingungan.
" Ya , kau ini anak kurang ajar!, hahahahha" Sahut Nathan masih tertawa.
" Lanjutkan Putra!"
" Jadi kemarin Aina sedih karena tidak memahami situasinya, lalu Julius menghibur Aina!"
" Aku tahu, jadi dia marah karena aku membuatnya pingsan??"
" Bukan !"
" Lah???"
" Katanya dia lemot karena kau menempeleng nya saat kecil, lalu kau mengatakan kau harus menempelengnya sekali lagi agar otaknya kembali pada tempatnya, kalian sepakatkan??"
" Iya, tapi aku tidak menempelengnya, aku hanya memukul bagian belakang Aina itu tidak akan membuatnya Cacat!"
" Iyus kau ini kenapa seperti itu?" ujar Savina
" Aku hanya membantunya istirahat cepat!"
" Itu keterlaluan, dan kalian ini juga kenapa menertawakan Aina, apanya yang lucu!"
" Mommy tadi kau tidak lihat, bagaimana ekspresi wajah Aina, saat mengatakan dia tidak marah karena di pukul sampai pingsan oleh Julius!"
" Lalu??"
" Dia marah karena Julius tidak menempelengnya, dia meminta Daddy untuk menagi janji Julius yang belum menempelengnya!"
" pfffffffffffttttttttt....!" si kembar pun tak kuasa menahan tawa.
__ADS_1
" Hahahahahahah, !" Savina mulai tertawa dan paling keras.
" Hahahahhahah, hahahahha kita in berdosa, hahahahha!" Ujar Savina sambi tertawa memagangi perutnya.
" Oh, Ya Tuhan, anak itu terlalu, baik dan lugu hahahah!, Iyus kau tahu Aina bagaimana kenapa masih bercanda seperti itu padanya!, hahaha"
" Ah, aku juga tidak tahu jika dia akan percaya, aku kira dia akan marah pada iyus, kenapa malah pasang badan?, hahahhahahah!"
" hihihihi, aduh perut'ku sakit....!" Julia tak kuat terus - terus tertawa.
" sudah, sudah jangan tertawa berlebihan, itu tidak baik!" ujar Savina.
mereka pun sekuat tenaga menahan untuk tidak tertawa lagi.
" Ya benar, kita lanjutkan pembicaraan kita tadi!" Nathan sudah memasang wajah serius.
" Ya, Daddy aku tidak bisa keluar negeri mencari Renata dan Juno!" Ujar Suhail.
" Biar Julius saja yang berangkat!"
" Apa??" semua terkejut.
" Ya, Julius akan ikut turun tangan langsung sekarang Julius sudah cukup untuk ikut menegakan keadilan kan?"
" Ya sudah, Iyus berangkat dengan abang Putra oke!" Sahut Putra.
" Oke, kita ajak Fahad tidak??"
" Kalau dia mau kita ajak!"
" Suhail kau memang ada kesibukan apa? memangnya?" Tanya Nathan , karena biasanya hal seperti ini yang di sukai suhail untuk menyibukan diri di hari cutinya.
" Suhail, biar menjaga saudara - saudara kita lah Daddy, sekali-sekali aku yang pergi kenapa??, apa Daddy keberatan?"
" Ah, baiklah...dari pada Daddy dikatai pilih kasih lagi bernagkatlah Iyus!"
Sebenarnya kenapa, tumben - tumbenan sekali Iyus menolongku
dalam hati Suhail yang tidak terbiasa.
" Ya benar, biar Julius bertambah pengalamanlah!" Sahut Savina sambil melihat ke arah Iyus.
" Yayayyayaya!" Nathan mengiyakan.
" Oh ya kemarin aku memukulinya sampai babak belur dengan Fahad!"
" Astaga, kau ini kenapa begitu kejam??" ujar Savina, sementara Nathan tidak bisa berkomentar.
" Suamiku kenapa kau diam saja, anakmu terlalu gegabah!"
"Mommy, aku sangat senang memiliki mommy yang sangat lembut dan baik hati, namun terkadang kita tidak bisa slalu menggunakan hati yang lembut untuk semua permasalahan!" Ujar Suhail pada Savina.
" Benar yang kau katakan nak, itu benar!' Savina mulai memahami maksud dari pada anak - anaknya.
" Aku mendapat informasi dari Martin jika dia mengirim Juno dan Renata ke negara M, tapi dia memilik 10 identitas palsu !"
" Hanya sepuluh itu seharusnya sangat mudah bukan??" ujar Nathan.
" Tapi di sana kita kan tidak bisa bergerak bebas, mereka memiliki hukum sendiri bagaimana jika Juno dan Renata sudah pindah kependudukan??"
" Om Kenzo memiliki banyak anak buah di setiap negara, kau bisa meminta akses pada Aogiri!"
" Baiklah,....!"
" Ya sudah kita siap - siap makan bersama ya!" Savina bergegas ke dapur untuk memasak.
...----------------...
keesokan harinya
" Cindy, kau jangan terkejut jika bertemu dengan Kak Fathia!" ujar Julius.
" Iya, bibi sudah memberitahu ku kok!"
" Baguslah, ingatlah untuk memmanggilku Juprikkk!"
" Hahahhaz iya iya,...!"
" Tugas Juprikkk selesai sampai di sini, Juprikk akan berpamitan keluar negeri, pertemuan selanjutnya aku akan menjadi Julius anak yang nakal!"
" Ah, baiklah suka - suka mu!"
mereka pun sampai di tempat tinggal Fathia, semuanya berjalan dengan lancar sesuai kesepakatan.
" Kak Fathia, ...!"
" Ya Juprikkk?"
" Karna, semua sudah selesai... Juprik mau pamit pada kak Fathia!"
" Loh kemana??'
__ADS_1
" Juprik ada urusan ke luar negeri,...!"
" Kau pindah ke sana??"
" Ya!"
" Loh bagaimana kita bertemu lagi?"
" Nanti jika Tuhan menghendaki kita bertemu maka kita akan bertemu lagi!"
" Aku sangat berterima kasih pada Juprikkk loeh...!"
" Aku terima, ucapan kakak...!"
" Hmmm, kalau begitu Juprikkk pergi dulu ya kak!"
" Apa sangat buru - buru??"
" Ya karena sebelum pergi Juprikkk harus menemui seseorang dulu!"
" ahz hati - hati, kau harus mencariku jika kau kembali nanti!"
" Yaz baik, bye kak!"
Julius dan Cindy pun segera kembali,
" Cindy, aku turun sini saja!"
" Oh, aku akan antar sampai rumah!"
" Tidak aku janjian dengan temanku!"
" Oh, baiklah....apa perlu aku tunggu?"
" Tidak!"
" Oke, aku pergi dulu!"
Cindy pun meninggalkan Julius di pinggir jalan, Julius segera masuk ke dalam toko perhiasan untuk membeli Cincin yang sangat bagus.
drretttt drrrrrt
" Julius aku sudah di taman, yang kau Katakan!"
" Oke kesana!"
Dengan penuh percaya diri Julius segera menuju taman.
" Hana, apa sudah menunggu lama?"
" tidak, ada apa kau meminta ku ke sini??"
" Hemmm, aku tidak bisa basa basi Hana, ... sebenarnya sejak awal bertemu aku sudah menyukaimu, bisakah kau mempertimbangkan aku?, aku sudah memiliki pekerjaan juga, aku berjanji akan membahagiakanmu!"
Julius mengeluarkan Cincin yang di belinya,
" Jika kau setuju mempertimbangkan aku, ambil Cincin ini!"
Tanpa Ragu Yohana mendorong cincin itu,
" Maaf Julius aku memang tidak memilih dalam pertemanan, namun aku orang yang sangat pemilih dalam mencari pendamping!"
" Apa??, aku tahu kau pasti menyukai Suhail kan?, aku juga tidak berbeda dengannya!, kenapa kau tidak bisa mempertimbangkan aku?"
" Kau tidak bisa di samakan dengan Suhail, kau dan dia berbeda, dia memiliki keluarga yang hebat, Ayahnya seorang Laksamana ibunya seorang pebisnis sukses, saudara - saudaranya juga luar biasa, sedangkan kau , aku tidak tahu kau berasal dari keluarga mana!, kau sangat jauh Dari Suhail Julius!"
" Mmm...jadi begitu ...aku mengerti Hana...!"
" Maafkan aku Julius, ...bukan maksudku merendahkanmu!"
" Tentu saja tidak, aku tanya sekali lagi padamu, jika aku bersinar suatu hari nanti apa kau tidak akan tertarik padaku??"
" Hahahah, kau jangan bercanda aku tahu kau sudah lulus kepolisian namun, kau masih di pangkat paling bawah, aku sudah menetapkan hatiku pada Suhail sejak SMA!"
Julius tersenyum sinis,
" Baiklah, aku paham...aku akan bertanya satu lagi, jika sesuatu yang kau inginkan tidak dapat kau gapai, bisakah kau datang padaku??"
" Tidak,...!"
" Jangan buru-buru menjawab, pikirkan lah! sebentar!"
" Aku tidak akan memikirkannya, aku tidak menyukaimu, tidak...aku sudah memiliki pilihan yang sangat baik!"
" Oke, ...aku bukan orang yang pemurah hati, aku memutuskan pertemanan kita, jika suatu saat kita berjumpa lagi, jangan pernah menyapaku, aku juga akan melakukan hal yang sama!"
" Hmmm, baiklah!"
" Selamat tinggal!" Julius pun pergi dengan harapan yang pupus,dia baru menyadari jika perkataan ibunya tidak pernah salah,
hubungan yang di dasari kebohongan itu, tidak akan berakhir baik,
__ADS_1
Mataku sangat buta, dia ternyata sama dengan wanita lain, gila harta, jabatan, dan kehormatan
dalam hati Julius yang tersakiti itu.