GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
469. Mencari Saran


__ADS_3

Pukul 7 pagi,


Fannan dan Cindy sudah bersiap untuk pergi menuju Hotel Asia untuk menemui Vevey.


setelah sampai...


" mas Cindy takut menemui mama... bagaimana jika nanti mama tidak mau mengakui Cindy lagi??"


"jangan berpikir seperti itu, ayo masuk kita akan tahu ..."


keduanya pun. masuk dan menuju ke kamar yang sudah di beritahu oleh Vevey.


ting tong...


Fannan menekan bel


ceklek ...


Cindy langsung bersembunyi di belakang Fannan.


" masuklah, mamamu masih memandikan anak-anak..." ternyata Hirosan yang membuka pintu , keduanya pun mengikuti masuk ke dalam kamar.


" Duduklah nak...apa kalian sudah sarapan???, pasti belum kan??, kebetulan sekali kami baru memesan banyak makanan ...kita akan sarapan bersama"


" Baik pah...." jawab Fannan menggenggam tangan Cindy, yang terlihat menunduk .


" Hei Dhiren...berhenti...kau pakailah celanamu dulu ..." Vevey keluar dari ruangan sebelah berlarian mengejar Dhiren yang menggoda Omanya ke sana kemari.


" hahaha setiap hari mamamu seperti itu setiap pagi, dia sangat bahagia mengurus cucunya....hahahaha, aku juga bahagia..." ujar Hiro.


Cindy dan Fannan pun ikut tersenyum .elihat tingkah Dhiren yang sangat jail itu, mengerjai omanya


" oh tidak aku lelah, suamiku tolong bantu aku menangkap anak nakal ini, aduh pinggangku..." Vevey memegangi pinggangnya.


" Lihat siapa yang datang..." unar Hirosan.


" Oh Cindy putriku...." Vevey langsung berlari memeluk anak tertuanya itu, memang saat itu Cindy menyebalkan tapi, dirinya juga sudah keterlaluan.


" maafkan mama Cindy, maafkan mama karena menamparmu waktu itu...lihat aku membawa Dhiren dan Nora untuk bertemu denganmu..."


" mama maafkan Cindy juga karena Cindy terlalu bodoh, dan membuat keributan...Cindy tidak akan memaksa Dhiren, Cindy membiarkan Dhiren di asuh oleh Anna dan Fahad saja tidak apa-apa..."


" anakku Cindy, mama tidak pernah ingin kalian bertengkar, semua anak mama, semua kesayangan mama, kau boleh menemui Dhiren setiap saat, mama akan membantumu bertemu dengan putramu nak, jika Fahad tidak boleh mama akan membawanya diam-diam..."


" mama, jangan begitu...tidak apa-apa Dhiren sangat beruntung karena om dan tantenya sangat menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri...dia hanya perlu tahu aku adalah ibunya, itu sudah cukup ma..."


" Dhiren, lihat itu mamamu..." Hiro yang sudah selesai memakaikan celana pada Dhiren.


" idakkk ukannn aaaammma..." ujar Dhiren menolak.


" tapi aku harus memanggilnya mama"


" idakkk idakkk..."


" Maaf Cindy dia sangat keras kepala,..." ujar Hiro.


" tidak kau salah, anak ini masih belum paham kenapa kau mengatakan cucuku keras kepala??"


" ahz yayaya maaf..."


" iya ma ..pelan - pelan saja,Di mana Nora ma??" tanya Cindy.


" Dia tidur setelah mandi dan minum susu Cin... Nora ini sama aktifnya dengan anakmu, hanya saja, kalau sudah capek dia segera tidur ...tapi anakmu itu, aduh tidak kenal lelah ...dia sangat mirip denganmu Jail hahaha"

__ADS_1


mereka mengobrolkan seputar perkembangan Dhiren dan Nora tiada habisnya, sambil sarapan dan lanjut mengobrol lagi sampai siang.


" ma...boleh aku memeluk Dhiren dan Nora??"


melihat kedua anak itu yang sedang tidur siang.


" boleh...." Cindy pun memeluk keduanya secara bergantian dengan kehati-hatian.


" Nora terimakasih ,kau sudah mau mengalah untuk putraku, ...bibi juga menyayangi Nora...."


Vevey sangat senang melihat putri tertuanya itu sudah sangat membaik.


" Cin...mama akan coba bicarakan hal ini pada Fahad dan Anna, mama ini juga tidak bisa mengendalikan adik laki-lakimu lagi, dia sangat keras kepala....tapi Anna ini kunci dari permasalahannya..."


" ma... pelan-pelan saja, jangan terlalu memaksa..."


" oke ... sesuai keinginanmu nak...ku harap kau sedikit bersabar..."


" mama kirimi saja video anak - anak setiap hari , Cindy sudah senang..."


" iya mama akan mengirimimu video Mereka setiap hari...."


" Iya ma ..."


"karna sudah sangat sianh aku harus membawa anak-anak kembali ...tidak apa-apa kan Cindy...."


" tidak masalah ma... terima kasih ma..."


" kalau begitu mama pulang dulu dan anak-anak, nanti kalau mama keluar dengan mereka mama akan menghubungimu sayang!"


" iya ma, terimakasih...."


mereka segera kembali ke rumah masing-masing,


" sayang ...kau sangat cantik saat ceria, istriku ini memang yang tercantik..."


" mas...kau membuatku malu..."


" Kenapa malu, aku ini suamimu..."


Cindy tersenyum melihat ke arah suaminya yang fokus mengemudi itu.


Mas Fannan, kamu ini sangat ganteng, tapi kok malah mau mengurusku yang janda bukan tapi punya anak, terkadang Cindy merasa sangat tidak pantas untuk mas Fannan.


dalam hati Cindy


" Jangan memikirkan yang aneh-aneh...mas itu slalu tulus, mas tidak akan mempermasalahkan masalalumu, yang terpenting sekarang Cindy mau menerimaku juga dengan tulus ..."


" mas nanti malam Cindy coba ya..."


Fannan langsung tersenyum,


" aku berharap tidak kecewa lagi malam ini sayang..."


" Cindy akan berusaha mas..."


Aku ini gila ya, kenapa menawarkan diri lagi, bagaimana jika nanti aku mengecewakan mas Fannan lagi


dalam hati Cindy


" sayang, aku mau keluar sebentar ada urusan, jadi malam jam 9 mas baru pulang...kalau mengantuk tidur lebih dulu..."


" oh baik mas..."

__ADS_1


Cindy pun segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.


" Cindy...."


" kak....kak Fanya..." Cindy langsung menghampiri Fanya.


" ada apa??"


" Kak, Cindy ragu... sebenarnya Cindy ingin mencobanya lagi, tapi takut kalau nanti mengecewakan mas Fannan..."


" Kau hubungilah saudaramu siapa itu yang menikah dengan teman ibunya..."


" Sansan??"


" iya ...dia akan memberikanmu Solusi...kakak mau keluar dulu kau bersiaplah untuk malam ini kakak tidak pulang..."


" kakak ...ih ..."


" hehehehehe...."


sebenarnya Cindy sangat ragu untuk menghubungi Sansan, tapi memang hanya Sansan yang mungkin bisa membantunya.


" Hallo, siapa??"


" San ini aku Cindy ..."


" ada apa Cind???"


" San bisakah kau berkunjung ke rumah mas Fannan??, aku ingin meminta saranmu..."


" Ya, setelah mengantar anak-anak, aku akan ke rumahmu!"


" ok aku tunggu!"


panggilan pun berakhir,


" ada apa??"


" tidak tahu Cindy mengatakan butuh saran dariku om..."


" ya, temuilah saudaramu....dia membutuhkanmu...."


" om... setelah mengantar anak-anak aku langsung ke tempat Cindy..."


" oke hati-hati dijalan, jika terjadi sesuatu hubungi aku segera!"


" siap om..."


Sansan pun segera mengantar anak-anaknya sekolah, setelah itu langsung menuju kediaman Cindy.


" Cindy aku datang ..." teriak Sansan yang mencari tombol bel tidak ada dikediaman itu.


ceklek....


" San....ayo masuk..."


" ada apa kau harus langsung mengatakan apa niatmu memanggilku Cindy!"


" ini...aku ingin melayani mas Fannan tapi slalu tidak berani, apa kau punya Saran??"


" apa kau belum begitu selama ini??, wah kakak iparku sangat sabar...kau sangat beruntung mendapatkan kakak ipar Cindy, tidak ada pria sesabar itu dalam menahan gairahnya..."


" Lalu aku harus bagaimana San..?"

__ADS_1


Sansan membisikan sesuatu pada Cindy, Cindy mendengarkan dengan sungguh - sungguh .


__ADS_2