GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
134. Melawan Hati


__ADS_3

" Anjayyyyyyyy... pengorbanan yang begitu besar!"


" Kau masih di sini?"


" Aku pergi sebentar, dan melihat semuanya sudah beres jadi aku kembali melihat pertunjukan!"


" Menyebalkan!!"


" Kenapa aku tidak belajar darimu ya?, tips mengejar wanita??"


" Diam kau!!!, jangan mengolokku!"


" aku lupa om Jovan kan juga ahli dalam mengejar tante Vevey dulu hihihi ...!"


" Kata mama juga begitu sih, aku tidak menyangkalnya!" Fahad tersenyum mengingat mendiang papahnya.


" Kau sangat mirip dengan Om Jovan!"


" aku anaknya, tapi kau kenapa sangat berbeda dengan daddy mu?"


" Ah, daddy ku terlalu bucin pada mommy...aku tidak akan sebucin Daddyku lah ...!"


" Baru patah hati sekali saja sudah seperti itu!"


" ehmmm... sebenarnya aku juga belum bisa melupakan Hana...tapi aku yakin aku bisa mendapatkan yang lebih darinya!"


" Perkataan mu boleh juga!, kau tidak jadi ke Samarinda?'


" Menunggu keluargaku lah....!"


" Oh ya....kapan tante dan om Chiko menikah?"


" tak tahulah, mungkin Daddy ingin mengurus hal itu lebih dulu baru ke Samarinda!"


" ehmm...baiklah...padahal kita baru bertemu Sansan...sudah menghilang lagi, anak itu jika tidak membuat orang lain repot bukan Sansan namanya!"


" Hahahaha...iya juga...!"


" Aku sangat lapar ke tempat kak Cindy yuk makan!" Ajak Fahad.


" Ih aku kenyang!"


" Makan apa kok kenyang?"


" ah??? tidak makan apa-apa....ya udah aku temani!" mereka pun segera menuju Resto Cindy.


...----------------...


Di resto Masakan Jawa


" Fahad, ada apa dengan wajahmu??" Cindy sangat terkejut.


" Biasalah...namanya juga pria sejati!" ujar Iyus menjawab.


" hemmm...ayo kalian masuk, kalian ke sini untuk makan kan?"


" Ya, kakak seperti biasa!" sahut Fahad bersemangat.


" Iyus apa kau juga seperti biasa?"


" Ya porsinya sedikit saja!"


" Oke, kalian tunggulah di sini aku akan memasakan untuk kalian!"


Cindy pun segera ke dapur.


" Enak ya punya kakak perempuan!"


" Hmmm enak...dia sangat hangat! punya kakak laki-laki juga enak kan? dan saudara perempuan!" ujar Fahad.


" Entahlah, kami tidak dekat...jika Julia dia sangat mengerti meskipun sangat cuek, dia akan membantuku tanpa banyak bicara!"


" Ya ,dia tahu apa yang kau rasakan, bukankah kalian berjuang bersama-sama sejak dalam perut bibi?"


" hem...iya juga...tapi dia tidak seperti Natali dan Aina suka keluar dengan teman-teman seumur annya, kadang kasihan dia tidak punya teman dan waktu bermain!"


" Dia memiliki pikiran yang sama Cindy...padahal dia bukan anak pertama!"


" Itu bagus ... bukan...!"


" Tapi sebaiknya dia merasakan masa - masa remaja yang indah, kami saudara laki-lakinya juga bisa diandalkan!"


" Oh kau ingin Julia sedikit manja padamu!"


" hmm... seperti Aina dia mandiri tapi masih ada sisi Feminimnya!"

__ADS_1


" Oh jadi apa kakakku Aina masuk kriteria wanita idamanmu??"


" Benar, eh tapi tidak lemot seperti dia juga!"


" kau tidak boleh mengoloknya begitu, aku tidak terima!"


" Iya, dia juga saudara ku jangan seriuslah!"


" Tarrrrrraaaaaa ...makanan fav kalian siap...kalian asyik membicarakan apa?"


" Wanita!" Sahut Iyus.


" Oh ya??, siapa yang punya pacar?" sambil memberikan makan pada keduanya masing-masing.


" Fahad !"


" wah adikku sudah dewasa, siapa itu?, kenapa tidak beritahu kakakmu ini?"


" hehehe masih gebetan kak...Fahad belum berani maju!"


" Belum berani maju tapi sudah berani babak belur, sudah berani mengeluarkan uang cuma - cuma!"


" Wah tampaknya ini sungguhan!"


" Dia teman Kak Aina kak!"


" Siapa namanya?, apa Aina tahu?"


" kak Aina tahu jika aku menyukainya tapi belum tahu masalah hari ini!"


" Tak apa pelan - pelan, tapi kau juga harus memberi tahu Aina dari mulutmu sendiri sebelum teman Aina yang bercerita!"


" Ya, nanti aku akan bicara!"


" setelah ini saja kita kembali ke toko kakakmu, sekalian pulang bareng!"


" Kita ke sini kan naik transportasi umum!"


" Ah, lupa....!"


" Bawa mobil kakak saja!" memberikan kontak mobilnya.


" Lalu kakak?"


" Kakak ingin mencoba naik transportasi umum, ingin jalan-jalan sebentar !"


" Ya sudah segera selesaikan makan kalian lalu segera ke tempat Aina!"


" Cindy kau mengusir kami?"


" iyus, kau ini....tidak lah kau mau tidur di sini juga boleh!"


" Ehm...aku kira!"


" bagaimana perkembangan tentang Sansan?"


" belum ada kabar dari Dai kak!"


" Cindy tahu tidak, Jika Om Kenzo dan Raja di negara F atau mana ya lupa, sedang memperebutkan Sansan!"


" Owah...anak itu memang luar biasa, jik begitu biar Tante bersama om Kenzo!"


" Anak itu sangat berharga di mata orang tidak biasa!" ujar Iyus.


" jadi di mata orang biasa dia tidak berharga?"


" Hehehehe tidak begitu juga Cindy!"


" lalu bagaimana Fathia??"


" dia Aman dengan keluarga Tanaka, ...!"


" syukurlah, Suhail tahu tentang itu?"


"Tahu, namun diam sajalah...tahu sendiri Kak Fathia sangat keras kepalanya!"


" Kepalamu tidak keras??"


" pftttttt" Fahad menahan tawa.


" apa Cindy mau menyoba kepalaku?"


" iyus jangan macam-macam dengan kakakku!"


" Aih ...aku hanya bercanda Fahad, kau ini labil sekali!"

__ADS_1


" Aku sudah selesai, ayo kita ke tempat kak Aina!" Fahad mengambil kunci mobil Cindy.


" Hei tunggu makananku belum habis!"


" Aih...lambat, kakak aku pinjam dulu ya?"


" Ya hati - hati, Iyus pelan - pelan kau hampir menelan piringnya!"


" Ah, Dari pada aku pulang jalan kaki, Cindy makasih makanannya sampai jumpa!"


Segera menyusul Fahad.


" Mereka sudah bukan anak-anak lagi!" Gumam Cindy tersenyum.


Cindy melihat ke arah jam dinding di ruangannya, dan menunjukan pukul 2 siang.


Cindy mengambi bekal yang sudah di siapkannya,


" aku pergi dulu, jika sudah waktunya tutup ,tutup saja jangan menungguku, jika ada yang mencari katakan besok aku baru ada waktu!"


" Baik bos!"


Cindy pun keluar menenteng bekal makanannya berjalan perlahan menuju halte bus terdekat dari restonya.


Sambil menunggu bisa datang, tangannya selalu mengepal, entah apa yang dia tahan untuk tetap kuat .


Tak lama bus pun datang, Cindy pun naik dan pergi ke tempat tujuannya.


Sambil menikmati perjalanannya Cindy,


Kenapa waktu begitu sangat cepat, dan berlalu begitu saja, rasanya hidup ini seperti di permainkan, namun inilah takdir kehidupan.


dalam hati Cindy.


Tanpa terasa bus sudah sampai di tempat tujuannya, entah Kenapa kaki Cindy semakin lemas saat turun dari bus.


Bruuuuukkk....


" Nona, apa kau baik-baik saja?"


Cindy mendogak melihat seseorang yang membantunya berdiri.


" terimakasih...!"


" Nona kau tampak kelelahan, apa anda ada perlu di sini ?"


Cindy melihat ke arah belakang pria yang menolongnya.


" Oh, anda ingin membesuk seseorang di Penjara?"


Tiba-tiba Cindy meneteskan air matanya,


" apa anda butuh tempat untuk menangis?"


" Tidak tuan terimakasih!"


" Apa anda ingin saya temani masuk?, kebetulan saya juga ada urusan dengan anak buah saya!" ujar pria berseragam coklat itu dengan ramah.


" Baik!" Cindy pun berjalan bersama pria itu menuju rutan, namun kaki Cindy lemas lagi hingga terjatuh.


" Nona...!"


" Rupanya aku tidak sanggup!" ujar Cindy meremas roknya dengan kuat.


Pria itu segera menggendong Cindy masuk ke dalam rutan.


" anda harus melawan hal yang membuat anda trauma!"


Pria itu masuk dan membawanya ke dalam ruangan


" siapa yang ingin ada temui nona?"


" tidak saya tidak ingin bertemu!"


" baiklah, jika begitu katakan orangnya pada sipir untuk memberikan bekal yang kau bawa itu!"


" nona, apa ada yang bisa saya bantu?"


Cindy membisikkan nama Martin pada Sipir yang menghampirinya.


" Baik saya akan berikan untuknya!"


" Nona istirahat lah dulu di sini, jika kau ingin menemuinya kau bisa minta tolong pada orang ku tadi, untuk memanggilnya aku ada urusan sebentar!"


" Terimakasih tuan!"

__ADS_1


Cindy mencoba mengatur emosinya agar dirinya lebih tenang, untuk mengambil keputusan,menemuinya atau tidak.


__ADS_2