GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
242. Pion


__ADS_3

Setelah satu jam bergelut dengan bahan herbal, akhirnya Dai keluar dari ruangan itu.


" Apa kau sudah mendapatkannya??"


"Tuan, ini saya belum yakin, namun semua efek-efek bahan herbal ini akan membuat Sansan membaik...!"


" Baik, kau bisa berikan pada Sansan!"


" Tuan, dia sangat agresif, sepertinya sulit untuk meminumkan ini padanya!"


" Berikan padaku...!"


"Sayang ayo minum ini....!"


" Tidak aku panas...tidak...om ini menyiksa!" Sansan tidak bisa tenang di tempat tidurnya.


" Gadis nakal ini memang tidak pernah mendengarku!"


Kenzo segera mengambil mangkok dari tangan Dai, lalu meminumnya kemudian Kenzo menangkap wajah Sansan yang tidak bisa tenang itu, dan memberikan obat itu melalui mulut Kenzo ke mulut Sansan.


Wah ada adegan 18+


dalam hati Kenzo meringis.


"Dai??"


" Ya Tuan...kau sangat menikmati sebuah adegan!"


" Hehehehe, saya tidak melihat apa - apa Tuan!, eh tuan obatnya bereaksi!!"


Sansan sudah mulai tenang dan tiba-tiba tertidur pulas.


" Hufffffftttt...!" Kenzo bernafas lega.


" Dai, kau bidsa istirahat di kamar sebelah...haih,memang kalian tidak bisa di pisahkan terlalu lama!"


" Baik Tuan!" Dai pun segera menempati kamar samping.


Kenzo melepaskan pakaiannya dan segera masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan pikirannya setelah kualahan menghadapi Sansan.


...----------------...


Aina dan Julius pun segera memutuskan kembali karena mereka sudah cukup puas menghabiskan waktu bersama.


Dan sesampainya di kediaman Pratama,


" Sayang, kau pasti lelah... setelah ini kau mandi dan istirahat, bagikan oleh-olehmu besok!"


" Ya, ...!"


Aina segera turun, Aina membawa semua barang bawaannya.


" Bawa kemari...masuklah lebih dulu!" Mengambil alih barang-barang Ai yang cukup banyak.


mereka pun masuk ke dalam kediaman tengah.


" Akhirnya kalian pulang, apa sangat menyenangkan anak - anak??" ujar Vevey yang sedang bersantai di ruang tengah.


" Eh, tante...aku mengantar Ai pulang dengan selamat tanpa berkurang apapun!" ujar Iyus sambil memamerkan giginya.


" Terimakasih, Keponkan tante yang gantengnya tiada lawan!"


" Tante, saat ini aku adalah kekasih Ai...!"


" Hohohahahahahahah, oh iya calon menantuku, terimakasih sudah mengantar putriku dengan selamat, apakah liburan kalian menyenangkan??, nak Iyus silahkan duduk, apa mau minum teh dulu dengan camer cantik mu ini??" Vevey menggoda anak dan keponakannya.


Julius cengar-cengir berjalan mendekati Vevey.


" Tante, kami membeli banyak oleh -oleh...!"


" Oh ya??, sepertinya kalian menghabiskan waktu dengan sangat baik...!"


" Tante, ini untukmu!" menyerahkan bingkisan pada Vevey, lalu Iyus memijit lengan Vevey dengan manja, seperti yang dilakukannya saat kecil.


" Uhuk... apa kau menginginkan sesuatu keponakanku?, oh bukan calon menantu...!"


" Tante, tante kan paling baik...jadi tante...tolong nanti bantu Iyus membujuk Daddy untuk merestui hubungan kami ya??!"


" Iggggggghhh...!" ( sambil mencubit gemas pipi Iyus)


" Aaggggg sakit tan...!"


"meskipun Tente tidak menghalangi, tante juga mau tahu kegigihanmu, Aina tetaplah anakku meskipun bukan dari rahimku, aku tidak akan membiarkan siapapun mempermainkannya, termasuk kau keponakanku...!"


" Iyus tidak main-main loe tante ...!" dengan wajah serius.


" Kau masih harus menyelesaikan pendidikanmu, rundingan lagi dengan kami jika kau sudah selesai dalam hal ini...!"

__ADS_1


" Ya baiklah, aku akan membuktikan pada Tante,...!"


" Ehmmm, bagus... sekarang kau dan Fahad sangat bersikeras untuk menikah muda, sebenarnya juga kami tidak akan melarang karena kalian yang berhak memutuskan masa depan kalian, mau bagaimana dan ingin dengan siapa, tolong pikirkan lagi...agar tidak menyesal kemudian hari... Manusia itu bersifat dinamis, berubah-ubah...tidak tahu di masa depan nanti apakah kalian masih gigih atau sudah berubah...!"


" Ya Tante, Iyus akan ingat nasehat Tante di hati...!"


" Oke, anak pintar, Aina cepat istirahat ,iyus cepatlah pulang, terima kasih oleh-olehnya ya??!"


" Baik tante, Ai aku pulang dulu, besok aku antar kerja ya!" Iyus melambaikan tangan dan pergi.


" Oke...!" Aina pun segera masuk ke dalam kamarnya.


...----------------...


Iyus segera memarkirkan mobil Suhail kembali ke garasi.


" Halo Dad...!"


" Dari mana saja kau??" yang juga baru datang.


" Heheh healing Dad...!"


" Jika sudah membaik kembali ke asrama!"


" Belum Dad...!"


" Kau sudah bisa berpergian jauh, bukankah itu sudah membaik??"


" Hehehehe....Dad, Satu minggu lagi ya???"


" Terserahmulah...!" Nathan segera masuk ke dalam.


Hehehe untung Daddy hanya tahu aku berpergian jauh, tidak menginap


Iyus pun segera mengekor Daddynya masuk.


" Haloo semua, Kalian sudah sarapan??"


" Belum Tuan...!" Jawab Ami dan Yuzan serempak.


" Dad, baru pulang??" Tanya Julia.


" Ya nak...!"


Iyus pun masuk, membawa beberapa bingkisan.


" Ehmmm...!"


memberikan beberapa bingkisan pada Julia.


" Apa ini??"


" Dari Ai untukmu dan teman-temanmu,ini untukmu Dad!"


" Apa ini??"


" Calon menantumu yang membelikan!"


" Sembarangan di keponakan daddy!!"


" Aih terserah, Jul di mana mommy??"


" Dapur...!"


Iyus pun segera menuju dapur .


" Mommy, I'm back...!"


memeluk mommynya yang masih sibuk memasak.


"Oh anakku, apa liburanmu menyenangkan??"


" Ya mom, Iyus sangat bahagia...!"


" Baiklah, cepat ganti pakaian cuci tangan ayo kita sarapan bersama...!"


" Mom, ini dari Ai untukmu!"


" Kenapa harus membeli oleh-oleh?"


" Ya, terima saja mom...eh mom jangan bilang daddy ya kali kami menginap...!"


" Apa Daddymu sudah pulang??"


" Sudah mom...baru saja barengan sama Iyus!"


" Baiklah, cepat bergabung dengan yang lain!"

__ADS_1


" Mom, di sini ada banyak anak gadis Kenapa kau memasak sendirian??"


" Tak apa, ini adalah sesuatu yang harus mommy berikan pada kalian, karena mommy jarang ada waktu menemani kalian..!"


" Mommy yang terbaik, kalau begitu Iyus bantu membawanya ke depan"


" Oke sayang terima kasih!"


Iyus pun membantu mommy nya menata masakan mommy nya di meja makan.


" Tuan muda biar saya saja, tuan muda silahkan duduk!"


ujar Yuzan menarik Ami ke dapur.


" Loeh kalian duduk saja, ...!" Ujar Savina


" Nyonya biarkan kami saja!" ujar Ami.


" Aduh kalian ini ... baiklah terimakasih!"


setelah semua siap mereka pun makan bersama tanpa bicara, baru setelah makan mereka akan berbincang sebentar lalu melanjutkan aktivitas masing-masing.


...----------------...


Negara F


" Yang Mulia, ini beberapa kue yang di beli dari negara +62 di toko milik keluarga nona Juli...!"


" Ah, baik...tugaskan seseorang untuk membeli makanan di sana setiap hari...!"


" Baik...!"


Hadeh, Bucinya Raja sudah tidak tertolong


dalam hati Alfred.


" Oh ya, selama pemantauan, nona hanya bekerja dan pulang, tidak pernah kemanapun kecuali memiliki janji dengan client nya, sejauh ini belum ada seseorang yang dekat dengannya!"


" Ehmm aku tahu!"


Alfred tahu karena ponsel Julia sudah di sadapnya, jadi Raja tahu dengan siapa saja dia dekat.


" Baik...!"


" Lalu apa yang mereka katakan?"


"kata mereka Keluarga itu menampungnya dengan baik, dan sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri!"


" Ehmmm...!" Alfred memang sengaja memberikan Ami dan Yuzan untuk menjaga Julia untuknya, agar tidak di dekati siapa pun.


" Baiklah, lanjutkan laporan mu!"


" Ehmm... Yang Mulia, keluarga selir ketiga adalah orang yang melegalkan tempat judi dan prostitusi...kami sudah menyelidiki banyak tempat berkedok kedai kopi, yang menjalankan bisnis terlarang di negara kita!"


" Bagus, korek lagi lebih dalam agar aku bisa menyingkirkan mereka dengan cukup alasan kuat!"


" Baik...saya mengerti!"


" Lalu bagaimana dengan Selir ke tuju??"


"Selir ketuju menggunakan wewenang keluarganya untuk membantu Sansan dan Dai, selama ini membebaskan jalur laut untuk membantu mereka..!"


" Apa itu ayahnya tahu??"


" Ayahnya tidak tahu Yang Mulia!"


" Hemm...tak masalah...aku akan memaafkannya kali ini...tapi aku tetap akan memberikan dia peringatan agar tidak mengulangi kesalahannya di masa depan, apa ayahnya menyalahkan wewenang?"


" Ayah selir ketujuh sangat bersih Yang Mulia!"


" Baiklah,...mereka cukup setia...!"


" Tapi Yang g Mulia, ...!"


" Apa???"


" Ayah selir ketiga mulai berulah, untuk masalah putra mahkota, dia mengajak beberapa orang untuk mendesak anda perihal ini...!"


" Hahahhahahah, sifat serakahnya sudah mulai nampak!"


" Bagaimana itu Yang Mulia??"


" Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan, kita lihat bagaimana nantinya!"


" Baik!"


Hmmmm, aku sudah memutuskan dengan siapa aku akan memiliki seorang anak, kenapa kalian sangat repot mengurusi?, apa kalian berharap umurku pendek, sehingga aku harus segera memiliki anak, hahhhh...benih yang baik harus di tanam pada tanah yang subur.

__ADS_1


dalam hati Alfred.


__ADS_2