
" Kau sangat tidak bertanggung jawab, ...katakan padaku, kau ingin menceraikan ku...??, setelah kau memiliki anak denganku, kau sangat pengecut !!'
" Apa??" Chiko terkejut dengan kemarahan Sasha.
" apa ??, apa kau akan meninggalkanku setelah aku melahirkan anakmu???!!!" Air mata Sasya mengalir begitu deras.
" Aku .,."
" kenapa kau dan Bram sangat suka meninggalkan seorang istri???"
" Bukan , aku ...."
" aku apa??"
Lister terdengar menangis...
Vevey langsung masuk mengambil Lister.
" Lister biar dengan kami, kalian selesaikan dulu !" Vevey pun segera keluar.
" Apa kau tidak mau bercerai??"
" kenapa kau berpikir tentang perceraian??!!"
teriak Sasha sangat kesal ada Chiko.
Sasha memang sudah mengingat semua ingatannya ,tapi juga tidak meluapakan kebersamaannya dengan Chiko sampai dia memiliki Lister,apalagi Chiko sangat baik dan memanjakannya, meskipun jarang di rumah karena dia seorang Panglima.
" Sha...maafkan aku!" Chiko langsung memeluk Sasha dengan erat, air matanya juga tak dapat di bendung.
" Aku akan menjagamu, selama sisa hidupku, seperti janjiku pada Bos Bram, ..."
" hiks hiks hiks...kenapa, kenapa seperti ini??, apa dia akan marah , karena aku sekarang sudah jatuh cinta padamu??"
" Jika Bos marah, aku yang akan menghadapinya, kau masih boleh mencintainya, ...aku bisa berada di sisimu dan menjagamu saja aku sudah sangat bahagia..."
" Bram adalah suami yang tidak akan terlupakan di hatiku, tapi sekarang aku mencintaimu...apa aku sangat serakah??"
" Tidak, tidak... terimakasih karena sudah mencintaiku, Sha...aku sangat senang mendengarnya, kita mulai dari awal lagi ya??"
" Iya, Kita akan membesarkan Lister bersama-sama, dan tolong kau juga harus mencintai putriku...dia adalah harta berharga yang ditinggal oleh Bram...tolong jaga dia seperti putri kandungmu..."
" tentu saja, aku dan Sansan dari kecil juga sangat dekat bukan, dia juga mau mengakuiku sebagai ayahnya tentu saja aku sangat bahagia memiliki putra putri begitu menawan, terima kasih istriku, aku yang hanya sebatang kara ini sekarang memiliki keluarga, hariku yang terasa sangat dingin,kini aku memiliki kehangatan di setiap harinya...aku akan menjaga kalian melindungi kalian dengan sekuat tenaga..."
Chiko mencium kening Sasha cukup lama, rasanya sangat lega karena Sasha mau menerimanya.
tok tok tok..
" Chiko, sa??, apa aku boleh masuk??" suara Lidya dari luar.
" Masuk kak..."
Lidya dan Crist pun segera masuk .
" oh apakah sudah selesai, apa aku bisa memeriksamu??" tanya Lidya.
__ADS_1
" iya kak..."
Lidya tersenyum senang dan segera memeriksa Sasha lalu menanyakan beberapa hal pada Sasha.
" Baiklah, sepertinya kita tidak perlu bermalam di sini, kami akan memberikan beberapa vitamin untukmu, aku senang Sha kau sangat bijaksana dalam mengambil keputusan..." ujar Lidya.
" Ya, Jika kalian sampai bercerai itu akan sangat kasihan pada Callister..."
" Ya kak..."
" hemmm, setiap kehidupan memiliki porsi masalah masing-masing...aku dan Lidya tidak pernah bertengkar sama sekali, tapi kami sangat menginginkan tangisan seorang anak dalam rumah kami..." ujar Cristh.
" ehmmm benar, sangat menyedihkan bahwa aku tidak segera memiliki keturunan, padahal, semua baik-baik saja, kami juga sudah mencoba IVF, tapi juga belum bisa...hehehe"
" Kak, pasti nanti akan ada malaikat kecil yang hadir di rumah kakak" ujar Sasha.
" Aamiin... terimakasih Sha, kami akan mencoba mengadopsi tapi juga masih harus bicarakan lebih dalam lagi...."
" Ya kak, apapun keputusan kalian Sasha akan dukung..."
" terimakasih, Sha nanti akan ada yang mengatarkan Vitamin ke sini, banyak istirahat untuk sementara ini oke, jangan berpikir dengan keras, Dan Chiko kau bisa mengajaknya jalan-jalan untuk merefresh pikiran Sasha..."
" baik kak, terimakasih..."
" kalau begitu kami pulang ya...!"
" ya kak hati-hati..."
" Aku ambil Lister dulu ya sayang?"
Chiko pun segera mengambil Lister dan juga memanggil Sansan juga Kenzo...
" Sansan..maafkan bunda ya nak..."
" bunda tidak salah bunda...bunda tenanglah, bunda hanya perlu fokus pada Lister juga Ayah Chiko!"
" tentu saja kami juga akan memperhatikan mu!"
" Sansan juga sudah ada om Kenzo bunda..."
" oh Kenzo, aku belum memperhitungkan semua denganmu, bagaimana kau bisa menikahi putriku ini..."
" Tentu saja putrimu lebih cantik darimu, siapa yang tidak mau??"
" sialan kau, aku masih tidak habis pikir, usia kalian terpaut sangat jauh!"
" Kenapa?, putrimu mau denganku...ingat siapa yang merawat dia saat kalian sibuk , ya aku...aku yang merawat dia sejak bayi, saat kau kabur membawa Sansan siapa yang memberimu tumpangan??, aku juga...aku sudah merawat jodohku sejak dia bayi, kenapa memangnya??"
" hah...kau memang Kenzo , jadi ketakutanmu menikah sudah hilang, dan sebelum kami mengalami kecelakaan kau melamarnya lewat telpon di depanku dan Bram, sekarang kau benar - benar menikahi putriku..!"
" hahah, aku juga tidak tahu candaan itu menjadi kenyataan, kau bisa tenang sekarang putrimu akan hidup bersama ku, aku akan membahagiakannya, aku tidak akan menyakitinya!"
" baik baik, jika kau menyakiti -"
belum selesai bicara langsung dipotong Sansan.
__ADS_1
" Bunda tenang saja, dia tidak akan menyakiti Sansan...aku sudah membeli semua hidupnya!"
" Hah???" Chiko dan Sasha terkejut.
" heheh semua sudah menjadi hak milik Sansan, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa, kecuali jika Sansan yang berniat menjualnya "
" Hahahahahahahahha...kau memang putriku, hahahaahahaaha" Sasha benar-benar seperti berkaca melihat Sansan yang sekarang memang wajahnya dominan pada Bram, tapi kelakuannya sangat mirip Dengan dirinya .
" Kau dan Putrimu sangat sama...untuk masalah perhitungan kalian tidak ada duanya!"
" harus begitu bukan San??"
" iyalah??, bagaimana pun sebagai wanita itu akan sangat rugi, bila tidak pandai mengambil keputusan!"
" Oh ya aku akan memanggil kau dan Chiko, ibu dan ayah mertua..." sahut Kenzo.
" uhukkkk" Sasha sampai tersedak angin
" Ya, tapi aku sudah terlanjur nyaman dengan Identitas Tasya Tanaka..."
ujar Sansan.
" Kau tidak mau kembali pada bunda nak??"
"sampai kapanpun bagaimana pun aku adalah anakmu, itu tidak akan ada yang mengubahnya, jangan khawatir, hanya saja aku sudah terbiasa dengan nama Tasya, sebagai istri Kenzo..."
" sudah sayang biarkan saja, dia sudah cukup menderita beberapa tahun lalu, biarkan dia bahagia dengan caranya sendiri, lagian keluarga Tanaka juga berperan besar dalam menjaga putri kita!"
" ah, baiklah...tapi kau harus sering datang ke rumah dan sesekali kalian menginaplah, jangan buru-buru memiliki anak!"
" bunda aku lupa memberitahumu, kau sudah memiliki 7 cucu yang lucu dan menggemaskan!!!"
ujar Sansan.
" Apa???" Sasha sangat terkejut, sementara chiko tidak karena dia sudah tahu hal itu.
" Itu cucu angkat kita, tidak masalah putri kita sangat memiliki rasa empati yang sangat besar, dia mengadopsi 7 anak malang itu dengan sangat baik..."
" Oh baiklah, aku kira dia sudah brojol 7 anak dari mana??"
" Hahahahahah" semua tertawa.
" Kalau begitu bawa cucu-cucu ku kemari..." pinta Sasha.
" baik bunda ...nanti saat mereka libur sekolah ya!"
" ooke, kalian harus mengabari dulu sebelum datang, lalu jangan lupa undang keluarga Tanaka, dan juga Keluarga Kenzo!"
" oh ya lupa sayang keluarga Kenzo itu adalah ayah ibu angkatku!" ujar Chiko.
" Oha apa??"
" Ya benar, untuk menutupi identitas paman dan bibiku, mereka menjadi orang tua angkat Chiko, Sha..."
" Ha??, jadi ayah ibu Chiko selama ini adalah paman bibi Kenzo??"
__ADS_1
" aduh gimana ini Silsilah keluarga kita ini, amburadul..." Sasha memegangi kepalanya karena jika dipikir urutannya sangat berantakan meskipun hanya angkat.