GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
25. Kumpul keluarga


__ADS_3

Pernikahan Vevey dan Hirosan itu pun Tiba, Mereka hanya mengadakan pernikahan itu dengan sederhana dari keluarga inti masing-masing dari kedua pengantin.


Pokoknya di sini Vevey sudah menikah dengan Hirosan gitu.


Roy dan Jihan pun hadir dalam pernikahan Vevey bersama putrinya Natali,Mbok Yem dan keluarga nya saling mengobati rindu mereka, karna waktu Roy Dan Jihan hanya 1 minggu saja dan harus segera kembali lagi ke korea.


" Oh, Natali cantik sekali ya!" Savina memuji kecantikan Putri Roy dan Jihan itu .


" Terimakasih nyonya!" ujar Natali.


" Aduh kok nyonya ,panggil aku Bibi saja!"


" Baik Bibi!"


" Anak pintar, kenalkan ini putri bibi Julia dan Julius kembarannya, dulu masih bayi kalian ketemu jadi pasti tidak ingat, Julia ajak Natali berkenalan dengan saudaramu!" ujar Savina.


" Natali, ayo ke rumah tante Vevey!" ajak Julia ramah.


" Oh ok, Julius tidak ikut?"


" Tidak!" jawab Julius cuek.


" Sudah, kembaranku memang begitu, jangan di masukan hati...saudaraku yang lain ,asyik-asyik kok!" Julius membawa Natali ke kediaman Vevey.


Ternyata mereka sedang berkumpul bersama.


" Eh, Julia kau dengan siapa?"


" ini anak om Roy,...om Roy dan Tante sedang di rumah sakit, jadi memintaku menemani Natali, oh ya Natali, ini Kak Cindy, ini Aina,ini Fahad,mereka anak - anak mendiang om Jovan, dan ini abang Martin, saudara kami juga!" julia memperkenalkan satu - satu saudaranya.


" Halo salam kenal semua aku Natali!"


" Natali aku ingat padamu, tapi kau pasti tidak !" Ujar Cindy.


" Hay Natali senang bertemu denganmu!" sapa Aina .


Sementara Fahad hanya tersenyum pada Natali,


Ya ampun Ganteng banget Kak Fahad, ...


dalam hati Natali.


" Natali, kau masih sekolah???"tanya Martin.


" Ya, masih kelas 3 SMA abang!"


" Wah sudah mau lulus dong!"


" Ya kak...!"


" Natali, mau melanjutkan kuliah di mana?" tanya Cindy.


" aku akan kuliah di sini saja, di sini orang - orangnya sangat ramah!"


" Oh, ya kau sejak kecil tinggal dikorea ya, pasti pacarmu banyak, kau sangat cantik juga!"


" Heheh tidak mama papa tidak mengijinkan Natali pacaran masih harus focus sekolah!"


" Wah,itu benar kami juga tidak berpacaran kok!" ujar Aina.


" Tidak ada yang mau kan sama kita!" Sahut Cindy.


" kakak kalian meledekku kah?, kakak semua juga sangat cantik loe, mana mungkin tidak ada pacar!"


" Kau lihat abangku tuh!, dia sudah tua juga tidak laku!" ujar Cindy.


" Eh, eh eh,siapa bilang tidak laku penghinaan!"


Martin tidak terima.


" Hahahahahahah" semua tertawa.


" Lihat adikku yang tampan ini , dia juga tidak laku!"


"Sungguh???" Natali tersenyum girang.


" Eh, tapi kak Cindy...Fahad naksir temanku loe!" sahut Aina.


" Oh ya??, waaaa cuuus tembak Fahad!"

__ADS_1


wajah Natali berubah sedikit kecewa.


" Apaan sih kak Aina ini sembarangan!, kakak sendiri bilang kalau udah punya pacar!"


" Ha??? wah bertepuk sebelah tangan dong??"


" aihhh kalian ini cewek-cewek berisik ah!"


" Eh Fahad serius kau ini, suka seseorang?" tanya Martin.


" Ya , cantik aja gitu teman kak Aina itu, tapi udah punya pacar, jadi ya tunggu putus aja dulu lah, masak harus nikung kan gak baik!"


" Pufffffttttt hahahahahahahha"


" Hahahahah"


" Ya, doa jomblo pasti gak baik ya!" ujar Julia.


" hahahhahaha" semua tertawa.


" Tapi nggak tahu juga ya Natali, kami semua benar - benar Jomblo loh!"


ujar Julia.


" Ya, kayaknya udah turun temurun, percintaan itu nomer sekian setelah cita - cita di keluarga kami!" ujar Cindy.


" Bagus dong kak...itu keren!, aku setelah lulus akan tinggal dengan nenek saja di sini!"


" Tak apa,kami juga saudaramu, memang Natali ingin jadi apa sih??"


" Belum tahu juga sih, tapi Natali suka sekali membuat wewangian dari bunga - bunga!"


" Wah, kau sama dengan mamaku, dia juga pandai membuat hal semacam itu!"


ujar Cindy.


" kau berarti juga suka bunga??"


" Ya kak!"


" Yea...aku juga suka bunga, nanti kita kerja sama saja ya, aku sangat suka dengan bunga, segala macam bunga - bunga cantik aku sudah pernah menanamnya dan aku suka merangkainya!"


" Eh, ada tamu...!"


Vevey yang baru keluar kamarnya.


" Ma ini Natali anak om Roy!" ujar Cindy.


" Oh Natali, wah kau juga ikut datang!"


" iya tante..!"


" Ini udah siang kita makan bersama yuk!"


ajak Vevey.


" Mama masih Cuti??"


"Hmmm... satu bulan mama ambi cuti, setelah itu mama ke Jepang 2 minggu!"


" Oh baiklah, Biar Cindy yang memasak!,apa uncle Hiro, eh papa hiro sudah bangun?"


" Belum, biar mama yang bangunkan!" Vevey kembali masuk ke kamarnya.


Natali dan yang lain melanjutka. obrolannya,


sedangka. Cindy di temani Martin memasak di dapur .


" Abang apa yang kau lakukan di sini?"


" Membantumu!"


" eh?? tumben?"


" Ya, lagi ingin aja sih, apa yang bisa abang bantu ?"


" Abang kupas kentang, sama kupa bawang ya!"


" Oke!" Martin segera memabantu Cindy mengupas kentang dan bawang.

__ADS_1


" Loe nona, tuan,kok memasak di dapur?, biar mbak Zara ajalah!"


" nggak papa mbak, mbak lanjut aja sama kerjaannya!"


" Ya udah mbak lanjut bersih - bersih ya non!"


" iya mbak!"


mbak Zara pun menyelesaikan pekerjaannya yang lain.


" Bang mana kentangnya!" pinta Cindy.


" nih...!" Martin memberikan kentang yang sudah dikupasnya pada Cindy.


" What???, abang ini kenapa kentangnya kenapa ?"


" Lah kan di kupas, udah ku kupas tuh , pas kupas itu jadi item-item abang kupas lagi, sampai nggak hitam!" jawab Martin santai.


" astaga abang, itu kena tanahnya kan tinggal di cuci!, ya kalau abang kupas terus ya habis, tahu abang ini ah malah bikin rusuh!"


" Lah?? kok rusuh?, abang kan baik udah bantuin Cindy loe!"


" Ya udah mana bawang merahnya!"


" ini!" menyerakan bawang merah yang sudah dikupas.


" Abang ini apa lagi????" kesal.


" Bawang merah dong, apalagi??"


" abang tau ha kupasnya kenapa sampek bersih gini???!!!"


" Lah katanya harus bersih kan ya, abang kupas kan sampai lapisan terdalam ,itu aku kira kulit bawang itu tipis ternyata banyak lapisannya ya, pasti Cindy sangat sulit ya selama memasak?" penjelasan yang terlalu polos.


" Abang kulitnya memang tipis, ini yang abang kupas dagingnya, dagingnya memang berlapis abang!"


" lah masak?, la itu bawang putih nggak berlapis!"


" Abanggggggggggg, pergiiii!!, jangan masuk dapur lagi!!!" Cindy sangat marah.


" Kok marah??"


" Abang kalau masih di sini Cindy bakal marah satu minggu!!!"


" Yayayaya!" Martin pun keluar dapur.


" abang, kak Cindy kenapa marah-marah?" Tanya Fahad.


" tahu, kakakmu lagi dapet kali Fa"


" iya cewek kalau lagi dapat galak banget!"


" Iya padahal kita udah bantu kan, eh kok dia malah marah - marah?" Martin masih sangat bingung dengan kesalahannya.


" Emang abang bantu apa?" Tanya Julia.


" Bantu kupas, kentang sama bawang merah!"


" abang salah kali ngupasnya" sahut Aina.


" Benar kok sampai bersih tahu, dahlah lagi PMS itu kakak kalian!"


" Iya Sih kak Cindy suka marah tak jelas kalau lagi datang tamu!" Aina membenarkan.


Satu jam kemudian...


" Makanan udah siap ayo makan!"


teriak Cindy dari meja makan.


semua segera menuju meja makan,


" Fahad panggil mama sama papa!"


pinta Cindy.


Fahad segera memanggil Vevey dan Hirosan


mereka pun segera menuju meja makan.

__ADS_1


ayo likenya nanti sebulan sekali di up in agak banyak deh.


__ADS_2