
" Kakak, bisakah aku mendapatkan hati dari anak nona keluarga Pratama ini?" Gumam Fannan.
Banyak sekali para pembesar menawarkan putri - putri mereka padaku, namanya juga anak orang terpandang pastilah rupawan semua, namun tidak ada yang semenawan Cindy, tunggu Jika Iyus anak dari paman Cindy itu berarti Iyus adalah anak dari anak tertua keluarga Pratamakan?, tunggu - tunggu biar aku ingat....anak tertua keluarga Pratama bukankah seorang Laksamana besar??
Fannan langsung terbangun dari tidur nya.
" Apa??? aku sudah menjewer telinga seorang anak Laksamana??" Fannan menepuk Jidatnya.
" Tenanglah Fannan, kau sedang mendidik adik junior mu!, apa?? bagaimana bisa aku berkata begitu , sama saja aku meremehkan Laksmana besar itu...aih sudahlah, lelah jika dipikirkan, Cindy ingin memilikimu itu akan ku jadikan angan - angan semata, membayangkan keluarga mu saja aku sudah sangat merinding...aku berjanji akan slalu ada untukmu, dan tidak akan menyakitimu begitu saja cukup, masalah bisa memilikimu itu ku serahkan pada Tuhanku yang sudah mengaturnya!"
Fannan bergumam semalaman sampai tertidur pulas.
keesokan harinya
" Sudah Jam 9 mas Fannan kenapa belum bangun ya??, anak - anak nakal itu juga belum bangun, tapi Aina sudah berangkat, aku bangunkan atau tidak mas Fannan ya?, tapi katanya dia ambil libur sih... biarkan saja jika begitu, aku akan memasak!, baru nanti ku bangunkan!"
Cindy pun bergegas ke dapur dia juga ikut mengambil libur karena ada tamu di rumahnya,
" Nona, siapa tuan muda tampan itu?" Jiwa gosip mbak Zara meronta-ronta.
" Mbak...kenapa kau berani menggosip terang -terangab denganku?"
" Hihihi...Nona tuan itu sangat tampan, tubuhnya sangat bagus, sangat sopan, bahkan mbak Zara saja di sapa dengan lembut sopan, lalu tatapan matanya sudah jelas di adalah calon suami yang sangat baik!"
" Mbak....!"
" Nona, karena mbak Zara ini Janda, jadi mbak Zara tahu menilai pria baik atau tidak!"
" Lalu kenapa mbak tidak menikah lagi?"
" Ya mbak, hanya mencintai mendiang suami mbak seorang saja...tidak bisa move on dari mendiang suami mbak!"
" Iya sih, tapi apa benar menurut mbak, Mas Fannan itu pria yang baik?"
" Iya, memang kelemahan pria baik itu tidak agresif dalam mengejar wanita, jadi lempeng aja, takut membuat pihak yang dia sukai tidak nyaman nona...sama seperti halnya tuan Kenzo pada Nyonya sasha!"
" Begitu ya mbak...iya Tuan Kenzo itu juga pria yang tulus loe non...hanya saja dia terlalu banyak memikirkan setiap tindakannya jadi sering terlambat satu langkah dengan yang lain!"
" Hahahahahhah!" Cindy tertawa dengan keras
" Nona kenapa tertawa?"
" Mbak ... seumur hidup bersama aku baru sadar mbak Zara pakar cinta hahahha!"
" Nona malah meledek hihihi....!"
"Andaikan saja waktu dapat diputar lagi mbak, seandainya Fannan lebih awal datang dari kesalahan?, heheheh...!"
" Saya tahu nona...nona sudah begitu bergantung pada Tuan Martin, tapi begitulah hidup bukan, saat nona belajar berjalan nona juga sering jatuh dan terluka, dan nona bisa belajar dari rasa sakit itu sampai pada akhirnya nona bisa berlari dengan gembira!, itu karena nona sudah tahu cara berjalan dan berlari dengan benar...!"
" tapi meskipun sudah bisa berjalan terkadang kita juga masih tersandung mbak...!"
" Nah, tersandung kan ada sebabnya nona, hidup kan terus belajar nona!"
" Iya mbak...!"
" Belajar dari Nyonya besar lah nona...!"
" Siapa? mama Vevey??"
" Iya siapa lagi?, bukankah Tuan besar dulu yang mengejar nyonya Vevey dengan segala cara, nyonya pun memutuskan mau menikah meski pun belum jatuh cinta pada Tuan besar dan akhirnya pun keduanya saling mencintai, Tuan tidak pernah menyakiti nyonya besar sampai akhir hanyatnya, dan sekarang nyonya juga menerima tuan Hiro yang sangat sabar menunggunya, Tuan hiro juga memperlakukan nyonya dengan sangat baik... semoga sampai akhir hayat seperti tuan besar...!"
" tapi jika bukan tekanan dari kami anak-anaknya mama juga pasti akan menjanda seperti mbak Zahra!"
__ADS_1
" Menyandang status Janda itu berat nona, kalian benar - benar anak yang berbesar hati, apalagi jandanya kayak nyonya Vevey, cantik, kaya, pintar, masih muda, siapa yang tidak mau?"
" Hihihi Mbak Zara astaga!, udah selesai nih...mbak tolong bantu tata di meja ya, aku mau bangunin Mas Fannan dulu...!"
"Nona, Tuan Fannan sepertinya sangat nyaman menginap di sini heheheh!"
" Mbak Zara menggoda aja terus!"
Cindy pun segera masuk ke kamar Fannan.
" Mas...mas...mas Fannan...!"
Fannan pun terbangun, dan terkejut melihat Cindy dihadapannya.
" Mas, mataharinya sudah mau tenggelam lagi, apa masih mau lanjut tidur?" ujar Cindy menggoda Fannan.
" Astaga, jam berapa ini?"
" Jam setengah 10 mas!"
" Astaga...maaf Ya Cindy, kasurnya terlalu nyaman bikin lupa diri jika sedang bertamu!"
"hihihi...cuci muka gih...mas ayo sarapan!" ajak Cindy menahan tawa.
" Cindy, baju di lemari ini milik siapa?"
" Oh...emmm itu milik seseorang mas...Cindy sudah siapkan baju baru buat mas kok...!"
" Memang tahu ukuranny?"
" tidak Tahulah...papah tiriku kan pemilik toko Fashion terkenal, tinggal minta kirim beberapa ukuran saja akan diantar!, sombong ah heheheh"
" Baiklah yang anak sultan,...no debat deh...!"
" Mbak, masak banyak banget?, apa anak - anak lagi pada kumpul?"
Tanya Vevey.
" Eh,.. emmmm itu nyonya kita ada tamu, entah siapa itu tapi Den Fahad dan Den Iyus sangat menghormati beliau!"
" Siapa??" Vevey memandang penuh tanya pada Hirosan.
keluarlah Cindy yang acak-acakan abis memasak dan sementara Fannan menata rambutnya yang basah kebelakang, mereka berdua terlihat bercanda ria tanpa menyadari kehadiran Vevey dana Hiro
Vevey dan Hiro yang baru datang pun terkejut karena disuguhkan pemandangan yang wajar namun tidak lazim.
Jengjreng...
" Oh?? papah mamah kalian pulang??" Cindy terkejut begitu juga dengan Fannan
" sudah sayang, bulan depan kan pernikahan tantemu!" Jawab Vevey lembut dan tersenyum namun pandangan Vevev dan Hiro tidak lepas dari Fannan, seakan-akan meminta penjelasan.
" Oh mama papa ini kalian jangan salah paham ini bukan seperti yang kalian pikirkan!"
" Kami berpikir apa ??" tanya balik Hiro.
" Selamat pagi Nyonya dan tuan...maafkan saya karena bertamu tanpa sepengetahuan nyonya dan tuan!" Fannan mencoba menyapa
dengan tenang dan Sopan
" Ayo kita berkenalan sambil sarapan ya!" Ajak Vevey dengan sangat ramah.
" Mbak Zara, panggil kan Fahad dan Iyus ya!" Ujar Cindy.
__ADS_1
" anak muda siapa namamu?"
" Saya Fannan tuan, ...!"
" Di mana kamu...."
" Papah mama, kalian pulang?" Fahad yang tiba-tiba muncul.
" Oh Fahad...!"
" Hai om tante..." Sambung Iyus
"Loh Iyus kok di sini??" Hiro dan Vevey terkejut.
" Hihihi ...!" Iyus hanya meringis saja.
" Selamat pagi komandan!" Sapa Iyus dan Fahad serempak.
" Komandan.?" Vevey dan Hiro kebingungan.
" pah mah, Bang Fannan ini kakak asuh kami saat pendidikan, beliau sangat sabar dan banyak membantu kami saat di sana!"
" Wah, jika begitu kami sebagai orang tua sangat berterima kasih pada mu anak muda!" ujar Hiro sangat senang.
" hmmm.....????" Vevey meminta penjelasan pada Cindy.
" Ah mama, mas Fannan sudah banyak membantu Cindy heheh, ternyata dia senior dua anak nakal ini"
" Wah, Mama dan papa turut senang Cindy mau memperkenalkan teman baiknya!"
" hehehe ...!" Cindy merasa canggung karena pasti pemikiran mama dan papa tirinya ini terlalu jauh.
" Ya sudah ayo sarapan yukkkkk!" Ajak Vevey bersemangat.
Vevey dan Hiro memperhatikan Fannan dan Cindy yang sangat akrab itu membuat Vevey dan Hiro saling melempar senyum.
" Nak Fannan, anggap saja rumah sendiri ya, jangan sungkan ...kami istirahat dulu ya jika perlu sesuatu bisa minta pada Cindy, maaf karena tidak baik dalam menjamu nak Fannan , orang tua ini mudah lelah jika sudah perjalanan jauh!"
" Silahkan istirahat nyonya dan tuan terimakasih karena menerima Fannan dengan sangat ramah!"
" Tentu saja, ayo nikmati waktu kalian anak muda!" Hiro dan Vevey pun beristirahat ke kamarnya.
" Hnnm Abang , maaf aku dan Iyus ada keperluan jadi tidak bisa menemani di sini maaf ya!" ujar Fahad segera menarik Iyus keluar rumah.
" memang kita ada keperluan apa?"
" hehehe...ke toko kakakku ayo!"
" Oh ya Ayo!" Iyus pun langsung semangat dengan jebakan Badman Fahad.
" kenapa kau semangat sekali?"
" Lah kan kita memberi kesempatan pada Cindy kan?" mencari alibi dengan tepat.
" Benar sih, sudah lah kita kemana kita??"
" Ke toko Aina sajalah tidak ada tujuan pasti juga!"
" Ya sudah ke sana!" Mereka berdua berboncengan mengendarai motor menuju ke toko Aina.
Fahad menyebalkan suka sekali membuat orang terjebak, aku sendiri juga kenapa sih?
dalam hatinya sendiri Iyus kebingungan.
__ADS_1