GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
160. Surat Cerai


__ADS_3

" Iyus tunggu...Iyus ...!"


Aina mengejar Iyus yang langkahnya semakin cepat.


dengan sekuat tenaga Aina mengejar Iyus.


" Iyus.....!"


Bruuuuuukkkk...


Aina terjatuh


" Ahhhh ...sakit sekali...!" Aina segera berdiri dan mengejar Iyus


" Iyuuuuuuuuuus Iyuuuuuuuusssss!" Teriak Aina sangat kencang.


Iyus pun segera membalikkan badan,


"Aina???"


Iyus segera berlari pada Aina, karena melihat lutut Aina berdarah.


" Iyus... akhirnya kau mendengarku!"


" Kenapa kau mengikuti ku??"


" Aku khawatir kau akan sedih karena Yohana!"


" Kau ini bodoh sekali, kenapa tidak hati-hati??" Iyus memapah Aina menepi


" Lihat kau memang sangat pandai untuk melukai dirimu sendiri!"


" Maaf Iyus...!"


" Kenapa minta maaf, apa sakit?, kau sampai menangis!" mengusap Air mata Aina .


" Sakittttt...huhuhu...!"


" Maafkan aku karna tidak mendengarmu, duduklah di sini aku akan membeli obat untuk lukamu!" mengambil sapu tangan yang slalu ada di kantongnya dan menekan pada luka Aina yang darahnya masih mengalir


" Tidak usah tidak apa-apa!"


" Diam, jangan Kemana-mana!"


" Ya...!" menurut dengan patuh.


Julius segera mencari apotik terdekat untuk membeli obat untuk Aina.


setelah 15 menit berlalu Julius pun kembali dengan kantong obat yang dibelinya..


" Apa kau mau melakukan operasi?"


" Tidak lukamu bukan luka parah , lagian aku bukan dokter, Aina kau ini sungguh...!"


" Hihi, kau membawa obat macam-macam sih!"


" Kau masih bisa tertawa sepertinya lukanya tidak separah isi kepala mu !"


" Huh menyebalkan!"


" Hahahah...diamlah dan tahan... jika sakit kau bisa meremas pundakku!"


Iyus mencuci tangannya lebih dulu, lalu mengambil kantong infus,


" kenapa pakai cairan infus apa aku akan di infus??"


" Iya kepalamu harus di Infus agar steril!"


" Hufftttt...!"


Iyus tersenyum dan menggeleng kepala,


" Ini untuk membersihkan lukanya...!" Iyus mengalirkan cairan Infus itu perlahan pada luka aina sampai darahnya bersih, setelah itu Iyus mengolesi luka Aina dengan petroleum jelly.


" Huhuhu sakittttt!" Aina meremas pundak Iyus dengan kencang.


" Kukumu setelah pulang harus dipotong!" Ujar Iyus sambil membalut luka Aina dengan perban.


" Tidak mau, aku susah-susah memanjangkannya!'


" Kau itu seperti maklampir dengan kuku panjang !"


" Biar saja...kau bilang menyukai ku, berarti kau menyukai maklampir??" ujar Aina masih memejamkan matanya karena menahan sakit.


" hahaha..." Iyus sudah selesai menutup luka

__ADS_1


Aina dengan perban


"sudah selesai buka matamu!" Aina membuka kedua matanya


" Apa masih sakit?"


" Ya....!"


Iyus mengecup luka di lutut Aina itu .


" Sudah sembuh bukan?"


Dag dig dug...


Jantung ❤️❤️❤️ Aina berdegup begitu kencang


Iyus memunguti sampah yang ada dan membuangnya ke tong sampah, lalu Iyus duduk di dekat Aina.


" Apa kau baik-baik saja Iyus??, kau bilang menyukaiku kenapa kau pergi karena Yohana?"


"Hmmmm...Iya maafkan aku...!"


" Kau masih menyukainya, apa kau menyukaiku hanya karena pelarianmu darinya!"


Iyus memandang Aina yang berbicara sambil menunduk.


Iyus mengecup kening Aina perlahan.


" Hey..!" Aina memegangi keningnya


" Tidak aku tidak menyukainya, saat dia menolakku aku sudah berjanji tidak akan bertegur sapa dengannya lagi!"


" Jika kau masih menyukainya kejarlah Iyus!"


" Aina kenapa kau mendorong ku padanya, aku tidak menyukainya lagi!" Ujar Iyus sangat kesal.


" Tapi kau lari begitu, itu tandanya kau masih suka!"


" Aina kau ini jika bodoh jangan terlalu aku tidak menyukainya lagi!" tegas Iyus.


" siapa yang bodoh,kau yang bodoh!!!"


" Terserah kau!" Iyus berdiri meninggalkan Aina begitu saja karena sangat kesal.


Kenapa aku menyukai wanita bodoh seperti dia, aku sudah melakukan semua dengan setulus hati tapi dia tidak menyadarinya lalu aku ini kau anggap apa Aina, tunggu...kenapa dia marah, apa dia cemburu??


Iyus segera berbalik berlari kembali pada Aina,


" huhuhuhu...!" Terlihat Aina celingukan kanan kiri sambil menangis.


" Aina maaf...!"


" Iyus kenapa kau kembali?sudah pergi saja tinggalkan aku di sini! huhuhu...!"


Iyus segera menggendong Aina bak seorang putri.


" Hei turunkan aku menyebalkan!' memukul -mukul dada Iyus.


" Aina...aku tunggu jawabanmu setelah pernikahan tante Sasha!" ujar Iyus sambil tersenyum puas.


Aina mengalungkan kedua tangannya pada leher Iyus.


" Huhuhu...tidak mau!"


" Kalau begitu sekarang saja!"


"Tidak mau...!"


" Jadi kau tidak mau menikah denganku??, baiklah aku terima jawabanmu ini...aku tidak akan mengganggumu lagi setelah hari ini...!"


" apa kau yakin kau ingin menikahiku??"


" Jika aku mengingkari janjiku, aku akan di sambar petir sampai mati...!"


" Kau sungguh akan di sambar petir jika mengingkarinya!"


" Ya itu tergantung padamu jika kau yang tidak mau menikah denganku, mungkin kau yang akan disambar petir!"


" Kenapa aku???"


" Ya, kau pantas di sambar petir karna menolakku!"


" Lalu aku harus menjawab mau??"


" Ya jika tidak mau di sambar petir!"

__ADS_1


" Aku mau, aku mau...!" jawab Aina tanpa berpikir.


" Sungguh??"


" Yayaya....!"


Aina, aina...kau ini sangat polos, bagaimana jika orang lain yang membohongimu


" Oke, jadi kau mau menikah denganku kan?"


" Yayayayya!"


" Tunggu aku 2 tahun lagi, aku akan meminta kedua orang tua ku melamar mu!"


" Bagaimana jika mereka tidan setuju??"


" Kita tetap akan menikah, karena seorang Pria tidak butuh wali, dan kau pun juga yatim piatu, kita beli wali untuk menikah!"


" Lalu bagaimana jika kita di usir??"


" Rumah kita bisa membeli rumah kecil sederhana untuk hidup bersama, apa kau sangat menyukai kekayaan??"


" Tidak, tidak...!"


" Kalau begitu kita hadapi semua bersama, aku tidak akan membahagiakanmu dengan sepenuh yang aku bisa!"


" Janji ya...tidak boleh mengingkari!"


" Aku berjanji padamu!"


Aina mengeratkan pelukannya pada Julius.


mereka berdua pulang menaiki bus menuju halte terdekat di kediaman Pratama.


...----------------...


Negara X


" Apa ini,tidak!!!!!!"


teriak Tian melihat lembaran yang di terimanya.


"ada apa putriku?" Fang xi menghampiri putrinya yang terlihat sangat syok.


" Ayah, aku sudah resmi bercerai dengan Kenzo...hihihihi...!"


" Apa??, sudah resmi bercerai??"


" Lihat ini ayah???"


" Bagaimana bisa dia mendapatkan cap jempolmu??"


" Aku tidak...aku tidak tahu ayah...!"


" Ternyata aku terlalu meremehkanmu Kenzo, baik karena kau sudah memulai perang, maka aku tidak akan sungkan lagi padamu, tadinya aku berpikir masih bisa memberimu kesempatan, karena wanita yang kau idamkan itu sudah bersama raja ,tapi rupanya kau tidak tahu diri...!"


" Huhuhuhuhuhu....ayah aku sudah cacat dan sekarang aku menjadi janda huhuhuhu!" Tian menangis terisak-isak.


" Tenang sayang kau akan segera sembuh, kau bisa memilih pria mana pun yang kau mau dan lebih baik dari bajiiiingan itu!"


" Huhhuhuhuhuuuu...tapi aku hanya ingin Kenzo ayah, ...ayah ini semua pasti karena anak yang aku samarkan dikeluarga Pratama dia menghianatiku ayah, cepat habisi keluarga anak itu!"


" Tian keluarga Pratama juga bukan keluarga sembarangan, ayah tidak bisa menyentuh mereka!"


" Tapi anak itu bukan siapa-siapa mereka, balaskan dendamku ayah !"


" Di mana keluarganya?"


" Aku menjadikannya budak di pinggiran kota H di negara mereka!"


" Nanti ayah akan cari, ayah akan membalasnya,kau jangan bersedih lagi...!"


" Huhu, tapi ayah aku tidak ingin berpisah dengan Kenzo!"


" Sayang, kau sudah menderita sampai begini karena mencintai bajiiingab itu, lupakan saja!"


" Tidak mau...huhuhu...tidak mau....!"


" Baik - baik ayah akan mencari keluarga Kenzo untuk membuat Kenzo kembali padamu!"


" huhuhu... terimakasih ayah!"


Haaaaa ... dosa apa yang ku lakukan di masa lalu, sampai putriku menderita karena mencintai seorang Bajiiingan itu


dalam hati Fang Xi

__ADS_1


Fang sangat merasa sedih dengan penderitaan putri semata wayangnya, orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita.


__ADS_2