
" Jika tidak ada yang kau tanyakan,kau bisa istirahat!"
" Baik ma!"
" Tasya, sini nak!" Panggil Mimoto.
Natasya pun segera berlari menghampiri Mimoto.
" Iya Pa?"
" Ini kamarmu, kau beristirahatlah nanti jam 6 kita makan malam!"
" Baik, pa...!" Natasya pun segera memasuki kamarnya dan istirahat karna memang lelah setelah perjalanan jauh.
...----------------...
" Uncle, uncle, kau sudah kembali???"
" heheheh...tentu saja, bagaimana belajar mu di sekolah?"
" Hmmm, aku sulit belajar uncle!"
" Ya, mau bagaimana lagi, kau sudah tertinggal jauh,kau harus lebih giat lagi ya!"
" Ya Uncle, apa uncle akan lama tinggal di sini?"
" Hmmm, ya uncle akan menemanimu lebih lama!"
" Yeaaaaa.... terimakasih uncle!" Sansan memeluk Kenzo sangking girangnya.
" Oh, Sansan karna sekarang sudah mulai besar, sedikit harus menjaga jarak ya pada uncle!"
" Suamiku kau sudah tiba?"
" Kenapa kau datang lagi ke sini?"
" Tak apa, aku akan membantumu menjaga Sansan, di jepang aku tidak ada kerjaan!"
" Sansan apa kau tidak keberatan?" tanya Kenzo.
" Ya uncle, Sansan sangat senang aunty di sini!"
" Hmm, baiklah!, jika begitu uncle harus pergi dulu ya, lihatlah itu semua oleh - oleh untuk Sansan!"
" Wah banyak sekali uncle??"
" Iyaz yang penting Sansan senang!"
" Sangat senang uncle!"
" okey, jangan lupa bagi ke saudara - saudaramu ya!"
" Siap gerak!"
Kenzo pun pergi meninggalkan Sansan dan Tianxia
" Kau memiliki kehidupan yang sempurna, ingatlah tugasmu!" tegas Tianxia
" Ya nyonya!"
Tianxia pun pergi dengan sangat kesal,
Sebenarnya siapa yang dia sukai, kenapa semua terlihat wajar saja, huh.. membuatku kesal saja, apa memang benar dia tidak normal?
" Aku harus mencari cara lain!"
Gumam Tianxia sangat gemas.
Kenzo menuju ke Black Dragon,
" Apa chiko bertugas?"
" Ya tuan Kenzo, apa anda baru datang?"
" Ya Geri, oh ya...aku butuh Seseorang untuk menjaga orangku di Jepang!"
" untuk menjaga siapa tuan?"
" Hehehe, adalah itu...!"
" Hmmm, sepertinya rumor tuan Kenzo memiliki Simpanan di perlelangan itu benar ya?"
" Aih, aku tidak memiliki simpanan!"
" Iya juga tidak apa - apa tuan!"
" Pokoknya, berikan aku satu orang!"
" Hmmm, masalahnya semua sedang menjalankan Misi, termasuk Martin!"
__ADS_1
" Martin mana mau tinggal di Jepang, dia hanya lengket dengan Cindy!"
" Iya, Martin juga sedang menjalankan misi juga sih!, nanti aku pikirkan lagi!"
" Paman, misi ku selesai...!"
" Ah, kerja bagus Rio...okey kau bisa istirahat dulu, bonusmu akan ku kirim kan!"
" Okelah paman terimakasih!"
" Nah, itu ,itu saja....!"
" Ah, anak itu masih sangat baru Tuan, belum banyak pengalaman!"
" apa kerjaannya bermasalah?"
" Belum ada, sih!"
" Kirim - kirim ke Jepang sekarang, biar kan dia mengasah ilmunya di sana!"
" Baik, nanti saya bicarakan dulu pada anaknya!"
" Baiklah, aku ke rumah sakit dulu, jika dia mau akan segera ku kirim ke Jepang hari ini juga!"
" Baik Tuan!"
Kenzo pun pergi...
Wanita seperti apa yang membuat Tuan Kenzo begitu menjaganya.
dalam hati Gery.
...----------------...
" Kau Rio... mau kemana?"
" Mau menemui nona kecil!"
" Nona Sansan???"
" Hmmm...!"
" bisakah mengobrol sebentar?"
" Tentu paman!"
" Mau kah kau pergi ke Jepang??"
" Ya, ada misi kusus baru di sini, kau juga bisa belajar lebih banyak di sana!"
" Apa misi yang harus di kerjakan di sana paman?"
" Menjaga orang , Tuan Kenzo mencari orang untuk menjaga orangnya!"
" Oh, berapa lama itu paman?"
" Belum tahu juga, yang jelas pasti tidak sebentar!"
" Rio akan memberikan jawabannya nanti malam ya Paman!'
"Ya pikirkan baik - baik, di sana banyak orang dengan seni bela diri yang hebat, dan banyak ilmu yang bisa kau pelajari di sana!"
" Baik paman!"
" nona Kecil masih bisa menunggu Rio!"
" Aih paman, aku hanya ingin menjaga nona saja !"
" Iya ya, pergilah!"
" Baik Paman terimakasih!" Rio segera berlari menuju tempat Sansan.
" Nona, maaf terlambat!"
" Kak Rio, tidak terlambat kok,jadi kakak sudah free?"
" Ya, jadi nona mau kemana hari ini?"
" Pasar malam saja kakak!"
" Okey!"
Rio pun mengantar Sansan ke Pasar malam, di sana Sansan hanya berkeliling saja.
" Nona tidak naik sesuatu??"
" Hmmm, aku rindu kedudia orang tuaku, semoga mereka baik- baik saja!"
" Bukankah, ayah nona sudah meninggal dan ibu nona di rumah sakit?"
__ADS_1
" Oh, ah, eh, ehmmmm aku sangat rindu kumpul bersama dengan mereka, semoga bunda cepat bangun!"
" Ya ku harap begitu nona!"
Sepertinya kecurigaan Paman dan Tuan Chiko Benar ada yang aneh dengan nona Sansan
dalam Hati Rio.
" Kakak, kenapa melamun?"
" Tidak, nona ....apa kau sungguh tidak ingat apapun yang terjadi setelah kecelakaan itu?"
" aku sungguh tidak ingat kakak!"
" lalu, bagaimana anda hidup selama 7 tahun lebih?"
" Hmmmm,...aku lupa kakak, aku tahu - tahu sudah bersama anak - anak yang di perjual belikan! kami di bawa ke sana ke sini tak menentu!"
kata nyonya aku harus mengatakan hal itu, apa itu cukup meyakinkan kakak Rio ini?, kakak Rio sangat baik dan perhatian padaku, aku sudah membohonginya...jika semua orang tahu jika aku berbohong, mereka pasti akan membenciku, apa aku harus jujur sekarang sebelum terlambat?
Ya, aku harus jujur,mungkin Kak Rio bisa membatu aku keluar dari masalah besar ini...
" Kakak, aku sungguh takut sesuatu akan terjadi nanti!"
" Ehmmmm ya?? apa itu?"
" Bolehkah Sansan meminta tolong pada Kakak?"
" Tentang, apa itu?"
" tentang sesuatu yang mungkin sulit di maafkan!"
" Kau melakukan kesalahan?"
" Ya, Sansan slalu ketakutan sebenarnya,namun Sansan melakukan itu karena suatu alasan!"
" Apa alasannya?"
" Sansan , itu Sansan sebenarnya, Sansan adalah..."
" Sansan, ....!"
" Aunty Tian...kenapa aunty di sini??"
" nyonya, kenapa tahu jika kami di sini?" tanya Rio
" Kebetulan saja, aku ingin tahu pasar malam itu seperti apa, ternyata begini, dan aku melihat kalian, wah kalian sedang berkencan?"
" Tidak!" Serempak.
" Hehehehehe, kalian kompak sekali...!"
" Tidak Aunty, kami hanya jalan - jalan saja, ini juga mau pulang aunty!"
" Ya sudah pulang sama Aunty saja yuk!"
" Tapi bagaimana dengan Kak Rio?"
" Tak apa Nona , Rio juga ada yang perlu dibicarakan dengan paman!"
" Oh, baik jika begitu...!"
" Okey kita pulang Sansan!" Merangkul Sansan berjalan meninggalkan Rio.
Kenapa Nona sangat terlihat takut, saat melihat nyonya Tian?
Dan sepertinya ini terlalu kebetulan,
ada yang mereka sembunyikan kah?
Rio diam - diam mengikuti mereka dari belakang, dan Tian membawa Sansan ke sebuah tempat yang sepi.
Apa yang akan nyonya lakukan ?
kenapa membawa nona di tempat sepi di sini?
Ah, apa yang mereka bicarakan aku sulit mendengarnya,
Rio berjalan perlahan mendekat, karena merasa sangat janggal terlebih lagi Rio tahu jika Kenzo tidak menyukai istrinya itu, dan diam - diam merekam untuk jaga - jaga barang kali dapat mendapatkan informasi penting.
" Plaakkkkkkkkkkkkkkkk!"
" Hiks hiks hiks...!"
" kenapa menangis?, apa kau sudah gila?"
" Hiks hiks hiks...maafkan saya nyonya!"
Nyonya???, kenapa Nona memanggil istri tuan Kenzo nyonya, bukannya tadi Aunty?
__ADS_1
Rio semakin kebingungan.