GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
465. psikopat


__ADS_3

Memang Fahad tidak mengijinkan Sansan untuk mengotori tanganya,untuk menyiksa manusia terlaknat itu .


" biarkan aku mewakili semua untukmu dan keluarga kita, lihat... nikmatilah wajah tersiksa mereka Sansan...!!" ujar Fahad yang tiba-tiba menjadi Psikopat itu.


kedua manusia itu disiksa habis oleh Fahad, mereka menjerit minta ampun pada Fahad dan Sansan ,namun keduanya seakan buta dan tuli dengan permohonan ampun mereka.


Sansan segera berbalik dan pergi keluar dari bangunan itu, matanya langsung mengalir deras, tiba-tiba kenangan indah masa kecil mereka muncul kembali.


Fahad langsung menyusul Sansan yang terlihat sedih.


" San...ada apa??" tanya Fahad khawatir, karena Sansan bukan tipe yang mudah bersedih.


" Had, kenangan masa kecil di kepalaku tiba-tiba muncul, saat itu...Juno hanyalah anak yang patuh dan sangat baik, bahkan aku sering mengganggunya, hiks hiks hiks...."


Fahad memeluk Sansan untuk pertama kalinya karena dari kecil sampai dewasa mereka juga tidak pernah akur .


" lupakan, semua anak-anak itu baik... karena itu sifat alami seorang anak...kenapa jika Juno baik saat kecil???"


" tapi aku paling nakal, dan membuat kalian bermasalah..."


" sudah jangan bersedih,...kau sampai sekarang juga sangat nakal bukan???, tapi Sansan sangat baik pada saudaranya secara diam-diam...kau itu seakan tidak peduli tapi kau sangat peduli ..."


" Fahad...ini untuk pertama kalinya kita seperti saudara ya ...??"


" Ya, ...sudah jangan bersedih lagi, dua orang itu memang pantas mendapatkannya...kita jalan-jalan saja Sansan agar suasana hatimu membaik..." Fahad menggandeng tangan Sansan berjalan menuju tepian pulau.


mereka berdua tersadar jika pulau ini memang bukan pulau yang indah, karena banyak sekali buaya dan ular bersliweran.


" hahahahahahahhaa" keduanya tertawa bersama karna semakin bergerak bahaya semakin mendekat.


" Tuan Nyonya..." Datanglah Paul segera mengusir para hewan-hewan itu.


" terimakasih Paul..." ujar Fahad


" Sudah tugas saya....apa tuan dan nyonya sudah mau kembali??"


" Belum..."


jawab Fahad yang belum puas menyiksa keduanya.


" Had...kita pulang saja, serahkan semua pada Paul di sini..."


" Tidak, aku masih mau menyiksa mereka San, ..."


" Ya sudah...."


" Paul, di manakah kita bisa sedikit bersantai???" tanya Fahad.


" Mari ikut Saya!" mereka menaiki perahu kecil dan menyeberang kepulau sangat kecil, tapi sangat indah, di sana ada sebuah rumah kecil terbuat dari kayu.


" Di sini aman tidak ada hewan buas dan ular..."


" apa kau yakin Paul??"


" tenang saja tuan, keamanan di sini sangat baik, dan modern jika terdeteksi hewan liar besar akan tertembak..."


" Paul terimakasih..."

__ADS_1


" selamat beristirahat!"


paul meninggalkan keduanya, Sansan segera memasuki rumah kayu itu, ternyata cukup nyaman, Sansan langsung mencari kamar untuk merebahkan tubuhnya.


" San, aku akan memasak..."


" ya...aku capek had aku tidur dulu..."


Fahad pun segera ke dapur dan mencari bahan makanan, namun tidak begitu lengkap, akhirnya dia memutuskan untuk mencari ikan di sekitar pulau itu.


Dengan keahliannya yang terasah sejak kecil Fahad pun mendapatkan 2 ekor ikan yang cukup besar, fahad langsung mengeksekusinya.


" San...bangun ayo makan..."


" 5 menit lagi om..."


" om??, apa kau mengiraku om Kenzo??, Sansan.....!!!"


" ahhhh berisik sekal...." Sansan mengendus-endus kan hidungnya karena mencium aroma lezat.


" Hidung anjing...cepat cuci muka dan makan...besok pagi-pagi om Kenzo menjemput kita!!"


" ah, baik!" Sansan yang masih mengumpulkan sisa-sisa nyawanya pun segera cuci muka.


kedua bersaudara itu menyantap makanan dengan lahap..


" San, ...malam ini aku akan ke pulau itu lagi, untuk menyiksa mereka sampai puas...kau mau ikut apa tetap di sini??"


" Di sini..."


" ehmmm baik...aku akan kembali tidur setelah makan..."


" kunci pintu kamar dan jendelamu..."


" iya Had ..."


" Yasudah habiskan makananmu...lalu pergi tidur...aku akan pergi saat kau sudah tertidur!"


" ehhhmmm...."


setelah kenyang, Sansan berjalan-jalan kecil di depan rumah kayu itu.


Fahad mengawasi Sansan dengan baik, karena Kenzo memintanya untuk menjaganya dengan baik.


" Had...aku ikut saja..." ujar Sansan berubah pikiran.


" kau ini kalau tahu begitu dari tadi kita berangkat!"


" heheheeh" keduanya menaiki perahu kembali ke pulau itu, Rupanya Paul berjaga di tepi pulau, melihat perahu tuan dan nyonyanya menepi Paul segera membereskan bahaya yang menghadang.


" Terimakasih Paul..."


" sudah tugas saya..."


Keduanya kembali ke bangunan tua itu, terlihat Juno dan Tian sudah sangat ketakutan melihat kedatangan Sansan dan Fahad, Tian sudah menjerit jerit tak karuan.


Fahad tanpa basa basi langsung mengambil bambu langsung memukul ke paha Keduanya dengan sangat kesal sambil mengatakan perkataan yang luar biasa kasar.

__ADS_1


Fahad sangat terlihat tenang di luar dengan wajah datarnya, tapi kadang juga memberikan senyum tipis, mungkin orang hanya akan melihat Fahad itu dingin, tapi hati Fahad sangat kejam pada musuh-musuhnya, berbeda dengan. Julius wajahnya sangat garang, tidak pernah tersenyum sama sekali kecuali pada Aina dan mommynya, tapi dia memiliki sisi lembut dan pemaaf.


Sansan dapat melihat jelas perbedaan pada kedua saudaranya itu.


" apa yang kau lamunkan...??"


Sansan tersadar dari lamunannya , dan melihat Juno dan Tian sudah pingsan terkulai lemas .


" kita kembali Had..." mereka kembali ke pulau kecil itu dan duduk di tepian .


" Apa rencanamu pada Yuna??"


" setelah Julius membantunya balas dendam, maka aku akan menyingkirkannya dari dunia ini..."


" tapi dia..."


" San kesalahan papahku adalah tidak memberantas tuntas tunas yang di miliki musuh, makanya Papahku terbunuh, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah di lakukan papah Jovan!!!"


" Ehmmm..."


Sansan sudah menduganya bakal seperti yang dia pikirkan.


" Jika aku tidak membereskannya sampai tuntas, aku takut masa depan anak-anakku tidak tentram...setelah menghabisi Juno dan Tian, aku akan mencari ayahnya!"


" apa???"


" Dia ayah tian, mana mungkin tidak membalas dendam suatu hari nanti, sebaiknya aku menghabisinya dari pada membiarkannya hidup dan suatu saat nanti dia datang membalas dendam!"


" tapi, kan Ayah Tian yang sudah membantu kita menemukan Keduanya!!


" Iya...kenapa?? dia melakukan ini karena tidak memiliki kekuatan, jika dia bisa membentuk kekuatannya lagi, besar kemungkinan dia akan datang untuk balas dendam..."


Sansan tidak bisa berkata - kata lagi, tapi kemungkinan juga hal itu bisa terjadi.


" Kau lapar lagi tidak??"


" tidak Had..."


" istirahatlah, ..."


" Had, berapa lama kau akan menyiksa mereka??"


" ehmmm 3 bulan...setelah itu aku akan memenggal kepala mereka sendiri...."


" jangan lakukan itu...jangan lakukan sendiri!"


" Kenapa??"


" tembak saja Had...jangan kau penggal...!"


" Hah ... baiklah baiklah...sesuai permintaanmu..."


" Memang kita tidak boleh lengah pada musuh berbelas pada musuh sama saja memggali kuburan sendiri, tapi kita sudah menyiksanya begitu lama, berikan racun atau di tembak saja...!"


" ehmmm, ayo masuk...besok pagi kita akan kembali..."


Sansan pun segera masuk ke dalam kamar dan segera beristirahat,sedangkan Fahad masih menikmati suara terpaan ombak di malam hari .

__ADS_1


__ADS_2