GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
494. Izin


__ADS_3

Setelah menjemput Joven , mereka pun pergi ke taman bermain anak menghabiskan waktu bersama.


Pukul 3 sore mereka baru kembali.


" Mom, Joven tidur ..."


ujar Julia pada mommynya yang baru santai di ruang keluarga.


Savina segera mengambil Joven dari gendongan Alfred.


" biarkan Joven tidur di kamar Julia dulu ya ...dengan Tobby..."


" iya mom..."


" Yang mulia anda istirahatlah trimakasih karena mau direpotkan!"


" tidak sama sekali nyonya..."


" Mom, bagaimana pendapat mommy tentang Raja??"


" Kenapa menanyakan pada mommy??"


" jawablah mom...."


" jika secara manusiawi dia memang pria yang baik dan bertanggung jawab, tapi jika sebagai raja dia tidak terlalu bijaksana, meskipun memang layak seorang raja memiliki banyak selir..."


" tapi dia sudah tidak memiliki satu selir pun mom..."


" saat ini belum..."


" hmmmm..."


" apa kau ingin hidup bersamanya??"


" Julia tidak tahu mom, pada intinya aku Tobby dan Raja adalah satu keluarga...itu yang Julia rasakan mom..."


" Kau sudah jatuh cinta padanya..."


" apa itu dikatakan jatuh Cinta mom??"


" tentu saja .."


" lalu Julia harus bagaimana mom???, Julia bingung..."


Savina terdiam sejenak.


" putriku, mommy bukanlah orang tua kolot, karena orang tua kolot hanya akan menyengsarakan anak-anaknya...mommy ini dulu pernah mencintai ayah Suhail sepenuh hati, tapi keluarganya tidak menerima mommy, kau tahu kan apa yang terjadi pada mommy dan Suhail..."


" tahu mom...tapi Raja hanya punya kakak saja itu pun juga sangat baik pada Julia..."


" bukan tentang keluarga raja, mommy hanya berusaha untuk tidak menjadi keluarga dari mantan suami mommy dulu ..."


" lalu??"


" Tobby itu seperti Suhail, tapi Tobby tidak memiliki ibu dan bertemu denganmu, sedangkan Suhail dia punya ayah tapi seperti tidak punya ayah, tapi suhail bertemu dengan Daddy yang mencintainya sepenuh hati...pada intinya ya memang takdir itu saling berkaitan, jika kau benar-benar menyukai Raja mommy tidak bisa melarang, walaupun sesungguhnya mommy ingin melarangnya..."


" mom...maafkan Julia karena tidak menuruti mommy, tapi Julia tidak mau berpisah dengan Tobby atau pun Raja, rasanya kita ini sudah satu paket, Julia tidak tahu harus bagaimana jika tidak berada di samping mereka..." Julia menangis menutupi wajahnya.


" Baik, baik...saudara kembarmu juga sudah menikah, tidak adil rasanya jika kau di larang menikah, melepaskan anak gadis itu berat tahu tidaj Julia??, apalagi Julia ini satu-satunya putri kami, dan kau juga akan jauh di sana..." Savina memeluk putrinya dengan erat


" huhuhu maaf mommy, jika Julia egois, dan Julia belum bisa membahagiakan mommy!"


" kata siapa kau harus membahagiakan mommy, jangan kau pikirkan tentang kelumrahan hidup, jika kau tahu kebahagiaan orang tua itu adalah melihat anaknya hidup bahagia tanpa kekurangan apapun...hanya itu saja..."


" Mom, apa menikah itu rumit??"


" ehmmm, bisa dibilang rumit bisa juga nggak .. tergantung pada individu yang menjalaninya!"


" Mom apa Julia boleh menikah??"


" meskipun belum genap 20 tahun tapi bagi negara kita itu legal...jika Julia sudah mau menikah ya kita akan nikahkan...tidak masalah menikah muda mommy sangat senang ketika anak-anak mommy benar -benar serius dalam menjalin hubungan ,tidak main-main dengan anak orang..."


" Kalau begitu, nanti Julia bicara dengan Daddy juga ..."

__ADS_1


" iya bicarakan pada daddy, bagaimana dia menanggapi hal ini..."


" moms makasih banyak..."


" tidak perlu, putriku harus bahagia...jika kau tidak bahagia, kau bisa kembali ke sini...!!"


" Iya mom..."


"kalau gitu mommy mau siapkan untuk makan malam dulu...kau istirahat saja!"


" siap momm..."


Savina pun segera ke dapur untuk memasak.


Keesokan harinya Nathan kembali dari luar kota.


" sayang, aku buatkan teh ya ... apa kau lelah??"


" tidak kok, apa cucuku masih tidur??"


" tadi abis di jemur sekarang sedang menyusu..."


" oh begitu, bagaimana dengan Joven??"


" seperti biasa dia sangat semangat bersekolah, dia membantu ku mengurus adik-adiknya sepulang sekolah..."


" dia sudah nyaman di sini??"


"iya...mereka sangat lucu...oh ya, jika kau ada waktu bucaralah pada Julia, dia di kamar bersama Tobby..."


" oh iya??, lama juga aku tidak melihat putriku dan anaknya..."


Nathan mengetuk pintu kamar putrinya.


" Julia, ini Daddy..."


" masuk Dad..."


" Sayang bagaimana keadaan Tobby di sinj.?"


" baik, Tobby sangat nyaman..."


" Oh, begitu... syukurlah...dia semakin tampan seperti Raja...matanya sangat tajam..."


" Dad, bagaimana jika Julia menikah dengan ayah Tobby??"


Nathan sangat terkejut, tiba-tiba sekali putrinya mengatakan hal itu.


" Kau jatuh Cinta pada Raja??"


" kata mommy begitu Dad, rasanya Julia tidak ingin berpisah dengan keduanya..."


Nathan mengusap kepala putrinya dengan lembut, tak terasa putrinya sudah sebesar ini.


" Aih ...putri Daddy rupanya sudah besar... rasanya baru kemarin putriku ini berada di pangkuan Daddy..."


" memangnya harus kecil terus dad??"


" heheheh...baiklah...apapun keputusan putriku, asalkan tuan putriku ini bahagia , Daddy tidak bisa melarangnya..."


" Daddy yakin??"


" Sebenarnya tidak yakin, tapi itulah tugas orang tua nak ...jika kau rasa menikah dengan Raja itu adalah kebahagiaan bagi Julia, kenapa tidak??"


" Daddy terimakasih!!" Julia memeluk Daddynya rasanya sangat senang sampai terharu.


" Sekarang aku akan bicara pada mommy, apa kau sudah bicara padanya??"


" Sudah Dad ..."


"lalu bagaimana tanggapannya??"


" Mommy setuju saja, sekarang tinggal daddy..."

__ADS_1


" kalau mommy setuju, ya sudah, itu tinggal bagaimana kau dengan Raja...jika kalian sudah memutuskannya maka katakan pada Daddy dan mommy..."


" iya dad..."


" Oke kalau begitu daddy kembali ke kamar dulu ..."


" Iya daddy..."


Nathan tersenyum, sebenarnya hatinya terasa perih karena putri satu-satunya sudah mau menikah .


" Hah, anak-anak yang ribut tiap hari karena berantam itu... sekarang sudah memiliki kehidupan masing-masing... cepat sekali waktu ini berlalu..." gumam Nathan.


Julia pun mendatangi Alfred yang berada di kamar tamu bersama Tobby.


tok tok tok


" Abang..."


" Iya Julia??" membuka pintu.


" bisakah kita bicara abang??"


" masuk saja ..ini kan rumahmu!"


Julia pun menyerahkan Tobby pada Alfred dan masuk.


" apa Alfred menyusahkanmu??"


" tidak kok...."


" lalu apa yang ingin kau bicarakan??"


" Abang, Julias sudah memikirkannya Julia mau menjadi ratu..."


Alfred sangat terkejut sekali.


" ulangi Julia???!!"


" Julia mau menjadi Ratu!!!"


" ulangi...!!"


Julia menarik nafas,


" Julia mau menikah dengan abang!!!!" tegasnya


jaedag jedug ...


jantung Alfred langsung berdebar-debar


" Abang kenapa diam saja??, abang nggak mau??!!"


" Mau mau lah Julia ..." Tobby meletakkan Tobby di ranjang lalu memeluk Julia dan mengangkatnya sangking sangat senangnya.


" Abang turunkan, ..."


" Julia kau mau apa untuk maharnya??"


" aku mau ajukan syarat dulu untuk Abang!"


" apa katakanlah!!"


" aku tidak mau kau punya selir, kau harus tanda tangan di atas matrai, jika kau melanggar maka aku yang akan naik tahta...abang turun tahtah... bagaimana??"


" jangankan turun tahtah kau membunuhku di depan rakyatmu aku juga setuju jika aku melanggarnya!"


" bagus, abang yang bilang nanti abang buat ya, tanda tangan terus nanti kasih pada daddy!!"


" Siap permaisuriku...!!"


Alfred menyatuka kening dan hidungnya pada Julia.


Jika ini mimpi dia tidak ingin terbangun tapi kalau tidak rasanya dia ingin menghentikan waktu saat ini juga, karena hatinya sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2