
Pengantin baru itu pun bergadang sampai jam 6 pagi.
mata Incess sudah sembab, dibuat menangis dan kelelahan oleh suaminya tidak ada ampun.
Tapi mata itu baru terpejam sebentar suaminya sudah mengajaknya bertempur lagi.
" Ini sudah over..."Gumam Incess lirih dia rasanya sudah tak sanggup lagi melayani hasrat suaminya yang sangat diluar rata-rata itu.
tapi dia tidak berani mengatakan lelah, takut jika Putra marah.
Setelah suaminya sudah tuntas, Incess baru berani mengatakan
" Sayang, maaf aku lelah..." ujar Incess lirih.
Putra memeluk istrinya dan mencium gemas pipi istrinya,
" Kenapa kau demam sayang??"
Putra panik, segera memakai baju dan memanggil Dokter pribadinya.
Tidak butuh waktu lama, karena Dokternya tinggal distriknya.
" Komandan, apa anda terluka??"
" Bukan, istriku demam, cepat periksa dia!"
" Baik!"
dokter itu segera masuk dia mau tertawa tapi takut dengan Putra, melihat suasana pink yang sangat cetar membahenol diseluruh ruangan .
" Nyonya, mohon ijin maaf..." Dokter itu segera memeriksa Incess.
Dan menarik nafas panjang.
" Komandan, maaf karena lancang, tapi istrimu sangat kelelahan, tolong beri dia istirahat,, ini pengalaman pertamanya pasti, dia sangat syok , tertekan juga sangat kelelahan, dia juga masih sangat muda!"
" Apa ??"
" Saya tahu gairah pengantin muda ,tapi pengalaman pertama itu cukup sakit, sebaiknya juga pakai istirahat, nanti orang ku akan mengantar obat untuk istri anda, tolong jangan di hajar lagi, kasihan...biarkan dia istirahat satu Minggu untuk pemulihan, jangan membuat dia trauma!"
" Baik Dokter , terimakasih!"
" Ya, saya pamit dulu...!"
sekarang Putra baru menyadari betapa egoisnya dirinya.
Putra mendekati Incess membelai wajah istrinya yang terlelap tidur.
" Maaf sayang..."
rasanya putra sangat menyesal, Putra membasuh tubuh istrinya dengan air hangat mengganti pakaiannya san membiarkan istrinya beristirahat.
Putra pun menelpon Sansan,
" San...bisakah kau membantuku merawat Incess??"
" Kenapa bang??, dia sakit??"
" tolong datang ke rumah dinasku!"
" Ya bang!"
panggilan berakhir.
" Om, aku ke rumah dinas abang dulu, Incess sakit, tolong jaga Lily...!"
" Ah, ya...Dai sudah kembali bawa dia...!"
" Oke....!"
Sansan pun segera pergi bersama Dai menuju rumah dinas Putra.
Dai pun tertawa melihat rumah Putra serba pink.
" Dai kau jangan tertawa ini selera incess bukan Abang!"
" hehe...tidak!"
" Abang, Abang...abang di mana??'
__ADS_1
" San, tolong...!"
Sansan pun segera masuk ke kamar dan memeriksa incess yang terlelap.
" Tadi aku sudah meminta dokter memeriksa dan dia memberikan obat ini, aku tidak tahu harus merawatnya bagaimana??"
Hadeh, abang pasti akan mengomel jika aku yang memberikan Incess ramuan ganda.
sebaiknya aku tidak bilang saja
dalam hati Sansan merasa bersalah.
Sansan pikir Incess sekuat dirinya,
" Biar aku yang rawat bang, kau bisa istirahat!"
" Terimakasih San...!"
" Tidak perlu Abang..."
Lagian ini salahku,
dalam hati Sansan.
" ini obat dari dokter bagaimana??"
" Tak apa di minum saja, 2 jam setelahnya baru Sansan buatkan obat herbal, abang tolong minta Julia atau siapa pun membuatkan sup ayam jamur"
" Oh baik"
Sansan memberikan terapi aku puntur pada Incess. agar tubuhnya yang masih tegang ,bisa rileks dan istirahat dengan baik.
tak lama Incess membuka mata.
" Maafkan aku Incess menyebabkan kau begini, heheheh"
" Tante kecil, kok di sini??"
" abang yang memanggilku kemari, aku akan merawatmu bagaimana sekarang??"
" Rasanya badan Incess Remuk Tan...!"
" baik, istirahat dulu...aku buatkan minuman herbal ya!"
Sansan ke dapur untuk membuat minuman herbal untuk Incess.
Tak lama Julia juga tiba dengan Ryu mengantarkan Sup ayamnya , terdengar suara tawa Julia yang melengking di ruang tamu ,membahas interior rumah Dinas abangnya.
setelah selesai Sansan keluar dapur
" Loe Tuan Ryu juga datang??"
" Loh Sansan disini??"
" Ya tuan, ..."
" Kakak sakit apa sih San??" tanya Julia penasaran.
" Kecapekan saja Julia, terimakasih ya sudah membuatkan sup ayam"
" Ya, aku mau melihat kakak ipar!"
" ya ayo... setelah minum herbal ini dia pasti lapar, bawa supnya kemari!"
Julia segera membawa masuk makanannya.
" Kakak, kenapa kau malah sakit??, katanya mau ke LN"
" Hehehz, aku juga tidak mau sakit loh!" ujar Inces dengan suaranya yang serak sebab pertempuran semalam, matanya pun bengkak.
Setelah Incess meminum herbal buatan Sansan tak lama perutnya langsung keroncongan.
" Lapar??"
tanya Sansan.
" Hehe, iya...!"
" Aku suapi ya kak??"
__ADS_1
Juliapun menyuap dengan perlahan pada Inces sampai habis.
" Bagus habis...nanti Julia kirim makanan lagi ya, kaka istirahat saja dulu, jika sudah baikan nanti bisa kita bicarakan dengan abang rencana honeymoon nya... yang penting kakak sehat dulu"
" ya, Julia terimakasih,tidak usah memberitahu mommy dan Daddy ya Jul...jangan sampai mereka khawatir!"
" Iya kak, tenang saja...Julia harus segera kembali karena ada urusan heheh bye kak cepat membaik! muuach " Julia pun segera pamit bersama Ryu.
" kenapa dia malah dekat dengan Ryu??" gumam Incess.
" Ha??, ya itu terserah Julia Incess, apa kau di kubu Raja??"
" Iyalah, Raja itu cukup tampan dan lebih cocok dengan Julia!"
" Hehehe...biarkan saja Julia yang memilih kita hanya cukup mendukung saja!"
" Benar juga sih tante...!"
" Gimana sekarang??, apa sudah lebih baik?"
" Tante, suamiku itu ganas sekali, aku sampai takut untuk menolak, aku terpaksa mengikuti saja, tapi aku ternyata lemah!"
" Kemari itu kan aku bilang setengah dosis saja, jangan-jangan kamu kasih semua!"
" Ha??, iya semua...!"
" Astaga, kau harus menolak...untuk sementara, istirahat dulu kurang lebih satu minggu, biar semuanya membaik apa kau mengerti??"
" aku takut bilang tidak pada Abang,nanti dia marah!"
" Biar aku yang bicara padanya, sekarang kau istirahat lagi Incess biar lekas membaik...!"
" Terimakasih tante kecil...!"
" sama-sama, oh ya masalah ramuan itu cukup jadi rahasia kita saja ya!"
" Mengerti!!"
" Baik, ramuan itu akan membuatmu mengantuk dan tidur pulas"
" Iya tante... ini juga sudah bereaksi"
" oke selamat istirahat " Sansan pun keluar kamar.
" Bagaimana Incess??"
" abang, sementara Abang jangan minta jatah dulu, biarkan dia istirahat sampai membaik, dia kembali tidur...semua obat herbal ku letakan di sana dan sudah ada petunjuknya, jadi tolong abang jaga baik-baik incess!"
" oh baiklah... terimakasih San...!"
" Sama-sama abang, dia sudah agak mendingan sih jadi banyakin makanan yang sehat dan minum air putih, Sansan harus kembali"
" Oke ... hati-hati dijalan"
" Siap abang".
...----------------...
Di sebuah Cafe
" Jadi kau mau menjadi partner kami??"
" Ya, aku butuh rumah, uang dan apapun yang ku inginkan, jika kau bisa memberikan aku akan melakukannya!"
" Baiklah, ini uang yang kau butuhkan, kunci rumah dan kunci mobil, ini alamat rumahmu"
" Apa??, langsung kau berikan semua??"
" Benar, mau tidak!"
" Tentu saja mau!" mengambil semua dengan cepat.
" Nikmati saja hidupmu dengan baik, di waktu yang tepat aku butuh, bantuanmu!"
" Oke, aku akan mengeceknya lebih dulu, jika memang itu benar maka, aku akan bekerja sama, takutnya aku ditipu!"
" Hahahaha, ya kau lihat saja dulu, jika masih kurang aku akan memberikannya padamu yang lebih!"
" Oke oke... aku pergi dulu!" Yuna melenggang pergi dengan gembira.
__ADS_1
Bodohnya manusia yang gila akan uang
gumam Tian.