
" Apa ratuku sangat bahagia??"
" Ya, Nona sangat bahagia dan slalu tertawa lepas sepanjang hari dengan nona Julia!"
" Baguslah, akhirnya dia bisa melepaskan Tawanya!"
" apa ada perintah lagi Yang Mulia??"
" tidak ada, aku tidak akan mengganggu mereka....!"
" Yang Mulia, Calon Ratu berpesan akan datang sebentar lagi, ada yang ingin di sesuatu yang ingin di bicarakan pada anda Yang Mulia!" seseorang yang tiba-tiba melapor.
" Ya...!"
Alfred segera berlari ke kamarnya mengambil baju terbaik yang untuk dia pakai, lalu menyisir rambutnya dengan rapi dan memakai wewangian hasil racikan Sansan untuknya.
" Kenapa semua perkataan anak itu sangat berpengaruh dalam hidupku, karna dia aku tidak membutuhkan pelayan untuk mandi dan berpakaian, hah...aku terlalu patuh padanya itu bukan hal baik tapi aku tidak bisa di remehkan begitu saja!" Gumam Alfred sambil merapikan penampilannya.
" Nona, Yang Mulia sedang berganti pakaian tunggulah sebentar!"
" Baik, ...!"
" Silahkan duduk nona...!"
" Ya...!"
Alfred yang mendengar suara Tasya segera keluar.
" Sepagi ini, apa ada yang penting untuk dibicarakan Ratuku!"
melihat Alfred keluar Tasya celingukan mencari-cari sesuatu.
" Apa aku sangat tampan hari ini??, kau menjadi tidak tenang melihatku??" Alfred sangat percaya diri.
" Ha???" Tasya menatap ke arah Raja.
" Jangan malu untuk memuji calon suamimu...!"
" Raja, apa yang kau katakan???, aku sedang mencari di mana larinya pelayanmu setelah menggantikanmu pakaian!"
" Astaga, aku kira kau terpesona dengan penampilanku, aku memindahkan mereka ke bagian umum, karna ada seseorang mengira aku tidak bisa mengurus diriku sendiri!"
" Pfffffffffffttttttttt....!" Tasya menahan tawanya.
" Ratuku, ada apa gerangan ??"
" Yang Mulia, apakah anda menyelidiki latar belakang keluarga ku?"
" Ya....!"
" Apa Julia itu juga rencanamu??"
" Ya...!"
" Kenapa??"
" Kenapa apa??"
" Kau melakukan semua itu??"
" semua untukmu...!"
" Yang Mulia saya sangat berterima kasih...tapi Yang Mulia tolong jangan ikut campur lebih dalam lagi...!"
" Maafkan aku, aku tidak akan ikut campur lebih dalam lagi...aku akan membebaskan dia tinggal di sini, semaunya agar kau tidak kesepian...aku juga akan membuka jalan untuk bisnisnya di sini...!"
" Terimakasih Yang Mulia...saya puas dengan keputusan anda, jika begitu saya undur diri...!"
" Hm.... bersenang-senanglah!"
...----------------...
" Kakak... bagaimana caranya aku masuk ke Istana lagi??"
" Hmmm...katanya kau sangat yakin akan terpilih??"
" Aku juga tidak tahu...Julia saja juga tidak terpilih...!"
" Tapi aku tidak melihat Julia kembali ke tempatnya!" Sahut Aka.
" Hmmm... Jawabannya benar, Raja merencanakan pertemuan Julia dengan Sansan... aku yakin Julia masih di Istana!"
" Ya, aku sudah cek jadwal penerbangan ke +62 juga tidak ada namanya!"
" Huhuhu... bagaimana ini??"
__ADS_1
"Re...kau tidak bisa ikut campur urusan Sansan, mungkin ini sudah pilihan dia...!"
" Oh ternyata Kalian...!"
" Rio?????" Martin terkejut dengan kedatangan Dai yang tiba-tiba dan muncul di hadapannya.
" Kakak siapa dia??"
" Dia orang yang bergabung dengan Black Dragon, tapi sekarang menjadi orang kepercayaan Om Kenzo...dia slalu berada di samping Sansan...iya kan Rio??"
" Rupanya kau sudah bebas...!"
" Hmmm...!"
" Apa yang kau lakukan di sini, dia memanggilmu kakak apa dia itu Renata??"
" Ya, aku Renata...apa Sansan di sana baik-baik saja??" tanya Renata khawatir.
" Kenapa kau bertanya?? apa kau ingin memastikan jika Sansan hidup dalam kesengsaraan??"
" Rio...Renata, tidak seperti Juno...ini semua juga bukan kemauannya!"
" apa aku bisa percaya??"
" Duduklah lebih dulu Rio...Renata datang untuk membantu Sansan keluar dari sini...!"
" Jangan mencoba membodohi kami...!"
" Rio...dengarkan ceritaku dengan jelas agar kau paham dan tidak salah paham, tolong...!" ujar Martin dengan tulus.
" Hmmm...!" Rio /Dai pun duduk mendengarkan Martin berbicara, Rio tahu Martin memang tidak pernah berniat jahat pada keluarga Pratama tapi Rio masih sangat ragu dengan Renata ini.
setelah Martin menceritakan semuanya pada Dai dengan Jelas kini Dai mengerti dan paham.
" Jadi, Juni bekerja pada keluarga Fang, menjadi dokter pribadinya...dan kau tahu Sansan di sini dari Juno??"
" Ya...!"
" Berarti kau bisa menghubungi Juno dong??"
" Tidak lagi, karena aku tidak setuju dengan rencana kakakku Juno, akhirnya dia memutuskan hubungan denganku!"
" Memang apa rencananya??"
" Hmmm...aku akan melaporkan hal ini pada Tuan Kenzo lebih dulu...!"
" Apa kau akan mengatakan bahwa Tasya itu Sansan?? pada om Kenzo??"
" Tidak aku hanya akan melaporkan keberadaan Juno saja, tidak dengan Renata!, untuk masalah itu biar Sansan sendiri yang membukanya!"
"ah baiklah... Rio, bisakah membantu kami masuk ke dalam istana??"
" Sansan sudah memutuskan hal itu...kalian sebaiknya tidak membuat masalah untuk diri kalian sendiri, Raja itu tidak mudah di hadapi...!"
" Tapi...!"
"Sudah Renata, kau dengar dengan jelas, Sansan sudah memutuskannya sendiri...!"
" Ya...!" Renata pun menunduk
" Aku harus melapor pada tuan terlebih dahulu...kalian cepatlah kembali jika sudah tidak ada urusan...!"
" Hmmm!"
Dai pun segera pergi dari tempat itu.
" Aka, ikuti Dai ...sampai kembali Ke Istana...lewat jalur mana dia bisa keluar masuk istana!" Ujar Martin pada sahabatnya
" Oke...!"
" kakak... terimakasih...!"
"jika kita bisa memasuki Istana kita akan mencoba memahami lokasinya...itu akan sangat mudah membawa Sansan pergi dari sana...!"
" Aku sudah menghafal jalan keluar Istana kakak, aku membuat denahnya agar tidak lupa!"
mengeluarkan kertas yang bergambar denah.
" Gila...rumit sekali jalan di istana!"
" Bukan hanya rumit, penjagaannya di sana sangat mengerikan, Semua sudut tidak lepas dari Cctv, Renata tahu tempat di bagian pemantauan Cctv ada di sini...!"
" Oh baiklah karena sudah ada ini maka kita hanya tinggal merencanakannya!"
" Hmmm...ya...tapi Raja belum mengumumkan kapan dia akan menikah!"
__ADS_1
" Ya di tunggu sambil menunggu Rio kembali ke istana, jadi kita bisa mencari cara masuk ke dalam istana!"
" Ya kakak...jika begitu Renata lega...!"
...----------------...
Negara M
" Dai, apa kau ada kabar baik??"
" Tuan, saya mendapat kabar bahwa Juno sekarang menjadi dokter pribadi Fang Tian!"
" Oh pantas saja, mereka tiba-tiba menghilang dari Jepang!"
" Mereka tidak di Jepang lagi kah Tuan??"
" Hm...tidak mereka tidak memiliki kekuasaan lagi di sana...!"
" Lalu mereka kemana??"
" Hm... bagaimana bisa kau tahu jika itu Juno yang menjadi dokter pribadi Fang Tian??"
" Ehmmm itu karena ...!"
" Karna apa???"
" aku bertemu dengan Martin, di yang memberitahuku...!"
" Oh aku melupakannya, sudah setahun berlalu dia sudah bebas...di mana kau bertemu dengannya ??"
" Itu dia tiba-tiba ada di negara F sepertinya sedang menjaga diam-diam nona Julia!"
" Julia??"
Mampus lah aku...aku harus bagaimana ini Tuan sungguh mengupas sampai habis.
" Dai...apa yang terjadi??"
" Saya juga tidak tahu, hanya itu yang saya tahu dari Martin... sepertinya nona Julia akan membuka bisnis di sana!"
" Oh begitu...yayaya lalu bagaimana kabar Taysa?"
" Sangat baik tuan...!"
" Sepertinya dia lebih memilih Raja, dari pada aku!"
Dai hanya diam tidak bisa berkata-kata...
" Kembalilah Dai jaga Tasya, untukku apapu. keputusannya aku akan menghormatinya!"
" Tuan...!'
" Tak apa, aku akan tetap menjaga anak dengan penuh kasih sayang "
" Tuan, saya akan membawa kembali Tasya untuk anda!"
" Jangan biarkan dia sendiri yang memutuskan, ...!"
" Baiklah Tuan...saya undur diri...!"
Dai berjalan keluar deng. wajah yang murung
" Dai...!"
" Bibi...!"
" Apa Tasya tidak akan kembali lagi??"
" Dai akan mencoba mengubah keputusannya bibi...!"
" Dai, jika dia bahagia jangan kau campuri keputusannya...dia sudah cukup menderita bukan?"
" Bibi...!"
" Aku akan menjaga tuan dan anak-anak dengan baik, katakan pada Tasya, Fathia sudah ada perkembangan setelah memakai salep yang dia resepkan dia sudah bisa melihat setitik cahaya...!"
" Benarkah bibi??'
" Ya, dan sampaikan salamku padanya jika aku akan selalu menjadi mamanya yang sangat galak untuknya!"
" Bibi akan dai sampaikan tolong jaga tuan dan anak-anak, dai harus kembali!"
" Yah hati-hatilah...!"
Dai pun segera kembali ke Istana.
__ADS_1