
setelah acara benar -benar selesai Kenzo pun kembali lagi ke Negara M bersama Dai, semua keluarga kembali ke kediaman masing - masing.
" Eh Cindy, kau ajak 2 Sansan dan Natali tidur di rumah kita untuk 2 minggu ini...mbok Yem juga!" ujar Vevey pada putri tertuanya.
" Lah kenapa ma??"
" Pake tanya kenapa lagi, Aina sana ajak kedua anak itu tinggal di kamar mu!" ujar Vevey pada Aina, Aina pun menuruti permintaan Vevey tanpa banyak bertanya.
" Tante dan om mu kan baru menikah, mereka butuh waktu pribadi!" ujar Fannan
" Oh astaga, hehehe... aku baru mengerti!"
" Kalau begitu aku pulang dulu Cindy, nyonya dan Tuan terimakasih atas jamuan pestanya!"
" Nak Fannan, terimakasih ya , hati -hati di jalan!" Ujar Vevey sangat ramah .
" Ya kau hati - hati di jalan!" sambung Hirosan.
Cindy pun mengantar Fanan sampai di luar,
Tak lama Fannan pergi, Sansan palsu dan Nathalie sudah keluar dari kediaman selatan.
" Kalian salah satu bisa tidur denganku!"
ujar Cindy.
" Tidak kak, biar kami satu ruangan karna kami jarang mengobrol!" ujar Aina girang
" Aih baiklah, mana mbok Yem?"
" nenek sedang menyelesaikan tugasnya!"
" Oh ya sudah kalian istirahatlah, pasti sangat lelah kan!"
" Ya kakak, Cindy !"
" Ayo cepat masuk kamarku !" Aina menarik Sansan palsu dan Nathalie.
Mereka bertiga segera merumpi dengan sepuasnya karena sudah lama tidak ada waktu untuk mengobrol.
" Bagaimana keseharian kalian??"
" Kami baik , Aina bagaimana denganmu?" Tanya Nathalie.
" Iya aku dengar kau terluka karena Iyus?"Sambung Sansan palsu.
" Oh bukan itu karena kecerobohan ku saja!"
" kau harus hati-hati agar tidak terluka!" Uajr Sansan khawatir.
" Iya San terimakasih!"
" Aina aku mendengar jika kau dan Iyus menjalin hubungan apa itu benar?" tanya Nathalie.
" Ehmmm kalian sudah dengar??"
" Tentu, jarak tempat tinggal kita berdekatan bagaimana tidak tahu!"
" Sungguh itu benar??"sahut Sansan palsu.
" Ehm...benar!"
" Kau tidak di tindasnya kan?, kami tahu bagaimana sifatnya apa kau sungguh menyukainya?" Sansan seakan tidak percaya
" Ya...!"
" Aina, bukankah kau sangat membenci Iyus??" sahut Natali.
" Itu...itu aku juga tidak tahu kenapa bisa suka..." Sambil menyatukan kedua telunjuknya.
" Mengerikan Benci jadi Cinta!"
__ADS_1
Sansan palsu menggaruk kepala.
" Ya benar, tapi sungguh perlakuan Iyus padaku sekarang sangat berbeda!"
" Di mana bedanya, coba ceritakan pada kami!" Natali dan Sansan palsu sangat penasaran agar lebih enak menyebutnya nama Sansan palsu Adalah Tiara.
Jadi Aina dan Natali saat keluar akan memanggil Santan kara itu Tiara.
" Dia sangat lembut saat aku merengek apalagi saat terluka dia terlihat sangat khawatir dan segera mengobati lukaku dengan baik, dan dia tidak malu menggendong ku, dan lagi dia tidak pelit padaku, tidak takut uangnya habis untuk membelikan apa yang aku suka!"
" Sungguh apa yang kau ucapakan itu Aina?" Tanya Natali
" Ya, kau tidak sedang mengarang cerita kan??" sambung Tiara (Sansan palsu)
" Mana ada,kalian sangat mengenalku kan??"
" Ya, aku percaya!" ujar Natali.
" Ehmmm aku tidak menyangka dia yang terlihat cuek dan garang itu memiliki sisi romantis padamu!"
" Benar aku sendiri juga tidak menyangka, eh tapi bagaimana dengan kalian berdua ,siapa yang kalian sukai??" tanya balik Aina.
" Kami masih menyukai pria halu kita Aina!"
" Masak?, padahal aku sering melihatmu menemani om Zayn makan setiap malam di taman utama!"
" apa ?, om Zayn??, kenapa Tiara tidak tahu??"
" apa sih, aku ,aku tidak...!"
Natalie malu-malu.
" Kau suka dengan Om Zayn??, dia juga jomblo mengenaskan!, kejar dia Natali kami mendukungmu!" ujar Aina menyemangati.
" Aina kenapa kau suka dengan om - om??"
Tanya Tiara.
" Aku tidak tahu , aku hanya merasa sangat nyaman bersama om Zayn....aku tidak tahu aku menyukainya atau tidak, tapi aku kan hanya anak kecil dia mana menganggap perasaan ku!"
" Oh sungguh, aku malu...!"menutupi wajahnya
" Tak apa di perjelas saja jika kau sungguh menyukai om Zayn, dia juga bukan orang jahat!"
" Aku malu, aku takut om Zayn akan menjauh karena tahu jika aku menyukainya!"
" Kenapa Natali kau sangat cantik, mana ada yang menolakmu, lagian om Zayn kan juga bujang lapuk, sangat beruntung disukai olehmu!"
" Aku tidak berani Aina, aku tidak berani...!"
" apa perlu kita bantu?"
" Jangan Aina sudah tidak apa-apa sebaiknya begini saja!"
" Kenapa ?,kita harus memperjuangkan Cinta kita!"
" Bagaimana jika aku ditolak??"
" Kejar sampai dapat!"
" Nanti aku pikirkan lagi Aina...!"
" Ya sudah tidak apa-apa, lalu kau Tiara apa kau tidak menyukai seseorang?"
" Ada...tapi aku mau fokus sekolah dulu, karena Sansan yang asli memintaku untuk baik - baik sekolah!"
" Oh ya, kau malah sudah bertemu dengan Sansan ya?"
ujar Natali.
" Ya, dia lebih tinggi dariku, kulitnya lebih bersih, mulus, jika di sandingkan bagai langit dan bumi!"
__ADS_1
" Oh berti saat kau menyebalkan dan terlihat sangat cantik itu adalah Sansan Asli?"
" Ya, kepribadiannya berbalik dari aku, dia galak sekali!"
" Hahahah, iya dia seperti itu dari kecil memang begitu, aku kira akting mu menjadi Sansan sudah meningkat makanya aku tidak curiga!" ujar Aina.
" Aku sungguh takut jika berhadapan dengannya, jadi aku akan berusaha menjaga ibunya, dan juga menjadi Sansan yang baik selama dia pergi...!"
" Lalu apa yang akan kau lakukan jika Sansan kembali nanti?" Tanya Nathali.
" hem...tidak tahu...yang penting aku bisa kumpul bersama keluarga ku lagi!"
" Ogh Tiara... bagaimana bisa kau ini bertemu dengan istri om Ken?"
" tiba-tiba dia datang membawa orang -orang bertubuh besar dan mengatakan padaku, mau kah kau hidup enak ?"
" Aku tanya bagaimana caranya?, lalu dia memberitahu jika aku harus menjadi orang lain, awalnya aku menolak, tapi dia mengancam akan membunuh keluarga ku!"
" Jahat sekali...!"
" aku di beri identitas baru, dan sampailah aku di sini...!"
" Untung kau mau dipihak kami Tiara...tolong jaga baik-baik tanteku selama Sansan tidak di sini!" ujar Aina
" Ya benar untung kau memilih pihak yang tepat...tapi, Aina jika berbicara dengan kami kenapa kau sangat mudah memahami?, katamu saat kumpul keluarga kau tidak bisa menangkap jelas pembicaraan mereka?" ujar Natali heran.
" aku juga tidak, tahu kenapa bisa begini...kenapa ya??"
" Mungkin karena kita adalah sahabat baik, mungkin juga suasana di sana tegang, jadi Aina sulit memahaminya Natalie!"
" Ehhmmm benar juga sih,kita bertiga ini terlalu lembek berbeda dengan Sansan, Kak Cindy dan Julia!" Natali menghela nafas
" Ya kita kan punya kelebihan dan kekurangan masing - masing Natali...!" sahut Aina.
" Setuju, jika kita semua wanita tangguh, maka tidak ada artinya lelaki di dunia ini!"
" Ahahahah Tiara tumben kau juga tercerahkan!" Ujar Natali mencubit pipi Tiara.
" Hihihi... itu kata-kata bunda Sasha aku curi...!'
" Wkwkwwkwk pantas saja...!" mereka bertiga tertawa keras.
Sementara di kediaman Selatan.
" Kenapa rumahnya sangat sepi?, anak - anak kemana?" tanya Sasha pada mbok Yem.
" Itu Nona Sansan dan Natali sementara tidur di kediaman tengah!"
" Kenapa??"
" mereka sedang merundingkan tentang idola mereka!"
" Oh baiklah, biarkan saja mereka mbok!"
" Nyonya makan malamnya sudah siap, kalau begitu saya juga minta ijin ke kediaman tengah boleh?"
" ha??, mbok Yem juga mau bergabung dengan anak - anak??"
" Tidak nyonya...mbak Zara sedang pulang kampung , nyonya Vevey meminta saya membantu mengurusi urusan rumah!"
" eh?? baiklah mbok Yem...kak Vevey juga pasti repot tolong bantu dia ya!"
" Baik nyonya, selamat beristirahat!" sambil tersenyum mbom Yem meninggalkan kediaman selatan.
" Kenapa kebetulan sekali sih??, rumah jadi sepi!" Gumam Sasha
Tunggu - tunggu, ini memang bukan kebetulan pasti kak Vevey yang meminta mereka untuk sementara pindah rumah tengah, karena ....
"Sayang melamun apa??" Chiko yang baru selesai mandi .
" Heheh tidak apa-apa!"
__ADS_1
Hehehe...kak Vevey kenapa harus berbuat begini??, bahkan kami sudah memiliki Sansan sebesar itu, tapi kenapa aku merasa ini seperti pertama kali akan melakukan hal itu pada suamiku?, hah mungkin karena 7 tahun lebih aku koma jadi merasa seperti memulai hubungan baru
dalam hati Sasha.