GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
291. Rencana halus


__ADS_3

Di kamar Nathan dan Savina


" Suamiku, ....!"


" Iya sayang...."


" Kau lihat Aina...dia saja bisa ditipu temannya, jika kau tidak merestui Aina dengan Iyus, takutnya dia akan ditipu pria jahat di luar sana!"


Nathan terdiam berpikir,


" apa kau tidak kasihan pada anak polos itu??"


" aku juga menyayanginya seperti anakku sendiri sayang,...!"


" makanya restui saja Iyus dan Aina!"


" Kau paling tahu karakter putramu yang paling bontot kan??"


" Tentu, dia sangat keras kepala sepertimu!"


" maka dari itu, apalagi dia masih sangat muda, aku takut putramu itu menyakiti Aina!"


" sayang, dia memang keras kepala, tapi dia tidak pernah menyakiti orang lain selama ini"


" ehmm, berbeda dengan hirup pikuk rumah tangga sayang, godaannya sangat luar biasa, aku saja tergoda olehmu!"


" Jadi kau mengatakan aku penggoda??"


" Tentu tidak, meskipun kau bukan istri pertama, tapi kau adalah cinta pertamaku!"


" Aku yakin Iyus tidak akan menyakiti Aina!"


" Kau tidak bisa mengatakan hal itu, kita sendiri tidak bisa mengendalikan hati kita ke depannya!"


" ayolah, biarkan mereka bersama sayang, aku juga sangat menyukai Aina!"


" Ehm... sudahlah ayo kita tidur...kita lihat usaha putramu nanti, biarkan dia fokus pada pendidikannya!"


" Ya, ...!" Savina memeluk tubuh kekar suaminya dan memejamkan matanya.


mereka pun terlelap


...----------------...


Setelah mendapat terapi terakhir, Yuna pun ke rumah sakit untuk memulai belajar berjalan,


2 mingguan sekali Fahad menemani istrinya untuk berlatih bejalan.


hari-hari berjalan seperti biasa, dan akhirnya Yuna pun sudah mulai bisa berdiri, dan berjalan selangkah demi selangkah, hal itu membuat Fahad sangat bahagia.


" Sayang, karena kau sudah bekerja keras berjuang untuk sembuh, aku punya hadiah untukmu!"


" Apa sayang??"


Fahad melepas dasinya, lalu mengikat dasi itu menutup mata Yuna.


" kenapa kau menutupi mataku Sayang???"


" Sudahlah!, kau tetap duduk manis sampai kita sampai nanti!"


" Okelah...!"


Fahad melajukan mobilnya kira-kira mereka menpuh perjalanan 2 jam dari perumahan Fahad yang lama.


Fahad menuntun istrinya turun, berjalan selangkah demi selangkah, karena Yuna, baru bisa berjalan sedikit sedikit itu.


Fahad membuka dasi yang melilit dikepala sang istri

__ADS_1


" Buka matamu!"


betapa terkejutnya Yuna,


" Ini, ini rumah siapa Sayang?"


"Rumah kita, apa kau suka??'


" Sungguh??'


"benar!'


" Wah, luar biasa!" Yuna langsung memeluk Fahad dengan erat betapa berbunganya hati Yuna, Fahad benar - benar slalu menepati janjinya.


" Ayo masuk biar kau tahu isi rumah yang kau impikan, ini om Kenzo yang medesignya untukmu !" Fahad menggendong Yuna, memasuki Gerbang besar, dan halaman yang lumayan luas, dengan taman kecil bangunan bertingkat 2 yang terlihat sangat elegan.


terbukalah pintu utama, dan memperlihatkan ruang tamu begitu luas, sofa lebar dan tv berukuran besar, kemudian ada ruang makan, dengan meja besar panjang, lalu dapur yang cukup luas dengan design yang elite nan apik, di depan dapur ada 2 kamar.


" dua kamar ini aku jadikan kamar tamu, ibu dan tamu kita bisa menempati kamar ini, di belakang dapur sana ada kamar untuk pembantu, dan kamar di taman belakang cukup luas, Tuan Robert bisa menempati di halaman belakang!"


" La kamar kita??"


" ada di atas!, kata om Crist kamu harus sering naik turun tangga agar sarafnya tidak kaku, ayo ke atas!"


Fahad menuntun Yuna menaiki tangga perlahan-lahan, cukup lama tapi Fahad sangat sabar, sampailah di lantai 2 ada 3 kamar di atas.


" Ini kamar kita, aku meminta kamar yang sangat luas untuk kita, kau suka kamar seperti kamar di kediaman Pratama kan?, ini sudah di buat semirip mungkin oleh Om Kenzo, kamar mandi luas...hanya kamar kita yang ada fasilitas lengkap!"


Yuna mengeluarkan air mata buayanya seakan terharu, padahal dia sangat bahagia bisa membuat pria lugu itu benar -benar meratukannya.


" kenapa menangis apa tidak suka??"


" Suka!, suka aku sangat terharu sayang, aku tidak menyangka jika hidupku yang begitu menderita dulu, sekarang menjadi sesuatu yang tak terbayangkan, aku harap ini bukan mimpi!"


" Muuuachhh!" Fahad mengecup bibir tipis Yuna.


" aku akan meminta bayaran atas semua ini dari tubuhmu sayang!" ujar Fahad segera ******* bibir Yuna dengan beringas dan begitulah selanjutnya...


setelah bergulat cukup lama, mereka masih berpelukan dalam selimut


" Sayang, rumah ini tidak murahkan?, dari mana kau mendapatkan uangnya??"


" Oh, aku mencicilnya pada om Kenzo, aku sudah membayar setengahnya, jadi belum bisa membalik nama, tunggu aku melunasinya dan akan kubalik nama menjadi namamu!"


" jangan namaku...!"


pura-pura menolak.


" tak apa ini hadiah untukmu!"


" terimakasih Sayang!" Yuna menenggelamkan wajahnya di dada bidang Fahad.


" Sama-sama!"


...----------------...


Di kediaman Sansan.


" Om, kau mengintip Fahad dan Istrinya bergulat!" ujar Sansan terkikik.


" Tidak sengaja!, kan sudah di alihkan ke ruang depan!"


" Pantas saja om, mau menguruskan rumah untuk si kunti itu, ternyata om memasang Cctv di setiap sudutnya tidak terkecuali!"


" Ini rencanaku dengan Kak Nathan!" jawab Kenzo datar.


" Om, apa tidak ketahuan?? ada Cctv!"

__ADS_1


" Tentu tidak akan ketahuan, memangnya pakai kamera besar seperti di jalanan itu??, tidak lah, ini Kamera kak Nathan yang belikan bentuknya kecil seperti paku payung, dan tidak hanya bisa mengambil gambar saja, suaranya juga jernih banget!"


" Mantap, dengan begini kan kita tinggal memperlihatkan kebusukan Yuna , sudah cukup tidak usah banyak babibu!"


" Ya, siapa suruh mereka salah mencari lawan!"


" Benar juga, kesel aku tuh lama-lama, aku berharap dia dengan Diana!"


" Katamu biar Dai dengan Diana!"


" Diana, itu sebenarnya 11 12 seperti ku loe om, hanya dia sepertinya berubah semenjak ada Fahad, kayaknya!"


" Masak??"


" Ih ngeyel, Dai seleranya lemah lembut om...!"


" Yuna juga lemah lembut...mau seperti itu??"


" Hahahahaha, iya juga...!"


" iya mending kayak gadis nakalku ini, apa adanya tidak dibuat-buat, ya manis, ya nakal, ya menyebalkan, ya menggemaskan!"


" masih daun muda pula, yakan om??"


" Nah itu dia, sini sayang peluk!"


menarik ke dalam pangkuan Kenzo.


" Om, sebentar lagi Abang Putra menikah, jadi setelah itu kita menikah kan??"


" Iyalah...apa mau di tunda lagi??"


" Tidaklah, enak saja om sudah mengambil dimuka, masak mau ditunda-tunda lagi sih!" Sansan cemberut


" Aku juga ingin segera memiliki anak, lihatlah teman-teman ku anaknya sudah sebesar kau, anakku tertinggal jauh sekali hahahaah"


Kenzo mengeratkan pelukannya pada Sansan.


" Ya om mah, jodohnya kan aku ya anaknya menunggu generasiku lah, anak kita akan seumuran dengan anak dari Fahad, julia, abang Putra hihihi!"


" Itu sebanding dengan cucuku kah??"


" Hahahahahahah benar, bisa jadi!"


" Oh God saat aku jalan dengan anakku apa itu dikira cucuku??"


" Tidaklah, om saja awet muda, dari ingatan masa kecilku sampai sekarang, om tidak berubah sama sekali!"


" aku kan Vampir!"


" Gigit aku om...!"


" Dasar ...oh ya nanti malam kita ke rumah bibi dan paman ya!"


" Siap om!"


" Anak-anak kita apa mau di bawa ke sini semua??"


" Kasihan mama dan papa jika semua di bawa ke sini, dan mereka juga tidak akan mau berpisah!"


" Nanti kita pikirkan solusinya lagi ya, sekarang aku sangat lapar, ayo kita keluar cari makan!"


" Oke, om... ajak Dai dan Kak Noah ya!"


" Oke!"


mereka segera turun lalu mengajak Dai dan juga Noah untu makan di luar.

__ADS_1


Lanjut besok ya say...


__ADS_2