
Di kediaman Tengah
" Ai, aku mau ke ruang bawah tanah dulu ya!"
" oke..."
Julius pun segera menuju ruang bawah tanah itu, di sana banyak beberapa orang yang di siksa tiada habisnya setiap hari.
tentu saja Yuna hanya satu dari salah satu orang jahat yang mendapatkan hukuman jalur mandiri.
" Oh kau sudah mendapatkan perawatan??"
" Tuan, ampuni saya, tolong jangan siksa saya lagi, saya mohon ampun..."
" tidakkah kau benar berpikir sebelumnya tentang kejahatanmu sebelumnya, kau akan mendapatkan balasannya, sekarang jika kau mau bekerja sama maka kau akan berhenti disiksa nanti..."
" benarkah tuan??"
" benar...kami akan berhenti menyiksamu, kau tahu jika kau itu terlibat dalam perdagangan manusia bukan??"
" apa??"
" kau masih pura-pura terkejut, kau ini jangan sekali-kali menjadi orang jahat jika kau ini bodoh, kau itu bodoh tahu..."
" Saya menyeslinya tuan..."
" berdiri..." pinta Julius.
Yuna pun yang baru merasa enakan, itu berdiri dengan kesulitan, belum benar - benat berdiri, Julius langsung menendang perut Yuna hingga dia terpental.
" agggghhhh, ampuuuuun ampuuuun...mohon ampun. uhuk uhuk..."
" Jika kau mengira seorang pria memukul wanita itu lemah, kau salah...kami tidak pernah membedakan gender seorang penjahat, apa kau mengerti sekarang??"
" uhuk uhuk ...maaaaaa...aaaff..."
" lihat ini banyak sekali laporan penculikan anak...banyak beredar isu bahwa penculikan anak ini sudah menyebar ke setiap kampung, ini akan digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memunculkan huru - hara, apa kau mengerti?"
" Maaf .."
" maaf? maaf kau bilang??,kau orang bodoh tidak memiliki otak, lihat priamu yang kau bantu, dia sudah menikah dengan perempuan bernama Gatik itu, sekarang kau menikmati kesengsaraanmu sendiri bukan??"
" aku ingin balas dendam..."
" sebelum kau balas dendam, aku akan memberimu tugas, beritahu padaku, siapa orang yang menadah anak-anak yang kau bawa??, siapa saja yang terlibat, dimana saja kalian bertransaksi, sekarang aku akan memberikan beberapa anak untuk kau setorkan pada penadahmu, ingat jangan pernah mengkhianatiku...jika kau berkhianat, aku tidak akan memberikanmu kesempatan balas dendam apa kau mengerti...?!!'
" Saya mengerti, tapi anda memberikan saya anak-anak , saya tidak bisa menjamin keselamatan mereka..."
" mereka mencari anak-anak maximal umur berapa??"
" 5 tahun sampai 16 tahun..."
" kalau begitu kau hanya tinggal meyetor saja seperti biasa, sisanya serahkan padaku..."
__ADS_1
" lalu bagaimana dengan Juno dan Tian, dia adalah orang yang memintaku membunuh kakak Fahad..."
" tenang saja, karna aku sudah ada maka, mereka juga tidak akan lama hidup tenang..."
" kalian menyiksa begini juga sangat kejam..."
" Ini baru jalur mandiri, belum jalur langit membalasmu,...ini juga balasan untuk ayah ibumu...kau anak yang kejam pada orang tua, untungnya ibumu sudah tahu bertobat..."
" bagaimana kabar ibuku??"
" apa kau masih anaknya??'
" aku tahu aku bodoh, sekarang aku menyesal..."
" Ibumu ada ditangan kami, kau tidak perlu khawatir, dia sudah hidup menderita dengan satu ginjalnya..."
"apa??"
" kau pura-pura terkejut??, bukankah kau menggadaikan sertifikat rumah ibumu ..."
" tapi itu juga untuk membantu ibuku keluar dari penjara"
" Aku bilang orang bodoh tetap saja bodoh .."
" sekarang berdiri, obati lukamu, dan minum ini!"
Yuna berdiri dan berjalan sempoyongan menerima obat dari Julius.
setelah meminum obat yang di berikan Julius , Kedua tangan Yuna di ikat dan i arak keluar dari ruang bawah tanah itu menuju kediaman tengah.
namun Aina sangat cuek melihatnya, dia mengingat bahwa Yuna adalah orang yang berniat mencelakai kakaknya dan menyakiti adiknya.
" Ya Tuhan...." Anna sangat terkejut.
" Tolong Anna kau dandani dia, dengan baik, rawat lukanya!"
Anna ragu dengan permintaan Julius.
" Yus, bagaimana bisa kau memintanya??" ujar Aina.
"lalu siapa?, masak aku yang menggantikan pakainya??!"
" Biar aku saja!!" ujar Anna.
" apa kau Yuna??"
" Ya..." jawab Yuna datar.
" ayo ikut aku ke kamar..."
Yuna pun mengikuti Anna berjalan memasuki kamar Fahad, yang dulu juga pernah dia tinggali bersama Fahad.
" Apa enak mengambil tempat orang lain??" ujar Yuna dengan pedenya.
__ADS_1
" mengambil tempat orang lain??" tanya Anna tak habis pikir.
"tentu saja, ini kan milikku, aku juga pernah tidur dengan Fahad di sini saat malam pertama, apa kau tidak malu??"
Plakkkkkkkk...
Anna menampar pipi Yuna sangat keras.
" Yang tidak tahu malu itu kamu, jika dari awal aku tahu kau bukan wanita baik-baik, aku akan merebut semua itu darimu sejak awal, aku akan merebut Fahad darimu, aku punya segalanya tapi aku sangat tahu merebut milik orang lain itu bukan hal baik, siapa yang tahu kau wanita yang tidak tahu bersyukur, aku hanya ingin melihat Fahad bahagia, hanya itu, lihat aku bisa memberikan dia anak dan sebuah keluarga yang hangat...dia sangat memanjakanku, memberikan semua kekayaannya padaku, tanpa takut aku mengurasnya sampai habis...kau hanya alat untuk orang lain saja bangga...tuluslah dalam menjalin hubungan, kau akan dihargai bukan di perbudak!!!"
" siap yang diperbudak??"
" tidak tahu siapa, tutup mulutmu, kau sangat bau busuk seperti hatimu, cepat mandi, setelah ini aku harus mengganti kamar mandiku dan juga lantai yang kau injak, kau tahu najisnya anjing saja bisa di bersihkan dengan tanah, najisnya hatimu mau dibersihkan dengan apa??"
Yuna sangat terkejut dengan ucapan Anna, yang dia pikir hanya anak lemah dan manja ternyata mulutnya lebih pedas dari sambal dan minyak gosok panas.
" sekarang kau diam tidak bisa berkata-kata?,kau kira aku lemah??, enak saja aku hanya lemah di hadapan suamiku kau tahu!!!"
Yuna tak bisa membalas perkataan Anna lagi, dia terdiam seakan mulutnya terkunci rapat .
Mereka tidak tahu di ambang pintu ada seseorang yang mengawasi mereka
" Pendosa ya pendosa saja, kenapa kau mengatakan aku merebut, kau yang tak pandai menjaganya, anggap saja mata suamiku saat itu rabun jadi melihatmu bak bidadari turun dari selokan!"
" mata siapa yang rabun sayang??"
Anna terkejut melihat Fahad, sudah ada di ambang pintu.
" Ah suamiku, apa kau tertinggal sesuatu??" dalam sekejab Anna sudah berubah menjadi ibu peri yang baik hati.
Anna datang memeluk suaminya dengan manja.
" kenapa kau membawa orang seperti ini masuk ke kamar kita, besok kita pindah di kamar tamu saja, biar ini untuk gudang...membuat orang jijik saja!!!"
" aku hanya membantunya berpakaian yang layak seperti yang diminta Iyus , maafkan aku suamiku..."
" tentu saja kau tidak salah, kau memang yang terbaik...biarkan mbak Zara mengurusnya,jangan kotori tanganmu dengan barang seperti dia..."
"Baik suamiku..."
" mbaaaaaakkk, mbaaaak Zara..."
" Saya di sini tuan...."
" mbak bersihkan dia, dan berikan pakaian baru, setelah itu berikan pada Julius...!!"
" Dan tolong minta orang untuk memindahkan barang ini ke kamar tamu, mulai sekarang kamarku biarkan jadi kamar tamu atau gudang saja mbak..."
" Siap tuan!!"
mbak Zahra menyeret Yunna dengan kasar kebelakang dan segera melakukan perintah Fahad.
Yuna benar -benar menyesali perbuatannya, andaikan dia tidak mengenal Robert, dan jatuh cinta pada Fahad dulu, mungkin dia akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia, seperti Anna, dia terlihat sangat cantik meski hanya memakai daster, tanpa make up, tapi dia sungguh cantik natural.
__ADS_1
Benar aku adalah orang bodoh...
dalam hati Yuna, air matanya pun menangis begitu deras.