GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
386. Niat hati


__ADS_3

Vevey pun bergegas ke dapur untuk memasak dan menyuruh anak-anak untuk segera makan.


setelah itu meminta mereka segera beristirahat.


" Aina, mama lama tidak tidur bersama Aina..."


" Ya, mama...mama kau terlihat sangat lelah, pasti sangat lelah mengurus kakak kan??" ujar Aina membelai wajah Vevey yang terlihat lelah.


"Mama tidak pernah lelah mengurus anak-anak mama sayang, hanya saja mama masih tidak bisa menerima semua ini???, kenapa??, kenapa?? apa kita ini orang yang jahat??, kenapa mereka sangat membenci kita?, apa Tuhan sedang menghukum kita??, tapi apa yang kita lakukan??"


" jangan bicara seperti itu ma, kita memang harus menerimanya...dan tetap menjalaninya setulus hati, mama pernah bilang, bahwa hidup yang mulus itu tidak pernah ada, semua pasti akan menemukan lubang, tikungan, bahkan jurang, terkadang kita harus jalan memutar, terkadang juga harus putar balik karena jalan buntu...bukan begitu ma??"


" Aina, kau sudah dewasa sayang, ingatlah kau ini anak mama...anak mama, meski kau tidak terlahir dari rahim mama, mama sangat mencintai Aina, ..."


" Aina ,tahu Aina sangat beruntung di rawat oleh papa dan mama, Aina sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga ini..."


" syukurlah, Aina...apa kau sungguh menyukai Julius???, apa kau sudah matang memikirkannya untuk hidup dengan Iyus??"


" Ma...Aina mencintainya..."


"Sebenarnya, paman itu bukannya melarang, hanya saja , kalian itu tumbuh bersama, dan masih muda, takutnya paman adalah kalian salah memahami rasa yang tumbuh di antara kalian, dia takut Julius meninggalkanmu..."


" Apa begitu ma??"


" Anakku, kau itu mudah di gertak, paman takut kau akan ditindas oleh Julius, dia juga sangat menyayangimu sayang...dia hanya tidak ingin kau dilukai oleh putranya..."


" Iya ma...Aina tahu, tapi Aina yakin jika ini bukan salah paham,..."


" Baiklah jika kau yakin seperti itu..."


" iya ma..."


Vevey memeluk putrinya yang kini sudah tumbuh besar.


sementara di kamar yang ditempati Fanan dan juga Julius.


" Abang, kau mirip dengan om Hiro..."


" berbeda..."


" Dulu Tante juga mengalami depresi berat karena kehilangan om Jovan juga om Bram, dan saat itu saudaraku juga hilang, Tante benar - benar hampir kehilangan kendali dirinya, om Hiro datang dan slalu menemani Tante sampai tante pulih, lalu mereka ke sana kemari bersama, tapi om Hiro masih rapat menyembunyikan perasaannya sampai anak - anak tante menyatukan keduanya..."


" oh ya, ?? aku baru mendengarnya ..."


" ehmm, dia jatuh cinta pandangan pertama pada tanteku, hahahahaha ...setelah di dekati Tante adalah istri dengan 3 orang anak...."


" oh ya??, lalu masih berhubungan baik ya??"


" Ya, tanteku adalah cinta pertamanya...!"


" Wah...cerita om hiro sangat menginspirasi "


" aku tahu abang, juga jatuh cinta pada pandangan pertama kan sama Cindy??"


" iya ...banyak sekali wanita cantik datang pada abang tapi tidak semenarik Cindy..."


" Cindy dan Martin tumbuh bersama... setelah om Jovan tiada, Martin benar - benar menjadi perisai untuk Cindy mereka tak terpisahkan sampai semuanya terungkap...ya selanjutnya abang sudah tahu .."


" ya aku tahu ..."

__ADS_1


" abang kau serius mau menikahi Cindy yang begini??"


" sebenarnya aku ingin mengatakan. hal itu pada tante dan om mu tapi tidak berani apalagi aku sekarang menganggur..."


" Abang menganggur tapi rekening masih penuh ...!"


" hahahaah, kau juga harus begitu...jangan boros, miliki beberapa saham , aku melakukan ini untuk masa tuaku...tunjangan pensiun itu tidak seberapa, apalagi aku pensiun dini..."


" Ya , aku akan belajar dari abang..."


" kau mau menikahi Aina??"


" Ya abang, tapi sepertinya tidak akan mudah, daddy ku sangat keras..."


" Aku akan menyemangatimu..."


" Abang, kau tahu...jika Fahad sudah berganti istri dan punya anak...??"


" aku tahu...dia nakal rupanya..."


" nakalnya menguntungkan sekali, aku juga heran kenapa Fahad suka dengan Yuna, padahal juga tidak cantik...dia dapat istri ini, aku terkejut levelnya naik berapa kali lipat...sebagai seorang pria aku mengakui kecantikan istri Fahad yang ini ..."


" Oh ya??, Ini jika disandingkan dengan kakak iparmu dan saudara perempuanmu tidak kebanting sama sekali, tapi Yus...cantik itu bonus yang terpenting dia memiliki hati yang baik..."


" ya tetap saja cinta itu dari mata turun ke hati bang...abang lihat Cindy juga pasti karena dia cantik kan??"


" Bisa iya, bisa tidak...Aina juga cantik wajahnya berbeda sendiri dia, wajah barat..."


" Benar matanya sangat indah berwarna biru...aku sangat menyukai mata Aina..."


" Ya...jaga dengan baik...dia tipe semua pria ... karena sangat polos dan baik hati..."


" Apa abang tertarik dengan kekasihku??"


" Ya kalau sampai jadi level abang, aku tidak akan sungkan menghajarmu bang..."


" hahahahah, kau ini masih tidak berubah...ayo istirahat...aku cukup lelah..."


" iya bang, tapi bang..."


" Apa lagi Yus??"


" terimakasih karena mau menerima saudaraku dengan tulus..."


" Ya, itu salah hatiku, kenapa hanya mentok pada Cindy...hehehe..."


" Aku sangat lega, dan aku merasa Cindy adalah wanita yang paling beruntung..."


" Akulah yang beruntung Yus...aku sangat beruntung jika bisa menikahinya..."


" wow...aku tak bisa berkata-kata bang.."


" Kalau tak bisa berkata-kata, makanya diam dan tidur..."


" iya iya ..." Julius pun segera memejamkan matanya dan segera terlelap, kini hatinya mulai terasa tenang karena kakak senior yang slalu di pujannya itu memang tidak pernah mengecewakannya.


Keesokan paginya...


" ma...apa kakak Cindy sudah bangun??"

__ADS_1


" kakakmu bangun pasti di atas jam 10 Aina, kau bisa mandi dan sarapan lebih dulu..."


"apa Iyus sudah bangun ma??"


" belum kau bisa bangunkan untuk sarapan..."


" tapi apa bang Fannan di kamar??"


"Dia pasti lari pagi..."


" Oh aku akan banguni Iyus ma..."


" iya sayang ..."


Aina mengetuk pintu, karena tidak ada jawaban dia segera masuk, ternyata Iyus masih di alam mimpi.


" Iyus...iyuz...bangun... ayo mandi sarapan..."


Aina mengoyak tubuh Iyus perlahan, padahal dulu Iyus masih kurus tidak terlalu kekar, sekarang tubuh kekasihnya itu sudah banyak perubahan, dadanya semakin bidang, tubuhnya lebih berisi dan sangat kekar, sampai Aina lupa tujuannya membangunkan Iyus, dia malah menikmati pemandangan yang menurutnya indah itu di depan mata.


" sayang, kau ternyata memiliki sisi cabul" ujar Julius yang sudah bangun namun Aina tak menyadarinya Karna malah gagal fokus dengan tubuh Julius.


" Siapa yang cabul, karena sudah bangun ayo sarapan..."


Aina pun bangkit ingin segera keluar karena malu ketahuan basah oleh Julius sudah memandanginya begitu intens.


Iyus menarik tangan Aina hingga jatuh di atas tubuh kekar Julius.


" tenang saja saya, kau tidak hanya di perbolehkan melihatnya kau juga bisa melakukan apa saja pada tubuhku hehehehe..."


" ih....kau sangat genit,..." mencoba melepaskan diri namun Julius semakin erat memeluknya.


Ceklek...


" Oh maaf, sepertinya aku datang disaat yang tepat...!"


" oh tidak abang, ini tidak seperti yang anda lihat..."


Aina berusaha menjelaskan.


" Abang, dari mana??" tanya Iyus santai, yang masih memeluk Aina dengan erat.


" Lari pagi Yus...aku mau ambil baju ganti sebentar ya, nanti kalian bisa lanjut lagi ..." Fanan berjalan santai ke arah lemari untuk mengambil pakaian ganti.


" Lepaskan, lepaskan..." Aina meronta sekuat tenaga karena dia sangat malu dengan Fannan.


Julius mengambil kecupan pada bibir Aina dan melepaskan, Aina segera berlari keluar dengan wajah memerah.


" hahahahaha, Dia lucu sekali kan bang???"


ujar Julius.


" kau sangat keterlaluan Yus, dia pasti sangat malu..."


" Dia sangat manis saat malu-malu..."


" Yah, aku sangat iri dengan anak-anak muda sekarang sangat terang-terangan..."


" Hehehe, sat set lah bang..."

__ADS_1


" sayang aku tidak seberani dirimu soal cinta, ayo bangun bersihkan tempat tidur dan sarapan Nyonya Vevey sudah menyiapkan sarapan"


" Ya bang..." Julius segera bangun merapikan tempat tidur ,segera mandi dan sarapan.


__ADS_2