GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
115. anak Kuat


__ADS_3

setelah sampai Tasya segera meminta izin pada Sasha menginap di tempat Cindy.


" Bibi kemana?"


" Sibuk dia mengurus bisnis bundamu kan?"


" Oh ya??"


" Segera pulang, dan urus bisnis bundamu!"


" Aku tidak tertarik kak!"


" Kenapa tidak tertarik, kau satu-satunya pewaris di keluarga mu!"


" Nanti pasti ada waris yang lain, Sansan akan memegang Black Dragon suatu saat nanti!"


" Baiklah, jika keputusanmu seperti itu, itu juga lebih baik, memangnya kau setuju bundamu menikah lagi?"


" seperti halnya kakak menyetujui bibi menikah lagi dengan paman Hiro!"


" Ya, ...aku sangat kasihan pada ibu kita, meski mamaku bukan mama kandungku,tapi aku menyayanginya lebih dari diriku sendiri!"


" Bibi sangat baik, Bibi na juga baik, sebaiknya bunda memilih Om Chiko sih dari pada om Kenzo!" Tasya bermaksud mencari dukungan kuat.


" Benar,aku lebih setuju itu...om Kenzo sangat pasif dia seperti pasrah pada keadaan, namun om Chiko dia lebih banyak berupaya, sebenarnya aku sih yang meminta untuknya berpura-pura menjadi ayahmu!"


" Oh benarkah begitu?, kakak Cindy terbaik!" Tasya sangat senang mendengarnya.


" Ya, kau tahu istri om Kenzo?, kami tidak menyukainya!"


" Bagus, jika kakak tidak menyukainya aku juga tidak,kalau begitu tolong Kak Cindy bantu om Chiko ya, bujuklah bibi dan paman untuk mendukung om Chiko menjadi ayahku!"


" Iya, kami juga lebih pro pada om Chiko sih!, tapi kenapa kau memilih om Chiko dari pada om Kenzo, sejak kecil kau sangat lengket padanya bukan?"


" Heheheh, ya kan alasan kita sama, lebih aman pada om Chiko dari pada om Kenzo, istrinya ribet bukan?"


" Banget, eh...kok kamu udah gak cadel lagi sih?"


" hahahaha, aku belajar sangat keras untuk bisa mengatakan Rrrrrrrr!"


" Adikku memang hebat!"


" Kakak, apa kakak sangat kecewa pada Martin?"


" Panggillah dia abang, dia lebih tua darimu bukan?"


" Oh ya! ,apa kakak akan mengampuni dia??'


" Hmmmm, mau bagaimana lagi Sansan jika aku tidak mengampuninya, sedangkan Tuhanku maha pengampun, aku malu pada Tuhan jika tidak bisa memaafkan!"


" Kakak meski sangat cutek tapi sangat baik ya!'


"hahahaha, baik dari mana, sampai sekarang aku masih mencoba belum sepenuhnya Sansan, ...tapi mama sudah memaafkannya!'


" aku tidak bisa memaafkannya apalagi adik - adiknya!"


" Ya, maaf sih di maafkan ya, tapi hukum tetap harus berjalan, dan mungkin aku tidak akan menemui mereka lagi!"

__ADS_1


" Kakak membencinya?"


" Tidak bisa dikatakan benci , ini demi kedamaian hati dan pikiran kami saja!"


" Kakak, memaafkan, tapi aku tidak!"


" Semua itu juga terserah padamu Sansan, namun bukankah tempatnya manusia itu adalah kesalahan, kakak tidak akan menghalangimu jika kau ingin membalas, balaslah tapi jangan mendendam, dendam tidak akan membuat hidup kita tenang !"


" Ya, tentu saja aku akan membalasnya!"


" Kau itu sama dengan ayahmu, tapi kakak hanya meminta satu hal saja padamu boleh?"


" Apa itu kak?"


" Jagalah dirimu dengan baik, jangan sampai terluka, melihatmu baik-baik saja kakak sangat bahagia dan lega, hanya itu karena kakak sangat menyayangi mu seperti halnya kakak menyayangi Aina dan Fahad!"


" kakak aku sayang padamu,kakak ayo masakan sesuatu untukku!"


" Sudah sangat malam, apa kau masih mau makan?"


" Tentu saja!"


" Kau dan tante sama saja ya jika belum makan malam pasti belum bisa tidur!'


" Hanya di sini saja, saat aku tidak di sini, aku menahannya heheh aku mau telur tomato!"


" hehehehe okey, ayo bantu kakak masak!" menarik Tasya ke dapur.


" Kakak, jangan...!"


" Jika aku membantumu maka tidak akan baik!'


" Apa kau tidak bisa masak?"


" Hehe tidak ...jangankan masak aku bahkan tidak tahu cara menyalakan kompor!"


" Heiii serius?, Tante Sasha sangat pandai memasak, kau ini bercanda!"


" Ya, aku serius bercanda...hehehe!'


" dasar anak nakal,jika kau benar tidak bisa memasak, maka kau dengan mama Vevey satu paket, semoga kau mendapatkan suami yang pandai memasak, agar kau tidak kelaparan!"


"sekarang banyak layanan delivery kak,Sansan sangat malas dengan urusan dapur saja!"


" Oh, tidak begitu Sansan ... kau harus terbiasa di dapur, ...!"


" ya nanti saja!...Lalu apa paman Hirosan bisa memasak?"


" Hmmm...ya lumayan sih ...!"


" Oh, bibi sangat beruntung...tapi apa sekarang bibi masih tidak bisa memasak?"


" Ya, sepertinya kekurangan mamahku, ya hanya dalam perdapuran Sansan, untuk urusan lain itu dia sangat sempurna!"


" Bibi memang panutan Sansan!"


" hahaha, dasar anak nakal, cepatlah selesaikan urusanmu dan mari kita berkumpul lagi!"

__ADS_1


" Ya kakak,...!"


" Selama ini kau hidup bagaimana Sansan, apa kau menderita?'


" Ya, aku sangat menderita karena keluarga yang menampungku orang yang memiliki banyak hutang, kami sehari makan sekali, Sansan juga tidak sekolah!"


" sungguh, kau tidak hilang ingatan kenapa tidak kembali?"


" Aku mencoba lari dari kenyataan kakak, jika aku pulang ayahku tidak pulang, ibuku juga belum sadarkan diri selama itu, lalu bagaimana aku menanggung kesedihanku!, aku mengatakan pada diriku bahwa aku anak yang sangat nakal, sehingga aku kabur dari rumah, aku masih menganggap ayahku masih hidup, bundaku sehat, mereka akan baik - baik jika aku tidak kembali pulang!"


" Oh adikku yang malang seharusnya kita menanggung kesedihan kita bersama, dan kau malah menanggungnya sendiri diluar sana!"


memeluk Sansan.


" Semua sudah berlalu kakak, saat tahun ke 7 kepergian ayah aku memberanikan diri berziarah ke makam ayah dan menerima semua kenyataan yang ada!"


" Memang butuh waktu yang cukup lama untuk menerimanya!"


" Kakak, ...!"


" Ya??"


" Bau apa ini??"


" Oh astaga telur telurnya gosong!" Cindy segera berlari dan segera mematikan kompornya.


" Ah ... sepertinya itu tidak bisa dimakan!"


" Huftttt ...aku sangat ceroboh, okey tenang Sansan kakak akan memasaknmu lagi dengan bahan baru!"


" Nona bau apa ini sampai kecium ke kamar belakang!'


" Ya, mbak Zara tadi kami keasikan ngobrol lupalah kalau goreng telur!'


" Aduh, nona...kalau begitu mbak aja yang masak!"


' Jangan mbak biar kak Cindy saja ya!" pinta Tasya.


" Oh, tapi non...!'


" iya mbak, Cindy aja...mbak istirahat aja ya!'


" Ya udah kalau gitu non, mbak kebelakang lagi!"


' Ya mbak hati-hati!" Sahut Tasya.


" Tunggu 5 menit lagi ya??" Cindy segera membuatkan telur tomato special untuk Sansannya.


" Selesai...ambillah nasi dulu Sansan!" Sansan segera mengambil piring dan Nasi kemudian menghampiri Cindy untuk meminta telor tomato favoritnya.


" Makanlah yang banyak...!"


Sansan segera duduk di meja makan, Cindy menemani di samping Sansan dan memperhatikan Sansan yang makan dengan sangat lahap, seperti orang yang kelaparan.


Syukurlah dia sangat baik sekarang, Tuhan maha baik, karena menjagamu dengan baik sampai sekarang, kita harus tumbuh menjadi anak yang kuat Sansan, menjadi orang hebat itu memang jalannya tidak mudah


dalam hati Cindy .

__ADS_1


__ADS_2