GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
288. Teman


__ADS_3

" Yud nanti jangan lupa kirim Videonya pas kamu cabut pohon ubi ya!"


" Ha??, harus di video juga Tuan??"


" Iya, nyonyamu ini yang minta, jangan lama-lama!"


" Tapi perjalanannya 2 jam tuan pp jadi 4 jam loe!"


" nggak papa yang penting keturutan Yud!"


" Baik tuan!"


segera mematikan telepon nya.


" Kenapa lagi??"


" Minta suruh videoin Had, nanti ya pas aku cabut ubinya!" dengan wajah datar.


" Pfffffffffffttttttttt!"


Akhirnya mereka sampai ke kebun itu pukul 2.30 pagi .


" yang mana ??"


" Aku juga nggak ngerti loe Had!"


" Mana nggak ada orang lagi Yud!"


" Ya udah kita coba ketok pintu rumah warga!"


" Gila, jam berapa ??, nggak sopan banget!, aku sebelum jam 6 pagi harus udah balik ke kota loe!"


" Sama Had, kan aku handle kerjaan nyonya!"


" Gini aja Yud, loe cari kayak apa itu pohon ubbi, cabutlah satu, aku videoin, terus bawa pulang ,nanti aku minta Julia buat bilang sama yang punya, nanti aku yang bayar!"


" oke!"


Yuda pun segera turun ke kebun, mencari di mana umbi-umbian itu .


setelah tanya mbah google, Yuda pun menemukan tanaman ubi itu,


" Had, ayo Video...!"


" Oke...!" Fahad segera mengabadikan kelakuan Yuda yang sedang mencuri ketela pohon.


entah kenapa Fahad juga mau, mau saja ambil andil dalam hal gila ini, padahal Fahad tidak kenal, ibu hamil yang ngidam, aneh-aneh ini


" Mantap, ayo langsung pulang!"


karena waktu mereka di buru mereka pun segera kembali, setelah Fahad mengirim Video pada Yuda, Yuda pun segera mengirim pada Martin.


" Tuan, ini saya sudah dapat Ubi ungunya!"


sambil melampirkan videonya.


" Ok, akan ku tunjukan pada nyonyamu Videonya!"


" hah, akhirnya misiku selesai, makasih Had, semoga istrimu tidak ngidam yang aneh-aneh!" ujar Yuda.


" Ehmmm, kok aku jadi juga pingin segera punya, anak... barang kali setelah punya anak keluargaku lebih peduli lagi pada istriku!"


" eh, kau tidak direstui??"


" Bukan, hanya saja seperti keluarga ku tidak suka pada istriku Yud!"


" Masak??"


" Iya, mama adalah orang yang sangat baik dan lembut, aku juga tidak menyangka jika mamaku sangat cuek pada istriku, atau karena aku menghentikan karirku, dan memilih menikahi istriku!"


" kalau mamamu orang baik, berarti dia punya alasan kuat dong, untuk tidak menyukai istrimu!"


" aku tidak tahu Yud, awalnya aku pikir mamaku itu berusaha untuk mendidikku untuk mandiri, dan bertanggung jawab, tapi lama-lama kesini, mama seakan tak mengaggap kami ada!"


Yuda diam berpikir,


" Had, mau aku bantu cari tahu??"


" Cari tahu apa??"

__ADS_1


" apa yang membuat mamamu tidak menyukai istrimu!"


" Apa aku harus mencari tahunya??'


" Tentu saja, kau tidak bisa membiarkan ada kesalah pahaman di antara istrimu dan mamamu!"


" Eh, benar juga ya... kalau begitu tolong bantu cari tahu Yud, eh emang kau-..."


" Jangan meremehkan aku Had, meski aku putus sekolah, aku juga bukan orang bodoh!"


" Okelah, berapa aku membayarmu??"


" tidak Had, aku ikhlas...selama ini aku tidak memiliki teman, meski kita baru pertama bertemu, tapi kau tidak memandang remeh padaku, padahal kau itu orang terpandang bukan?, kau adik nyonya Cindy, yang begitu hebat!"


" aku hanya adiknya aku tidak sehebat dirinya!"


" Ya tetap saja, kau bukan orang yang berasal dari level rendah seperti ku!"


" jangan suka merendahkan diri Yud, kita semua sama saja kok, mau kayak miskin, orang tuaku tidak pernah mengajarkan ku untuk memandang rendah pada orang lain!"


" Bagus itu, sangat keren...jadi kau adalah teman pertamaku Had!"


" Oh ya??, aku senang kau menganggapku teman!"


Yuda pun manggut - manggut senang.


" ini mau di antar kemana Yud??" tanya Fahad


" bentar aku telpon dulu ya!"


"oke!"


Yuda segera menghubungi Martin.


" Apa Yud ini jam berapa?, kamu kok telepon tengah malam begini!"


" Lah tuan...!"


" Lah apa?, kenapa sih?"


" Ini saya mau sampai kota, ubinya mau di anter di apartemen atau di mana Tuan??"


" ubi??"


" Oh astaga lupa Yud...nyonyamu nggak jadi pingin ubi tadi, katanya, bawa aja ke resto terserah mau di apain ya!, makasih Loe Yud! bye!"


tutttt tuttttt tuuuuuuttt...


Wajah Yuda tiba-tiba ternganga,


" Kenapa lagi Yud??"


" Sungguh bayik luknut!" ujar Yuda kesal.


" hei, kau tidak boleh mengutuk anak orang!"


" Tadi pas berangkat, kau juga mengutuknya!"


" emang kenapa sih??"


" Dia nggak jadi ngidam ubi lagi!"


" WTF!!!, ih dia anak setan dari kubu mana sih??, masih bentuk embrio aja udah banyak bikin orang kesel!"


" eh dia udah 3 bulan udah bentuk janin loe...!"


" ya baru di perut aja udah banyak tingkah!"


" Ya udah Had, anter aku ke resto lagi yaz masih ada 2 jam buat tidur!"


" Oke, Yud, kau bisa masakin makanan yang kamu buatin buat aku nggak, tolong kirim pake kurir nanti alamatnya aku kirim deh!"


" Bisa had, kirim alamatnya, mau itu aja atau tambah yang lain??"


" Ya makanan yang enak aja deh.... yang banyak sekalian buat makan siang dan malam!"


" Bisa, nanti aku masakin...!"


" Makasih Yud!"

__ADS_1


" Yoi....!"


Fahad pun segera mengantar Yuda di resto dan langsung kembali ke Mansion Alexcey.


setelah sampai Fahad segera mandi dan siap-siap membangunkan nonanya.


Fahad tidak tidur karena takut bangun kesiangan.


pukul 6 pagi paket go food pun tiba,


sepertinya Fahad mulai sekarang tidak perlu memasak, karena masakan Yuda di rasa sangat cocok di lidah nonanya, jadi pekerjaannya tidak terlalu berat.


Fahad menata semua makanan untuk sarapan dan menyimpan makanan untuk makan siang dan malam di lemari penghangat.


lalu segera membangunkan Diana untuk siap-siap ujian .


Ya Diana juga sedang ujian sekolah.


" Nona, saatnya sarapan!"


Diana ternyata sudah siap, terlihat Diana kurang tidur karna terlihat begitu kurang segar.


" nona apa anda belajar sampai larut malam??"


" Ha??, ya...!"


" Nona jangan terlalu keras belajar, harus istirahat juga!"


" Ehmmm ya aku terlalu bersemangat sampai tidak tahu fajar sudah muncul!"


" Lain kali tolong tidak begitu keras pada diri anda nona, ayo sarapan!"


Fahad tidak tahu jika Diana menunggunya sampai Fahad pulang karna khawatir, biasanya pulang jam 12, tapi Fajar Fahad baru tiba.


" ehmmm, wah ini berbeda dari biasanya!"


" Ya nona biar nona semangat lagi dalam ujian!"


" Makasih Fahad, kau yang Terbaik!"


Fahad tersenyum,


" Nona, setelah lulus nona mau lanjut kemana??"


" Aku??, aku ingin menjadi guru Paud saja atau guru TK, atau aku ingin mengabdi di sebuah panti asuhan saja, aku ingin bersosialisasi dengan anak-anak setiap harinya, aku sangat menyukai anak-anak!"


" saya akan mendukungmu nona...!"


" Ehmm, oh Ya Had... akhir - akhir ini ayah sulit dihubungi, apa ayah ada menghubungimu??"


" 3 hari lalu nona, tuan menitipkan uang pada saya, itu untuk nona, karena tuan ada tugas dadakan!"


" Kenapa tidak di transfer ke Diana langsung Had??"


" Nanti kalau nona sudah lulus, tuan meminta saya mentransfer semuanya pada anda!"


" Oh gitu!"


" Iya, apa uang nona habis??"


"masih Had!"


" Tuan juga membayar gajiku enam bulan, ke depan, jadi aku bisa lunasi hutang saya nona ke anda!" ujar Fahad.


" tidak Fahad, simpan saja dulu, barang kali nanti ada perlu!"


" Tidak kok nona, sebenarnya kemarin-kemarin mau langsung aku Tf tapi belum ada kesempatan bicara dengan nona, sekarang aku tf aja ya, jadi hutang Fahad lunas, Fahad sangat berterima kasih pada nonaku yang sangat baik hati!"


" Baiklah jika kau memang itu maumu, sama-sama Fahad!"


Fahad segera mentransfer sisa hutangnya pada Diana, dia akhirnya lega, dia sudah tidak punya hutang pada Diana.


jadi sekarang dia akan mencoba mengajukan cicilan ke bank untuk membeli rumah impian istri tercinta.


~Author~


Ehmmm mau di Crazy up nggak


rajin-rajin Like ya sayang, dan tinggalkan komentarnya...meskipun tidak di balas author, bukannya sombong tapi memang kebiasaan ngeread doang author kalian ini.

__ADS_1


tapi jujurly author semangat dengan adanya komentar positif dari kalian loe


😘


__ADS_2