
Di negara F.
" Dans, beritakan pada semua orang jika aku menceraikan Ratuku dan memulangkannya..."
" tapi tuan??"
" aku tidak bisa berbohong terus..."
" Baiklah!"
Dans pun memberikan perintah untuk menyebarkan hal itu ke seluruh rakyatnya.
banyak yang menyayangkan hal itu, karna mereka tahunya sang ratu adalah Tasya, yang sudah menyejahterakan rakyatnya, namun itu sudah keputusan raja , Rakyat tak bisa berbuat apa-apa.
berbeda di dalam istana dalam yang cukup tahu keadaan yang sebenarnya.
kabar itu sampai di telinga Fahad dan juga Julia.
" Nona...raja sudah menyerah padamu..." ujar Yuzan.
" Syukurlah..." Julia merasa sangat lega
Dan kabar itu juga terdengar sampai pada putri Alena, dengan buru-buru Alena menemui sang Raja .
" Yang Mulia...apa yang terjadi???"
" Kakak... bisakah kau memanggilku dengan sebutan kecilku??"
" Al ... apa yang terjadi??"
Alfred memeluk kakak perempuan satu-satunya yang dia miliki sekarang.
" Al baik-baik saja kak ... rasanya Al ingin kembali di masa kita suka berlari-larian bersama..."
" Ya...mana bisa,...apa kau sudah menyerah??"
" menyerah saja, ..."
" Apa kau ingin kakak carikan seorang selir??"
" terserah kakak, ..."
" Baiklah, aku akan mencari beberapa kandidat untukmu..."
" tetap jadikan dia selir paling rendah kak..."
" kenapa??"
" Tak apa, seperti itu saja..."
" tapi kau harus memiliki keturunan Al..."
" Kak, ... pelan-pelan saja ..."
" Baiklah...."
Hah ...aku sepertinya harus menemui Tasya untuk mencarikan Al ini selir ...aku bahkan tidak tahu selera adikku ini...
dalam hati Alena.
" Kau istirahatlah dengan baik Al...aku pergi dulu..."
" Ya kak..."
setelah berbicara dengan Al, Alena memerintahkan bawahannya untuk mengatur penerbangan ke negara Tasya.
dan jauh-jauh hari Alena sudah berkabar terlebih dahulu dengan Tasya.
" Aduh, kakak Alena...lama tak berjumpa..."
" Tasya, aduh...kok kau makin padat uhunmmm"
" Kak aku menyusui sekarang..."
" oh kau sudah memiliki anak??, aduh aku tidak tahu dan belum membawa hadiah untuk anakmu..."
" bukan aku belum mengandung dan melahirkan, aku melakukan Induksi Laktasi untuk menyusui keponkanku..."
" ah.... pengorbananmu cukup besar untuk saudaramu, kau memang anak yang baik Tasya..."
"kakak bisa aja...oh kak ..apa yang membawamu kesini??"
__ADS_1
" Tentang Alfred Sya kakak sedih "
" ada apa dengan Raja??"
" dia mengumumkan perceraian dengan Ratu dan memulangkannya ,Julia menolak Alfred "
" Julia memang sulit kak, ...lalu bagaimana Rakyat menanggapi perihal itu, pasti mereka takut Raja mrmberikan peraturan anehnya lagi..."
" Ya begitulah, rakyat sangat khawatir...apalagi Raja juga belum memiliki keturunan, dia memintaku mencarikan selir, tapi gelar terendah..."
" apa pikirannya, sudah terbuka??"
" aku juga tidak tahu Sya..."
" jadi kakak ke sini meminta pertimbangan Tasya dalam hal pemilihan Selir untuk Yang Mulia???"
"Aku tidak tahu selera adikku , bagaimana aku mencarikan dia wanita yang baik dan sabar??"
" Aku juga tidak tahu kak....dan tidak yakin..."
" Haduh...gimana Sya kakak sangat khawatir tentang Alfred..."
" kakak kalau mencari keturunan saja, Alfred bisa meminjam rahim kan, untuk melahirkan seorang anak...tapi kalau pendamping, aku tidak bisa membantu memilihkan, karena itu menyangkut masa depan orang lain..."
" Nanti aku akan bicarakan masalah itu pada Al, tapi memiliki ibu pengganti itu juga tidak bisa sembarangan kan Sya..."
" benar, aku akan membantu memeriksa kesehatan tubuh calon ibu, untuk anak Alfred..."
" Ya aku akan bicarakan itu dulu pada Al, kalau dia mau, aku akan menghubungimu"
" iya kak, sebaiknya begitu saja... karena jika memilih selir, belum tentu Al mau memperhatikannya..."
" Dia bilang tidak mau jatuh cinta lagi ,dia kalau sudah bilang seperti itu, tidak akan berubah pikiran!"
"Begitu saja dulu kak, ..."
" mungkin nanti masalahnya dengan para pejabat,..."
" Ya, ...mau bagaimana??, mereka mendesak raja untuk memiliki anak, ya terserah raja mau memiliki anak dengan cara seperti apa yang terpenting itu darah daging raja"
" Ya begitu sajalah..."
" Ehm, aku sangat lelah memikirkan Al itu..."
" Benar Sya.... barang kali nanti Al juga mau menerima ibunya..."
" Ya kak, semoga raja bisa menemukan wanita yang dicintainya..."
" ya kak,,, kak... ayo ikut ke rumahku..."
" Sya, tidak untuk sekarang...kakak harus kembali, aku tidak bisa meninggalkan Negaraku terlalu lama....tanpa bersama suamiku"
" benar juga..."
" Aku langsung kembali Sya, nanti aku akan menghubungimu jika Al mau dengan ide itu.."
" Kakak makan dulu lah..."
"hehehe, tidak Sya...maaf ya... karena buru-buru hehehe..."
" oke, lain kali tidak boleh seperti ini kak..."
" iya iya...aku kembali ya Sya..."
" Hati-hati kak...."
Alena pun segera kembali ke negaranya, dan Tasya juga kembali ke rumah.
" Kak Zurra bisakah kakak membelikan Tasya Cilok di dekat taman sana??"
" Cilok???"
" Iyaa Cilok..."
" Aku mauuuuu" Sahut Anna yang keluar dari kamar.
" Anna, anak-anak masih tidur??"
" Iya tante, tante aku juga mau Cilok..."
" kai juga suka cilok??"
__ADS_1
" Sukalah, sudah lama sekali aku tidak makan Cilok, di Roma tidak ada cilok,,,"
" kau ini, mana ada cilok di roma Anna...kecuali kau yang dagang di sana"
" pufffffft, kemarin waktu Fahad ada, aku tidak dibolehkan makan begituan..."
" kenapa , tidak asa gizinya katanya!"
" Kak, tolong belikan ini ya uangnya, nggak usah pakai saos ya pakai saos di rumah aja.."
" Apa lagi nyonya...??"
" sama belikan es boba , Anna kau mau juga??"
" mau..."
" Tuh mau ,rasa apa??"
" strawberry aja..."
" Aku chocolatte...kak Zura juga beli lah ya..."
"Baik nyonya apa ada lagi..."
" Tidak itu ajalah...yang banyak ciloknya, nanti kita makan bareng - bareng..."
" Baik" Zurra pun segera pergi membelikan pesanan Tasya.
" Wah akhirnya dia pergi" Tasya bernafas lega.
" kakak, kau ini...kenapa tidak di suru beli yang lain lagi??, biar lebih lama kakak bebas..."
" itu dia beli di taman sana, langgananku dia tahu...aku mandi dulu Anna..."
" Hahaha, ya kak..."
Tasya pun menikmati waktu berendamnya , karena Tasya suka berendam, agak lama, untuk membuat tubuhnya rileks dan harum sepanjang hari, agar Kenzo slalu menempel padanya, jika Zura ada baru 5 menit pintu sudah di gedor-gedor.
Tasya harus merawat tubuhnya dengan baik ,agar si om, slalu klepek-klepek padanya dan tidak akan pernah berpikir untuk berpaling darinya.
Karna bundanya juga seperti itu, pandai merawat dirinya dengan baik, Tasya pun mengikuti jejak sang bunda, agar suaminya tidak macam-macam di luar.
tok tok tok...
Tasya terbangun,
kak Zurra sudah kembali??
menyebalkan...dalam hati Tasya.
" Iya kak aku sudah selesai issss...kok kakak cepat sekali??"
Tasya segera melilitkan handuknya dan membuka pintu dan sudah memasang wajah marahnya.
Baru membuka pintu, Tasya sudah di tarik dan langsung dicium bibirnya.
ternyata itu suaminya, ...
" Hmmm wangi...wangi..." Kenzo mendorong istrinya ke ranjang .
" Om..."
" Sayang aku tidak konsentrasi
saat bekerja, aku pulang untuk mengobati rinduku... setelah itu aku akan kembali bekerja"
" tututu ...tunggu .aaahhhhh"
Tasya tidak bisa menghentikan suaminya...
satu jam kemudian, Kenzo sudah merasa lega dan puas dia pun membersihkan tubuhnya dan bersiap kembali bekerja.
Kenzo mencium kening istrinya yang tertidur karena kelelahan melayaninya.
" Aku berangkat sayang, terimakasih..
" Kenzo pun segera kembali bekerja.
ternyata Zurra sudah berdiri didepan pintu membawa beberapa kantung makanan.
" tuan..."
__ADS_1
" Simpan makanannya, jangan ganggu nyonyamu istirahat..."
" Baik!" Kenzo pun segera pergi, Zurra membawa jajanan nyonyanya ke dapur dan meminta mbak Zara menyimpannya, dan Zurra kembali berjaga di sisi Tasya, tanpa membuat Suara agar Tasya tidak terganggu.