
Saat menyusuri jalanan, yang sangat ramai Tasya melihat di mana ibu dan anak sedang berebut perhatian ayah dengan anaknya.
" Tidak, ini tempat mama...harus dekat dengan papa!"
" tidak tidak aku ingin ditengah!"
" Tidak boleh!"
" papa aku mau dekat papah!"
Mata Tasya berkunang - kunang, terlihat jelas bahwa Tasya sangat merindukan kehangatan keluarga.
" Tasya, kenapa berhenti?"
" Oh, tidak...heheh ayo jalan lagi!" Tasya melanjutkan perjalanannya.
" Kau sudah lelah ya, sebentar lagi kita sampai ditempat tinggal sementara kita!"
" Oh ya bagus!"
" ayo!" Dai menggandeng tangan Tasya berlari kecil menuju tempat yang akan di tinggali mereka untuk sementara.
" Sampai!"
" wahhhh....ini keren!"
" Ini tempat yang di berikan tuan Kenzo untuk kita tinggali!"
" Wah, om Kenzo emang terbaik ya!, sebentar dia seberapa kaya sih?"
" Mana ku tahu!"
" Kau tidak tahu juga Dai??"
" Tidak!"
" Selama aku ikut dengan om Kenzo, dia hanya berkeliling dunia dan juga menghadiri acara- acara pelelangan untuk menghamburkan uang, dia dapat banyak uang dari mana?"
" Tanyakan saja pada paman Mimoto!"
" Ya nanti saja itu, aku lelah aku mau istirahat!" Tasya segera masuk ke dalam rumah.
" Istirahat saja aku akan membuat makanan untukmu!"
" Ya, aku mau ke sana!" menunjuk bagian kolam ikan.
" Okey....!" Tasya pun duduk di dekat kolam itu, sambil memperhatikan ikan - ikan yang berenang.
Tasya merasa sangat sedih, Tasya menangis sesenggukan di tepi kolam, sendirian.
Selama Dai dan Tasya bersama, Dai slalu memperhatikan Tasya diam - diam.
" Anak, itu kenapa slalu melamun saat sendirian, dia seperti merindukan seseorang ,ah pasti keluarganya lah!" Gumam Dai.
Dai perlahan berjalan, mendekati Tasya ...
" Hiks hiks , hiks hiks ...!"
Tasya menangis? dalam hati Dai.
" Ayah , Bunda...Sansan rindu!"
?????, Sansan??? ini sudah ke 7 x nya ,maksudnya apa?, aku tidak bisa menutup mata lagi sekarang.
dalam hati Dai,
__ADS_1
aku akan coba tes...
" Sansan, ...!"
Dengan respon yang cepat Tasya menjawab dan menoleh.
" Ya, apa?" sambil mengusap air matanya.
Tasya dan Dai terkejut secara bersamaan, dengan raut wajah Tasya yang tak berdaya itu Dai menyadari Tasya sangat mirip dengan Sansan kecil hanya saja pipi nya tidak chuby lagi.
" Oh, Dai...maaf aku tidak mendengar mu dengan jelas, kau tadi bicara apa?"
" Aku yang salah sebut sepertinya ya? heheh!"
" oh ya???"
" Tasya, apa kau menyembunyikan sesuatu selama ini?"
" kenapa Dai bertanya seperti itu?"
" Kau tidak ingin jujur padaku Tasya??, bisakah kita berbagi rahasia?"
" Kau ini kenapa Dai???"
" Apa kau tidak lelah, menyimpan lukamu sendiri?"
Tasya terdiam,
" Selama ini aku memperhatikanmu!, entah Tuan Kenzo yang tidak tahu atau aku yang salah orang, jika di lihat dengan sungguh - sungguh kau sangat mirip dengan seseorang yang kami cari!"
" Kau bicara apa sih???"
" Tasya, atau aku harus memanggilmu Sansan???"
" Dai, kau bicara apa?, kau ini gila ya!"
" Lalu?, kau kira aku adalah orang yang di cari?'
" Sansan, tidakkah kau ingat denganku?"
" Siapa Sansan???, kau Dai siapa lagi?"
" Jangan terus bersembunyi Sansan, aku akan slalu di pihakmu, jika kau ingin tetap merahasiakan identitas mu aku akan menutup mulutku dengan rapat, aku akan menjaga apa yang ingin kau jaga, kita adalah teman bukan?"
Air mata Tasya tiba - tiba mengalir deras begitu saja mulutnya sangat sulit untuk berkata.
" Sansan, maafkan aku karena terlambat menyadarimu!" Dai memeluk Sansan dengan sangat erat.
akhirnya aku menemukan putri anda Bos Bram...dalam hati Dai / Rio merasa sangat lega.
" Huhuhuhuaaaaaaaaaaaaaaaaa, Daaaiiiiiiiiiiiiii bagaimana bisa om Kenzo tidak mengenali kuuuuuu huhuhuhu hiks hiks hiks...!"
" Kau sangat berbeda Sansan,aku juga tidak akan sadar jika ini kau...!"
"Kalian bodoh sekali!, huhuhuhu...kalian melupakan aku!"
" tidak ada yang melupakanmu, nyatanya sampai saat ini kami berusaha keras mencarimu tanpa putus asa!"
" Mereka sengaja membuangku hiks hiks hiks karna aku sangat nakal!"
" Tidak seperti itu Sansan...!,aku sangat terkejut saat datang ke Black Dragon mendengar kabar yang sangat menusuk di hati!"
" Kau benar-benar datang?"
" Ya, pertemuan kita adalah takdir!, kau kemana saja Sansan?"
__ADS_1
" Hiks hiks, Dai...apa Tuhan menghukumku karna aku sangat nakal?"
" kau tidak boleh berkata seperti itu!"
" Pasti Aina dan saudara ku yang lain sangat bahagia tanpaku!"
" Kau sangat merindukan mereka?"
" Ya, aku sangat rindu!"
" Pulanglah!, Bundamu ku dengar sudah siuman!"
" Aku berjanji akan membalaskan dendam ini ,jika belum menemukan orang ini aku tidak akan pulang Dai!"
" Lupakan ingatan mengerikan itu Sansan!, jika kau ingin membalasnya aku akan membantumu!"
" Terimakasih Dai, tolong tetaplah memanggil ku Tasya!"
" Baik, selama ini bagaimana caramu hidup?"
" saat itu Paman Jovan menyembunyikan ku di belakang pohon besar yang jauh dari kecelakaan, paman mengatakan aku tidak boleh mempercayai siapa pun dan aku tidak boleh melihat ke tempat kecelakaan itu, tapi aku hiks hiks melihat mobil itu meledak hiks hiks...aku sangat terkejut dan pingsan!"
" Lalu?"
" Saat aku bangun, aku masih ditempat yang sama, namun tempat kecelakaan itu sudah sangat bersih dan tidak ada siapapun!, aku berjalan keluar dari tempat itu membawa tas yang berisi uang bundaku di sana ada uang cash sekitar 10 juta, kemudian aku mencari seseorang yang mau memberikanku tempat tinggal, dan bertemulah ayah dan ibu angkatku, mereka merawatku sampai 2 tahun terakhir sebelum mereka tiada!"
" Jadi selama ini kau di Indonesia?"
" Hmmm,... sebenarnya aku juga kehilangan sebagian memory, namun semua kembali saat aku berusia 15tahun, aku benar-benar takut menggunakan identitas Sansan, keluar rumah, aku memakai nama Sonya, untuk mencari semua detail tentang kejadian di masalalu, sampai suatu hari aku tak sengaja bertemu dengan om Kenzo, namun dia tidak mengenaliku, hiks hiks hiks...!"
" Kau sangat berbeda Sansan, aku juga tidak bisa mengenalimu!"
" jika itu kau wajar saja kita baru 1x bertemu, lalu bagaimana dengan om Kenzo yang dari kecil aku masih sangat bayi dekat denganku, bahkan dia tidak mengenaliku sama sekali!, apa matanya bermasalah??"
" hahahah, kenapa kau tidak kembali??"
" Tidak, sudah ada Sansan yang baru bukan?"
" Oh kau juga tahu itu?"
" Hmmm... lalu aku memutuskan untuk pergi meninggalkan keluarga Pratama,ke luar negeri,siapa sangka aku malah di culik dan di lelang!"
" Dan Tuan Kenzo membelimu dengan harga 20 M!"
" Iya, aku juga tidak menyangka kita akan bertemu lagi dengan cara seperti itu!"
" hahhh, sebenarnya jika kau pulang semua masalah akan selesai!"
" Siapa bilang, jika mereka tahu aku masih hidup ,aku adalah ancaman bagi musuh?"
" Nyatanya Sansan yang palsu tidak kenapa- kenapa!"
" Belum, mereka bukan orang yang gegabah, perencanaan pembunuhan paman dan ayahku sangat bersih , aku yakin ada seseorang yang menutupi bukti - buktinya, dan pasti mereka tahu jika Sansan itu palsu!"
" itu artinya kau mencurigai Anggota keluarga mu sendiri?"
" Hmmm!"
" Okey, itu masih bisa di skip, lalu kenapa kau tidak mengaku pada tuan Kenzo!"
" ini adalah hukuman untuknya karena tidak mengenaliku, biar saja dia mencari-cari sampai lebaran kucing!" Sansan sangat kesal.
" ahhh,...memang benar keluarga Pratama memiliki bibit unggul, aku tidak bisa membayangkan di umurmu yang masih kecil itu kau berusaha hidup sendiri, memang Tuhan itu adil ya, kau memang genius dan sangat kuat!"
Itulah, kenapa aku merasa janggal, dan bukti Sansan itu palsu buatan istri Tuan Kenzo itu benar adanya, mereka berbanding jauh...
__ADS_1
bagaikan langit dan bumi, hemmmm...Sansan yang palsu sangat polos, dan penakut, sedangkan Sansan yang ini terlalu barbar, sepertinya istri tuan Kenzo ini tidak mencari tahu dulu tentang keluarga Pratama,heheheh ini lelucon sekali.