GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
82. Silsilah


__ADS_3

Natalie mengencangkan peganganya pada Zayn.


" Om, Natali takut bisakah pelan sedikit?"


" Sebentar lagi sampai!"


ciiiiiiiiiiittttttttt....


suara rem mendadak...


" sudah sampai ... cepatlah masuk...dan tukarkan tiketmu!"


Sekujur tubuh, Natali gemetaran sampai tidak bisa turun dari motor, dengan segera, Zayn menggendong Natali dengan satu tanganya, untuk Zayn ,natali sangat ringan, sehingga menggendongnya cukup dengan tangan satu .


" Om, om ..turunkan ini sangat memalukan!"


Semua orang melihat ke arah Natali yang digendong oleh Zayn...


semua orang berbisik - bisik, entah apa yang di bicarakan mereka.


" Jika kau malu pejamkan matamu!" ujar Zayn tegas.


Zayn ikut mengantri dengan sabar,sambil tetap menggedong Natalie .


" om, bisa turunkan Natalie?"


" Tidak!"


Dan sampailah pada antrian, Zayn baru menurunkan Natali dengan perlahan.


Natalie segera menukar tiketnya dan segera buru -buru mengajak Zayn keluar dari gedung penukaran tiket itu.


" Om, kenapa kau menggendong Natali dalam antrian?"


" Karena tidak ada bangku untuk duduk saat mengantri, kau nanti kelelahan jika mengantri selama itu!"


" tapi, om pasti yang lelah!"


" Tidak, aku sudah terbiasa melakukan hal yang melelahkan, mengantri bukanlah hal yang berat untuk ku lakukan,dan kau sangat ringan, ayo naik!"


" Om, bisakah...pelan saja mengendarainya, aku sudah bersusah payah mengantri tiket jika om, mengendarai dengan seperti itu, aku takut tiket ini sia - sia nantinya!"


" Pfffftttt....,ya naiklah!, bukankah tadi kau takut terlambat?"


" Iya benar, hehehe...jadi ini agar aku tidak terlambat, tapi itu sangat menakutkan!"


" Naiklah, aku berjanji akan pelan!"


Natali mencoba untuk percaya pada Zayn, dan ternyata Zayn menepati Janjinya.


" Om, kau ini umur berapa om??'


" 37 tahun, hampir mendekati kepala 4!"


" Apa??, janganlah bercanda,kenapa seumuran dengan ayahku?, ayah Sansan saja masih umur sekitar 30an loh!"


" memang kalau teman, harus seumuran?"


jika dengan ayahnya yang asli juga seumuran, ayah yang kau tahu kan hanya ayah settingan, apa neneknya tidak menceritakan hal yang sebenarnya, sampai kau tidak tahu, cerita yang sebenarnya?.


dalam hati Zayn.


" Ah, tidak juga...hanya saja...kenapa om tidak terlihat seperti umur 37 tahun, om seperti umur 27 tahun!"


" Hahahahah...apa katamu?, jika aku sudah menikah, aku pasti sudah memiliki anak seumuran denganmu dan Sansan!, mungkin anakku ada 3 malah!"


" apa om sungguh belum menikah?"


" Tidak berniat menikah!"


" Kenapa?"


" Aku bukan orang baik sebenarnya!"


" Memang orang jahat tidak boleh menikah dan punya anak?"


" Kasihan anakku, jika mendapat karma dari perbuatan ku!"

__ADS_1


" memang dosa apa yang pernah om lakukan?"


" Menghianati teman, memberontak, membunuh orang, hmmm membantu orang lain dalam kejahatan!"


" apa sekarang masih?"


" Tidak, aku tidak akan membantu orang dalam kejahatan, hanya saja aku akan membantu orang-orang yang baik sekarang!"


" Jadi om sudah bertaubat?"


" baru uji coba, tidak tahu lolos atau tidak?!"


" Hahahahha!" Natalie tertawa.


" apa yang kau tertawakan?"


" Tidak, hanya saja om terlalu jujur,...!"


" tentu saja, jika nanti kau mencari pria, jangan kau lihat dari tampangnya saja nak, kau harus memahami kesehariannya, apa saja yang dia lakukan, dan dengan siapa dia bergaul!"


"aku akan mengingatnya!"


mereka pun sampai di bengkel yang tadi,


" Bagus, ah...kita sudah sampai... sekarang kau mau kemana lagi??"


" Pulang, om...Sansan sudah di jemput oleh ayahnya kan?"


" Ya, ...!"


" Ya sudah pulang saja!"


"oke!"


Zayn pun mengantar Natali sampai di kediamanan Pratama.


terlihat, Mbok Yem sudah menunggu di depan rumah,


" Nenek, ...!"


" Natali, di mana nona ?"


Mbok Yem mengangguk pad Zayn , dan membawa Natali masuk ke dalam.


" Nenek, sebenarnya Ayah Sansan itu umur berapa??" tanya Natali.


" Ehmmm, sebenarnya ayah yang ini hanya settingan saja, suami dari nyonya Sasha sebenarnya sudah tiada, namun karena nona Sasha hilang ingatan jadi, dia salah mengira Panglima itu suaminya, jadi Natali selama kau di sini, tetaplah diam, anggap saja semua itu seperti awal yang kau kenal!"


" Ehmmm,... Natali mengerti nenek!"


Aku cukup dekat dengan Sansan ,namun aku tidak pernah tahu tentangnya dan keluarganya, hemmm dia kasihan sekali.


dalam hati Natali.


" Aku pulang,....!" Sansan yang datang bersama Chiko .


" Tuan, nona...!"


" Sansan, akhirnya kau pulang...!"


" heheh,...pasti pulang lah...mbok, aku sangat lapar!"


" Kau cepat ganti baju dan cuci tangan Sansan!" tegas Chiko.


" Ya, ayah...!"


" Tuan, apa mau makan sekalian?"


" Bungkus 2 bekal untukku Dan Sasa mbok!"


" Baik!"


Natali, sedari tadi mengamati Chiko tanpa berkedip.


" Natali?"


" Ya, om???" terkejut

__ADS_1


" apa ada yang salah denganku??" Tanya Chiko.


" O, oh...tidak ada...!"


" Baguslah, apa akhir - akhir ini Sansan merepotkan?"


"tentu saja tidak om...!"


" Terimakasih sudah mau berteman dengan Sansan!"


" Oh, ya tentu om!"


Ah, om Chiko pasti sangat berat ,berperan menjadi ayah dan suami orang.


dalam hati Natali.


" Tuan, ini bekal untuk nyonya dan anda sudah siap!"


mbok Yem meberikan pada Chiko.


" Terimakasih mbok, kalau begitu Chiko pergi dulu,...!"


Chiko pun bergegas pergi.


Setelah, selesai makan Natali menghampiri Sansan. ke kamarnya, terlihat Sansan termenung di jendela kamarnya.


" Sansan...!"


" Oh, Natali...ada apa?, apa kau sedang bosan?"


" Ya, aku sangat merindukan mama papaku...!"


" Kau tidak menelphone mereka?"


" Mereka sangat sibuk tidak pernah ada waktu untukku, makanya aku meminta tinggal bersama nenek saja!"


" Oh, apa di sana kau tidak memiliki teman?"


" Hanya sedikit, anak - anak di sana menghabiskan waktu untuk belajar...!"


" Oh begitu kah?, itu sangat membosankan!"


" Ya, dan kau kenapa melamun di sini?'


" Hmmm..tak apa...!"


" Aku baru tahu tentang keluarga mu, maaf ya...aku baru mengerti ternyata yang meninggal dalam kecelakaan saat itu ayahmu juga, aku baru mengerti silsilah keluarga kalian, karena nenek memberi tahuku!"


" Kau sudah tahu??"


" Ya, ibumu hilang ingatan dan sekarang om Chiko harus menyamar sebagai ayahmu!"


" Natali, kau adalah orang yang sangat baik, aku akan memberitahukan, rahasiaku padamu, terserah kau mau membenciku atau tidak, tapi untuk sementara tolong tetaplah diam untuk kebaikan bunda Sasha!"


" Apa itu Sansan?"


" Sebenarnya Aku bukanlah Sansan yang asli, aku Sansan yang di palsukan, Sampai Sansan yang asli di temukan!"


" Apa???" Natali sangat terkejut.


" kau bisa membenciku, saat Sansan yang asli kembali, Natali..untuk sementara bisakah kau pura- pura baik denganku?"


" Aku tidak suka berpura-pura baik Sansan, aku tidak akan membencimu, kau pasti sangat kesulitan selama ini, jadi jangan khawatir aku tidak akan membencimu!"


" Sungguh, kau tidak membeci orang palsu ini?'


" iya, selama aku menengalmu kau adalah anak yang baik Sansan!"


" syukurlah, Syukurlah..Maafkan aku yang menikmati apa yang seharusnya tidak aku nikmati ...!"


" aku tidak akan ikut campur masalah, itu aku mengenal kau seperti ini jadi tetaplah seperti biasa!"


" Natali, kau sangat baik hati!"


" Jangan bicara seperti itu, aku hanya bisa untuk berpura-pura tidak tahu, itu tidak bisa dikatakan baik hati!'


" Pokoknya kau baik !!" tegas Sansan.

__ADS_1


Aku kira Natalie akan membenciku, ternyata dia justru memberikan aku semangat.


Sansan merasa lega.


__ADS_2