
Satu bulan pun berlalu,
Tasya dan Kenzo pun menikah, mereka sudah resmi menjadi suami istri.
memang mereka tidak mengadakan pesta pernikahan,itu sudah kesepakatan mereka berdua, hanya keluarga dekat saja dan itupun tidak semuanya hadir karena memang keadaan sedang kurang baik.
" Mereka berlebihan kenapa mengirimkan, banyak hadiah...yang paling kurang ajar itu kak Nathan, dia mengirimkan banyak ******, 5 karton untuk kita, dia meremehkan kehebatanku dalam pengendalian!" Kenzo sangat kesal dengan ulah Nathan .
" Om setelah menikah kau menjadi emosian!"
" Yang penting denganmu kan aku tidak emosian!"
" Hilih, lalu kado ini mau di apakan semua???"
" terserah padamu sayang, maaf ya kita tidak bisa mengadakan pesta pernikahan, dan honeymoon ke tempat yang kau inginkan... pernikahan kita sangat sederhana!"
" Menikah kan bukan melulu soal pernikahan mewah dan juga honeymoon ke tempat yang jauh dan indah, di mana kita bisa melewati badai ,dan ombak menerpa, terimakasih om sudah mau menikahi gadis nakal ini, suka ngambekan, sangat egois dan kurang ajar hehehe"
" iya kau ini sangat kurang ajar membuatku jatuh cinta...!"
Kenzo memeluk wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
" Tuan...ada hadiah dari negara F...!"
ujar Dai melapor .
" Oh telinga raja sangat tajam sekali, tahu saja jika menikah sayang???"
" hehehehe.... benar aku penasaran dengan hadiahnya om, apa boleh aku buka???"
" Boleh buka saja...!"
Tasya segera membuka hadia dari Alfred dan juga dari Alena.
" Ini dari Putri Alena...apa ya isinya???"
Tasya membuka hadiah dari Alena.
" Wah, ini paket bahan herbal terbaik, Tuan Putri sangat pengertian....!" Tasya sangat senang dengan hadiah pemberian Alena.
Sekarang dia membuka hadiah dari Alfred,
" untuk tuan Kenzo Yamada"
" kenapa untukku??"
" tidak tahu..."
Tasya segera membuka hadiah dari Alfred untuk Kenzo.
" Obat kuat Pria berumur!" ujar Tasya membaca pada kemasan botol.
mendengar hal itu telinga Kenzo langsung panas.
" Sialan Kampret itu, dia minta aku kebiri di depan rakyatnya??, awas saja jika aku sampai bertemu dengannya di luar negaranya aku akan mengebirinya dengan tanganku sendiri!"
" Sayang tenanglah, dia hanya bercanda....ayolah. jangan emosi, aku paling tahu ,om sangat kuat dan hebat, bisa membuatku tidak bisa berjalan setiap harinya!"
" Ehem, ehem..." Dai yang masih ada di sana memberi kode, bahwa dia masih di sana.
__ADS_1
" Sayang ada Dai, kasihan dia kan masih jomblo, ayolah jangan di bahas, kasihan dia tidak ada lawan!"
" Ah, benar Dai, bagaimana dengan urusan anak-anak Dai, apa sudah masuk dalam kartu keluarga semua???"
" Sudah, nyonya...mereka sudah masuk dengan marga Tuan...!"
"apakah Noah sudah mendaftarkan mereka sekolah??"
tanya Tasya.
" sudah, sesuai permintaan anda,mereka sekolah, di sekolah terbaik dan berada dalam satu sekolah!"
" Bagaimana dengan Lily??'
" Ya sama...hanya beda bangunan, sekolah itu dari paud sampai SMA..."
" Apa Lily mau sekolah??"
"awalnya tidak mau , tapi karena kakak-kakaknya bersekolah, dia berubah pikiran!"
" Oh syukurlah... terimakasih Dai, kau bisa istirahat...!"
" Baik nyonya, tuan..." Dai pun segera pergi .
" Istirahat sayang besok kita temani anak-anak membeli perlengkapan sekolah mereka..."
" Baik..."
...----------------...
Fahad dan Anggita membawa Dhiren ke tempat Kenzo untuk menanyakan ibu susu yang akan memberikan asinya pada Dhiren.
" maaf Fahad , wanita itu tiba-tiba berubah pikiran, dia setelah membaik menghilang begitu saja, kami akan mencarikan ibu susu yang benar - benar mau menyusui Dhiren!"
" Apa dia kurang dengan uang kesepakatan??"
" tidak tahu juga, karena dia menghilang begitu saja... sementara mencari di bank asi dulu, om akan berusaha mencari!"
" Baik om...kasihan Dhiren, dia juga semenjak disusui langsung oleh tante, tidak mau pakai dot lagi ..."
" apa aku perlu melakukan Induksi Laktasi??, aku mau menyusui Dhiren, bukankah sekarang banyak yang melakukannya??"
" Aku tidak setuju!"
" ehem...Tante kau masih sangat muda jangan heheh"
apa kau tidak lihat wajah suamimu yang cemburuan itu Tasya.
dalam hati Fahad.
" kenapa om, kasihan sekali loe Dhiren...!"
" Tidak!!!"
" bagaimana jika Anggita?" Anggita menawarkan diri.
tukkkkk...Fahad memukul kepala Anggita.
" Kau saja masih di bawah umur!!!"
__ADS_1
" ahhh, lalu bagaimana nasib Dhiren kak...???"
" nanti kita cari cara lain...."
Fahad terlihat sangat pusing dengan nasib Dhiren, rupanya memang tidak mudah merawat seorang bayi.
" sementara bunda juga masih bisa memberikan Asi, tak apakan Fahad, kami akan carikan secepatnya..."
" Maaf karena selalu merepotkan kalian..."
" tidak masalah....selama kami bisa membantu akan kami bantu...!"
Tasya mengam¢bil Dhiren dari Fahad,
" sangat mirip Martin, kenapa Cindy menjadi seperti ini, kasihan sekali bayi tampan ini...kau membawanya bekerja setiap hari Had??'
" Ya dia tidak bisa jauh dariku, dia pasti rewel jika kutinggal bekerja, tapi saat ku bawa bekerja dia tenang!"
" Dia benar-benar nyaman denganmu...!"
" Aku juga sangat menyayanginya,aku tidak tega dia tahu bahwa ayahnya sudah tiada!"
" lalu bagaimana dengan ibunya??, kau tidak bisa seperti itu, biarkan dia tahu kenyataannya, jangan pernah mengulangi kesalahan papahmu...biar dia tahu dia anak Martin dan ibunya Cindy....jangan berbohong dengan suatu keadaan yang rumit, biarkan dia tahu...!"
" Baiklah..."
yang dikatakan Kenzo benar, bagaimana pun pahitnya memang harus tahu, terkadang kita berniat melindunginya tapi justru malah menuntunya ke jurang.
" Dia adalah Dhiren, anak yang kuat...dia pasti bisa melewati semuanya!"
ujar Tasya.
" Ehmm, ya...ku harap anak ini segera mendapatkan ibu susu untuknya!"
" Aku akan berusaha mencarikan ibu susu yang terbaik...memang kita bisa saja, mencari sembarangan ibu susu, tapi bagaimana bisa kita sembarangan mencari ibu susu untuk Dhiren, paling tidak dia adalah wanita baik-baik dan tulus..."
" Aku minta tolong sekali ya om ...tolong..."
" tenanglah...aku akan segera mengabarimu!"
" Baiklah jika begitu aku akan pamit ya,..."
" Ya hati -hati kalian..."
setelah Fahad kembali, Tasya dan Kenzo segera mencarikan ibu susu untuk Dhiren.
" Aih...sulit juga ya??, mencari yang baik dan tulus...!" gumam Kenzo
" Tapi beneran kita ini sepertinya orang tua mereka, aku tidak menyangka aku sudah seperti orang tua. yang membantu menengahi permasalahan rumah tangga anak-anaknya!" Gumam Tasya.
" Bagaimana lagi, kak Vevey dan Hiro sibuk dengab Cindy dan kau tahu kak Nathan dan juga kak Na jarang di rumah, kita ini yang pengangguran sukses... tempat mereka untuk bersandar ...tak masalah ..kan sayang??"
" Tidak masalah, dari mereka aku juga dapat mengambil pelajaran om..."
" Istriku memang luar biasa, meskipun masih sangat muda tapi daya pikirnya luar angkasa!"
" emangnya aku elien sampai luar angkasa!"
" Hahahahahahha, eh tunggu aku tahu seseorang sayang, tapi aku tidak yakin dia mau ... kabarnya dia juga baru melahirkan!"
__ADS_1
" siapa???"