GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
204. Tidak sesuai rencana


__ADS_3

Kediaman Pratama


" Hai... yang suaminya mau pulang dari bertugas, astaga dari aku berangkat kerja sampai aku pulang dia masih sibuk mempercantik diri...!" Ujar Savina melihat adiknya yang sibuk merawat tubuhnya .


" Kakak ,jangan meledekku...!" ujar Sasha malu - malu.


" Aduh, aku sepertinya harus pindah ke tempat Vevey lah, Eh Nathalie, Sansan yuk ajak mbok Yem ke rumah tengah!"


" Kakak jangan seperti itu ah...!"


" Sudahlah nikmati waktumu dengan suamimu Sasha...kalian pasti sangat merindu satu sama lain bukan??"


" Bibi... ayo...tadi Aina juga mengajak kami untuk nobar drakor !" Ujar Natali.


" Oh ya nyonya saya ikut lama gak nobar sinetron ikatan Batin sama mbak Zara!"


" Ih kalian ....!"


" selamat kangen-kangenan deh...!"


Savina mengajak semua menuju rumah tengah.


" Mereka sangat menyebalkan!" Sasha segera bergegas berganti pakaian, Sasha sangat lama memilih pakaian untuk di pakai.


setelah lama bergelut dengan pakaian dalam lemarinya akhirnya Sasha memutukan memakai dress berwarna hitam.


setelah itu Sasha membereskan semua pakaiannya, merapikan tempatnya sampai bersih.


Sasha melihat ke arah jam terus menerus,


hatinya sangat berdebar-debar menanti kepulangan suaminya dari bertugas.


sesekali dia mengintip lewat jendela,


dan mondar - mandir di depan pintu kamar


Tin Tin....


Sasha berlari ke arah Jendela,


" Benar itu mobil Suamiku...!" Sasha segera berlari keluar dengan sangat gembira.


" Suamiiiikuuuuuuu...!" Sasha berlari dengan cepat dan melompat ke Chiko.


Dengan Sigap Chiko menangkap istrinya yang terlihat sangat cantik, dan sangat wangi.


" Sayang kau cantik sekali...!" Chiko memeluk Sasha dengan erat karena juga sangat rindu pada Istrinya.


" Aku sangat rindu...!" Ujar Sasha bergelantung dengan erat.


" Uhuk uhuk...!" anak buah Chiko memberi kode bahwa mereka masih ada.


" Kalian boleh kembali!" perintah Chiko pada anak buahnya.


" Apa kita akan seperti ini terus sampai pagi di luar??" ujar Chiko.


" Ayo gendong masuk, kau tahu kak Na membawa mbok Yem dan anak - anak ke rumah tengah Karna kau tahu akan tiba!"


" Oh bagus...itu karna hari ini akan ada peperangan besar yang akan terjadi di antara kita...!"


" Apa kau ini memalukan!" Malu - malu kucing


" Sayang aku sangat haus...!"


ujar Chiko pada istrinya


" Suamiku mau minum apa??"


" Apa saja yang dibuat istriku aku akan meminumnya!"


Sasha segera bangkit dan berlari ke dapur, Sasha membuatkan Teh hangat untuk suaminya .


" Ini tehnya jangan lupa sisankan untukku....!"

__ADS_1


Karna memang kebiasaan Sasha yang tidak pernah hilang meminum Sisa minuman Bram,dan sampai sekarang pun masih sama dilakukan Pada Chiko.


" Wah kilat sekali membuatnya??"


" Ya aku ingin segera menempel padamu lagi!"


" Aih, terima kasih tehnya istri ku!" Chiko segera meneguknya, namun wajah Chiko sangat terkejut saat meneguknya.


" Kenapa?? apa panas apa kemanisan??"


" Hehe pas kok sayang enak...aku habiskan. ya, kau tidak boleh meminum sisanya!"


" Mana boleh begitu seperti biasa sisakan sedikit untukku!"


" Ah jangan ,....!" Chiko meneguk teh itu hampir habis, Sasha dengan cepat merebut gelas chiko yang masih tersisa dan langsung meminumnya.


Ceglukkkk...


Mata Sasha terbelalak....


" bleeeh bleeehhh... suamiku,kenapa kau tidak bilang jika tehnya sangat asin ...??"


" Ya bagaimana, istriku sudah susah payah membuatnya, dan aku juga sudah mengatakan, apapun yang dibuat istriku aku akan meminumnya, aku menepati janjiku!"


" Tapi ini kan tidak layak di minum, apa kau juga akan meminumnya jika aku memasukan racun...!"


" Akan aku minum...!" Chiko meraih tubuh Sasah dan memeluknya dengan sangat erat.


" Apa toples gula dan garam tidak ada tulisnya sayang??" tanya Chiko menggoda.


" Hahahahah ,maafkan aku...aku terlalu senang karena kau sudah kembali aku mengambil tanpa melihat tulisan pada toples heheehe!"


" Bagaimana ya aku menghukum istri Panglima yang ceroboh ini??"


" Panglima tolong ampuni istrimu yang menggemaskan ini...!" memasang wajah imutnya.


" Aku akan menciumnya sampai aku puas terlebih dahulu!" Chiko segera menyambar bibir merah muda dihadapannya sambil mengeratkan tangannya pada pinggang Sasha.


" Heeeemmmm wangi, aroma yang sangat ku rindukan, sekarang mari kita eksekusi...!" Chiko segera membawa istrinya masuk ke dalam kamar.


...----------------...


Dan hari pernikahan pun tiba


" Sansan kau cantik sekali...!" Julia memuji saudarinya yang sudah selesai dirias dan memakai baju pengantin.


" Kau kenapa malah di sini??, apa kau mau mendampingiku seperti ini??"


" Oh baik aku akan berdandan...!" Julia pun segera pergi keruangan sebelah.


" Dai... kenapa kau diam saja...?? kenapa kau tidak memujiku??"


" Pengantin yang cantik dimataku adalah pengantin yang bahagia...!" Ujar Dai menunduk tidak memandang Tasya.


" Sudahlah, kau bisa pergi dulu... sebentar lagi Raja akan datang!"


Tanpa berkata apapun Dai pun pergi.


Tasya terus menatap ke kaca melihat wajahnya yang terpoles dengan riasan cukup tebal yang membuatnya terlihat sangat berbeda.


Namun tiba-tiba datang seseorang dari belakang yang mengejutkannya.


" Siapa kau??"


" Ssssssttttttttttt...!"


seseorang itu membungkam mulut Tasya agar tidak berteriak.


" Lepaskan bajumu...!"


Tasya menggeleng kepala, tiba - tiba datang seorang perempuan yang menarik gaun Tasya, saat Tasya akan melawan orang dihadapannya segera menabur kan bubuk yang membuat Tasya tak sadarkan diri.


" Cepat masukan ke dalam!"

__ADS_1


Tubuh Tasya di masukan ke sebuah guci besar yang biasa di isi minuman Gingseng.


" Rere cepat cari Julia, jangan sampai ketahuan!" ujar Aka.


sementara itu Dai yang mencari kan jalan untuk Aka.


sebelum itu mereka sudah meretas kamera di dalam istana, mereka hanya tinggal fokus saja pada para penjaga dan sementara Martin menunggu di pintu belakang luar Istana dengan mobil yang sudah di siapkan untuk menuju ke pelabuhan, semua sudah mereka rencanakan dengan sangat matang dan terperinci.


" Apakah sudah selesai ?" terdengar suara Alfred dari luar.


" Sudah Yang Mulia...!"


" Siapa saja yang ada di dalam??"


" Hanya nona Tasya, nona Julia ada di ruangan sebelah masih berdandan!"


" Oh baiklah aku akan masuk!"


Alfred pun segera memasuki ruangan Tasya,


" Sayang apa kau sudah siap??" Tanya Alfred


pada wanita yang sudah siap menggunakan gaun putih di depannya yang menganggukan kepalanya.


Seketika raut wajah Alfred musam dan menarik penutup kepala mempelai wanita.


" Siapa kau??? ,


" Aku bukan siapa-siapa!"


" Di mana Ratuku?!!"


" Sudah di bawa pergi!"


"Sialan!!!,Semua perintahkan, para penjaga menutup semua pintu Istana dengan rapat!, Cari calon ratu sampai ketemu! urusan Istana jangan menyebar berita apapun keluar!!"


teriak Alfred memerintah.


" Yang Mulia anda tidak akan sempat!"ujar Rere tersenyum


" Masukan wanita ini ke Penjara, introgasi sampai dia mengaku!"


" Baik Yang Mulia!"


Julia yang mendengar kegaduhan diluar segera keluar.


" Apa yang terjadi?" Tanya Julia sambil melihat sekeliling.


" Kau??, kenapa kau memakai gaun Tasya?? di mana Tasya?? kau bukankah yang ikut kompetisi saat itu???" Ujar Julia menunjuk ke arah Rere.


Rere hanya tersenyum kecut,


" Ami , Yuzan apa yang terjadi kenapa kalian hanya diam, di mana nona kalian??"


" Nona...kami tadi hanya keluar untuk mengambil ini, dan tiba-tiba nona sudah berganti dengan wanita itu!" jawab Yuzan.


" Apa??, ayo bawa aku menghadap Raja, cepat - cepat, di mana dia , mempelai wanitanya di culik dia juga tidak tahu!"


Julia sudah sangat Panik.


" ehmmm...!"


" Ayo amiii, Yuzan!"


" Nona, Raja di belakang mu!" ujar Yuzan memberitahu.


Julia pun segera berbalik,


" Oh Mommy tidak oh Yang Mulia maafkan saya karena tidak melihat anda !"


" Ami , Yuzan...jaga Nona Julia jangan biarkan dia keluar dari ruangan sebelum ada perintah dariku!" Perintah Alfred segera pergi.


" Yang Mulia, Yang Mulia...!" mencoba menahan Alfred

__ADS_1


" Nona, tolong bantu kami agar teringankan hukuman kami nanti!" pinta Yuzan


Julia pun menurut masuk Ke dalam ruangan, tidak ada pilihan lain selain hanya menurut karena Tasya masih belum jelas keberadaannya.


__ADS_2