GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
113. Kelembutan


__ADS_3

" Hana, aku harus pergi ...!" Suhail pun berjalan ke kasir membayar makanan yang belum datang di meja makan,


" Mbak, meja nomer 3...!"


" Maaf Tuan, bukankah makanannya belum datang?, itu teman anda juga sudah pergi, maafkan atas pelayanan kami yang sangat lambat!"


" Oh tidak bukan begitu, kami ada hal mendesak !"


" Kalau begitu tidak usah di bayar Tuan!"


" Oh tidak - tidak, nanti kamu akan bermasalah, saya akan bayar !"


" Kalau begitu biar dibungkus saja!"


" ah tidak mbak, saya bisa minta tolong mbak?"


" tentu tentu, tuan saya akan bantu!"


" Makanlah, bersama rekan anda makanan yang saya pesan, sebentar lagi kan juga jam istirahat bukan?"


" Wah itu makanan mahal Tuan, jangan...!"


" Bukankah, anda setuju menolong saya?"


" Ah, Tuan anda sangat baik hati, terimakasih Tuan, semoga segala sesuatunya dimudahkan oleh Tuhan untuk anda Tuan!"


" Aamiin, terimakasih...saya permisi!"


Suhail segera pergi meninggalkan restoran itu.


Kasir itu terpanah dengan ketampanan hati dan wajah Suhail.


Astaga, beruntung sekali istrinya nanti


...----------------...


Tasya, mulai membuka mata, dan melihat pria yang sangat di cintai nya sedang memandangnya tepat dihadapannya, Tasya tersenyum dan Kenzo pun membalas senyuman Tasya.


" Om, apa kau juga baru bangun?"


" Tepatnya sudah 4 jam yang lalu!"


" apa?, apa om tidak bekerja?"


" tidak!"


" Kenapa?"


" Bagaimana aku mau bekerja ini sudah siang dan aku bergerak saja tidak bisa!, " Kenzo menujuk ke arah tubuhnya.


Terlihat kaki Tasya menindih tubuh Kenzo, dan tangan Tasya memegang erat baju Kenzo.


" Hehehehe...om...kenapa kau tidak membangunkanku?" ujar Tasya malu.


" Niatnya juga begitu, tapi aku tidak tega melihatmu yang tertidur seperti anak kucing yang takut kehilangan induknya!"


" Om, kau sangat manis... bagaimana ini aku semakin jatuh cinta!"


" Ayo cepat mandi!" Kenzo menggedong Tasya ke kamar mandi kemudian melempar handuk pada Tasya dan menutup pintu.


" Mandilah, aku akan keluar mencari makan siang untukmu!"


Tasya senyum - senyum sendiri di dalam kamar mandi.


**hihihi, om Kenzo manis sekali...


aku harus segera menyelesaikan semuanya, dan pergi mencari Juno dan Renata setelah itu aku bisa kembali dalam keluargaku,dan aku ingin tahu reaksi Om Kenzo dia lebih memilih bunda atau aku?


dalam hati Tasya yang masih senyum - senyum sendiri**.


Setelah selesai mandi, Tasya pun makan siang beraama Kenzo.


" Om, aku mau ke negara M...!"


" Sebaiknya kau di sana sih...!"


" kenapa?, apa kau takut aku mempengaruhi hubunganmu dengan wanita yang kau sukai?"


" Bukan, aku tahu jika kau juga tidak akan kalah dengan Tian, tapi aku tidak ingin kau terlibat terlalu jauh dengan hubungan kita!"


" Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang!"


" Kau yakin langsung pergi sekarang?"


" Lalu? apakah om tidak rela aku pergi??"


Kenzo memeluk Tasya, sangat erat.


" Hmm...rasanya tidak rela, tapi aku tidak ingin kau terlibat!"


" Apalagi aku, aku datang ke sini karena rindu pada om...!"


Kenzo mengecup bibir Tasya dengan lembut,


" Aku antar ke bandara yuk!"

__ADS_1


" ehmmm ahmmm, ti tidak usah om hehehe!"


" Ada apa?, aku tidak akan percaya kau ke Negara M, jika tidak melihatmu masuk sampai ruang tunggu Bandara!"


" Baiklah, tapi bolehkah agak nanti?"


" Kenapa?, aku akan sering mengunjungimu di sana!"


" sungguh??"


" Hmm, Di sini...tidak aman untukmu...katakan mau berangkat jam berapa?"


" sorean boleh tidak?"


" siangan!"


" Ini udah siang om!"


" Jam 3 sore aku antar ke bandara!"


" 5 ya.....!"


" hmmmm ya sudah....sini peluk om!"


Tasya segera memeluk Kenzo dengan semangat.


Drrrrrrtt Drrrrrrtttt drrrrrrrrtttt....


ponsel Tasya bergetar.


Kenzo melihat layar ponsel Tasya...


" Raja Gila??" Kenzo membaca nama yang terlihat di layar.


Tasya terkejut, dan segera mengambil ponselnya, dan berdiri...namun Kenzo menarik Tasya duduk di pangkuannya.


" Aku angkat dulu om!"


" Angkat di sini, aku ingin tahu apa yang kalian bicarakan!"


Tasya segera mengangkat telponnya,


" Ya, Yang Mulia...!" sambil melihat wajah Kenzo yang sedang mengawasinya.


" Apa kau sudah sampai dengan selamat?, kenapa tidak memberi kabar?"


" Oh sudah Yang Mulia!"


" Apa kau baik??, lain kali aku akan datang menemuimu!"


Kenzo tetap memperhatikannya sambil menaikan satu alisnya.


" Saya, tidak menetap Yang Mulia, saya sepertinya akan berkeliling dunia!"


" Oh bagus itu, kita bisa melakukannya bersama, kau bisa menghemat uangmu!"


" ah...tidak ,tidak Yang Mulia, karena saya keliling menjalankan tugas, tidak bisa bersama dengan anda!"


" Kalau begitu, katakan pada pimpinanmu, aku perlu seseorang untuk menemaniku dalam waktu satu bulan!"


"ah, itu...ituu...."


Kenzo segera meraih ponsel Tasya,


" Kami tidak menerima tugas sepele Yang Mulia, semoga anda sehat selalu dan bahagia!"


tuuttttttttttttt....


Panggilan di akhiri begitu saja oleh Kenzo.


" Bagaimana bisa kau memberikan nomer pribadimu padanya??"


" Itu Syarat agar kami dibebaskan!"


" Ogh rupanya anak macanku ini memiliki banyak penggemar!"


" oh, bukan - bukan, Tasya tidak merasa seperti itu om... sungguh!"


" Jangan pernah menemuinya!"


Kenzo memeluk gadis nakal itu dengan sangat erat.


Apa dia cemburu?, hihihi


Tasya menertawakan Kenzo dalam hati.


" Tidak bisa om, jika aku meminta om untuk tidak menemui wanita itu apa om juga mau??"


" ah, baiklah...aku tidak akan pernah bisa mengajakmu bernegosiasi!"


" Tapi aku juga tidak berniat bertemu dengan Raja itu!"


" Ya bagus...dia bukan orang biasa, kita tidak sama dengannya!"


" Ya om, aku juga mengerti...makanya aku lebih menyukaimu!"

__ADS_1


" Jangan menggodaku dengan kata-kata mu itu, jika tidak ingin aku makan!"


" Opssss...!" Tasya segera menutup mulutnya.


Mereka cukup memanfaatkan waktu dengan baik, Kenzo pun mengantar langsung Tasya ke Bandara, mengawasi Tasya sampai masuk ke dalam, untuk memastikan anak itu benar-benar pergi.


Setelah Tasya masuk Kenzo pun segera meninggalkan Bandara.


" ah, anak itu selalu membuatku sakit kepala!" Gumam Kenzo sambil melajukan mobilnya.


Dan Tasya ternyata tidak benar-benar pergi,


Tasya kembali ke apartemen Dai,


" Dai, kau tidak keluar??"


" Kau menghabiskan malammu dengan Tuan Kenzo?"


" Ya...!"


" Apa dia tidak berpikir jernih mau dengan anak kecil?"


" Hei, Dai...tidak terjadi apa-apa kok!"


" Ya baguslah kalau begitu, jika sampai kau menyerah kan diri padanya kau yang akan rugi!"


" kenapa??"


" Jaga dirimu dengan baik Tasya, meskipun kau sangat menyukainya!"


" Yayaya Dai aku tahu!"


" Kapan kau mau ke negara M?"


" Sebentar, aku belum bertemu dengan kak Cindy!"


" Apa lagi??"


" Ya Dai aku ingin menemui saudara- saudaraku!"


" Hmmm, baiklah...aku sangat mengkhawatirkanmu, tapi kau malah seenak sendiri!"


" Aku mau bertukar posisi lagi dengan Santan Kara!"


" Sepertinya kau harus meminta tolong pada Panglima!"


" Oh, ya kau tolong hubungi dia jika begitu!"


" Ini telpon saja!" Dai memberikan ponselnya


Tanpa ragu, Tasya segera menggunakan ponsel Dai menelphone Chiko.


" Om...jemput aku bawa Santan Kara!"


" Nona, tunggu aku selesaikan urusanku sebentar ya, aku sedang dengan bundamu berbelanja!"


" Oh baiklah!"


Panggilan pun berakhir.


" Dai, menurutmu... bundaku apa terlihat sangat bahagia dengan om. chiko?"


" Mereka sepertinya sangat dekat?, karna memang mereka saling mengasihi!"


" Om Chiko adalah orang yang paling dekat dengan ayahku, om Kenzo orang yang paling dekat dengan bundaku, setiap om Ciko cuti pasti pulang ke rumah kami, om Chiko sudah menjadi bagian dari keluarga ku, saat om Kenzo kembali ke Jepang, aku menjadi dekat dengan om Chiko untuk bermain!"


" Ya, berati dia tidak beda dengan Kenzo, bundamu menyayangi mereka seperti kau menyayangi ku bukan?"


" Oh ya seperti itu!"


" Wah orang terdekat ayahmu, menyukai bundamu, dan kau menyukai orang terdekat bundamu!"


" Kau meledek kami ibu beranak?"


" Tidak, jika sudah takdirnya begitu kita bisa apa?, makanya kau jangan terlalu mengejar tuan Kenzo, nikmati masa muda kita, jika memang tuan Kenzo berjodoh denganmu, dia juga tidak akan kemana-mana, jangan sampai menjadi seperti istri Tuan Kenzo, dia memaksa memiliki Tuan dengan segala cara, namun jika Tuhan tidak menggerakan hatinya sampai kapanpun juga tidak akan bisa di milikinya!"


" Ya aku tahu... aku akan ingat nasehatmu!"


" Ya boleh berusaha, jangan lupakan Tuhanmu karena segala sesuatunya bergantung kehendaknya!"


" Iya Dai...!"


" Hmmm...aku ada urusan sebentar ke Black Dragon, sementara kau jika ingin keluar kau menyamarlah menjadi pria, kau mencari masalah dengan Tian kan?"


" Dai kau mengikuti ku?"


" Aku khawatir , meski kau menyebalkan aku tidak bisa membiarkan mu terluka!"


" Daiiiiii....!" Dai langsung segera menghindar dan kabur saat Tasya ingin memeluknya


" Daiiii kurang ajarrrrrr!"


" Aku tidak minat denganmu!" Sambil tertawa Dai keluar Apartemen.


Anak itu, memang terlalu aktiv, harus sangat extra menjaganya.

__ADS_1


dalam hati Dai.


__ADS_2