GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
446. Pengganggu


__ADS_3

" Pak, gini aja udah enak ya pak...satu Magicom abis juga ya...??"


" eh masak satu Magicom abis???"


" iya tuh lihat!"


" Lah kamu itu...makanya banyak sekali ya??"


" Eh kok aku ??"


" lah terus siapa??"


" Kamu...!"


" iya deh iya deh...sayang kita nanti berkunjung ke kediaman Pratama ya??"


" Iya , kan menantu harus memberi penghormatan pada ibu suri dan kaisar..."


"hahahah, iya...Putra mahkotanya adalah Julius, aku dan abang hanya pangeran saja...!"


"Aku baru sadar jika aku bisa terpilih sebagai menantu kaisar di kerajaan Pratama!"


Suhail memegangi kening Fathia,


" Agak hangat ya kamu buk...hahaha"


" sialan, kau itu yang hangat, sudah ah aku mau cuci piring dulu...!"


" biar aku saja, ibu negara duduk manis saja ya !" Suhail segera membereskan sisa makannya, lalu mencuci piring.


" Mau masuk istana kapan pak??"


" Apa kau bisa berjalan dengan baik??"


" aku tidak lemah Honey, sekarang saja bagaimana??"


"oke Gas..."


mereka segera berkunjung ke kediaman Pratama.


" Eh ya ampun pengantin baru kok sudah keluar zona yaman saja ih???" ujar Savina menyambut anak dan menantu keduanya.


" Fathia, kau bisa berdiri??"


ujar Incess melihat ke arah kaki Fathia.


" lah, kan aku tidak lumpuh kakak ipar??"


" Pffffffffffft..." Savina terkikik mendengar percakapan kedua menantunya.


" hahaha kalian ini, kalian ngobrol dulu mommy buat minuman dulu ya buat kalian sama camilan..."


Incess langsung menarik tangan Fathia menuju taman belakang.


" Abang libur??"


" masuk,...tapi nanti ..." jawab Putra.


" Julius kemana??"


" Dia sedang bersama Uncle San Hail...kau kenapa sudah keluar rumah, pengantin baru itu ya 3 hari 3 malam gitu nggak keluar kamar..." Goda Putra.


" Aih ...istriku ini semenjak dia bisa melihat, dia tidak bisa monoton di dalam rumah saja..."


" sangat aktif....bagus...mau honeymoon kemana Hail??"


" Mau honeymoon kemana ya?, belum tahu sih ngikut ibu negara saja aku bang..."


" Kalau gitu langsung Gas hail, biar anakku ada teman bermainnya!"

__ADS_1


" iyalah bang, ngapain ditunda lagi.."


" Hahahahahhaha" tertawa bersama.


Ting tong ting tong...


Putra segera berdiri menuju pintu


"Loh ...??? "


" maaf mengganggu, saya mendapatkan kabar jika tuan Suhail menikah...saya ingin mengunjungi bersama putra saya, memberikan hadiah dan ucapan selamat pada tuan suhail dan istrinya...!"


" Ha??, sebentar dulu ya nyonya saya rapikan tempatnya dulu..."


melihat Rumana dan Rama datang membuat Putra tidak nyaman, Putra segera berlari ke dapur.


" Mom...mom..."


" Ya?? ada apa??"


" di luar ada nyonya Rumana dan anaknya, dia ingin memberikan hadiah pernikahan pada suhail dan istrinya!"


" Apa??, kita kan memang sengaja tidak mengundang mereka...kenapa malah datang memberi hadiah..."


" apa aku bangunkan daddy??'


" enak saja dia ke sini pasti mau melihat Daddymu...!"


" lalu bagaimana??"


" Mommy akan mengunci Daddy di dalam kamar dulu...kau bisa minta dia masuk dan berbincang dengan Suhail, jangan biarkan Fathia keluar katakan saja jika adik iparmu kelelahan tidak bisa bangun dari tempat tidur!"


" Hah, ..."


" Sudah sana setelah itu mommy akan keluar menyapanya, mommy mau dandan dulu sebentar...!"


" Baik..."


Savina pun masuk ke kamar berdandan dan mengenakan pakaian bagus,


" Sayang, kau sudah mau bekerja??" tanya Nathan yang baru bangun.


" kau tetap di dalam kamar, ada Rumana dan anaknya di luar, awas sampai kau keluar menyapa!!!" tegas Savina.


Nathan mengangguk dan kembali tidur, dari pada istrinya marah dan sulit di bujuk.


Savina pun segera keluar kamar dan dengan keramahan palsu menyapa ibu dan anak yang sedang berbincang itu.


" Oh ada tamu toh..."


" hallo nyonya...maaf pagi begini mengganggu..." Rama memberi salam dengan membukukan tubuhnya.


" Oh ya tak masalah...ada perlu apa ini...??"


Rama memberitahu maksud kedatangannya


" Oh maaf kami lupa memberikan undangan, aduh maaf ya karena memang kami tidak mengundang banyak orang..."


" tidak masalah nyonya...santai saja..."


" oh iya Suhail istrimu masih belum bangun nak??, sudah biarkan saja jika masih lelah kasihan, biar mommy ya yang menemani mengobrol...heheh maaf ya tuan Nyonya, kasihan menantu saya jika dibangunkan"


" tidak apa nyonya...kami sudah menyampaikan maksud kami, kami akan segera pergi..."


" Oh begitu??, aduh maaf ini di anggurin aja...!"


" santai saja nyonya..."


" oh dimana Laksmi??" tanya Rumana sambil celingukan sana sini.

__ADS_1


" Suami saya juga masih tidur...hheheeheh"


" tumben Laksamana belum bangun??, biasanya Laksamana kalau bangun sangat pagi...!"


" Oh iya??"


Sialan Rumana ini , seakan dia pernah hidup dengan suamiku saja.


dalam hati Savina.


" ohohohoho...dia akan sangat malas dan manja saat dekat Istrinya nyonya heheeheh,padalahal kami sudah akan memiliki Cucu...heheheh..."


kedua putra Savina dan Rama terdiam melihat ada atmosfer Yang saling mengintimidasi itu .


"Aduh, tidak terasa waktu cepat berlalu dan menjadi tua ya nyonya!" Ujar Rumana dengan senyum mengejek


" Eh nyonya jangan salah, mommy ku ini menikah dengan Daddy masih di usia muda, bahkan di sandingkan dengan istri kami mereka seperti kakak adek, sebenarnya belum pantas. mendapatkan cucu dari segi penampilan hahahahahha" Sahut Putra membela ibunya.


" Ya,saya juga heran dengan mommy saya ini, padahal seumurannya yang masih punya anak satu saja kebanyakan sudah memiliki keriput, kenapa mommy satu garis keriput di wajah itu tidak ada ..."


" Kalian ini anak-anak suka mengolok mommy...!"


" hahahahah kami jujur bukan begitu tuan Rama??" ujar Suhail.


" ehmm...hahaha benar...oh ya karena tadi sudah pamitan kalau begitu kami harus segera pergi ya..."


" boleh tuan...silahkan !" Ujar Suhail.


Rama segera menarik ibunya keluar.


mereka segera masuk ke dalam mobil dan keluar dari kediaman Pratama.


" Ibu kan sudah ku bilang ... itu hanya akan mempermalukan kita...!"


" tak masalah aku hanya ingin melihat Laksmana tapi malah masih tidur dia.....!"


" bu berhentilah...jangan memaksa..."


" aku hanya ingin tetap menjalin silaturahmi saja loe Rama..."


" Kita tidak di terima di keluarga itu ibu, jangan sampai membuat kesalahan...!"


" Hah, sayang sekali putraku ini tidak mau berusaha, seharusnya berusahalah..."


"tidak ibu...aku tidak akan mengikuti saranmu,kali ini ..."


" kau akan menyesal..."


" biarkan Rama menyesal, ...dari pada harus mengganggu kebahagiaan orang lain..."


" kau tidak bisa menunggu kebahagiaan itu datang, kau harus berusaha mengambilnya...semua harus pakai usaha nak!"


Rama diam saja tidak menanggapi ibunya yang sangat terobsesi dengan Laksmana itu, Jika Rama mendebatnya ibunya akan semakin menjadi-jadi.


" Bu...mungkin aku akan membuka cabang di kota lain..."


" kenapa ??, di sini saja nak jangan pindah-pindah!"


" aku ingin mengembangkannya lebih luas lagi bu..."


" Ibu akan menetap di sini saja Rama!"


" Ibu harus bersama Rama..."


" kau tidak pernah mendengarkan kemauan ibu Nak...!"


" Ibu...kapan aku tidak mendengarkan ibu??"


"Sudahlah.... pokoknya ibu tidak akan ikut!"

__ADS_1


Rama menghela nafas panjang, sepertinya saran paman San itu benar harus membawa ibunya ke psikiater.


dalam hati Rama.


__ADS_2