
ting tong...
pintu terbuka,
" Apa dia adikmu?, apa keadaannya baik?"
" mmm, dia masih syok berat, aku juga belum tega menanyainya"
"Baik, apa kau ingin menghukum anak - anak itu dengan berat?"
" ini kasus penculikan, penyekapan dan pelecehan seksual!"
" Adikmu harus di visum!"
" Tidak, gunakan jalur lain!, carikan korban palsu, adikku tidak bisa menjadi perhatian publik?"
" Tapi salah Satu dari mereka anak seorang petinggi!"
" Ekspos, ekspos...aku akan membuat mereka membayar semua!"
" adikmu akan terseret!"
" Nanti, kita lihat dulu...jika mereka bisa lolos maka aku yang akan menghukumnya dengan Cara lain!'
" sepertinya kau harus mencari cara lain, karna ini bukan pertama kalinya untuk bocah itu masuk penjara, dan lagi kau sudah membuatnya cacat, mungkin kau akan terlibat dalam situasi rumit!"
" Mereka akan mengancam pekerjaanku!" ujar Martin.
" Tak apa, yang terpenting Cindy mendapatkan keadilan, jika memang dia bisa bebas, justru dia tidak akan selamat nanti!"
" Hmmm...aku membawakan ini, untuk adikmu!"
memberikan bingkisan makanan.
" Marvel, apa kau menyukai adikku???"
" Oh, tidak...aku juga memiliki seorang adik perempuan, santai bro, aku istirahat dulu!"
Marvel pun pergi.
Martin segera mengetuk kamarnya dan membuka, Cindy masih sesenggukan menutupi wajahnya dengan guling.
" Cindy, makanlah selagi hangat, apa kau sudah mandi?"
Cindy tidak menjawab,
" Baiklah, aku letakkan di sini, kau harus makan okey?, aku sedang memesan baju ganti untukmu, dan aku sudah mengabari ibu jika kau bersamaku!"
masih tidak ada jawaban...
Martin pun berbalik, melangkah keluar...
Dan tiba - tiba Cindy turun dari ranjang, memeluk martin dari belakang, dan membuat Martin sangat terkejut.
Martin menepuk tangan Cindy yang melingkar di tubuhnya
" huks huks maaf abang maafkan Cindy"
kata maaf itu seketika membuat hati Martin terasa nyeesss, merasa lega.
" hiks hiks hiks...!"
" Abang tidak akan membiarkan orang lain menyakiti mu!" berbalik dan membalas pelukan Cindy dengan erat dan mencium kening Cindy.
" huhuhuhuhu maaf karna tidak mempercayai abang, mulai sekarang Cindy akan percaya pada abang huhuhu!'
" Abang tidak akan melarangmu memiliki teman, itu baik memiliki teman!, Tapi kau juga harus memilih yang tulus!"
" Tidak aku tidak butuh teman atau pacar !"
" Apapun itu, asal kau baik - baik saja dan bahagia abang akan mendukungmu!"
" Abang, terimakasih karna tidak pernah meninggalkan ku!"
" Tidak akan, kau sudah mandi??"
Cindy menggeleng,
" Ayo mandi dan makan, aku akan menunggu pesanan bajumu datang!"
Cindy pun menurut segera mandi, itu adalah pengalaman yang sangat buruk baginya, namun dia harus tetap harus bangkit, karna sekarang dia tidak menanggung beban yang ringan.
Dia harus kuat untuk adik - adik dan mamanya.
" Cindy..."
__ADS_1
" Ya,,,"
" Bajumu sudah datang !,aku masuk"
"Yaaa...!"
"Kenapa kau memakai bajuku?"
" Pinjamlah bang, bajuku sobek loe...!"
" Okey, pakailah...lagian ini bajunya lebih cocok untuk kerja, abang lupa membeli pijama untukmu, ini bisa kau pakai besok!"
" Terimakasih abang!"
" Yoiiii"
" Abang...."
" Iyesss??"
" Cindy membuat masalah untukmu,bagaimana jika kau dipecat??"
" heheh, maka aku akan melamar menjadi supir pribadi + bodyguardmu!"
" Hahahah, berapa aku harus menggajimu ?"
" Hmm mm, itu terserah pada majikanlah!"
" Baiklah, jika abang benar - benar di pecat, aku akan menanggung hidup abang"
"wesehhh...di mana harga diriku, jika aku dihidupi seorang wanita!"
" Lalu abang mau pekerjaan macam apa?"
" Aku akan bekerja di detective team Black Dragon!"
" Bahahahaha, Sungguh??, tapi aku dengar mereka tidak sembarangan menerima orang, dan harus diumur remaja masuk dalam team on Bram"
" Heheheh, oh lihat aku memiliki kartu khusus dari om Bram, dulu om Bram sangat ingin merekrutku, tapi aku sudah berjanji pada nenek untuk masuk kepolisian"
" Wah, jadi aku tidak perlu khawatir sekarang, jadi bisakah abang menghukumnya dengan sangat berat agar tidak ada korban lain lagi"
" tentu, aku akan melakukannya,...jika dia bisa membeli hukum, maka aku bisa membeli nyawa!"
" abang akan menghabisinya?"
" abang tidur di sini!"
" aku akan tidur di luar!, selamat malam" Martin pun keluar.
...----------------...
keesokan harinya,
hari - hari seperti biasa itu pun kembali, Martin mengantar Cindy ke resto, lalu berangkat bekerja.
" Martin dipanggil atasan!" ujar Marvel memberitahu.
" Hmm..." Martin pun bergegas menuju ruangan.
" Kau tahu apa kesalahanmu?"
"Saya merasa tidak bersalah"
" Brengsek, kau sudah menyinggung orang berpengaruh!"
" Mereka melakukan kejahatan!"
" Brooooookkkk"
Buku tebal melayang mengenai kepala Martin,
"Mulai hari ini letakan jabatanmu!!, kau harus mundur!!"
"Siap!" Martin segera melepaskan semua atribut dan pergi.
Maafkan aku nenek, aku memang pantas diperlakukan seperti ini, aku juga tidak bisa menghukum Juno, ...aku juga sama seperti mereka.
dalam hati Martin.
Martin kembali ke resto Masakan jawa milik Jovan.
" Abang, kepalamu berdarah, apa yang terjadi?"
tanya Cindy panik.
__ADS_1
" Oh iyakah?" Martin tidak menyadarinnya.
"Cepat ikut keruanganku!" Menarik masuk.
" abang di pecat?"
" Aku diminta mengundurkan diri!"
" Ya sudah ,tak apa...nanti Cindy yang akan menjelaskannya pada mama!"
" Biar aku saja!"
" Ini kesalahan Cindy, biarkan Cindy membantu abang!"
" Baiklah kita lakukan bersama!"
" Hmm mm....sudah, selesai!" Cindy memasang hansaplas di pelipis Martin.
" Terimakasih, tapi aku lapar"
" Oh oke, Cindy akan memasak untuk abang!"
" baiklah!"
Seperti ini juga tidak buruk,
dalam hati Martin.
...----------------...
3 minggu kemudian.
" Oh Cindy maafkan mama tidak bisa menjagamu, mama benar - benar mama yang buruk!" Vevey merasa sedih.
" Cindy tidak masalah ma, karna abang datang tepat waktu, jika tidak Cindy tidak tahu harus melanjutkan hidup Cindy bagaimana!"
" Maafkan Martin ibu, semua karna Martin yang tidak bisa menjaga Cindy!"
" Bukan Ma, karna Cindy abang kehilangan jabatan"
" oh, berani sekali mereka tidak menegakkan keadilan!, ini tidak akan bisa dibiarkan!" Vevey sangat marah.
" Tak apa Bu, Karna hal ini juga tidak baik untuk Cindy jika terekpos!"
" Kalian tenang, mereka tidak akan lepas, berani sekali dengan keluarga Pratama!"
Cindy dan Martin saling memandang, mereka tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan Vevey.
" Tapi syukurlah,kalian baik baik saja!, Martin apa masih ingin pekerjaanmu kembali?"
" Tidak bu, Martin ingin bergabung di Team om Bram, kemarin sudah bertemu dengan om Geri!"
" Oh begitu, tak apa... di sana penghasilanmu juga lebih besar, dan kau bisa membantu mencari Sansan!"
" Ya, Bu...kemarin aku juga dikenalkan dengan seseorang yang katanya mendapat kartu khusus dari om bram dia juga akan mencari Sansan"
" Syukurlah, jika banyak yang mencari, ini sudah 4 tahun dia juga tidak ketemu, jika masih hidup semoga dia menjalani hidup yang baik, jika sudah tiada,ah aku sangat yakin dia masih hidup!"
" iya bu,...kita tetap harus optimis!"
...----------------...
"Kau sangat peduli dengan gadis kecil itu?"
" Hmm mm"
" Pulanglah ke jepang, aku akan meminta ayahku, melegalkan kelompok Pamanmu dan kau bisa mengendalikan anak buahnya!"
" Tidak, aku tidak mau berhutang budi padamu!"
" Berjanjilah jika gadis itu ketemu, kau akan membuka hatimu untukku!"
" Kau tidak pernah tulus membantuku!"
" Aku tulus,sungguh!"
" Jangan memaksakan sesuatu yang aku tidak Mau!"
" aku akan membantu tapi biarkan aku disisimu!"
" Jika Sansan ketemu tentu saja aku akan menjaganya seumur hidupku!"
" apa kau sangat menyukai ibunya?, sampai kau Mati - matian ingin menemukan anaknya!"
" Mereka segalanya bagiku, di saat aku merasa sendiri dan tak memiliki apa pun dan siapa pun
__ADS_1
mereka adalah satu - satunya keluarga yang ada untukku!, jadi jika dibanding dirimu sangat jauh!!"
Bersambung...