
" ah....pak kau terlalu kejam, aku hampir mati kehabisan napas..."
" Nyonya Jendral, harus mulai terbiasa dengan kekejamanku..."
" pak, ayo berdiri dulu pak, ...jangan keblabasan ..." Fathia segera mendorong Suhail dengan keras .
" baiklah, aku harus menjadi contoh Jendral yang baik untuk bawahanku..." Suhail segera membenahi pakaiannya.
dia lupa , dia mambawa beberapa ajudanya...
" hah...aku hampir kehilangan wibawa ku..."
" hahahahahah...bapak, besok kita bisakah pergi berdua saja?, rasanya tidak nyaman jika mereka ada..."
" mereka tetap ikut, tapi tidak sedekat ini..."
" kasihan loe pak mereka jomblo, bapak ini tidak punya hati nurani sama sekali..."
Suhail melihat ke arah para ajudanya,
" benarkah kalian jomblo??" tanya Suhail
" saya baru saja putus ndan...!!"
" saya, baru saja di selingkuh jendral"
" saya, tidak pernah pacaran..."
" saya juga baru tahu juka kekasih saya adalah istri orang!'
Suhail terkejut dengan nasib para ajudanya.
" wah Jendral, kasihan sekali para ajudan tampanmu ini..."
" Baiklah, kalian besok bisa ikut bersantai mencari buruan kalian..."
" yeaaah ..mereka bersorak gembira..."
" memang kita mau ke mana Jendral???"
"tanya nyonya kalian...!"
" nyonya kita mau kemana??"
" mau ke pasar burung ..."
" hah....?????, kita mau cari buruan di mana di pasar burung nyonya??"
" aku kira mau ke pantai..."
" yah, tidak jadi senang .."
" hahahahahah...kemana ya??"
ujar Fathia menggoda.
" nyonya tidakkah nyonya punya teman yang baik gitu, untuk kami??" ujar salah seorang ajudan.
" Cari sendiri jodoh kalian, kalian adalah orang hebat, cari seseorang yang mau menerima kalian dengan baik...dan apa adanya, bila sudah mantap ajaklah menikah..."
" sulit nyonya apalagi kami jarang ada waktu..."
" dengarkan keluhan ajudanmu itu pak..."
" biarkan nyonya kalian yang mengatur jadwal kalian nanti setelah menikah, jadi itu tergantung sikap kalian pada nyonya kalian!'
"siap Ndan!!"
" Kapan kau selesai ibu Fathia...??" tanya Suhail melihat ke arah jam tangannya.
" sudah - sudah...ayo..."
" bos...maaf mengganggu di luar ada tamu...ingin bertemu dengan bos..."
" Siapa namanya??"
" Rama ..."
__ADS_1
" oh baiklah, aku akan menemuinya..."
" aku ikut ...!" ujar Suhail
" boleh tapi tidak boleh ceriwis ya pak!"
" oke bu..."Suhail mengikuti Fathia dari belakang begitu juga dengan para ajudan itu mengekor.
Rama terkejut melihat backingan Fathia.
" tuan lama tidak berjumpa, apa ada sesuatu yang anda bicarakan??" tanya Fathia ramah.
" ah nona siapa mereka??" tanya Rama terkejut.
" Oh...ini..calon suami saya, Pak kenalkan ini adalah Tuan Rama, teman bisnisku..."
" Suhail..." memperkenalkan diri dengan bangga karena diakui langsung oleh Fathia.
" saya Rama, senang berkenalan dengan anda tuan..."
" ya..."
" oh tuan ada perlu apa memangnya??"
" Ibu saya ingin bertemu dengan anda nona, apa anda berkenan??, ibu saya sangat menyukai minuman racikan anda,dia ingin bertemu dengan anda!"
" oh tentu saja boleh, memangnya di mana ibu anda??"
" sebentar lagi dia akan tiba,..."
" oh baiklah kalau begitu...saya akan siapkan beberapa cemilan untuk ibu anda tuan!"
" tidak tidak perlu..."
ponsel rama pun berbunyi.
" Ya bu...apa kau sudah sampai??"
" aku sudah masuk di mana kau??"
" aduh sayang sekali sudah punya calon suami, aku berniat mennjodohkanmu dengan putraku ini..."
" ibu ini...tidak sopan!" ujar Rama tak enak hati
" eh maafkan saya tuan ya saya bercanda, eh tapi apa anda ini abdi negara??"
" benar nyonya!" jawab Suhail ramah meskipun dia tidak menyukai keduanya itu.
" abang kakak ipar..." Julius yang tiba-tiba datang.
ibu Rama sangat terkejut melihat wajah Julius.
" Siapa mereka??" tanya Julius pada kedua kakaknya itu sambil menganggukan kepala memberi salam.
" oh ini adik tuan Suhail??" tanya ibu Rama yang masih melihat ke wajah Julius sangat lama.
" benar nyonya...,dia adik saya..."
" wah kalian berdua abdi negara ya, luar biasa sekali... orang tua kalian pasti orang hebat..."
" biasa saja bibi..." jawab Julius dengan wajah datar.
" wajahmu mirip sekali dengan kenalan lamaku...siapa namamu nak??"
" siapa ibu??" tanya Rama.
" apa bibi bisa membaca??" sambil memperlihatkan bat nama di dadanya.
" Julius .P??"
" Benar...abang, kakak ipar mommy dan daddy menunggu kalian di depan...kita mau merayakan kehamilan kakak ipar pertama!"
" rupanya nona Fathia sangat sibuk ya, maaf jika waktu kami tidak tepat..." ujar Ibu Rama.
" maaf sekali ya nyonya dan tuan...saya tidak bisa lama menemani kalian berbincang mungkin di lain waktu..."
"tidak masalah...salam untuk keluarga anda nona Fathia, kalau begitu kami permisi dulu..."
__ADS_1
Rama dan ibunya pun pergi
Fathia dan Suhail segera mengikuti langkah Julius keluar.
Fathia berlari memeluk camernya yang sangat baik hati itu,
" mommy aku merindukanmu..."
" ah, mommy juga, selama kau di Sandra Suhail mommy kesepian..."
" lebay deh mom..." ujar Suhail.
" Daddy maaf ya membuat Daddy menunggu lama..."
Nathan mengusap kepala calon menantunya dengab lembut
" Baru juga 10 menit..."
" ya itu jika menantu dan anak perempuan terlambat 10 menit pasti bilangnya baru, coba kalau kita yang terlambat ya bang??" ujar Julius menyenggol abangnya.
" Kamu terlambat 10 Detik!!!!!" sahut Suhail menirukan Nathan saat marah.
" hahahahah " semua tertawa
" Laksmana, rupanya benar..."
semua menoleh ke arah suara yang memanggil Nathan.
" eh bibi kenal Daddyku??"
seketika wajah Savina langsung berubah.
" Rumana???" ujar Nathan terkejut.
" Laksmana masih mengingat saya rupanya, apa ini anak-anak Laksmana??"
" Ya..."
" ibu siapa ?, ibu kenal??"
" Rama, dulu kau mengira Laksmana adalah ayahmu, kau pernah memanggilnya ayah saat masih kecil..."
" Oh Rama sudah besar, ..." Nathan mengusap kepala Rama dengan lembut.
" rupanya Laksmana ini adalah teman Uncle San???" Rama sudah mengingatnya
Rama mengingat bahwa Nathan ini adalah pria yang di sukai oleh ibunya.
" hahahahaha...kau masih ingat Letnan San??, kalau begitu ayo kita panggil dia, ikut kami makan malam bersama!" Ajak Nathan.
" maaf Laksmana, itu acara keluarga, kami tidak enak hati..."
" Tidak masalah, ayo Rama ajak ibumu kita akan ke restoran masakan Jawa di pusat A...!" sahut Savina berusaha ramah meskipun jelous.
mereka pun segera masuk ke dalam mobil masing-masing dan pergi menuju ke restoran yang sudah di sepakati.
" Daddy kau mencari masalah, kenala dunia begitu sempit???" ujar Julius kesal.
" Dia anak dari senior ayah, apa tidak boleh??"
" kau tidak menjaga perasaan mommy, dasar orang tua kejam..."
" Sudah jangan ribut...hanya makan malam yus, kau tidak boleh mengatakan daddymu seperti itu loe..." sahut Savina melerai keduanya agar tidak lanjut bertengkar .
" aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mommy, termasuk daddy, lihat saja Daddy macam-macam aku juga berani Duel dengan Daddy...!'
" kelamaan, keroyok sudah nanti ajak abang putra sekalian jika Daddy macam-macam yus!'
tambah Suhail.
" hah??, Suhail?? kau akhir - akhir ini sangat kompak dengan Julius??" ujar Nathan heran.
" apapun urusan Mommy kami akan menjadi kompak dan berada di gardan terdepan, enak saja Daddy macam-macam!!!, mommy kami tidak bisa di bandingkan dengan wanita mana pun!"
Nathan hanya terkikik melihat tingkah kedua putranya yang begitu melindungi ibunya, tidak luput dengan putra pasti juga akan berada di pihak Savina.
Fathia hanya senyam-senyum dia merasa bahagia karena di terima baik dikeluarga Pratama.
__ADS_1