
" Ah, Tasya kenapa kau mengekspos identitas Raja!" gumam Dai.
" Ah, Yang Mulia, terimalah hormat kami!" Mimoto dan Yukini menundukan kepala mereka.
Kenzo masih di posisi sama begitu juga Tasya.
" Wah, Yang Mulia ada perlu apa sampai datang ke gubuk kecil ini?" Tanya Kenzo.
" Aku ingin menjeput orang ku, apa harus mendapatkan ijin dari mu?"
" Haha...tentu saja!" Tegas Kenzo.
" Tasya, apa kau ini sio monyet, bergelantungan seperti itu, cepat turun!" Alfred tidak senang melihatnya.
Tasya pun turun perlahan, dari punggung Kenzo.
" Yang Mulia, kenapa anda berkeliaran, itu sangat berbahaya!"
" Aku datang menjemput mu, ayo pulang!!" Ajak Alfred.
" Tapi, ini belum waktunya pulang, aku akan pulang sebelum pukul 6 sore!" Jawab Tasya.
" Apa kau mau melanggar perintah Raja??!"
" Kau ini adalah Raja yang payah, kau sudah mengijinkanya, sesuai kesepakatan ,kenapa kau mau menjemputnya lebih awal??"
" Aku membutuhkannya!"
Astaga, Drama apalagi ini, ah... antara tuan dan Rajaku dalam hati Dai .
" Yang Mulia, mohon maaf untuk sebelumnya karena sudah lancang, karena Yang Mulia sudah datang, mari ikut makan bersama kami!" Ajak Yukini.
" Apa??" Kenzo terkejut.
" Baiklah, jika kalian memaksa,... sebagai seorang Raja aku harus bersikap rendah hati!, ayo makan!" Ujar Alfred.
Tasya berlari menghampiri Dai,
" Dai, apa kau ini sedang membuatku dalam masalah?"
" Tasya, hadapi saja, sebelum kau menderita, aku sudah menderita lebih banyak darimu, dan itu karena mu?"
" Hooo? aku??" Tasya menunjuk dirinya sendiri.
" Yuki, kau tahu makannya Tasya sangat banyak, jika kau mengajak orang lain kita akan kekuarangan makanan!"
" aku??" Tasya menunjuk dirinya sendiri lagi dengan wajah bingungnya.
" pffftttt...!" Dai menahan tawanya.
" Yang Mulia, maaf jika makanan di sini sangat di bawah standar, mari silahkan makan jika anda berkenan!"
" Aku bukan orang yang pemilih dalam makanan!"
" syukurlah, silahkan anda makan lebih dulu!"
Kenzo mendahului Alfred mengambil makan,
semuanya sangat tegang melihat perselisihan Alfred dengan Kenzo, mereka tidak berani membela salah satunya.
mereka hanya melihat, Kenzo dan Alfred berebut makanan yang ada.
Dai memberikan kode pada Tasya untuk menangani perselisihan dua pria dewasa watak anak - anak itu.
" Hentikan!!!" Tasya mengambil makanan yang diperebutkan Kenzo dan Alfred.
__ADS_1
" Angkat piring kalian!"
dengan patuh Kenzo dan Alfred mengangkat piring mereka.
Tasya membagikan makanan, dengan rata pada keduanya.
" Kalian ini sudah berumur ,makan saja tidak bisa tertib, jika makanan ini tumpah, bagaimana kita akan makan??, sangat tidak menghargai orang lain!" Tasya Mengomel seperti orang tua.
" Kau juga makan Tasya, kau suka jamur kan, ini ambilah punyaku!" Kenzo memberikan Jamur pada Tasya.
" Ambil juga punyaku!" Alfred juga memberikan jamurnya.
" Oh, Ya...aku akan memisahkan tulang ikan ini untukmu ,jadi kau tinggal memakanya nanti!" Kenzo dengan gerakan cepatnya memisahkan tulang ikan dan memberikan pada Tasya.
" Tasya, apa kau mau sayuran?, ini baik sekali untuk kesehatan!"
Tasya terdiam, dia sangat kesal dengan dua orang yang sangat menyebalkan itu
Dai, Mimoto dan Yukini mengamati mereka bertiga tanpa berkedip
" Kalian berdua sebenarnya ada masalah apa di kehidupan di masa lalu??" ujar Tasya kesal
" Tasya, sebaiknya kita segera makan dan kembali ke istana!" sahut Dai.
" aku akan mengantar om Kenzo ke bandara dulu, baru ke istana!"
" Dia sudah besar kenapa kau mengantarnya?, apa dia sangat penakut?" ujar Alfred.
" apa urusannya denganmu, kau seharusnya segera pulang dan berbaring lagi, bukankah kau dikabarkan sakit parah dan hampir mati!"
" Ini negara, apa urusannya aku hidup dan mati!"
" Tidak ada!" Kenzo meletakkan sendoknya ,selera makannya sudah menghilang.
" Om ....!"
" sudah jangan khawatir, lakukan apa yang aku katakan Tasya, aku juga harus mengurus urusan keluarga ku lebih dulu, jaga diri baik-baik!"
" Tuan, anda belum selesai makan!" Yukini mengingatkan.
" aku tidak berselera!"
" Ah, om makanlah terlebih dahulu!"
" Tidak, Mimoto ayo antar aku ke Bandara!"
Segera berdiri dan berjalan keluar, Mimoto mengikuti dari belakang.
" Om, tunggu...!" Tasya mengejar Kenzo
Dai segera berdiri dihadapan Alfred, karena dia tahu apa yang dilakukan Tasya pada Kenzo.
" Yang Mulia, makanlah terlebih dulu, setelah itu Tasya akan ikut anda ke istana!" Yukini mengalihkan pandangan Alfred.
" Benar, Yang Mulia....silahkan menikmati makanannya!"
Alfred memakan,sambil celingukan mencoba melihat Tasya dari celah yang bisa dia lihat, namun tubuh Dai sangat sempurna menutupi keduanya .
Tasya ini memang tidak bisa melihat keadaan dan situasi...
dalam hati Dai .
" Kau menciumku begitu lama, nanti kekasihmu marah Tasya!" Ujar Kenzo kesal.
" Om, dihatiku hanya ada dirimu, percaya padaku, aku akan segera menyelesaikan ini dan segera kembali ke sisimu!" bisik Tasya.
__ADS_1
" Hmmm, ingatlah jangan terlibat lebih dalam,lakukan saja tugas yang harus kau selesaikan!, aku pergi dulu... jaga diri baik-baik!". Kenzo memeluk dan mencium kening Tasya.
" Bye om, aku akan merindukanmu!"
Kenzo hanya tersenyum dan pergi, Tasya melambaikan tangannya sampai Kenzo tidak terlihat punggungnya lagi.
Tasya segera kembali, dengan wajah murungnya.
" Kenapa kau terlihat sedih, apa dia itu pacarmu???"
" ah, bukan Yang Mulia, itu adalah tuan kami!" Sahut Yukini.
" tuan?, mereka seperti sepasang kekasih, bagaimana kau mengatakan tuannya?, aku lah Tuannya!" Tegas Alfred.
" Maksud mama kami, adalah Tuan sebelum anda Yang Mulia, beliau menganggap kami sudah seperti keluarga, dan sangat memanjakan Tasya!"
" oh, tapi Tuan kalian sekarang aku, jadi sudah putuskan hubungan dengannya!"
Yukini dan Dai saling menatap, sementara Tasya masih merasa sedih karena harus berpisah dengan Kenzo.
" Ya Tuan,...!" Jawab Yukini.
" Dai, berikan pakaian untuk Tasya!"
" Baik!" Dai memberikan pakaian pria untuk Tasya.
Tasya melihat pakaian itu dengan wajah kebingungan.
" Kau akan memasuki istana dengan identitas baru, kau yang akan merawat ku, sebagai Tejo!"
" Tejo???" Tasya tak habis pikir.
" Kenapa tidak terima?"
Yukini segera memberikan isyarat agar Tasya mengiyakan saja mau Rajanya.
" Ya, baik Yang Mulia!"
" Cepat berganti, dan Dai akan mengaturmu masuk kembali ke istana!"
Tasya tanpa mengatakan apapun dia segera mengganti pakaiannya.
Yukini mengikuti Tasya dari belakang,
" Jangan bersedih,lakukan saja semuanya dengan baik, dan kita akan bertemu dengan Tuan lagi, jangan memberi Raja harapan sedikit pun Tasya, ingat pada tugas utamamu!"
" Ya ma, terimakasih sudah mengingatkan, Tasya akan segera selesaikan misi ini dengan baik!"
" Baguslah, hati - hati!"
Setelah berganti pakaian dan menggunakan Wig yang sudah di siapkan Raja, Tasya pun keluar.
" Yang Mulia, ayo kembali ke istana!"
" What???" Dai dan Alfred terkejut.
" Kenapa? " Tasya kebingungan
" Kau bahkan sangat tampan Tasya menjadi seorang pria!" ujar Dai tak percaya.
" Oh, jelas ... perkenalkan namaku...Teeeej...ah, yang mulia berikan aku nama yang baik!" Ujar Tasya tak terima.
" Ya ganti namamu sesuai yang kau mau!"
Gila, dia menjadi wanita sangat cantik, menjadi Pria pun juga sangat Tampan, terbuat dari tanah liat bagian mana dia ini dalam hati Alfred.
__ADS_1