
Chiko bangun lebih pagi dari Sasha dan bergegas pergi menemui Laksmana,...
" Masih gelap Chiko apakah ada hal mendesak?" mengambil kursi untuk duduk
" Laksmana...aku ingin menikahi Sasha!"
Gubraaaakkkkkkkk
Sangking terkejutnya dengan perkataan Chiko membuat Sang Laksamana jatuh ke belakang.
" Laksmana, apa kau baik - baik saja?" Chiko membantu Nathan berdiri.
" Oh, sialan kau ini, pagi - pagi membuat masalah, mana matahari belum nongol sudah mengagetkan orang!"
Nathan sangat kesal.
" Maafkan saya Laksmana, maaf!"
" Cerita kronologi nya bagaimana bisa kau memutuskan hal besar ini??"
Chiko menceritakan semua dengan rinci, pada Laksamana.
" Ya sudah kau buat pengajuan pernikahan,aku akan bantu mengurus semua, tapi apa kau yakin dengan keputusanmu?"
" Sangat yakin...!"
" meskipun dia akan membencimu suatu hari nanti?"
"Hemm, ....!"
" Dia janda beranak satu, kau masih perjaka ,apa kau yakin?"
" yakin...!"
" kau tidak boleh menyakitinya!"
" tidak akan!"
" tapi dari pada Kenzo aku lebih memilih merestuimu!"
" Terimakasih Laksamana!"
" Ya, kau siapkan semuanya, apa kau akan membuat pesta pernikahan?"
" Itu akan saya bicarakan lagi dengan Sasha...!"
" Hemm, aku juga akan membicarakan ini dengan istriku dan Vevey...!"
" Baik, saya tidak menggangu waktu Laksamana lagi!"
Chiko pun segera pergi.
" Aduh, sial pinggangku sakit sekali!" Meraba pinggangnya
" Suamiku kau sudah tidak muda lagi, kau harus pandai menahan diri jangan sering-sering menyiksa istrimu, aku tidak ingin menjada dengan cepat!"
" aih, kau sekarang sangat pandai mengumpat suamimu sayang!"
" hihihi ...di mana yang sakit suamiku?"
Savina memapah Nathan kembali ke kamar.
" Uh, benar aku sudah tidak muda lagi, perasaan baru kemarin aku menikahimu, sekai aku sudah akan menikahkan anak -anakku, istriku kau pasti mendengarkan pembicaraanku dengan Chiko bukan?"
" Hmm, sangat terperinci menempel di telingaku!'
" Lalu apa pendapatmu?"
" sudah hakikatnya seperti itu manusia, Aku merasa ini kehendak Tuhan, aku juga menikah 2 kali kau pun juga sama, bahkan mantan kita masih hidup dan kita menjalani hidup masing-masing, Sasha sama seperti Vevey masih sangat muda, Vevey juga bertahan selama 7 tahun, jika bukan karena anak - anaknya mengakui Hiro, Vevey tidak akan menikah lagi,Chiko adalah orang terdekat dan paling di percaya oleh Bram, dia tidak terlibat dengan wanita mana pun semenjak mengikuti Bram, Cintanya pasti sangat tulus pada Sasha, hanya saja itu bagaimana dengan Sasha nanti, ini bukan sepenuhnya salah Chiko, karna kita yang mendorongnya untuk begini!"
__ADS_1
" Benar, kita tidak akan membiarkan Chiko menanggungnya sendiri,...!"
" Ya, kita juga akan menanggungnya , anak itu sangat baik dan setia, dari pada Kenzo yang tidak memiliki keberanian itu, lebih baik dia bersama Chiko saja aku akan tenang!"
" Kau bisa memberitahu adikmu Vevey dan menasehati adikkmu Sasha sayang!"
" Iya sayang, serahkan padaku, kau bantu chiko untuk mudah menikah jangan biarkan mereka mempersulitnya seperti kau dulu menikah denganku, kau harus menyelesaikan tugas dulu baru diijinkan menikah denganku, menyebalkan!"
" Hahaha itu juga bukti pengorbanan cintaku padamu!"
" Hahahha aku hampir menjadi janda sebelum menikah!"
" Kau itu sangat sulit ditaklukkan, mau bagaimana lagi, aku lebih memilih mati jika tidak mendapatkanmu!"
" Kau sudah berumur berhentilah berbicara buruk!"
" Ah....!" Nathan menarik Savina kepelukannya.
" Aku sungguh bahagia, menikahimu aduh bodohnya mantanmu itu membuang permata untuk sebuah tembaga, hihi !"
" Ih menyebalkan....oh ya tadi ibuku menelphone...!"
" Kenapa?"
" Dia merindukan cucunya, kita sudah sangat lama tidak mengunjunginya, aduh pasti dia akan mengomeliku tiada henti!"
" Ya sudah kita ajak Julia ke sana!"
" Eh, ibuku mau putra, suhail, iyus dan juga Julia datang ke sana!"
" Ya sudah nanti aku akan memberitahu Putra untuk mengajak adik-adiknya kembali!"
" Kenapa Suhail juga menyusul ke sana sih!"
" Tak apalah, mereka saudara, aku senang karna akhirnya Iyus dan Suhail sudah baikkan!"
" Bawa aku padanya!"
" Dia sudah pindah, aku belum tahu dia ke mana, nanti aku akan mencari tahu dari Cindy!"
" Ahz menyebalkan sekali, hanya aku yang tidak bertemu Fathia!"
" Sabarlah, sayang ... biarkan semua berjalan dengan alami, kita harus memberikan dia jalan untuk berusaha, dia wanita yang harga dirinya sangat tinggi... keinginannya begitu sangat mulia, hatinya tidak miskin , itu yang terpenting di miliki Seorang wanita, dari pada menginjak harga diri demi cinta, bukankah calon menantumu itu mengaggumkan?'
" tapi dulu ada wanita yang menginjak harga dirinya demi cinta!" Nathan meledek Savina.
" Hei kau benar-benar menyebalkan, huft..., tapi memang benar dulu aku sangat bodoh, dari kebodohanku itu aku hanya mendapatkan hinaan!, itu aku baru tahu pentingnya harga diri bagi seorang wanita!, jika itu hilang kita yang akan menderita!"
" Iya benar, untunglah kau pandai mempelajari situasi, dan hargamu sangat mahal untuk aku miliki!"
" Oh ya, kau saja yang menipuku!"
" Hahaha sudah sudah itu harus kau lupakan, apa kau tidak bahagia denganku?'
" tentu saja sangat bahagia, ada seorang Laksmana tergila-gila padaku, memanjakanku, apapun yang aku minta dia akan memberikannya padaku, Kau mencintai Suhail melebihi putramu sendiri, aku sangat beruntung menikah dengan Raja lautan yang garang di luar namun sangat lembut di dalam!"
" Tentu saja, kau adalah mahkota di kepalaku, aku harus menjaga dan menyayangimu dengan baik agar mahkota itu tetap berada di atas kepalaku...!"
" Sekarang kau mandilah, dan coba telpon putra, apakah bisa dia dan adik- adiknya meluangkan waktu sebentar saja untuk mengunjungi neneknya!, aku akan membuat sarapan!"
" Oke, sayang...!"
Savina pun bergegas ke dapur, sementara Nathan segera menghubungi putra, anak tertua nya meski itu adalah anak angkat, bagi Nathan Putra adalah anaknya.
" Iya Dad?"
" Apa Suhail dan yang lain bersamamu?"
" kami berpencar Dad...ada apa?"
__ADS_1
" Nenekmu ingin kalian mengunjunginya walau hanya sebentar!"
" Oh baik, nanti Putra kabari lagi ya Dad, Putra cari mereka dulu!"
" Ok putraku....!"
Aih kenapa di saat begini??
Putra pun segera menghubungi adik - adiknya untuk berkumpul.
Setelah mereka merapat pada Putra, putra pun menyampaikan mandat Daddynya.
" Bagaimana ini, Sansan bahkan belum ketemu!" ujar Suhail.
" Tidak ada yang bisa menyakitinya...!" Sahut Iyus.
" Aku sependapat dengan Iyus!" Sambung Fahad.
" Jadi bagaimana?" tanya Putra.
" Kita katakan pada om Ken , kita harus pulang lebih dulu!"
" Ya , om Kenz pasti bisa menemukan Sansan!"
" Ya sudah, aku dan Fahad menemui om Kenz, kalian cari tiket pesawat!" ujar Iyus.
" Bukankah om Kenz ke Jepang?"
" Dia sudah kembali semalam, karna tidak menemukan apapun di sana!" sahut Iyus
" oh, baiklah aku akan memesan tiket untuk kita!"
Mereka pun segera melakukan apa yang sudah di sepakati.
Di markas Aogiri
" Om, maafkan kami kita harus kembali ke tanah Air karena Daddy meminta kami kembali!"
" Tak apa kembalilah, lagian anak itu menjadi urusanku, kalian kembalilah!"
" Sekali lagi kami minta maaf ya om, karena tidak bisa membantu!"
" Tak apa, Dai...kau antar mereka ke bandara!"
"Baik!"
Dai pun segera mengantar mereka berempat ke Bandara.
" Rio / Dai...maaf kami harus kembali sebelum menemukan Sansan!" Ujar Suhail tak enak hati.
" Kalian tenang saja, anak itu akan baik - baik saja, ....!"
" Kami percaya padamu Dai!"Sahut
Fahad .
" Oh ya Dai aku titip kakakku Fathia ya!" ujar Iyus menepuk pundak Dai.
" Kakak ipar??" Fahad kebingungan
" Ayo cepat kita harus segera kembali!" Iyus menarik Fahad masuk lebih dulu.
" Kau tenanglah, wanita mu aman bersama keluarga Tanaka!" ujar Dai menenangkan Suhail.
" Baiklah ..kami pergi dulu!" Suhail dan Putra segera menyusul Fahad dan Iyus.
mereka berempat dengan berat hati meninggalkan Negara M.
Like dan komen jangan lupa ya🥰
__ADS_1