
Nathan melaju sangat kencang dan membawa mobil Julius ke tempat yang sangat sepi.
rupanya, Julius sudah di incar orang sampai di kediaman, dan Nathan mengetahuinya.
Nathan menghentikan mobilnya dan tiba-tiba banyak mobil mengepungnya, mereka segera keluar dan menghampiri mobil Nathan.
" keluar....!!"
" Cek...orang orang ini apa tidak mencari tahu dulu sebelum menerima tugas...!"
Nathan pun segera keluar dari mobil, menghadapi belasan orang berbadan besar yang mengepungnya.
" siapa kalian??"
" Sssssgggghhhh...mau mati saja banyak bertanya!!"
" aku beri kesempatan kalian untuk mundur atau aku akan menghabiskan semua orangmu sampai tak tersisa??!!!"
" tegas Nathan!!"
" Hajar....!!!, penggal kepalanya dan bawa kepalanya pada orang yang membayar kita...!"
" mau kepalaku??, hahah...mimpi saja!!" Nathan. dengan cepat langsung menghajar belasan pria besar itu.
" Dia kuat sekali bos...!"
" bodoh ayo cepat keroyok, masak 17 orang kalah dengan satu orang???"
akhirnya semua menyerang bersamaan, tetap saja mereka bagaikan seekor semut untuk seorang Laksamana.
Nathan menginjak kepala ketua mereka, mereka pun tak berkutik karena ketua mereka berada di tekanan Nathan.
" katakan padaku, siapa yang menyuruh kalian membunuh anakku.?"
" anak??"
" kalian sangat bodoh, beraninya kalian menargetkan anak seorang Laksamana!!!!" tegas Nathan sangat keras.
" apa??" semua tubuh orang itu gemetaran tak terkendali.
" papantas kakau tak terkalahkan!" ujar ketua yang kepalanya di injak oleh Nathan.
" katakan, jika kau tidak mengatakan, semua keluarga kalian dalam masalah besar....!!!!"
" seseorang pejabat, pejabat tinggi tapi kami tidak tahu siapa dia karena dia menggunakan topeng, ...!"
" katakan dengan jelas!!!" semakin menekan kakinya
" Ka ka kami hanya tahu, pejabat itu tinggal di Mangu indah, Blok A....!!"
" Apa lagi??"
" ha hanya itu tuan, maafkan saya..."
" kali ini aku lepaskan, tapi kalian akan dalam pengawasan ku...!!!"
" terimakasih..."
Nathan segera kembali masuk ke dalam mobil dan kembali ke kediaman Pratama.
setelah sampai kediaman, Nathan memanggil Suhail dan juga Putra Nathan memberitahu apa yang terjadi yang hampir menimpa adik mereka.
" Dad, yang kau khawatirkan malah sedang bucin dan hidup santai..." ujar Putra.
" Hah, anak itu apa tidak lihat banyak mata jahat memandangnya, benar - benar merepotkan, Daddy serahkan masalah ini pada kalian, cari orang yang menargetkan adikmu ini, dia tinggal di Mangu Indah Blok A dia seorang pejabat!!"
" Siap Dad...!"
__ADS_1
" Baiklah kalian bisa kembali ..."
Urusan itu pun di serahkan pada Abang-abang Julius, dan membiarkan Julius tidak mengetahui hal itu.
----------------
Pukul 10 pagi....
" Anna, biar aku ajak jalan-jalan anak-anak ya, kau bisa istirahat di rumah..."
" Ah....mama apa tidak repot membawa keduanya??"
" mereka cucuku ,tentu saja tidak sayang, kau pasti lelah menjaga mereka sepanjang hari, kau harus merawat tubuhmu dengan baik...pergilah kemana untuk memiliki waktumu sendiri..."
" Terimakasih mama...tapi Fahad melarang Anna pergi sendirian!"
" ah, putraku itu sangat posesif...maafkan putraku sayang, kalau begitu nikmati waktumu di rumah .."
" iya ma..."
Vevey dan Hirosan pun segera membawa kedua cucunya jalan-jalan.
sementara Anna akan membereskan kamar,untuk mengisi waktu luang yang terasa hampa tanpa kedua anaknya.
Namun Anna menemukan Dokumen Suaminya tertinggal,
" aduh bagaimana ini, bukankah ini untuk rapat hari ini??" Anna menghubungi suaminya tapi tidak aktif.
Anna segera berganti baju, dan segera pergi ke perusahaan Pratama untuk mengantarkan dokumen suaminya yang tertinggal.
" Nyonya, apa saya yang antar??" Sopir pribadi Anna.
" tidak pak, aku sekalian membawakan bekal untuknya..."
Anna segera turun dan menuju resepsionis
" ah, kakak...maaf...saya mau antar dokumen penting ini untuk suami saya..."
" Oke, kalau boleh tahu siapa nama suami nyonya...!"
" Suamiku Fahad..."
Resepsionis itu langsung syok, mendengar jawaban Anna.
" Nyonya...kenapa anda di sini??"
Yuda yang kebetulan baru tiba.
" Oh Kak, Anna mau antar dokumen untuk Fahad, sekalian bawa bekal makan siang...!"
" Ikuti saya, Fahad sedang melakukan briefing setengah jam lagi baru selesai, tumben sekali Fahad ini ceroboh... biasanya sangat teliti...!"
sebelum melangkah pergi Anna memberikan senyuman pada resepsionis itu.
" Gila, istri tuan Fahad sangat cantik dan ramah ..." ujar resepsionis itu seakan tak percaya.
Anna mengikuti langkah cepat Yuda,
"Ya, sepertinya memang suamiku sedikit lelah..."
" Nyonya ini ruangan Fahad, anda bisa menunggunya di sini...dia akan kembali ke sini setelah briefing!!"
" terimakasih kak..."
" tidak perlu ..." Yuda pun segera meninggalkan Anna di ruangan kerja Fahad.
setelah menunggu cukup lama terdengar suara langkah kaki mendekati ruangan, Anna langsung bersembunyi di balik pintu untuk memberikan kejutan pada suaminya.
__ADS_1
Saat pintu terbuka Anna langsung melompat memeluk Fahad.
" Kejutaaaaaaaan, suamiku...apa kau terkejut, aku membawakan sesuatu yang kau butuhkan, tapi kau harus memberikan aku ciuman terlebih dahu....hmmmmm...." Fahad membungkam bibir Anna.
betapa Anna sangat terkejut melihat banyak orang di belakang Fahad.
" Sampai di sini dulu, kita lanjutkan nanti di ruang rapat ...!!"
sambil menutupi wajah istrinya agar tidak terlihat para karyawan laki-laki.
" Selamat siang nyonya ..." sapa para karyawan Fahad pada Anna.
" kalian kembali dulu, bulan ini gaji kalian naik...!!"
" wah terima kasih Tuan Fahad, terima kasih nyonya kami, semoga slalu berlimpah kebahagiaan!" para karyawan itu pun segera kembali dengan wajah riang dan gembira.
mereka membicarakan istri tuannya yang tidak pernah di publikasikan,dan tiba-tiba muncul dengan sangat imut dan menggemaskan dan membuat suasana tuannya yang buruk langsung berubah menjadi baik.
" Aku sangat berterima kasih pada nyonya Fahad, dia benar-benar menyelamatkan hidup kita!"
" benar dia sangat imut dan lembut sekali ....pantas tuan Fahad sangat posesif padanya, sayang sekali aku tidak melihat wajahnya..."
" benar, aku juga sangat penasaran, tapi dari bentuk tubuhnya dia sangat ideal dan seksi, dan lagi suaranya begitu lembut, pantas tuan Fahad tidak ingin berbagi keindahan dengan orang lain...!"
perusahaan Fahad seketika dihebohkan oleh sesosok nyonya yang slalu menjadi misteri di perusahaan Pratama.
Di ruangan Fahad
" Sayang, apa yang kau lakukan ...??"
Anna masih menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan suaminya.
" Suamiku maafkan aku membuatmu malu ..."
" tentu saja tidak, hanya saja aku tidak rela semua mata lelaki memandangmu....!"
" maaf aku buru-buru lupa memakai masker ..."
" hal apa yang membuatmu terburu-buru sayang??" Fahad sangat lembut pada istrinya, catat ya, hanya pada istrinya dan anak-anaknya.
" Cium dulu baru ku beritahu..." ujar Anna kembali genit, memang begitulah Anna jika hanya berdua bersama Fahad, slalu genit dan manja, dan itulah yang membuat Fahad bucin setengah mati pada istrinya.
" Kau ini berani menggoda suamimu di kantor, apa kau siap menanggung konsekuensinya??"
" tidak tidak, jangan aku tidak sanggup!!" Anna segera menjaga jarak aman.
" Suamiku aku mengantar dokumen yang tertinggal dan juga sekalian membawakan bekal makan siang untukmu...."
" ah, kenapa hari ini aku sangat ceroboh,Sayang terimakasih...maaf merepotkanmu, terimakasih juga untuk bekalnya, aku akan memakannya nanti..."
Fahad memeluk istrinya dan mencium kening istrinya dengan lembut.
" Biar aku antar pulang sayang..."
" tidak aku dengan sopir suamiku... apa aku tidak diterima di sini??"
" bukan begitu, hanya saja ... otakku langsung blank saat kau ada dihadapanku... sepertinya kita harus melakukan sesuatu yang beda sayang..."
Fahad menjatuhkan tubuh istrinya ke sofa panjang.
" tutunggu bagaimana jika ada yang masuk??"
Fahad menekan tombol di meja, dengan Otomatis seluruh ruangan tertutup dan terkunci.
" Aamaannn...kau harus bertanggung jawab ,jika tidak aku akan kacau hari ini..."
Fahad langsung menerkam istrinya yang memang begitu cantik dan menggairahkan itu.
__ADS_1