GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
203. Tidak jelas


__ADS_3

Dai pun melanjutkan perjalanannya...


saat menaiki kapal dia membalik tubuhnya dan berjalan mendekati seseorang mengikutinya.


" Kau kira aku tidak tahu kau mengikutiku dari kemarin???"


" aah, anak buah om Kenz sangat luar biasa!" Aka melepas topinya.


" Ambillah ini, dan ikuti aku!" memberikan plankat masuk pada. Aka.


" Kau juga harus memakai pakaian ini...!"


" Kenapa kau tiba-tiba begini??"


" Aku ingin kalian membawa Tasya keluar dari Istana bagaimana pun caranya!"


"bukankah kau tidak membolehkan kami ikut campur??"


" Dia adalah orang yang lebih penting dari hidupku sendiri, aku ingin melihatnya bahagia !'


" Baiklah...aku tahu kau tidak bisa merubah keputusannya, kau tetaplah berpura-pura slalu di pihaknya sisanya biar kami yang mengurus!"


" Hmmm terimakasih...!"


" Kau harus mengikuti dengan diam tanpa banyak bicara!"


" Ya...!"


Setelah Aka berganti pakaian, mereka segera turun, dan berjalan menuju pintu masuk belakang Istana, aka mengikuti araha Dai sampai mereka sampai di Paviliun Selir ke 7.


" Ayo masuklah!"


" Tuan Dai...!" sapa Selir ke 7


" Selir ke 7 saya meminta ijin meminjam tempat anda untuk rekan saya...!"


" Silahkan, apa yang ingin kalian rencanakan lagi??, bukankah Tasya sudah menerima Raja??"


" Ya benar, tapi itu bukan kemauannya, saya akan membebaskannya di luar krmauanya!"


" Baiklah, aku hanya bisa memberi tempat aku tidak akan ikut campur urusan kalian, aku tidak ingin bertentangan dengan Tasya!"


" Kami mengerti, kalau begitu saya pinjam ruangannya nyonya!"


" Silahkan!"


Dai mengajak Aka, naik ke lantai Atas.


" wah kau punya orang dalam rupanya!"


" Ehm...kau bisa tinggal di sini, aku masih ada 1 plankan masuk, barang untuk Martin...!"


" Aku butuh satu lagi untuk Rere...!'


" Aku hanya punya tiga!"


" Wah, bagaimana ya...gantian sajalah masuknya, aku perlu juga untuk keluar masuk sewaktu-waktu!"


" Oke..oke...!"


" ini adalah Denah istana,Jalur ini tidak terlalu banyak penjaga... biasanya jam pergantian berjaka itu jam 12 siang dan 6 sore...!"


" Terimakasih...dengan ini aku tidak akan tersesat!"


" Ini Paviliun Tasya...!"


" Lalu di mana tempat tinggal Raja!"


" Dia berada di utara cukup jauh!"


" Oh baik....!"


" Ehmmm aku harus kembali pada Tasya!"


" Baiklah...aku akan melihat - lihat tempat ini lebih dulu...!"

__ADS_1


" Tetap berseragam...saat berkeliaran!"


" Yayaya, aku juga tidak bawa baju ganti loe!"


" Hmmm, aku pergi dulu...!"


Dai pun segera meninggalkan Aka di kediaman Selir ke tujuh.


...----------------...


Di negara K


negara k adalah negara baru mulai berkembang.


" Nyonya... perlahan ayo pasti bisa...!"


" Tidak - tidak , aku sudah lelah...!"


" Hmm.. baiklah...cukup sampai di sini untuk hari ini...!"


" Apa aku sungguh bisa berjalan lagi??"


" Yang penting anda jangan pernah menyerah dan tetap rutin meminum obat-obatan yang sudah saya jadwalkan!"


" Baiklah...aku sangat tidak sabar untuk bisa berjalan lagi...!"


" Sabar nyonya...!"


" Aku sudah ingin membalas dendam pada mereka aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan selama ini...!"


" Tenang Nyonya kita satu perahu...mari kita dayung bersama!"


" Ya, kita harus melihat mereka menderita!"


" Tenang saja, biarkan mereka bersenang-senang untuk sementara waktu sebelum akhirnya mereka tenggelam dalam kesengsaraan!"


" Hahahahahahahah...!" Mereka tertawa bersama dengan angan-angan mereka.


...----------------...


satu bulan pun berlalu...


" Sansan, kau akan menikah 1 minggu lagi, apa semua bisa dipersiapkan semendadak itu??" ujar Julia keheranan.


" sepertinya Raja sudah mengatur sejak lama hanya saja memang mengumumkannya saja di buat mendadak!"


" Dia ternyata sangat tidak mudah di tebak,...!"


" hmmm begitulah Raja...!"


" Aku penasaran dengan rupa raja yang akan menjadi suamimu itu lama aku di sini, aku tidak pernah melihat langsung wajahnya!"


" Dia adalah Raja yang di puja semua kaum hawa di negeri ini...!"


" Aku pernah melihatnya sekilas di foto, tapi itu juga nampak dari jauh tidak begitu jelas...!"


" Ya semua hal di sini sangat dijaga tidak mudah dipublikasikan sembarangan semua yang tersebar harus mendapatkan ijin jika tidak konsekuensinya tidak bisa di tanggung...!"


" Kenapa begitu??, di negara lain saja buka-bukaan !"


"Raja pernah mengatakan, mengekpos tentang negara kita secara terbuka hanya akan menampakan kelemahan diri sendiri...!"


" Oh ... begitu rupanya...!"


" Hemmm...Julia, aku senang kau ada di sini bersamaku...!"


" Tentu saja, aku akan menebus waktu yang sudah banyak terlewatkan denganmu di sini...!"


" Julia terimakasih...!" Sansan memeluk Julia dengan erat.


" Sansan, jika kau memang tidak bisa menikah dengan raja, aku akan membantumu keluar!"


" Hiks hiks hiks...Julia aku sangat merindukan Om Kenz, Julia aku juga tidak bisa berbuat apapun...!"


" Ayo kita susun rencana untuk kabur dari sini...!"

__ADS_1


"tidak, tidak Julia, aku tidak ingin membuat kalian semua dalam masalah...!"


" Ayo kita hadapi bersama Sansan...apa kau tidak lelah menanggungnya sendiri??"


Sansan segera menghapus air matanya,


" Sudahlah Julia, tidak buruk juga menikah dengan Raja...!"


" Sansan...kau baru saja menangis sekarang sudah berubah pikiran lagi!" Julia menggeleng kepala.


" Tak apa...aku hanya ingin meluapkan sedikit ,tapi tidak untuk aku ratapi...!"


" Aku akan slalu ada untukmu di sini Sansan...jangan bersedih!"


" Ya...aku tidak sedih lagi...Dai...!"


Dai pun segera keluar dari tempat persembunyiannya.


" Dai, apa sudah ada titik terang dari masalah Julia, ini sudah satu bulan loe??"


" Maaf Tasya, karena aku tidak bebas bergerak di sini ,jadi sulit untukku mencaritahu semuanya!"


" Baiklah...tidak apa-apa...!"


" Ya, sudahlah Sansan.... tidak usah dipikirkan lagi, selama ini aman - aman saja...!"


" tetap kita harus, cari tahu Julia...!"


" Baiklah terserah padamu, tapi aku ingin berterimakasih padamu karena sudah membantu ku banyak membuka cabang di sini...!"


" itu semua dari Raja aku tidak memiliki kualisi apapun !"


" Kalau begitu, apa kau tahu makanan kesukaan Raja??"


" Tidak...!"


" Astaga...!"


" Tanya saja pada bagian dapur mereka pasti tahu...!"


" Ehm...baiklah...aku nanti akan ke sana dan bertanya langsung!"


" Ajak Ami bersamamu, ini hampir waktunya makan siang kau bisa menyiapkan makan siang untuk Raja!"


" Oh baik...aku ke sana!" Julia pun pergi menuju dapur bersama Ami.


" Dai...aku harap kau tidak menyembunyikan apapun dariku!"


" Tidak ada!" tegas Dai


" Hem...Bagus jika begitu...tapi apa kau tidak ingin memberitahuku keadaan mereka??"


" Bibi menitip salam padamu, dia tetap akan menghargai keputusanmu, dan dia tetap akan menjadi mama galak mu!"


Tasya tersenyum


" Dan Fathia sudah bisa melihat seberkas cahaya, begitu juga dengan Lily... anak-anak belajar dengan baik di sana, mereka mulai bersekolah dan belajar banyak dengan bibi!'


" Syukurlah...!"


" Dan Tuan, akan menerima apapun keputusan yang kau buat, dia akan menjaga anak-anak dengan baik...!"


Air mata Tasya seketika mengalir sangat deras.


Hem...dia benar-benar melepaskanku... dia benar-benar membuatku menyerah padanya, kenapa dia tidak bisa memahami hati wanita sama sekali.


dalam hati Tasya.


" Tasya kau tahu tuan Kenzo sangat tidak peka, seharusnya kau bilang jika ingin di perjuangkan, seharusnya kau bilang jika semua yang kau ucapkan itu berkebalikan!"


" Untuk apa menjelaskan semua pada orang yang tidak peka, hanya membuang waktu saja!"


" Ah...aku sangat bingung dengan kalian berdua, terserahlah aku pergi mencari angin dulu!" Dai sangat kesal dengan pemikiran Sansan dan Kenzo yang tidak pernah sejalan...


yang satu sudah berusaha memperjuangkan, yang satu menyerah, yang satu menyerah yang satu lagi merasa tidak dimengerti dan tidak diperjuangkan.

__ADS_1


dalam hati Dai


Dai merasa sangat dipusingkan oleh jalinan antara tuannya dan Sahabatnya yang sangat rumit dan tidak jelas.


__ADS_2