
" Iya bun...!" Sansan mengekor bundanya ke kediaman tengah.
" Loe...Sasha...Sansan tumben???"
" Sapa Hiro pada adik ipar dan keponakannya!"
" Heheheh...Kakak di mana kak Vevey??"
" Ada apa Sasha??" Vevey yang keluar dari kamarnya.
" Kakak, aku ingin meminta pendapatmu untuk Sansan...!"
" Ayo duduklah dulu Sansan, Sasha!" Ujar Hiro
mereka pun segera duduk .
Vevey pun juga duduk,
" Ada apa dengan Sansan Shasa?"
" Kak, Sansan dalam belajar sangat tertinggal, padahal sudah aku ikutkan tambahan di sekolahnya, tapi sama saja!"
Sansan hanya tertunduk malu,
" Sansan...!" Panggil Vevey lembut
" Iya bibi...!"
"Apa yang kau sukai nak??, jika belajar kau tidak menyukainya,maka bidang apa yang paling kau gemari??"
" Bibi, Sansan sangat suka acting dan sangat ingin menjadi bintang film!"
" Hei apa - apaan kau ini??, kau memalukan sekali, bagaimana jika ayahmu tahu?" Sasha mengomeli Sansan.
" Jangan marahi Sansan Sasha!" ujar Hiro.
"Ya jangan di maraih Sasha, Ah, itu sepertinya bakat alamimu, kau harus memerankan peranmu dengan baik ya!"
" Kakak, tapi keluarga kita tidak ada yang menjadi figur publik!"
" Siapa bilang??, bahkan kau lupa kau dulu juga hampir menjadi artis karena menjadi model ambassador Hirosan, hanya saja lelakimu sangat pecemburu hahahah, akhirnya pupus sudah!"
" Tapi, itu pasti akan memalukan keluarga kita kakak, apalagi figur keluarga kita tidak masuk dalam dunia hiburan!"
" Yah, ini sudah abad keberapa Sasha, didik dengan bijak anak kita, biarkan dia menjadi apa yang dia impikan, kita tunjukan keluarga kita ini bukan keluarga kaku...yang hanya tahu bisnis dan mengabdi pada negara saja, kita arahkan dia dengan baik!"
" Ya kak...!"
" Sansan, dunia hiburan itu sangat keras nak, banyak permainan kotor di belakangnya,dan banyak hal - hal negatif yang berpengaruh besar dalam pergaulan!"
" Itu benar Sansan bunda tidak ingin kau salah jalan!"
" Sansan...coba pikirkan lagi, menjadi publik Figur itu semua gerak geriknya di perhatikan, kau akan menjadi pusat perhatian,jika kau melakukan kesalahan sedikit saja mereka akan mudah menjatuhkanmu , Kau harus bernyali besar!"
" Tapi kalau bibi boleh Sarankan, bagaimana jika menjadi model lebih dulu??'
" Benar, kau bisa menjadi model untuk kami...!"sahut Hirosan
" sebaiknya kau mendengarkan saran bibimu Sansan!" ujar Sasha.
" Ya jangan di paksa...jika tidak mau tidak apa-apa!'
" Sansan mau bibi....!"
" kau ini pikirkan dulu baru jawab...!" Sasha mencubit gemas pipi Sansan
" ah, bunda iya...kan jadi model dulu, jika sudah tahu jalannya kan kita bisa melebarkan sayap kita!" ujar Sansan
" Oh, Sansan. sangat pintar!" puji Hirosan.
__ADS_1
" Ya tapi, kau harus tetap rajin belajar,ingin menjadi publik figur kau tidak bisa hanya mengandalkan tampang saja!"
"Iya bunda...!"
" Benar yang dikatakan bundamu, Kau harus unggul juga dalam mempelajari beberapa bahasa, itu yang penting!"
" Ya Sansan, karena kerja sama kami go internasional,paling tidak kau harus menguasai 5 bahasa saja !"
" Dia hanya bisa bahasa Indonesia dan korea saja!" ujar Sasha.
" Wah bagus itu bahasa Korea, belajar dari mana??"
" Dari drama korea paman!"
" Ohoho... berarti kau bisa cepat belajar dengan metode seperti itu, kalau drama Korea itu percintaan ya?"
" Ya paman, ...!"
" Kau cari saja drama-drama dengan 5 bahasa itu...!'
" Baik paman...!"
" Lalu Sansan kau harus di latih percaya diri, dalam berbicara, bergaul itu penting,berjalan !"
" Apa anakku ini bisa kak??"
" Ya, kalau niat pasti bisalah...!"
" Belajar dengan siapa hal seperti ini dia kak?'
" Natalie dan Aina tidak akan bisa mengajari...,,!'
" Oh, minta tolonglah pada Julia, anak itu sangat pandai bergaul, dan cara berbicaranya sangat baik !'
" Ya sudah nanti malam saja aku ke kediaaman utara...!"
" ya dia juga kakakmu kau juga harus meminta pendapatnya...!"
mereka berdua pun bergegas kembali
...----------------...
Resto masakan Jawa.
" Nona, hari ini ada pesanan Khusus, meminta anda untuk memasak langsung!"
" Ya, atur jam 2 siang kalau mau...!"
" Baik nona...!"
" Oh ya tolong atur orang untuk antar makan siang ini ke polda untuk Tuan Fannan!"
" baik nona...!"
" Dan yang ini untuk adik iparku...!"
memberikan 2 box makanan yang sudah di beri nama masing-masing.
Cindy beristirahat sebentar di ruangannya,
" Huft...kenapa semua berjalan dengan begitu cepat...!, sepertinya aku harus tidur dulu sebentar!"
Cindy merebahkan tubuhnya di sofa, karna Cindy jarang sekali bisa tidur siang, dia segera menggunakan waktu luangnya untuk tidur.
tok tok tok...
" Bos...!'
Cindy segera terbangun saat mendengar suara ketukan,
__ADS_1
" Ah, ada apa??"
" Ini sudah setengah 2 apa yang bisa saya bantu??"
" Ehmm, cepat sekali ya?, kalau begitu siapkan bahanya sesuai menu yang dipilihnya!
" Itu bos...mereka memesan hampir semua menu milik kita!"
" Apa??, mereka berapa orang???"
" Hanya tiga orang!"
" Astaga???"
" saya juga heran...!'
" Kalau begitu panggil 2 koki utama...aku mana bisa memasak makanan sebanyak itu !"
" Baik bos....!'
beranjak pergi...
" Mimpi apa aku ini, hufttt tapi bagaimana pun adalah pelanggan maka tidak boleh ditolak!"
Cindy segera mencuci muka, sedikit merias waja, kemudian mengikat rambutnya dengan rapi, dia segera mengranakn baju koki ya, dan topi untuk membungkus rambutnya, setelah itu dia mencuci kedua tangannya sampai siku, dan menggunakan Cairan antiseptik lalu mengeringkan tangannya di mesin pengering.
setelah menunggu beberapa saat, managernya memberitahu bahwa semua sudah siap.
" Nona, sudah siap!"
" Baik, apakah masih banyak pelanggan di luar?'
" Masih ,namun beberapa menu sudah habis tidak tersedia!"
" Tulis menu yang ada,dan berikan pada partner di depan pintu,untuk memberitahu pelanggan sisa menu yang ada, agar tidak kecewa!"
" Baik nona...!"
Tasya segera memasuki ruangan VIP terlihat 2 koki sudah standby di sana, dan terlihat 3 orang pria duduk dan mengobrol santai di tempat makan.
" selamat siang tuan, apakah ada menu yang ingin Tuan - tuan makan lebih dulu??" Ujar Cindy lembut.
" nona, kami ikut saran anda saja...!" jawab salah seorang .
" Baik jika begitu, mohon bersabar untuk menunggu!" Cindy dan kedua kokinya pun berbagi tugas untuk memasak.
Salah seorang yang dari 3 orang itu memandang ke arah Cindy terus menerus, siapa lagi jika buka. Martin dan sahabatnya,dan satu lagi adalah orang yang bekerja untuk Martin.
" Sudah jangan terlalu begitu melihatnya, kau akan ketahuan.!" ujar Sahabat Martin.
" Kan aku pakai kacamata hitam dan juga masker...dari mana kau bisa tahu aku melihatnya!'
" haih...kenapa meremehkanku??, itu terlihat jelas karena kau di bawah sinar lampu!"
" Aihh... menyebalkan...!"
berpindah posisi...
setelah menunggu setengah jam, beberapa masakan pun sudah siap, salah satu kokinya menata di meja dorong , yang satu merapikan makanannya agar terlihat cantik sementara Cindy masih sibuk memasak.
" Tunggu, aku mau koki itu yang mrngantarkan!" ujar Sahabat Martin menunjuk Cindy.
bersambung....
request an dari kakak @Lestary
maaf hanya sanggup up 3 Bab...
karena author super sibuk...
__ADS_1
ayo banyak2 ini gift dan jangan Lupa Likenya... terimakasih