GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
357. Ibu yang keibuan


__ADS_3

setelah selesai Diana pun segera meminta Tasya dan Kenzo beristirahat.


" Anna, jika kau berubah pikiran kau bisa katakan padaku...kami tidak memaksa!"


ujar Tasya.


" Baik Nyonya,...saya akan pikirkan lebih matang lagi...!"


Tasya pun di antar oleh bibi pemilik rumah itu ke tempat istirahat mereka.


" Wah, ini sangat sederhana, diana dulu dan sekarang sangat jauh berbeda, dia sudah menjadi dewasa karna keadaan...!"


" Untunglah dia baik-baik saja, sekarang kita tidur ...aku harap besok dia tidak berubah pikiran...!"


" Ya ..."


Tasya dan Kenzo pun istirahat karena benar - benar perjalanannya sungguh panjang dan melelahkan.


...----------------...


Pagi pun tiba,


Kenzo dan Tasya masih meringkuk di bawah selimut, karna cuacanya sangat dingin sekali dipagi hari....


Tok tok....


" Tuan Nyonya, ayo kita sarapan....!"


Tasya pun terbangun dan segera membuka pintu,


" oh Anna, rupanya sudah pagi , kau membawa sarapan untuk kami??"


" Ya nyonya, maaf jika mungkin tidak sesuai dengan sarapan di negara kita...!"


" Kopi dan kue...ini cocok untuk kami terima kasih Anna, apa kau sudah sarapan??"


" sudah nyonya...."


" ah, aku kurang nyaman kau panggil nyonya, sudah Tasya saja ...!"


" Saya tidak berani...nyonya anda sarapan dulu ya, saya akan berkemas...!"


" Baiklah, lebih cepat lebih baik!"


" Ya nyonya..." Diana pun segera kembali, Tasya membawa sarapannya masuk,


" sayang bangun, Anna sudah mengantar sarapan untuk kita!"


Kenzo pun segera menggeliat, melihat ke arah istrinya yang membawa nampan berisi sarapan.


" Oh my God Honey, your beautiful..." Kenzo segera bangun, meraih napan itu dan meletakkan di meja, Kenzo menarik istrinya ke ranjang dan langsung menyambar bibir mungil Tasya.


" Apa yang kau lakukan??"


" Bukankah kau mengantar sarapan untukku, aku sedang sarapan pagi..."


" mana ada , om...ih...masih pagi ayolah..."


" Ayolah, istriku...kau terlihat sangat lezat pagi ini...!"


Tasya pun langsung mengalungkan tangannya pada leher Kenzo,


"Baiklah, siap melayani Yang Mulia Kenzo..."


Mendengar istrinya mengizinkan, langsung seketika Tasya di unboxing dengan brutal oleh Kenzo .


2 jam kemudian,

__ADS_1


" Sudah Yang Mulia??" ujar Tasya bertanya sambil memegangi pinggangnya.


" Maunya belum, tapi istriku sudah sakit pinggang kasihan sekali...!"


Kenzo mengusap pinggang istrinya perlahan.


" untung aku masih muda jika tidak aku sudah kehilangan pinggangku!"


" Hahahah, tidak sampai begitu juga sayang..."


" Aku mandi dulu..."


Tasya pun keluar dari gubuknya dan segera menuju kamar mandi yang terpisah dari tempat tidurnya.


" kenapa kamar mandinya terpisah begini??" Tasya pun segera membereskan dirinya setelah itu Kenzo, setelah mereka mandi mereka pun sarapan berdua.


" Anggap saja ini juga Honeymoon untuk kita sayang...!"


" Di rumah pun juga Honeymoon, apalagi di sini, hanya saja di sini, tidak diganggu Lily tengah malah mengetuk pintu meminta Susu hahaha..."


" hahahaha iya, dia pasti mengetuk pintu paman dan bibi saat ini..."


" iya baru sehari sudah rindu sekali dengan anak-anak, ..."


" Sayang apa kau membutuhkan asisten atau seseorang untuk menjaga anak-anak??"


" Tidak, aku tidak mau, sudah aku akan mengurus mereka semampuku, anak-anak juga sudah besar, aku hanya tinggal mengurus Lily..."


" Ya sudah, aku tidak mau kau kelelahan sayang..."


" anak-anak ,itu gampang urusannya, ayahnya yang sulit bahahahahha"


" Apa kau bahagia menikah denganku sayang??"


Tasya segera duduk di pangkuan Kenzo,


" Sangat bahagia, bayi kecil yang dulu suka mengompol sekarang sudah tumbuh sangat cantik dan menggoda..."


" Ternyata jodohmu hanya belum lahir saja ya om saat kau menjomblo di masa muda... hehehe...apa om menyesal tidak mendapatkan bunda??"


" tidak... gantinya saja lebih barbar, dan lebih renyah hahaha ..."


" emang nya rempeyek???"


tok tok tok...


" Anna, apa kau sudah selesai berkemas??"


"Sudah, tapi rasanya Anna tidak tega meninggalkan bibi sendirian nyonya..." Diana menunduk bersedih.


" Kalau Dia mau ikut, maka ajak saja, aku akan meminta orang ku membuatkan Visa dan paspor "


" Aku akan mencoba berbicara dengan bibi dulu tuan..."


Dan bibi Belle pun ternyata mau, di ajak karena dia sudah terbiasa dengan adanya Anna.


setelah selesai mengurus semuanya mereka pun segera menuju bandara dan kembali ke tanah Air.


...----------------...


" Anna, ini rumahmu jika kau ingin membelinya kembali kau bisa katakan padaku!"


ujar Kenzo .


" Tidak untuk saat ini karena terlalu banyak kenangan di sini dengan Tuan Fahad..."


" kau akan tinggal di samping dengan bibi Yuki dan juga paman mamoto, karena kamar di Kediaman ini sudah penuh, tidak enak aku menaruh kalian di kamar belakang..."

__ADS_1


" Tak apa tuan tenang saja..."


" Tidak bibi sudah menyiapkan kamar untuk kalian kok ayo..."


Anna pun di bawa ke rumah samping , dan membiarkan mereka untuk istirahat terlebih dahulu.


Tasya dan Kenzo segera menemui anak-anaknya yang sudah menanti mereka.


" Ayah ibuuuuuu" Lily berlari kencang menuju ke pelukan Tasya dan juga Kenzo, begitu juga saudara-saudaranya.


" Oh anak- anak, ini sudah malam kenapa masih belum istirahat??"


" Kami mendengar ibu akan pulang, kami menunggu ayah ibu, setelah ini kami akan tidur..."


" Oh anak baik, sini ibu cium satu-satu, langsung istirahat ya!"


Tasya memberikan kecupan selamat malam pada anak-anak nya bergantian, dan merebahkan pun segera masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


Kenzo terlihat sangat bangga pada istri kecilnya itu yang begitu keibuan di sisi lain yang sifatnya sangat barbar, Tasya benar -benar wanita bernilai ++++++ bagi Kenzo.


" Sayang kau tidak istirahat,,??" tanya Kenzo


" Ehmm, sayang bagaimana kita membuat agar Anna tidak terekspos oleh Fahad??"


" Ya katakan saja, jika ibu susu ini tidak ingin dikenal siapapun..."


" Jadi masak bolak bali di Dhiren?, Ya kasihan..."


" ya sudah biarkan tinggal di rumah Fahad, biarkan dia memakai masker..."


" Apa itu tidak akan ketahuan???"


" Tidak tahu juga, lagian Fahad kan cuek dengan wanita..."


" ehmmm baiklah..."


Mereka pun juga segera istirahat.


...----------------...


Melalui panggilan telepon,


" Had,aku sudah mendapatkan inu susu yang baik untuk Dhiren..."


" Apa??, bagus om...bawa kemari saja om..."


" Tapi dia sangat pemalu, dia tidak mau diketahui identitasnya,apa kau tidak masalah??"


" tidak masalah om, yang penting di wanita yang baik dan mau menyusui Dhiren..."


" Ya, aku akan membawanya ke sana, tapi dia juga memiliki anak, apa tidak apa dia membawa anaknya juga ??"


" Bolehlah om, bawa saja Dhiren juga ada temannya nanti...."


" Tapi satu lagi, dia juga membawa bibinya apa juga boleh???"


" apa ada orang lagi. selain ana dan bibinya???"


' Heheh hanya itu saja apa boleh???"


" Ya sudah bawalah om..."


" Oke meluncur...."


mereka pun segera menuju kediaman Pratama, jantung Anna berdegup cukup kencang karena dia akan bertemu dengan cinta pertamanya, yang tidak pernah bisa lupakan, kakinya pun melangkah masuk ke dalam.


Dag dig dug

__ADS_1


dag dig dug....


__ADS_2