
setelah mereka semua pulang, Dhiren dan Nora malah tertidur sampai pukul 3 sore .
" giman dong sayang anak-anak baru bangun..."
" kecapekan ya ...ya udah besok saja aku ambil libur lagi...apa kita ikut sekalian mama berlibur saja??"
" iya boleh...."
" Ya sudah aku bicara dengan mama dulu..."
Fahad pun segera menemui Vevey yang sedang meracik wewangian.
" apa nak??"
" ma...mama besok mau pergi kemana??, kita liburan bersama saja gimana??"
" Hah??"
" kenapa??, biar Fahad yang tanggung ma biayanya, apa mau keluar negeri juga nggak papa..."
" Had ..sini duduk dekat mama..." Fahad lun segera duduk di samping mamanya,
Vevey mengusap-usap punggung Fahad perlahan.
" Baik jika ingin berlibur bersama, bagaimana jika kita ajak kakakmu Cindy dan suaminya..."
" Ma??"
" ayolah, sebentar lagi kakakmu Aina juga akan menikah, sekalian kita berkumpul dan memperbaiki hubungan keluarga kita, mama sangat sedih sebenarnya!"
Fahad terdiam sejenak,
" iya ..sudah ajak kakak dan suaminya!"
dengan nada yang agak berat hati.
" Bagus ...dia itu kakak seayahmu nak, dia darah dagingmu juga...mama sangat menyayangi kalian semua..." Vevey memeluk putra satu-satunya itu.
" iya ma..."
" kalau begitu mau kemana kita??"
" Kemana saja yang aman dan nyaman buat anak-anak mah..."
" kita nggak bisa jauh-jauh lah...di dekat - dekat saja ...bentar lagi kita ada hajatan"
" iya mama yang tentukan tempatnya saja..."
" oke...besok kita berangkat pagi ya..."
" ya ma..."
Fahad menurut saja meskipun rasanya mungkin agak canggung bertemu dengan kakaknya karena masalah Dhiren.
Keesokan harinya mereka sudah sampai di tempat liburan mereka,,, ternyata Cindy sudah berada di sana lebih dulu dengan Fanan.
" ma...." Cindy terkejut melihat adiknya yang juga datang dan menggendong Dhiren.
" mama kok nggak bilang??" Cindy agak kecewa karena pasti tidak bisa dekat dengan Dhiren dan tidak leluasa.
__ADS_1
" kakak apa kabar??" tanya Fahad juga merasa canggung.
" ehnmm baik ..."
" Kak maafkan Fahad ya??, soal sebelumnya??"
" maafkan Anna juga kakak ipar..." sambung Anna.
Cindy langsung memeluk Fahad dan juga Anna sambil menangis sesenggukan.
" Maafkan kakak kakak sangat egois dan tidak berperasaan sama sekali..."
" bagus kalian ini saudara jangan sampai bermusuhan " Vevey juga sangat terharu.
" Dhiren panggil dia mama ...."
" ya mama..." Dhiren sangat patuh pada Fahad
" peluk dan cium mamammu...nora juga!'
" aduh anak - anak mama..." Cindy senang pada akhirnya dia tidak harus diam-diam lagi untuk menemui putranya.
mereka mengobrol dan bermain bersama, dengan sangat bahagia, dan juga membicarakan perihal pernikahan Julius dan Aina.
...----------------...
Dan satu bulan kemudian, semuanya sudah siap sesuai dengan rencana.
Julius mengadakan pesta yang cukup meriah, dia mengundang anak-anak panti asuhan yang di dirikan Daddynya dan anak-anak rumah singgah, lalu mengundang beberapa rekan yang dekat saja, dan keluarga Pratama.
tapi justru Julius ini tidak menggunakan pesta pedang Pora, karna dia merasa dia tidak sepenuhnya bekerja keras untuk mendapatkan posisi sekarang, dia tidak bangga dengan gelarnya sendiri dia memakai acara adat jawa dan sunda untuk pernikahannya.
Ya seperti acara pernikahan pada umumnya, tapi pernikahan Julius ini paling mewah dari saudara - saudaranya malahan, Julius ingin memberikan yang terbaik untuk Aina.
" Astaga menjadi pengantin itu sangat melelahkan..."
Julius merebahkan tubuhnya di ranjang karena kelelahan harus menyapa tamu-tamu yang datang silih berganti tidak ada habisnya belum yang menyusul- menyusul.
" Aduh kepalaku pusing sekali istriku...istriku??, istriku....hahahah Aina kita sudah menikah....oh aku masih tidak percaya sama sekali..."
" Kau ini katanya lelah, tapi masih begitu berenergi..."
" hemmm... sayang akhirnya kita sudah menikah..." Julius memeluk Aina dengan sangat erat.
Aina tersenyum...hatinya juga sangat bahagia, akhirnya mereka kini sudah menjadi suami istri.
" Aina apa yang dilakukan orang di saat malam pengantin??"
Wajah Aina langsung memerah,
" tentu saja tidur..." ujar Aina malu-malu.
" Tok tok tok..."
" Aina...Iyus...ini mama..."
" oh mama mertua..." Julius segera lompat membukakan pintu untuk Vevey.
" mama mertua ada apa??" ujar Julius terlihat sangat manis.
__ADS_1
" hahaha anak ini...kau sangat bahagia menantuku...??"
" iyalah ma....ma...mama ada apa??"
" ini buat makan dan cemilan kalian, biasanya pengantin baru itu slalu bertapa di kamar sangat lama dan enggan keluar,Kalian mau honeymoon kemana memang??"
" Mau nyusul Sansan aja ma ..."
" oh ya Sansan kembali lagi ke Italia rupanya, kirain gak balik sana lagi..."
" Mau berangkat kapan, nanti papah yang belikan tiket ..."
" Jangan ma... Julius masih ada kok, mayan itu atasan-atasan Julius pada kasih sumbangan, padahal udah ditulis kan di undangan dengan kerendahan hati tidak menerima sumbangan...maksa aja..."
" uang yang di sumbang beres nggak yus??'
" Nah itu dia ma...takutnya buat ajang pencucian uang berkedok menyumbang hihihi, nggak mah... yang gak beres udah di bereskan...jadi tenang saja Aina ini tanggung jawab Julius, ada kok untuk beli tiket!"
" simpanlah, ini anggap saja uang jajan dari papa...memang mau berangkat kapan??"
" 4 hari lagi ma..."
" ya sudah, kau bawa masuk, makanlah bersama kalian seharian belum sempat makan, papa mama ada urusan ke bali...kalian have fun dan bahagia selalu..."
" makasih mama mertua sampaikan ke papah ya ma, makasih..."
" oke anak menantu hahahahah" Vevey pun segera pergi.
Julius segera menutup pintu dan menguncinya,
" Gila ya mama mertuaku itu apa nggak capek, abis punya hajatan besar langsung cuss perjalanan ke bali..." ujar Julius menggeleng kepala.
" iya begitu mama, kalau diem di tempat aja malah capek, nggak bisa mama itu di rumah betah, tapi semenjak ada Dhiren dan Nora mama agak betah sih..."
" Oke, yang penting mereka slalu sehat dan bahagia... sekarang makan dulu sayang, besok kita pindah ya ke rumah kita...biar lebih leluasa hohoho...."
" Iya suamiku...tapi kayaknya mandi dulu deh, badanku lengket semua!'
" oh ya udah ...mandi dulu aja Aina..."
" Yus, kita udah suami istri....nggak mandi bareng..."
Julius langsung tersentak mendengar ucapan Aina.
" ahmmmm...Aina itu benar tapi aku malah masih malu..." wajah Julius langsung memerah.
" Hah, Kau curang dulu kau melihat tubuhku saat jatuh ke air kau bilang kau malu sangat tidak adil..." Aina sangat kecewa.
" Aina kenapa aku baru tahu kau sangat mesum ya??"
" hah siapa yang mesum, kau dan keluargamu yang mesum!" Aina kesal dsn langsung masuk ke kamar mandi
dag dig dag did dugg..
Julius memegangi dadanya karena jantungnya terpacu tak karuan, rasanya debaran begitu keras.
wah sialan kenapa aku malah yang malu
dalam hati Julius.
__ADS_1