GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
426.Cari istri


__ADS_3

" Than...apa kau yang menyelidiki kasus Arnold?"


" Ya, putri Arnold menikah dengan keponakanku, dan memiliki seorang putri sekarang "


" hah, bukankah masih di bawah 20 tahun dan dia juga di luar negeri kabarnya setelah Arnold di makamkan..."


" saat Arnold membutuhkan bodyguard aku mempekerjakan keponakanku, aku tidak tahu jika akan tumbuh benih cinta di antara mereka...saat ini putri Arnold berganti identitas!!"


" begitu rupanya,aku lega..."


" apa kau ini memang ingin sendiri seumur hidup??"


" tidak tahu, aku malas berurusan dengan wanita untuk saat ini Than...oh ya bukankah Zelene sudah keluar??, di mana dia?"


" dia di negara F, dia akan menikah dengan anak Roy..."


" omg... bagaimana bumi dan langit, kalau begitu aku dengan putrimu tidak masalah dong ya...??"


"katanya kau tidak suka daun muda???"


" oh itu sudah berbeda, daun muda juga tak masalah, anak bram sudah ketemu???"


" Sudah lama sekali, Dia menikah dengan teman ibunya sekarang!"


" buset ada apa dengan keluargamu ini Than??"


" kok ada apa?, kalau sudah jodoh bagaimana San??!!!"


" kalau begitu aku akan mengejar putrimu...!"


" sudi sekali aku punya menantu sepertimu, raja negara F saja di tolak mentah putriku, apalagi dirimu..."


" apa Raja Alfred maksudmu??"


" Yoi..."


" waooow memang di keluarga ini bibitnya bagus semua, tidak heran raja Alfred juga tertarik dengan keturunan Pratama ..."


" halah kau bisa saja...!"


" putramu juga sangat tampan..."


" oh jelas kau belum bertemu dengan 2 putraku lainnya... seharusnya kau itu cepat menikah dari dulu, mungkin sekarang kita bisa jadi besan..."


" tidaklah tidak mau aku menjadi besanmu, aku sebentar lagi mau ambil pensiun dini saja, aku ingin menikmati hidupku berkeliling dunia..."


" aku sebenarnya juga ingin pensiun dini, tapi masih banyak sekali orang tidak rela aku mundur...aku juga ingin menghabiskan waktu dengan keluargaku..."


" enak sekali ada keluarga..."


" hemmm, maafkan aku San bukan maksud ya, tapi kita ini juga keluarga bukan??"


" ya...aku akan tinggal di sini agak lama than, kau ambil cuti kan??"


" hai kau akan mengganggu!!"


" katanya aku keluarga..."


" baiklah San kau istirahatlah...istriku akan marah jika aku terlalu lama di luar kamar...!"


" masuklah lebih dulu Than aku ingin merokok di luar dulu..."


" ok.... anggaplah rumah sendiri!"


Nathan pun segera masuk ke kamarnya


sementara Sandy masih senang memandang gelapnya malam tanpa bintang di taman tengah.


terlihat mobil Jeep besar memasuki gerbang dan berhenti di depan Sandy.


" Senior...!"


Sandy menoleh ke arah mobil jeep itu.


" Chiko..."

__ADS_1


Chiko pun segera turun dari mobil dan menghampiri seniornya yang slalu menjaganya saat melakukan. pendidikan di Yonif 611.


" Kau menikahi nyonyamu ku dengar..."


" ah...itu benar Bang San...aku memiliki seorang Putra dengannya..."


" wah kalian sangat beruntung dalam percintaan!"


" abang sudah menikah belum??"


" jika sudah aku tidak akan sendiri di sini..."


" abang, ayo ke rumah...bukan rumahku sih aku menumpang istriku di sini hehehe..."


" jangan bilang seperti itu..."


" memang kenyataannya begitu bang...abang sudah makan??"


" sudah sangat larut, aku tidak biasa makan di tengah malam..."


" hemmm... sekali saja ,istriku pasti sudah memasak untukku bang, ayo...!"


" kau tengah malam makan??"


" abis makan kan istirahat sebentar lalu berolahraga..."


" hissssss... mentang - mentang punya istri kau membuatku kesal...kau dan Nathan sama saja!"


" Abang ayo...!!"


Chiko merangkul San fan membawanya pulang.


" aku pulang...loh sudah pada tidur rupanya bang..."


" Ayah..."


" Tiara,,,kau belum tidur??"


" belum, Tiara baru selesai mengerjakan tugas kuliah ayah, terus lapar!"


" sudah Ayah, tadi Callister agak rewel, sepertinya bunda kelelahan..."


" kalau begitu bantu ayah siapkan makan untuk ayah dan teman ayah ya..."


" oh iya ayah..." Tiara pun segera ke dapur.


" Chiko kau sudah punya anak perawan?"


" Hehe...dia kembaran Sansan tapi tidak sedarah bang..."


" eh kok bisa??"


Chiko menceritakan semuanya pada Sandy


" oh begitu... keluarga kalian ini benar - benar di berkahi ya, apa mereka sangat mirip Chiko??"


" Sangat mirip bang, Tiara dan Sansan, hanya tingginya saja, lebih tinggi Sansan dan Tiara lebih lembut , anaknya juga penakut...Sansan seperti Bos Bram dan bundanya..."


" Sangat cantik dong jadi bingung mau anak Nathan apa kembaran Sansan..."


" Hah??, abang mau cari daun muda??"


" biar awet kayak Nathan, kau lihat abangmu itu Chiko tidak tua-tua, memang ternyata memiliki istri jauh lebih muda itu mempengaruhi penuaan kita..."


" begitukah bang??, aku kira abang jadi menikah dengan bibi bibi itu..."


" aku datang ke sini karena mendengarnya di sini...dia masih terobsesi dengan abangmu Nathan itu...tapi anaknya masih mempunyai akal sehat..."


" oh jadi abang tidak jadi dengan bibi itu, aku ingat anak itu namanya Rama....dia seharusnya seumran Putra, kan ya??"


" Ya benar, ..."


" kalau abang mau dengan Tiara, aku akan bicara padanya, kalau abang ingin mengejar Julia itu sangat sulit bang, ..."


" yah aku dengar Raja negara F ditolaknya!"

__ADS_1


" benar hehehe, Tiara baru saja kehilangan kedua orang tuanya bang...saat ini kembaran Julia sedang menyelidiki kasusnya...!"


" oh kembaran Julia bekerja di mana memang??"


" institusi kepolisian bang..."


" oh jadi dia satu -satunya yang masuk kepolisian di keluarga ini??"


" Ya benar..."


" Keren, ...aku akan membantu mencari keadilan atas nama orang tua Tiara...jadi balasannya apa??, kalau aku turun tangan ??"


" abang mau apa??"


" mau istri...aku mau memiliki keluarga, kau saja bisa memiliki keluarga bahagia, seharusnya aku juga bisa dong..."


" Bang, aku juga tahu kalau abang ini sangat baik, tapi...aku tidak bisa janji ya, aku hanya akan menanyai kebersediaan Tiara saja, kalau dia tidak mau, Chiko tidak akan memaksanya...nanti Chiko carikan yang mau saja hehehe"


" kalau begitu berikan aku ruang untuk dekat dengan kembaran Sansan..."


mereka bicara bisik-bisik.


" kalau begitu abang mulai besok akan mengantar jemput dia kuliah, biar Zura menjaga adik-adiknya..."


" oh aku pura-pura jadi sopirnya??"


" iya, bagaimana?, sekalian tes kriteria dan sifat dia, dia berbeda dengan Sansan, aku tidak terlalu memahami putriku yang ini..."


" oke..boleh..."


" Ayah,... makanannya sudah siap di meja makan..."


" ok terimakasih Tiara, oh ya Tiara...mulai besok teman Ayah akan mengantar jemput Tiara ya...!"


" memang kenapa dengan kak Zura??"


" oh biar Zura menjaga adik-adikmu..."


" oh baiklah, terimakasih paman sebelumnya... Tiara mengandalkan paman..."


" pfffffffffffttttttttt..." Chiko menahan tawa.


" Oke, tapi jangan panggil pamanlah...panggil om saja..."


" oh baik om...Ayah Tiara pergi tidur dulu ya..."


" ok terimakasih ya tiara..."


" abang kau kan seumuran kak Nathan, ya wajarlah Tiara panggil paman, kan dia juga panggil kak Nathan paman..."


" Tidak ah, aku dan Nathan mudaan aku...enak saja...eh ini masakan istrimu??"


" Ya, enak kan bang??"


" enak sekali... kau dulu sering bercerita jika Nyonyamu sangat nakal, sekarang dia menjadi istrimu..."


" hehehe, iya juga...meski nakal tapi dia sangat mengagumkan ,apalagi keahliannya dalam urusan dapur dan ehemmm, tidak ku lanjutkan, kasihan yang Jomblo seumur hidup!"


" sialan, kau...lalu apa Tiara juga bisa memasak??"


" Tiara belajar memasak dengan istriku setiap hari bang,jadi jangan di ragukan juga,tapi kalau Sansan dia tidak bisa...dia tidak menuruni bakat keibuan istriku hehehe.."


" Padahal kau dulu tidak pernah senyum Chiko, sekarang kau hahahehe setelah menikah, kau juga lebih cerewet!"


" aku terbawa istriku bang..."


" Ya, aku jadi ingin segera menikah, agar aku juga mendapatkan keluarga bahagiaku...!"


" bang kau jika ingin menjadi menantuku, hilangkan mata jelalatanmu, kau tidak bisa melihat wanita cantik sedikit, walaupun Tiara bukan anak kandungku aku juga tidak akan membiarkan orang menyakitinya..."


" oh sial itu juga agak geli jika aku harus memanggilmu ayah mertua Chiko..."


" aku juga geli...bang hohoho..."


mereka makan sambil mengobrol sampai mengantuk, setelah keduanya mengantuk Sandy pun kembali ke tempat Nathan untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2