GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
498. Balas Dendam


__ADS_3

Sandy tidak mau kalah, dia juga segera mengajukan pernikahan, dia mengambil pensiun dini, dan memilih menjadi investor, dan menikmati waktu dengan Tiara dan juga adik-adiknya, setelah menikah Sandy memboyong adik - adik Tiara pindah ke kediamannya yang tidak kalah nyamannya dengan kediaman Pratama.


mereka sudah menemukan kebahagiaan meraka masing-masing dengan jalan dan lika likunya yang unik-unik.


sekarang Julius fokus membantu Yuna.


Yuna menghubungi Robbet mengatakan untuk mengajak bekerja sama.


" Oh ini bos nona Yunda ya, perkenalkan saya Robert, ..."


" Juki..." ujar Julius memperkenalkan dirinya juga.


mereka pun segera membahas pekerjaan fan kerjasama, Julius pun segera menyetujui proposal yang di ajukan oleh Julius.


" Baik...begitu saja, Yunda...maaf kau kembali dengan Gocar dulu, aku harus menjemput putraku pulang sekolah!" ujar Julius pada Yuna


" santai pak bos silahkan!"


setelah Juki alias Julius pergi, Robert menawarkan Yunda tumpangan .


" memang di mana kantormu??"


" tuan, saya hari ini tidak kembali ke kantor saya mau kembali ke apartemen dulu... karena tugas saya sudah selesai..."


" apa pekerjaanmu enak sekali..."


" iya memang begitu tapi sewaktu - waktu harus siap jika bos membutuhkan...!"


" begitu, kalau begitu aku antar ya ke apartemen mu..."


" Maaf pak jangan nanti kalau ketahuan istrinya saya kena damprat!"


" tidak aku belum beristri..."


" tapi itu, yang itu..."


" ah, dia hanya sekertaris, memang suka bercanda memanggil sayang saja..."


" Hah, bercandanya agak kelewatan..."


" hahahaha iya memang begitu dia, ayo aku antar..."


Brengsek dasar buaya darat, sudah berapa wanita yang dia goda saat bersamaku


dalam hati Yunda sangat kesal.


" Wah nona apartemen anda di sini, bukankah ini kawasan elite??"


" iya tuan heheh..."


" dengan siapa anda tinggal??"


" saya tinggal sendiri..."


" apa saya ada kehormatan untuk bertamu??'


" apa anda senggang??"


" tentu saja, aku senggang jika untuk Yunda..."


Bajingaannn ini..dalam hati Yunda semakin kesal tapi di tahannya.


" Kalau begitu mari masuk tuan..."


" oke..." mereka pun segera masuk ke apartemen.


" Tuan mau minum apa??"


" apa saja..."


" baiklah kopi mau??"


" ya..."


Huft rasanya aku ingin memberikan sianida di kopimu....


dalam hati Yuna.

__ADS_1


" Tuan ini kopi dan gulanya saya tidak tahu selera anda..."


" oke terimakasih..."


" sama-sama hanya kopi saja tuan..."


" nona sudah berapa lama bekerja dengan bos Juki??"


"baru satu tahun ini tuan...."


" Wah...cukup lama.... sepertinya pak Juki memperlakukan nona dengan sangat baik..."


" iya tuan, dia yang memberikan pekerjaan ini saat dalam kesulitan, dia sekeluarga sangat baik pada saya..."


" apa anda sudah berkeluarga??"


" saya pernah menikah tapi sudah bercerai,..."


" oh kenapa??"


" itu kasalahan saya karena bodoh ...!!"


" kenapa , sepertinya anda terlihat sangat cerdas..."


" anda melihat dari sudut mana saya ini cerdas hanya berdasarkan pengalaman saja saya bisa sampai ke tahap ini tuan..." dengan mata yang berkaca-kaca.


Robert pun segera, pindah duduk di samping Yuna dan merangkul menenangkan Yuna.


" yang lalu biar berlalu ..... sekarang semua akan baik - baik saja..." Yuna pun berakting menangis di pelukan Robert.


Robert langsung memeluk Yuna dengan bangga.


" sudah aku akan menjagamu mulai sekarang..."


" tuan bisa saja..."


" aku serius...aku tidak akan bohong..."


Robert adalah buaya darat yang sungguh profesional pantas saja Yuna dulu jatuh padanya, sekarang Yuna harus pura-pura masuk dalam godaan Robert.


keesokan paginya,


" Aaagggghhhhh..." Yuna menjerit karena terkejut jika Robert di sampingnya alias sedang ackting.


" Yunda, ada apa??"


" tutuan....apa yang terjadi??"


" aihhh...maafkan aku, aku akan bertanggung jawab..." Robert melabuhkan kecupan pada kening Yuna.


" sungguh tuan??"


" sungguh...."


Selama kau masih berguna untuk perusahaanku, aku akan bertanggung jawab.


dalam hati Robert.


huh kau kira aku teritipu ..


dalam hati Yuna.


" terimakasih tuan..."


drrrttt drrrrttt drrrrt


" Hallo, ..."


" Robbet apa kau lupa, jika hari ini ada pertemuan penting???!!!!"


" ahhh aku lupa ..."


" ada apa tuan...apa ada meeting??'


sahut Yuna.


" Robert kau sedang dengan siapa??, jangan macam-macam..."

__ADS_1


" sudah aku sedang otw!" Robert segera mematikan ponselnya.


" Yunda, aku harus pergi...nanti aku hubungi lagi oke ..."


" baik tuan hati-hati..."


Robbet pun pergi, sekarang Yuna tersenyum


karena dia sudah mendapatkan cap jempol Robert di surat-surat pemindahan aset perusahaan.


" hehehehehe...hehehehe...hahahahahhaha, aku akan melihat kau jatuh terpuruk dan tak bisa bangkit lagi Robert...hahahahahahahahaa...hiks hiks hiks...." setelah tertawa penuh kemenangan Yuna langsung menangis karena kemenangannya juga adalah akhir dari hidupnya dia juga akan berakhir setelah Robert berakhir.


Yuna menangis sesenggukan, di apartemen, sehabis-habisnya.


sambil masih terisak - isak, Yuna memanggil Julius.


" Hiks hiks, tuan...sudah selesai..."


" Baik aku ke sana Yuna..."


Julius pun segera datang ke apartemen sewaan itu yang memang sudah mereka atur untuk menjebak Robert.


" inj tuan..." Yuna memberikannya dengan lemas tak berdaya.


" kenapa menangis??"


" Tuan bisakah anda membujuk Tuan Fahad, untuk memberikan waktu pada Yuna, setelah Robert jatuh dan sengsara tolong berikan Yuna waktu untuk hidup menjadi orang yang berguna, Yuna ingin menemui ibu Yuna , Yuna ingin meminta maaf dan berbakti pada ibu Yuna untuk terakhir kali...."


Julius merasa sangat kasihan pada Yuna,


" nanti aku akan bicara pada Anna untuk membantumu berbicara pada Fahad, aku tidak memegang kenadilanya..."


" terimakasih tuan terimakasih banyak..."


" sama-sama...aku terima dokumen ini...dan lihatlah dengan mata kepalamu sendiri bagaimana robert jatuh...!" ujar Julius.


" Ya..."


" Ini aku beri kau coklat, untuk mengembalikan moodmu bersenang - senanglah Yuna, jadilah orang yang bermanfaat untuk orang lain..."


" Tuan anda orang baik, saya tidak akan melupakan kebaikan anda tuan...."


"Aku tidak baik, hanya saja kita sesama manusia memang harus memanusiakan bukan??'


" benar...."


" Yuna kalau begitu aku pergi dulu menemui Fahad... memberikan ini..."


" Baik... hati-hati tuan..."


Julius pun ke kediaman tengah.


" Anna apa Fahad sudah pulang??"


" belum kakak ipar , mungkin sebentar lagi...."


" baik....kalau begitu apa Anna repot??, di mana anak-anak??"


" Anak-anak dengan kak Cindy..."


" oh baik, Anna aku tadi bertemu dengan Yuna, dia sudah selesai dalam misi balas dendamnya, Yuna memintaku membujuk Fahad untuk memberikan waktu sedikit untuk Yuna menikmati hidup dan berbakti pada ibunya, bisakah kau angkat bicara untukku??, kau tahu harus bagaimana berbicara dengan suamimu bukan??"


" Anna mengerti kakak ipar, ..."


" baiklah, bagaimana pun hasilnya kita sudah berusaha membantu..."


" ehmmm iya...."


" aku tahu kau takut Yuna akan membuat masalah di masa depan, tapi aku bisa menjamin jika dia sudah berubah...jika dia macam-macam aku malahan yang akan menghabisinya!"


" baik kakak ipar nanti Anna coba bujuk Fahad..."


" baiklah, ini aku titipkan pada Anna ya, aku harus menjemput Joven..."


" oha siap!"


anna menerima dokumen itu dan segera menyimpannya.

__ADS_1


__ADS_2