GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
135. Cinta atau keluarga


__ADS_3

" Makanan ini dari siapa?"


" Seorang wanita yang sangat cantik, tapi sepertinya dia sedang tidak baik - baik saja!"


" ijinkan aku menemuinya !"


" Dia menitipkan ini itu artinya dia tidak ingin menemuimu dan jam besuk sudah habis untuk hari ini!"


" Tolonglah, kali ini saja...!"


" Ya sudah cepat sana!"


Martin pun di ijinkan untuk menemui Cindy,


" Ikuti aku!"


Martin mengikuti sipir itu masuk ke ruangan tadi.


terlihat Cindy masih menggenggam tangannya dengan sangat erat.


" Cindy Kau datang!" sapaan Martin membuat Cindy sangat terkejut.


Cindy tak dapat mengatakan apapun, air matanya begitu deras mengalir.


" Cindy, apa kau belum memaafkanku?"


" Berhenti jangan mendekat!"


" Cindy...!"


" Cukup, ternyata aku tidak bisa...masuklah kembali aku tidak ingin melihatmu!"


" Lalu kenapa kau datang?"


" Aku juga tidak tahu,pergii....pergiiii...!!" teriak Cindy.


" Kau tidak dengar perkataan nona itu ?"


Martin pun berjalan masuk dengan raut wajah yang amat sedih.


" Nona apa anda baik - baik saja?"


" Iya,...!"


" Kalau begitu saya tinggal dulu nona!" ujar Sipir itu pergi.


Tak lama pria yang menolong Cindy tadi tiba,


" Nona, anda sangat menyedihkan...mari saya antar pulang!"


Namun Cindy hanya diam saja...


Tanpa banyak bicara pria itu menggendong Cindy keluar dan membawa masuk ke dalam mobilnya.


" Minumlah nona!" Membukakan botol mineral untuk Cindy.


Cindy menerima tanpa ragu dan meminumnya,


" Aku memiliki kakak perempuan, keahliannya bisa membantumu meringankan sedikit traumamu!"


Setelah mencaritahunya, ternyata dia keturunan keluarga Pratama, dia pernah mengalami kasus pelecehan setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, dan tidak di sangka semua berhubungan dengan orang terdekatnya, dia pasti memiliki luka batin yang sangat dalam, tapi kenapa masih mau mengantar makanan untuk orang itu.


" Terimakasih Tuan, bolehkah saya tahu nama anda?"


" nama saya, Fannan...anda bisa memanggil saya, Fan!"


" Oh, baik... terimakasih untuk bantuannya Fann!"


" sama - sama, oh ya ini adalah kartu nama kakakku, Faniya... sekalian promosi ya!" ujar Fannan bermaksud menghibur.


Cindy pun tersenyum dan menerima kartu nama dari Fannan,


Dag dig dug deg dog...


Jantung hati Fannan tiba - tiba berdegub sangat kencang saat melihat senyuman Cindy.


" Tuan, tuan...!"


" Eh...maaf ...nona siapa namamu?" sebenarnya Fannan sudah tahu, namun basa basi saja.


" Cindy, Tuan bisa memanggilku Cindy ...!"


" sepertinya anda masih sangat muda, mungkin umur 23 an ya?"


" Heheh itu sudah tua Tuan, anda jangan mengejek!"


" Tidak, dong tua itu seperti saya, memasuki umur 27 tahun!"


" Oh, terpaut beberapa tahun saja, tuan bisakah saya meminta tolong anda menurunkan saya di halte saja, karna saya ingin mengunjungi makam Papah dan om Saya!"


" Bolehkah saya mengantar?"


" Apakah anda tidak bekerja?"


" sudah selesai, boleh ya saya antar?"


" Baik!"

__ADS_1


Aku tidak tahu orang ini berniat baik atau buruk, namun dia seorang polisi bagaimana mungkin dia akan berbuat buruk ?


Dalam hati Cindy yang sangat berhati - hati.


"Nona tidakkah kau mau memberikan arahan pada saya?, karena saya tidak tahu di mana ayah anda dimakamkan!"


" Pffffffttttttttttt ...lurus saja, apakah tuan tahu TPU Tenden?"


" Oh ya saya tahu...tolong gunakan sabuk pengamannya nona, jika anda lecet sedikit, saya takut ,ayah anda akan bangkit dan memarahi saya!"


Cindy menahan tawanya, dan segera mengenakan sabuk pengaman.


" Tuan, dalam bidang mana anda bekerja?" tanya Cindy


" oh, saya bagian,Pelayanan dan perlindungan khusus kepada remaja, anak, dan wanita !"


" Hmmm...!"


" Jika anda membutuhkan bantuan saya, anda bisa hubungi saya!"


Tapi keluarganya bukan orang biasa, apa yang bisa ku bantu, dalam hati Fannan.


" Baik, berikan kartu nama anda tuan!"


" Oh ya tentu!" Dengan semangat Fannan memberikan kartu namanya.


Nona ini rupanya sangat rendah hati, aku kira dia akan meremehkan aku.


dalam hati Fannan.


" Sudah sampai nona!" ujar Fannan.


Cindy pun segera turun, dan masuk ke dalam pemakaman, dengan jarak yang cukup jauh Fanan mengikuti Cindy dari belakang.


Fanan melihat 3 makam di hadapan Cindy,


Cindy terlihat sangat ceria sambil berbincang, entah apa yang di bincangkan, pada ke tiga makam di depannya,


setelah 30 menit lamanya Cindy pun berjalan keluar dari makam.


raut wajahnya kembali sedih, dan barulah Cindy meneteskan air matanya.


sepertinya dia tidak pernah menampakkan kesedihan pada orang - orang yang dicintai nya


dalam hati Fanan.


" Nona, apa anda baik - baik saja?"


" iya, tuan... terimakasih sudah mengantar saya kemari!"


" Jika anda mau, saya akan mengantar anda kemana saja!"


" Wah cantik sekali....!"


Fannan segera masuk ke dalam mobil.


" Nona mau saya antar kemana lagi sekarang?"


" Aku juga tidak tahu aku mau kemana, tapi aku tidak ingin pulang saat ini!"


" hmmmm....!" Fannan sejenak berpikir


" Apa mau saya antar ke tempat teman anda?"


" Sayang sekali aku tidak punya teman, karna dulu aku hanya mengandalkan satu orang untuk menjadi segalanya bagiku!"


" apa nona sudah menikah?"


" Belum....!"


" Lalu siapa orang itu?"


" Dia yang aku temui di penjara!"


Oh ternyata, Nona ini dan orang yang berada dipenjara itu memiliki hubungan yang tidak biasa, pantas saja dia sampai seperti itu, pasti dia sangat kecewa, orang yang di besarkan keluarga nya, orang yang dia cintai ternyata menusuknya dari belakang, Aku menyembutnya Si cantik yang penyabar.


"Baiklah kita tidak membahasnya lagi, apa anda mau ku bawa ke rumah kakakku?"


" Boleh,...!"


" Tapi jangan kaget dengan kelakuannya ya?"


" Kenapa?"


" Dia sangat blak-blakan nada berbicaranya tidak bisa lembut, tapi banyak sekali orang datang untuk berkonsultasi padanya!"


" Sepertinya aku harus ke sana!"


" baik karena nona setuju, saya akan bawa ke sana!"


" Hmmm...!"


" nona,...!"


" Ya??"


" Maaf, apa anda tidak perlu mengabari orang rumah dulu?,. takutnya mereka khawatir!"

__ADS_1


" Ehmmm, ya....!" cindy segera mengambil ponselnya, dan segera memberi kabar pada adiknya, jika dia pulang terlambat.


setelah menempuh satu jam perjalanan, sampailah mereka di sebuah rumah sederhana yang sangat terpencil.


" Nona, jangan khawatir aku tidak akan macam - macam, rumah kakakku memang jauh dari keramaian!"


" Oh ...!" Cindy mencoba tenang meskipun sedikit was was.


" Aku akan telpon kakakku memintanya keluar agar kau tidak takut lagi!"


Fannan segera mengambil ponselnya dan menelpon kakaknya, namun tak ada jawaban.


"kenapa tidak di angkat?, nona maaf sebentar ya, anda masuk ke dalam mobil saja aku cek ke dalam dulu!"


" Kau bodoh, aku sudah membantumu, kenapa kau tidak mematuhi perkataan ku, pergi jangan datang lagi aku tidak menyukai orang bodoh!"


" Madam, madam madam, bantu kami sekali lagi!"


" Pergi!!!!"


" kakak....hehe...!"


" Kau, apa yang kau lakukan di sini?, jika kau tidak mau menikah, jangan memanggilku kakak kau juga pergi!"


Cindy Hanya melongo melihat tingkah kakak Fannan.


" Siapa kau??" Ujar Faniya pada Cindy


" Kakak jangan galak padanya, aku yang membawa nya!"


" Apa???" Fanniiya segera menghampiri Cindy


" Apa kau pacar adikku??, ayo masuk...kita langsung saja bicarakan pernikahan kalian!"


" Apa??" Cindy terkejut.


" Kakak, bukan bukan kakak ,jangan salah paham, itu bukan pacarku!"


" Diammm!, kalian pulang dulu aku ada tamu!" ujar Fanniiya pada pasiennya


Ternyata banyak yang datang ke sini, jadi kakak Fannan ini dukun atau psikolog sih??


keheranan.


" Siapa namamu cantik?, auramu sangat baik namun terdapat satu awan gelap di kepalamu!"


Cindy melihat ke atas kepalanya,


" Hahahahha, kau tidak bisa melihatnya itu hanya perumpamaan saja cantik!"


" Kakak, kau jangan bercanda seperti itu ,jangan membuat nya tidak nyaman!"


" kenapa memang pacarmu tidak protes!"


" Kakak dia bukan pacarku!"


" Aku tahu, memangnya kau itu normal, kau itu tidak bisa tegak makanya kau tidak segera menikah!"


"Pfffffffffffttttttttt....!" Cindy menahan tawanya.


" Nona, sebaiknya kau berdamai dengan lukamu...!" ujar Fanniiya


" Maksud kakak?"


" Hmm...Jika kau ingin memilih, maka aku akan memberikanmu dua pilihan!"


" Apa itu kakak?"


" Cinta atau keluarga!"


Cindy terdiam dan berpikir , Cindy mulai mengerti apa yang di bicarakan Fanniiya,


" Kakak, jika aku memilih cinta lalu bagaimana dengan keluargaku?"


" Memang Cinta itu sangat egois, maka kau akan melukai orang - orang yang berharga di sekitar mu!"


" Lalu bagaimana jika aku memilih Keluarga?"


" kau yang akan terluka!"


" Nona, kakakku suka berbicara sembarangan jangan kau masukan hati ya!, dan jangan di pikirkan!"


" Tidak tuan, kakakmu justru lebih tahu dari apa yang tidak ku mengerti!"


" Fannan, dia ini wanita yang genius, kau tidak perlu merasa tidak enak padanya!"


" Benar Tuan, santai saja...!"


" Hmmm baiklah...jika nona tidak keberatan!"


" oh ya siapa tadi namamu?"


" Cindy kakak!"


" Oh Cindy....!"


Fanniiya berdiam diri cukup lama seakan dia sedang memikirkan banyak hal.

__ADS_1


Anak yang malang namun garis takdirnya tidak buruk...


dalam hati Fanniiya.


__ADS_2