
" Aggggggggggggggghhhhhhhhhhh...ada ularrrrrrrrrr" teriak Sansan sangat histeris.
Kenzo menutup mulut Sansan dengan rapat
" Ini bukan ular, ini anakkonda!" ujar Kenzo meringis.
tok tok tok...
" Sansan apa yang terjadi??, apa ada ular?, tapi kau bukannya tidak takut ular.?"
Dai yang baru datang mendengar teriakkan Sansan namun pintu terkunci.
" apa kau mengunci pintunya??" tanya Kenzo pada Sansan.
Sansan yang mulutnya masih terbungkam mengangguk.
seketika Kenzo menyeringai senyum mengerikan.
" Tuan, Sansan... apa ada orang??"
" ada, Sansan sedang mengigau, kau kembalillah ke kamar!"
" Oh tuan sudah pulang, baik!"
Hih, sepertinya Sansan itu mengerjai aku, awas saja besok aku akan membuat perhitungan.
dalam hati Dai kesal karena mengira Sansan mempermainkannya untuk mencari Kenzo.
" Sudah ayo kita lanjutkan, aku sudah menahan terlalu lama!" ujar Kenzo.
sekarang Sansan yang ragu karena melihat anakkonda Kenzo cukup mengerikan.
" Om, om, Sansan tiba-tiba ingat masih ada pekerjaan!"
" Kau mau kabur?? tidak bisa...!" Kenzo kembali ******* bibir ranum itu sampai terbuai kembali memberikan sentuhan - setuhan yang membuat tubuh gadis itu menggelinjal ke sana kemari.
Kenzo mengecup lembut kening Sansan, begitu lama melihat Sansan terbuai , Kenzo membuka lebar kedua kaki Sansan, Kenzo sudah tidak ingin tahu entah esok apa yang akan terjadi malam ini dia sudah bertekad mendapatkan tubuh gadisnya.
" Ooommm...!"
" Tutup matamu sayang, jika sakit teriak saja...!"
Kenzo kembali ******* bibir Sansan , Kenzo tidak akan bosan dengan bibir rasa anggur yang selalu membuatnya candu.
Saat Sansan kembali terbuai, Kenzo segera menekan anak kondanya masuk paksa pada Sansan, sehingga teriakan Sansan itu cukup keras
" Sakiiiiiiit..." Air mata Sansan mengalir cukup deras.
" Tahan,...." Kenzo segera menekan lebih dalam hingga berhasil merobek segel milik Sansan.
" Aaggggggggggghhhhhgggggg" teriakan Sansan cukup keras membuat gendang telinga Kenzo seakan pecah.
sementara Dai masih mengira Sansan mengigau,
" Dalam mimpi saja membuat keributan, sungguh anak yang menyebalkan!" Dai segera memasang earphone nya dan menyalakan musik agar tidurnya tidak terganggu dengan kigauan Sansan.
" Huhuhuh, ampun om ... ampun ommmm!"
" Sayang, kau sendiri yang menawarkan diri, bagaimana bisa kau mundur??"
" Om sakiiit .....huhuhuhu...."
" Sekarang kau milikku seutuhnya Sansan!" Kenzo mencium bibir gadis nakalnya yang bergetar hebat menahan rasa sakit .
" Aghhh... saaasaaaakiiiit om, ampun.... hiks hiks hiks!"
__ADS_1
Kenzo tidak menggubris rengekan Sansan karena Kenzo sedang dimabuk kenikmatan yang diberikan oleh tubuh Sansan.
Rengekan itu kian menjadi karna Kenzo membuat tempo gerakan cepat karena akan mencapai pelepasan.
" Oh shiiit...aku hampir gila!" ujar Kenzo segera mencumbui tubuh Sansan dengan sangat rakus
Sansan sudah tak sanggup merengek lagi, semakin dia merengek, Kenzo semakin menyiksanya, tubuhnya antara nikmat dan serasa terbelah dua.
" Sansan kau sangat sempurna " Kenzo pun akhirnya sampai batasnya, tubuhnya terasa sangat lemas dan menjatuhkan dirinya disamping Sansan .
" Aku sangat mencintaimu sayang" Kenzo mengecup kening Sansan dan memeluk gadisnya.
Sansan yang sudah lelah tak berdaya langsung terlelap di pelukan Kenzo.
Pukul menunjukkan 11 siang, keduanya masih terlelap karena kelelahan.
tok tok tok...
" Tuan, Sansan apa kalian tidak sarapan??"
mendengar suara ketukan itu Kenzo terbangun, Kenzo terkejut bukan main melihat tubuh mereka polos tanpa busana.
"Apa yang terjadi??" Kenzo mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam hingga keduanya tidur tanpa busana.
" Tuan , Sansan?"
" Dai,aku sudah bangun nanti sekalian makan siang saja, hari ini kau bebas!" teriak Kenzo.
" Baik tuan!" Dai pun segera pergi.
Kenzo baru ingat jika dirinya sudah terjebak dan meminum obat perangsang, Kenzo melihat ke arah Sansan yang tergulai lemah, kelelahan, Kenzo melihat bercak darah begitu banyak di sprei.
" Kenzo, kau bajjiiingan!" Kenzo mengumpat dirinya sendiri dia tidak ingat jika Sansan sendiri yang justru melepas pakaian di hadapannya, yang dia ingat tetap menghajar Sansan habis-habisan meski Sansan menangis memohon ampun padanya.
Kenzo mengacak-acak rambutnya kesal,
Dengan perlahan Kenzo membenarkan tubuh Sansan untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman.
" Maafkan aku Sansan, ...." Kenzo menyelimuti Sansan perlahan.
" Ampun, om....ampunnn hiks hiks ...sakit om" Sansan masih merintih mengigau.
betapa dada Kenzo merasa sesak, dia sudah membuat gadis kecilnya menderita.
Kenzo segera masuk kamar mandi dia segera membersihkan diri dan agar pikirannya juga kembali segar, setelah selesai Kenzo segera mengenakan pakaiannya dan keluar kamar, Kenzo menelpon Chris.
" Christ, bisa tolong minta istrimu datang ke alamat yang aku kirimkan??"
" Ada apa??"
" Nanti biar istrimu saja yang bercerita, tolong segera ke sini!" pinta Kenzo
Kenzo kembali ke kamar melihat Sansan yang masih terlelap.
ting tong tong...
Kenzo segera membuka pintu, Lidya sudah tiba dengan perlengkapannya.
" Siapa yang sakit??" tanya Lidia
" Kak, sebenarnya aku malu mengatakan ini, tapi sepertinya Sansan dalam keadaan yang tidak baik!"
Kenzo bingung mau menjelaskan bagaimana karena dia sendiri tidak ingat jelasnya
" Di mana anak itu??" Kenzo menunjuk arah kamar yang terbuka, Lidya segera masuk betapa terkejutnya Lidya melihat Sansan tergulai lemas, dengan noda darah yang cukup besar.
__ADS_1
" Kenzo, apa kau ini gila?" ujar Lidya kesal namun menahannya dia haru melihat kondisi Sansan lebih dulu.
" Sansan, bangun...." Lidya menempuk ringan pipi Sansan.
" Sayang, anak cantik, ayo bangun dulu sayang biar bibi memeriksa mu!" pinta Lidya lembut .
" Ehmmm bibi, sakit....!" ujar Sansan mengeluh sakit.
" Tak apa, bibi akan memberikan obat pereda, kau sangat lemas, kau harus makan dan minum obat!"
Kenzo hanya terdiam merasa bersalah, dengan kelakuannya.
Lidya berjalan ke meja makan, karena tadi Lewat melihat banyak makanan di meja, Lidya mengambil makanan yang mudah di telan oleh Sansan,.
" Ambilkan air putih Kenzo...!"
Kenzo segera mengambilkan
" Anak manis, kau pasti sangat terkejut, kau sampai demam, tapi Kenzo sangat tidak peka! , makan sedikit kuenya...!"
Sansan dengan perlahan menelan kue putu yang lembut,
Kenzo datang membawa minum, Lidya segera membantu Sansan meminum obatnya lalu memintanya istirahat. karena pengaruh obat itu cepat , Sansan pun langsung tertidur lagi karena tubuhnya terlalu lemah.
Sansan juga belum mengingat kembali apa yang sudah menimpanya tadi malam.
"Kenzo, apa kau kehilangan akal sehatmu??"
" Kak aku diberi obat, maafkan aku karena menjadikan Sansan pelampiasan, tapi kita juga akan segera menikah !"
" Dia masih muda, mentalnya belum kuat untuk hal seperti itu, kau pasti sangat kasar padanya, dia pasti sangat terkejut !"
" Kenzo sendiri juga tidak begitu ingat kak,..."
" Hufffft... Kenzo dia selama ini cukup menderita, aku harap kau bisa menjadi rumah untuk gadis ini, melihat dia tidak bisa kembali sekarang menjadi Sansan, karena keadaan!"
" Tentu saja, kakak jangan khawatir, aku akan menjaga dan membahagiakannya!"
" ehmm, dia harus banyak istirahat, buat dia melupakan malam mengerikan itu...!"
" Ya kak,...!"
" Aku pamit!"
" Kak , sebaiknya ini hanya yang tahu !"
" Aku mengerti!" Lidya pun segera pergi
Kenzo segera masuk dia mengambil air hangat dan kain, lalu membersihkan tubuh Sansan dengan hati-hati.
Air mata Kenzo terjatuh melihat noda darah kering di paha Sansan.
" Maaf...Itu pasti sangat menyakitkan!" hanya itu yang keluar dari mulut Kenzo terus menerus.
setelah selesai menyeka tubuh Sansan Kenzo segera memakaikan baju bersih pada Sansan dengan perlahan , lalu memeluk tubuh Sansan dengan rasa bersalah yang cukup mendalam.
Author
oh ternyata kisah Bram dan Sasha terulang pada Sansan dan Kenzo.
Lalu bagaimana respon Sansan setelah dia sadar dan membaik??
apakah sama seperti ibunya?
atau??
__ADS_1
coba yang bisa tebak tulis di komentar 😁