
" Kita harus memberitahu raja jika saingannya cukup berbahaya Mi!" ujar Yuzan.
" Sssstt, nona datang...!"
"Kalian, sedang apa??, ngomongin aku ya??"
" Mana mungkin nona, ini loe nona...udah di bilang airnya cukup , malah di tambah terus!" Ami beralibi.
" Aih, kalian ini bisa aja ngelesnya...!"
Mereka bertiga, melanjutkan untuk memasak.
Sementara Incess,masih berendam di bathtub dengan air hangat.
dia merasa tidak buruk dengan keluarga Pratama, sangat hangat, berbeda dari keluarganya yang sangat sibuk tanpa ada perhatian satu sama lain.
Ceklek...
pintu kamar mandi pun terbuka, betapa terkejutnya Incess melihat Putra masuk dengan mata terpejam.
Bagaimana bisa dia buang air sambil tidur
dalam hati Incess diam terpaku dan membisu.
gemericik air dari sumbernya, terdengar jelas di telinga Incess.
Saat Putra berbalik, betapa Incess terkejut melihat belalai suaminya yang begitu besar, untuk pertama kalinya dia melihat bebalai milik pria, Incess menahan diri agar tidak menjerit.
" Umppp...!" Incess menutup mulutnya dengan kedua tangannya rapat-rapat.
Putra pun berjalan keluar dengan masih terpejam.
Ceklek pintu terbuka dan tertutup lagi.
Incess bernafas lega karena suaminya tidak menyadari keberadaannya , jika tidak suaminya pasti bakan menggodanya, Incesss segera membersihkan tubuhnya menyelesaikan mandinya.
Dan ternyata Putra masih berdiri di depan pintu membuka mata dan menyeringai puas sudah mengerjai istrinya.
" Heheheh, ...!" Putra segera kembali berbaring di ranjangnya dan pura-pura memejamkan matanya.
tak lama suara pintu terbuka, kepala Incess terlihat keluar lebih dulu, melihat Putra masih tidur Incess segera keluar dengan hanya berbalut handuk melingkar pada tubuhnya.
Incesss sibuk memilih baju yang sudah di siapkan oleh suaminya.
" Hagggghhhhh!" Incess terkejut karena ada tangan kekar melingkar pada pinggangnya.
" Sayang, kau rajin sekali...ini masih petang kau sudah mandi...hemmm" mencium aroma wangi pada tubuh istrinya, Putra membalik tubuh Incess mengahadapnya dan menyudutkannya pada lemari dan mengunci tubuh Incess dengan kedua tangannya.
" Cantik sekali istriku...!"
" abang, aaaaaa. aa..aaa ... Abang....!"
" Apa sayang...??"
"Biar Incesss pakai baju dulu....!"
" Tidak usah, aku ingin melihat tubuh indah Istriku, ...!" menarik handuk Incess dan terlepaslah handuk itu dari tubuhnya.
"Achh, abang...!" Incess menutupi dengan tangannya, wajahnya sangat merah karena malu.
" Sudah,...jangan malu...bukankah kau sudah melihat punyaku??" goda Putra.
Wajah Incess semakin memerah mengingat bebalai Putra yang cukup besar,
" Jaja...jadi...abang hanya berpura-pura??"
__ADS_1
" tidak kan aku buang air kecil beneran!"
" Ihh...pembohong besar!!!, menyebalkan!" memukul dada bidang Putra karena kesal.
" Hehehe....sayang kau sangat seksi!"
karena tanpa sadar Incess mengekspos tubuhnya sempurna karena memukuli Putra.
" Aaaaaaghhhhhh...!" Incess menutupi tubuhnya dan segera berjongkok.
Ami, Yuzan dan juga Julia hanya mengelus dada mendengar teriakan Incesss yang begitu keras.
" Masih pagi, tuan dan nona sangat bersemangat ya Yuzan...!"
" Seperti Dunia milik berdua, yang lain numpang lewat, hihihi!"
mereka bertiga terkikik....
" Sssssssssttttt...kau ini sangat keras sekali jika berteriak!"
Putra segera membopong istrinya ke ranjang.
" Abang, abang jangan...jangan abang ...!"
" Jangan??, kita suami istri... bagaimana bisa kau menolak ?"
" Tapi, tapi Incesss takut... Incesss belum siap abang!" mata Incesss berkaca-kaca, karena dia memang benar-benar takut.
Putra membelai lembut rambut basah istrinya, memberikan kelembutan, agar istrinya sedikit lebih tenang.
" aku harus menunggu sampai kapan?, aku bukan orang yang sabar sayang...!"
mengecup kening istrinya dengan lembut, melihat Incess sudah sedikit tenang, Putra mulai mencium bibir Incess, dengan sangat lembut Putra mencium istrinya.
kelembutan yang Putra berikan mampu menyihir Incess, tanpa sadar Incess mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
Putra berkata dengan lembut namun penuh penekanan.
Incess, terkejut dengan ucapan suaminya, ternyata Putra adalah orang yang cukup menakutkan, tapi tidak ada pilihan lain,selain patuh.
Incess menutup kedua matanya, dia menarik tengkuk Putra dan menciumnya terlebih dahulu memberi tanda, bahwa dia setuju untuk menjadi istri yang baik, tak masalah untuk saat ini dia mengalah lebih dulu sambil mencari kelemahan suaminya perlahan-lahan.
mendapatkan lampu hijau, Putra langsung bersemangat, menjelajahi tubuh sexy istrinya itu.
" mmmmmm...."
untuk pertama kalinya Incess merasakan sensasi luar biasa dalam hidupnya, yang membuatnya merem melek menikmati, sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
tok tok tok...
" Kakak, ipar...kau meninggalkan ponselmu...!"
" Ah ya...!" Incess segera menyingkirkan Putra dan melompat dari ranjang lalu membenarkan bajunya dan segera membuka pintu.
" hehehe..." Putra terkekeh melihat istrinya yang begitu energik.
" Oh Julia, terimakasih, terimakasih.... terimakasih!"
" Kakak ipar tidak perlu berlebihan, hanya begini saja kakak ipar ini!"
" Tetap saja aku berterima kasih Julia,...!"
Terimakasih kau telah menyelamatkanku dari terkaman singa lapar Julia
dalam hati Incess merasa lega.
__ADS_1
" Aih kakak ini, ya udah kakak lanjut istirahat saja, nanti kalau sudah siap Julia panggil...!"
" Tidak, aku akan membantumu...!" mendorong Julia segera menuju dapur.
" kakak ,kalau begitu kakak duduk saja ya...!"
" Aku bantu, jangan biarkan aku menganggur...!"
" Kakak kau terlihat aneh, apa abangku menindas kakak ipar ??"
" tidak tidak...hehehe...!"
" kakak bilang saja, jika abang menindasmu...!"
" heheheh terimakasih Julia, aku bantu menata dimeja ya!"
" Oke kak...!"
mereka memasak cukup banyak karena ada tamu tak biasa di rumah meraka, padahal mereka tidak pernah menerima tamu, sekali menerima tamu, 2 orang yang tidak bisa disinggung sembarangan oleh mereka.
" Kak, bangunkan kakak ipar untuk sarapan...!"
" Ha??" Incess terkejut.
" Loe kok kaget kak??, atau kakak mau sarapan berdua aja di kamar, ya sudah tidak apa-apa, ambil untuk sarapan kalian berdua!"
" Aku tidak tahu makanan apa yang biasa abangmu makan untuk sarapan Julia!"
" Oh, abang biasa minum susu, dan roti ,kadang juga makan nasi dengan porsi sedikit atau buah!"
" Kalau begitu aku bawakan semua yang kau sebutkan!"
" Hahaha boleh kak, aku bantu siapkan !"
Julia membantu menyiapkan. sarapan untuk Putra.
" Ayo bawakan untuk abang, dia pasti senang kakak sangat perhatian!"
" Ehehheh iya....!"
Memang Incess harus memberi perhatian pada Putra agar hidupnya tidak dipersulit olehnya nanti.
Saat Incess masuk rupanya Putra baru selesai mandi dan berganti pakaian.
" Abang, sarapan mu, Incess tidak tahu, abang biasa sarapan apa,aku bawa semua yang disebutkan Julia!"
Putra hanya mengangguk dan fokus mengenakan pakaiannya.
Kenapa dia menjadi cuek padaku??, apa dia marah??, oh tidak mati aku jika dia melakukan apa yang dia katakan.
" Abang, abang marah pada Incess??"
Putra diam tidak menyahut, Incess pun mendekati Putra yang masih mengancing seragamnya.
dengan inisiatifnya sendiri Incess membantu mengancingkan seragam Putra.
" Abang, jangan marah...aku akan mencoba menjadi istri yang baik, tapi tolong pelan-pelan...!"
Putra diam-diam tersenyum, mendengar ucapan Incess.
" Aku harus berangkat sekarang, kau makan saja sarapannya!" ujar Putra datar , wajah yang biasa tersenyum padanya kini berubah menjadi sangat datar.
"Aku berangkat!" Putra pun segera mengambil kontak mobil dan pergi keluar begitu saja.
Heheh,biar aku coba dengan tarik ulur,
__ADS_1
dalam hati Putra.