GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
495. Sukses


__ADS_3

Alfred menulis tangan semua syarat yang di minta oleh Julia,


" Tunggu nanti Dans membawakan stempel Istana ,aku akan menyetempelnya!"


" oh ya apa Dans sudah tahu??"


" sedang dalam perjalanan!"


" hah cepat sekali, kapan abang memberitahunya??"


" aih memangnya cuma para detektif saja yang punya alat canggih!" ujar Alfred.


" abang...kenapa kau tidak memikirkannya dulu??"


" semua yang ku miliki akan aku berikan padamu, kau tidak perlu khawatir...asal aku bersamamu apapun akan ku kabulkan!!"


" masak??"


" seharusnya aku ini seorang raja bisa mendapatkan apapun dengan statusku, tapi aku raja yang rela kehilangan apapun asal mendapatkan mu!!"


" iiiihhh alay ..."


" lah memang begitu, anak dari seorang Laksamana membuat seorang raja menggila..."


Alfred memeluk Julia dan mencium pipi Julia dengan lembut.


Julia mengalungkan tangannya ke leher sang raja,


" Apa Juli boleh seperti ini dengan raja??"


" boleh, tidak ada aturan untuk permaisuri bermanja dengan raja ..."


" bukankah menyentuh raja itu harus ijin dulu??"


" itu tidak berlaku untuk Julia...."


" awas kalau abang nanti berubah,...awas saja..."


" mana mungkin..."


Andaikan saja aku bersabar sejak awal, hah...tapi ya sudahlah, Tobby juga anakku dan yang terpenting Julia mau menerimanya dengan lapang hati dalam hati Alfred.


" Julia, jika sudah aku beri stempel aku mau segera menikah, aku tidak mau menunggu lebih lama lagi..."


" buru buru amat Yang Mulia???, kembaranku baru saja menikah, kasih jeda beberapa bulan lagi dong ..."


" tidak paling lama 2 minggu aku membawamu pulang sudah sah menjadi permaisuri ku..."


" Iya baiklah...ikut Yang Mulia saja ya..."


" Harus..."


" Ya sudah sabar saja sampai hari itu aku dan Tobby mau kembali dulu ke kamar..."


Julia langsung turun dari pangkuan Alfred lalu mengambil Tobby yang masih tertidur.


" Di tunggu stempelnya Yang Mulia..." Julia membungkuk dan segera pergi meninggalkan kamar Alfred.


Alfred tersenyum puas, begitu juga di negara F sang raja imitasi juga sangat senang, akhirnya dia sudah bisa kembali pada Natalie.


Di Italia.


" Lah mana om Kenzo??, kenapa belum datang???"

__ADS_1


Julius dan Aina yang sudah tiba di bandara Italia.


" Ya sudah ditunggu dulu lah ..."


" Yus .... Aina...." teriak Sansan yang datang bersama Kenzo.


" Akhirnya datang juga kalian, 5 menit lagi belum Muncul aku balik lagi..." pungkas Julius.


" Hayah...ayo cepat ikut kami!!" ajak Sansan menggandeng Aina.


" Haduh haduh sebenarnya itu aku mau kalian itu jauh-jauh dari kami karena kami itu juga masih berusaha membuat baby ...tapi aku dengar dari Fahad, jika ada pengantin yang kurang pelajaran biologi..." ujar Sansan mengolok Julius.


Kenzo hanya tersenyum,


" apa yang Fahad katakan?, sok tahu sekali...!" Julius tidak terima juga merasa malu .


" ada deh ..."


" Haiiis...."


" Sudah nanti aku bantu deh Yus..."


mereka segera masuk ke dalam mobil dan menuju rumah yang di sewa oleh Sansan dan Kenzo di Itali.


" Wah tempatnya bagus om, pantas Sansan betah di sini..."


"Ayo sudah masuk....aku sudah menyiapkan kamar penganti untuk kalian, tenang saja kedap suara...hahahahah..."


" Sansan kau berlebihan!" Aina sangat malu...


" santai dan nikmati waktu kalian, aku dan om Ken mau berbelanja sebentar keluar, aku sudah pesan makanan untuk kalian sebentar lagi datang, ada satu mobil lagi di garasi jika mau keluar silahkan pakai..."


" mau kemana??"


Aina dan Julius kini hanya berdua saja.


" apa yang mau kita lakukan Aina?"


" tunggu makanan, lalu istirahat sebentar lalu kita keluar bagaimana??"


mereka berdua pun makan setelah makanan datang,lalu menonton tv sebentar sambil pacaran versi halal, setelah itu mereka masuk ke dalam kamar mereka.


Ya memang benar kamar itu sudah di buat nuansa untuk pengantin baru, dari dupa yang di nyalakan pun membuat hati mereka terhanyut dalam romansa penuh kasih.


keduanya duduk di tepi ranjang sambil menatap satu sama lain.


" Ai... bagaimana jika kita coba sekarang??"


jantung Julius sudah hampir copot rasanya.


Julius melihat Gramofon di sudut ruangan, Julius menyalakan lagu klasik romantis jadul namun tetap popular sampai sekarang.


Julius mengajak Aina untuk berdansa, mengikuti alunan musik yang begitu menghanyutkan sepasang suami istri itu.


Julius mulai mencium bibir tipis Aina, yang berwarna merah terang karena menggunakan lipstik.


keduanya pun mulai bercumbu, Julius mulai menjatuhkan tubuh Aina ke ranjang, Julius menurunkan Zipper pada baju Aina perlahan lalu membuka dress Aina, Julius mulai menjelajahi tubuh sang istri dari ubun-ubun sampai ke kaki, ******* yang keluar dari bibir Aina membuat Julius bersemangat dan membara.


" aaahhh...."


Julius mulai membuka bajunya dan dari mereka berdua sudah tidak ada yang memakai sehelai benangpun.


Nafas Julius sudah begitu memburu,

__ADS_1


" Aina aku aku mulai..." ujar Julius yang senjatanya sudah begitu gagah untuk bertempur.


" hmmmmmm peeeepeeelan ya suamiku..." agak ketar ketir karena milik suaminya cukup perkasa.


" Ya, ...Ainaaaa aku mulai..."


Aina sudah pasang badan dan menguatkan mentalnya, sambil meremas seprei dan memejamkan matanya.


namun Aina tak merasakan apapun,


" Julius??" Aina membuka matanya, dia malah bingung melihat Julius yang terlihat kebingungan.


" Ai...lubangnya yang mana ya???"


antar syok, mau ketawa juga agak kesal, karna Aina sudah bersiap, tapi malah Juliusnya ngelawak dengan kepolosannya.


Akhirnya sangking gemassssss nya Aina yang mengarahkan sendiri ke miliknya.


"Dorong pelan, sampai kau bisa menembus segel ku!" ujar Aina dengan wajah memerah


melihat wajah malu-malu Aina Julius jadi semakin membara, dia mendorong sedikit memaksa beberapa kali, gagal di coba lagi dan lagi sampai berhasil..


teriakan Aina begitu keras ...


" sakit Ai???"


Dengan Air mata yang berlinang Aina mengangguk...


" A...aaa...aina i...i...i...niiii darah aapppaaaaa??"


Julius sudah keringat dingin, dia berpikir sudah melukai istrinya.


" Iyus kenapa. kau pucat...??" ikut panik, sambil menahan sakitnya.


" iitu itu di sana berdarah..."


Aina mengalungkan kedua tangannya ke leher Julius, dan menariknya merapat pada tubuhnya sehingga tertindih.


" Sayang, itu segelku sudah kau rusak...itu darah perawan...," mendengar hal itu Julius langsung full power lagi.


" Jadi apa di lanjut??"


" Iya, aku akan menahannya,...apa itu enak?'


" Yah, ini luar biasa... rasanya seperti terjepit..."


" kalau begitu bergoyang lah sayang..."


" Hah??, goyang gimana?, goyang dangdut??"


" hahahahahahahahha" Aina benar -benar tak bisa menahan tawanya lagi.


" kenapa tertawa??'


"Huhuhu, maju mundur saja kalau begitu..."


" apanya??'


karena gemas Aina menarik pinggang Julius, lalu mengajarinya dengan tempo teratur


rasanya sangat menggelikan sampai mau terbang.


Karena sudah tahu rasanya, Julius semakin menambah kekuatannya, dan lama kelamaan Julius sudah mulai mengerti bagaimana bermain dengan enak meski masih sangat kaku.

__ADS_1


setelah 2 jam bermain dengan beberapa jeda akhirnya Julius tumbang di samping Aina dengan penuh peluh pada keduanya.


__ADS_2