
" Berhenti kalian!!!, lancang!!"
teriak Alfred sangat marah seperti orang yang kesetanan, matanya terlihat jelas dia tidak terima jika Julia diperlakukan seperti itu.
" Hua...Yang Mulia tolong Julia Julia tidak bersalah tapi di pukul...!" Julia yang sudah kesakitan karena di pukul dan di tampar beberapa kali.
" Yang Mulia pakai dulu sepatu anda!" Dans yang berlarian membawa sepatu Alfred.
namun Alfred mengabaikan,
" Dans, mereka yang sudah menyentuh Julia, gantung!"
tegas Alfred.
" Apa??" Dans sangat terkejut dengan keputusan Rajanya.
" Yang Mulia ampuni kami, kami hanya menjalankan perintah!"
" Itu hadiah karena kepatuhan kalian yang tidak mengaggapku ada!, dan potong tangan penjaga yang membawa Julia ke sini!"
" Baik Yang Mulia!"
" Yang Mulia ampuni kami, kami salah tolong ampuni kami...!"
" Julia biar aku bantu !" Alfred melepas ikatan Julia ditangan dan di kaki lalu menggendong Julia .
" Yang Mulia, tolong ampuni mereka...!" Ujar Julia sambil menahan rasa sakit.
" Tidak!"
" hukum saja sama denganku jangan memotong tangannya, jangan mengambil nyawanya, mereka menjalankan perintah selir ketiga dengan baik, karena mereka memandang anda Yang Mulia...!"
Akhirnya Alfred mengampuni mereka, dan segera membawa Julia ke paviliun tenggara dan mengobati Julia.
" Biarkan dia istirahat, Dai kau masih hutang penjalasan padaku!, kau jaga Julia dengan baik!"
" Baik Yang Mulia!"
" Dans Ayo ke Paviliun Selir ketiga...!"
Dans mengikuti Rajanya ke paviliun Selir ketiga
" Nyonya, Yang Mulia datang berkunjung!"
" Oh, kenapa tidak ada pemberitahuan??" Selir ketiga segera merapikan bajunya dan keluar menyambut Raja.
" Yang Mulia selamat datang, kenapa tidak memberitahu jika akan berkunjung?"
" apa aku perlu seperti itu di istanaku sendiri??"
" Maaf bukan begitu maksud saya Yang Mulia, silahkan masuk!" Alfred pun segera masuk ke dalam.
Semua pelayan di luar mulai bergosip-gosip ,jika Sang Raja sudah mulai luluh pada selir ketiga dan berkunjung ke kediaman Selir ketiga.
" Yang Mulia, apa ada yang anda inginkan??"
" Oh Selirku, aku sunggub terlalu lunak padamu sampai kau berani mengabaikan perkataanku sebelumnya!"
" Apa maksudmu Yang Mulia??"
__ADS_1
" Kau masih tanya maksudku???" tegas Alfred sangat kesal.
" Sungguh selir tidak tahu maksud Yang Mulia!"
" Kenapa kau menghukum Julia seenak jidatmu sendiri??? sungguh kau tidak memandangku Selir ketiga!!!"
" Yang Mulia kau membelanya lagi??, Dia hanya tamu bagaimana bisa dia lancang memasakanmu makanan, jelas-jelas Yang Mulia tidak sembarangan makan, aku hanya menegurnya tapi dia malah menamparku dengan keras, dia hanya tamu dan saya adalah selir anda, apa saya tidak boleh memberinya pelajaran??"
" Hahahahahaha, menegur??"
" Ya Yang Mulia, sunggub seperti itu"
" Selir ketiga apa kau lupa, seluruh tempat ini ada Cctvnya, awalnya aku masih berprasangka baik terhadapmu setelah melihat dari Cctv aku tahu kau sangat menjijikan!"
" Lalu kenapa??, anda yang tidak adil, saat saya mengantar makanan hasil masakan saya anda menolaknya, kenapa dia , dia yang hanya orang asing begitu berani mengantar makanan pada kaisar??, saya berbuat begitu juga demi kebaikan anda, bagaimana jika dia meracuni anda??!"
" Aku yang menyuruhnya untuk mengurus makan malamku, apa kau keberatan selir ketiga??"
" Ya...!! saya keberatan Yang Mulia, meskipun anda tidak mencintai saya, apa tidak bisa anda menghargai saya sebagai wanita anda??, saya sudah berusaha untuk meraih anda tapi tidak sedikitpun anda melihatnya!"
" Bukankah, kau sendiri yang bilang...tidak apa jika tidak mendapatkan hatiku, kau mau posisimu sebagai selir dan keluarga mu aman dalam posisinya!"
" Ya benar, tapi bukan seperti gambar mati Yang Mulia, tidakkah anda juga harus memikirkan masa depan penerus anda??"
" Apa maumu??"
" Berikan saya putra Yang Mulia, hanya itu saja!"
" Hahahahaha...apa kau pikir aku bodoh??"
" Bukan ,bukan seperti itu... seorang raja harus memiliki keturunan...!"
" Tidak bukan begitu Yang Mulia...semua orang sedang membicarakan anda yang tidak sehat...!"
" Apa maksudnya???"
" Semua orang mempertanyakan kejantanan anda Yang Mulia, dan rakyat juga tahunya anda sudah mengangkat seorang Ratu tapi masih belum ada kabar baik...!"
" Sebenarnya pembahasanmu ini kemana?, jangan mencoba merubah topik!!!"
" Yang Mulia, saya cemburu anda terlalu baik pada Julia...!"
" Selir ketiga, aku kecewa padamu...aku sangat muak, karena kau terlalu mencampuri semua urusanku...aku ingin kau menampar dirimu sebanyak seratus kali...aku pergi...!"
" Apa??"
" Perintah Raja tidak boleh di bantah!" Alfred pun segera pergi dengan wajah kesalnya.
" Yang Mulia, kenapa anda terlihat sangat kesal??" Sapa Putri Alena yang kebetulan berpapasan.
" Kakak...!"
" Yang Mulia, ku dengar ada kekacauan di dunia perharemanmu? ada apa??"
" kakak, aku sangat kesal pada selir ketiga...!"
" Ada apa??"
" Dia menghukum Julia ,padahal aku sudah berjanji pada orang tuanya untuk menjaganya dengan baik, aku merasa gagal menjaga Julia !"
__ADS_1
" Yang Mulia maukah anda menemani saya minum teh di halaman belakang kediamanku!"
" Baiklah!" Alfred pun mengiyakan ajakan kakaknya itu.
" Yang Mulia, apa kau itu juga jatuh hati pada saudara Tasya??"
" Jatuh hati??" Alfred baru tersadar.
" Ya, kau sangat baik padanya..padahal Tasya menolakmu, dan kau masih baik pada saudaranya!"
Alfred terdiam memikirkan perkataan kakaknya.
" Awal aku menyukai Tasya karena dia bisa menirukan gaya mendiang Ratu, dan sampai aku tahu dia menipuku , tapi aku tidak bisa membencinya karena sudah terlanjur bergantung pada tipuannya, jadi aku memutuskan tidak mempermasalahkannya asal dia tetap berada di dekatku, saat ada dia aku merasa tidak kesepian, dan dia bisa melakukan apa saja yang aku tidak bisa lakukan, dan aku terlanjur bergantung padanya, makanya aku tidak ingin melepasknnya, karna semua keberanianku yang tersembunyi dikeluarkan olehnya dengan muda, aku menganggap dia adalah hidupku!"
" Kau sangat baik pada Tasya, ...!"
" Ya benar...!"
" Lalu bagaimana dengan mendiang Ratu, seberapa berarti dia dihatimu??"
" Sangat berarti, karena dia slalu ada saat aku dalam keadaan terpuruk!"
" Lalu,.apa kalian sudah berhubungan suami istri??"
" Kakak apa yang kau tanyakan, kau bersekongkol dengan selir ketiga kan???"
" Tenanglah, aku tidak menyukainya memang apa yang dikatakan Selir ketiga sampai kau menganggap kami bersekongkol??"
" Dia meragukan kejantananku!"
" Hahahaahhahaahahah... tidak maksud kakak tidak sama dengan selir ke tiga, tapi benar juga...ya..kau dengan ratu Juga belum memiliki keturunan!"
" Kakak, setelah kami menikah kan ratu jatuh sakit sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur...saat dia sudah membaik pun aku tidak tega menyentuhnya karena Ratu terlihat sangat lesu setiap hari,dan baru ku tahu itu juga karena Sansan ternyata dia di racuni oleh Albert!"
" Sudahlah Ratu sudah tenang, karena sekarang kau menjadi Raja yang hebat, yang penting kakak sudah tahu intinya!"
" Inti apa??"
" Ada deh...,tapi yang dikatakan Selir ketiga memang benar jika di luar sana banyak tersebar rumor bahwa raja seorang impoten!"
" Apa??? siapa yang berani menyebar rumor itu??"
" Mana kakak tahu, tunggu saja nanti para petinggi akan mendesakmu untuk segera memiliki keturunan, agar menenagkan rumor dari Masyarakat!"
" Aku sehat kakak, ...aku tidak impoten, dia masih beraksi setiap pagi...!"
" Hahahhaah anak nakal, tapi Yang Mulia... sebaiknya anda memikirkan itu segera, seorang raja harus memiliki keturunan!"
" Kakak...aku tahu tapi aku tidak bisa menyentuh selir-selirku!"
" Selirmu tinggal 2 saja selir ketiga dan ketujuh, kau juga tidak masalah kan memberikan mereka keturunan??"
" Tidak aku tidak mencintai mereka, semua sudah sesuai kesepakatan, mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan!"
" Lalu siapa yang kau cintai??"
" Siapa yang ku cintai???"
Alfred bingung menjawab pertanyaan kakaknya.
__ADS_1