
Sinar matahari sudah mulai memasuki celah - celah dan membuat Kenzo terbangun, Kenzo mencoba meregangkan tubuhnya namun terasa ada yang berat menimpa tubuhnya.
" Ah, dia ini perawan macam apa??, masih mengorok!" gumam Kenzo yang perlahan memindahkan Tasya lepas dari tubuhnya.
" Tidak, jangan, jangan, Ayah, paman, tidak...hukhukhuk...Bunda...hihihi...jangan jangan!" Tasya terlihat keringat dingin.
" Tasya, kau mimpi buruk?" Kenzo mencoba membangunkan Tasya.
" huhuhu...om...hikhik, jangan tinggalkan Tasya, Tasya tidak mau sendirian lagi!" Tasya memeluk Kenzo sangat erat karna ketakutan.
" Aku tidak akan meninggalkanmu, aku di sini!, semua akan baik - baik saja!" memeluk dengan hangat.
**Sebenarnya apa yang sudah kau alami Tasya?, apa kau dulu sangat menderita?, dibalik semua kekonyolanmu itu apa hanyalah cassing belaka?
dalam hati Kenzo bertanya - tanya.
Tok tok tok**...
" Tuan, anda ingin sarapan jam berapa?"
"Sebentar lagi!" Jawab Kenzo yang masih memeluk Tasya.
" Baik,...!"
" Tasya, apa kau sudah merasa lebih baik?"
" Belum!" Tasya mengeratkan pelukannya.
Kenzo tertawa dalam hati...
" Kau ini, bisa - bisanya mengambil kesampatan dalam kesempatan!, aji mumpung sekali ya?"
" Om, apa aku mengucapkan hal aneh, saat tidur?"
" Ya...!"
" Apa itu??"
" aku tidak akan memberitahumu!, ternyata kau menyimpan banyak rahasia yang tidak aku ketahui!"
" Tidak, tidak ada!" membantah.
semoga apa yang aku katakan, tidak mengekspos identitas asli diriku, aku belum ingin semuanya ketahuan, aku belum puas membalas dendam dengan orang bodoh ini
dalam hati Tasya
" Jangan suka mengutuk ku diam - diam Tasya katakan saja,padaku!"
" mana ada mengutuk om, aku berdoa semoga om cepat jatuh cinta pada siluman rubah ini!" ujar Tasya menggoda.
" Tidak semudah itu fergusooo!"
" siapa bilang, fergusuuuuuuuuuohhhh!"
" Hahahahahaha, mandilah, waktumu tinggal hari ini kan?"
" Ya, aku mandi!, segera berdiri dan masuk ke kamar mandi!"
Sementara Kenzo segera keluar untuk menghirup udara segar di pagi hari yang cerah.
" Waktu sangat cepat berjalan, hemmm...sudah harus berpisah dengan anak nakal itu lagi, sebenarnya sangat ingin membawanya kemana-mana namun, sangat berbahaya jika Tian mengetahuinya!!"
"Tuan, apa anda hari ini jadi berangkat ke Jepang?"
" Ya,...!"
" Semoga,paman dan bibi anda setuju dengan rencana anda!"
" Ya, semoga saja, agar aku bisa lepas dari bayang - bayang keluarganya!"
" semoga itu dimudahkan tuan!"
__ADS_1
" Yukini, apa anak itu sangat menyulitkanmu?"
" Tidak sama sekali tuan, kami sangat menyukai dan menyayangi Tasya...!"
" Syukurlah jika begitu, Yukini... setelah urusan di sini selesai, segera putuskan hubungan dengan negara ini, ambil sisa pembayaran, dan segera tinggalkan negara ini tanpa meninggalkan jejak apapun!"
" Baik, setelah misi ini selesai maka kami akan kembali ke kediaman kami di negara H!"
" Hemmmmm, okey... larang Tasya untuk terlibat dalam hubungan mendalam di dalam kerajaan!"
" Siap laksanakan Tuan!, oh ya...apa Tuan sudah mau sarapan?"
" Ya, hangatkan lebih dahulu! sambil menunggu anak nakal itu selesai mandi!"
Yukini segera ke dapur untuk menghangatkan makanan, yang sudah dia siapkan.
" Ommmmm ....ommmm di mana kamu ?" terdengar suara Tasya, dari dalam ,Kenzo yang mendengar Tasya sedang mencari, dia segera bersembunyi.
" Ommmm.... where are you...??"
Tasya mengendus - endus ,aroma Kenzo dengan hidungnya yang sangat tajam.
" Sepertinya, tidak jauh dari sini!"
Tasya melangkah ke gudang belakang,
ternyata Kenzo memang berada di gudang, bersembunyi di dalam lemari yang sudah tidak terpakai.
Kenzo mencoba menahan napas, karna mendengar langkah kaki mendekatinya.
Tasya mengendus - endus lemari itu, kemudian Tasya melangkah kembali keluar gudang.
" Haaaaahhhh...anak itu benar-benar seperti hantu gentayangan!" Gumam Kenzo.
" Lah, tapi kenapa aku malah sembunyi??" Kenzo sangat bingung dengan dirinya.
Kenzo pun segera merapikan bajunya dan melangkah keluar,
" Ketemuuuuuuu!" Teriak Tasya menghadang Kenzo dan memeluknya.
" Om, apa yang kau lakukan di dalam lemari??"
" Kau tahu aku di dalam lemari??"
" Ya, tahu...!"
" Bagaimana mana bisa kau tahu aku bersembunyi di gudang di dalam lemari?, apa Yukini yang memberitahu?"
" Ah, aku mana melihat mama sedari tadi?, aku sangat hafal aroma tubuh mu lah...itu sangat mudah bagiku untuk mencarinya!"
" Apa kau ini Sio Anjiiing??"
" om, apa kau korban ramalan bintang??, hahahahha!"
" Apa yang kau tertawakan?"
" Tuan, ayo sarapan!"
" Mama, semenjak om Kenzo ada, kenapa mama hanya menawari om Kenzo makan, kenapa aku tidak?" Tasya merasa iri.
Anak ini, masalah kecil begini saja, protes astaga...
" Kau kan tuan rumahnya, kenapa malah bangun kesiangan, ah... sepertinya aku tidak mendidikmu dengan baik, aku jadi malu dengan tuanku!" Ujar Yuki mengomel.
" Ah, mama...kau pilih kasih, seharusnya aku juga ditawari makan, ....!"
" Tidak, mau... aku tidak mau menawari makan pemalas sepertimu!"
" Ah....mama... tawari aku makan apa sulitnya, tinggal menambahkan namaku saja, kenapa tidak mau!, Tuan kenzo, Tasya ayo makan...!, begitu saja apa sulitnya??"
" Tuan, ayo silahkan!" Yuki mengabaikan Tasya.
__ADS_1
" Yah...mama, mama...tawari aku makan!"
" tidak mau!"
" Om, lihat...mama tidak sayang padaku, om...kau harus menyayangiku kau, harus menyuapi ku, pokoknya tidak boleh menolak, jika tidak aku tidak mau makan!"
" Lah, yang tidak makan kamu, kenapa aku harus repot?" Kenzo sengaja menggoda Tasya.
" O...ooo..oh??, apa?, kalian jahat sekali, lihat aku akan beguling di depan rumah, dan berteriak aku tidak di beri makan keluarga ku!'
" pffttttttt....!" Yuki dan Kenzo menahan tawanya.
" Tuan, kenapa kau ikut dalam pembullyan ini?"
ujar Yikini lirih.
" Biar, sejauh apa dia bertindak...!"
" Okey, akan ku lakukan...!"
Tasya berlari keluar dan merebahkan tubuhnya di tanah.
Baru akan membuka mulut, Tasya terkejut dengan apa yang di lihatnya.
" Oh, apa itu om??" Tasya berdiri dan masuk lagi menghampiri Kenzo.
" kenapa kau masuk lagi??"
" Itu, aku penasaran dengan barang yang ada di tanganmu om!"
" abaikan saja, cepatlah berguling!"
" Tidak ,tidak jadi, itu mainan apa om??" Tanya Tasya yang sangat penasaran.
" Tidak akan ku beritahu!'
" Ayolah, om....apa itu, beritahu atau aku akan menciummu!"
" Tasya, kau ini... sebagai wanita kenapa seperti itu!" ujar Yukini.
" Mama, itu om Kenzo sengaja membuat ku penasaran!"
" Ini adalah, senjata rahasia terbaruku!"
" Wah, apa saja kehebatan senjata ini om?"
" Kehebatannya adalah...membuatmu tidak jadi berguling!, hahahaha"
" Apa jadi, aku sudah tertipu??, tapi ini sangat menarik, perhatian Tasya, ...mana mungkin bukan apa-apa!"
" Memangnya kenapa kalau apa - apa??, ayo makan aku sudah lapar, mau makan saja drama 7 episode kau ini!"
" Baiklah, karena kesayangan ku sudah lapar markiman!!!"
" Apa itu markiman?, mari kita makan ommmmm!"
" Oh, lama - lama tatanan bahasa kita rusak, jika banyak orang seperti mu!" ujar Kenzo
" Om, tunggu gendong!" Tasya melompat ke punggung Kenzo, Kenzo membiarkan Tasya bergelantungan seperti biasa , seperti monyet, Yuki dan Mimoto hanya menggeleng kepala pada kelakuan putri angkatnya.
" Permisi....!"
" Oh, siapa???"
" aaaaaa....Dai kau datang bersama siapa??"
" Dai bersamaaa....hmmmm.....!"
" Dai, kau datang??" tanya Tasya yang masih bergelantung di punggung Kenzo
" Oh, Yang Mulia,opppppssss....!"
__ADS_1
" Apa yang Mulia???" Mimoto dan Yukini terkejut dan saling menatap.
Jeng Jrenggggggg....beradulah kedua mata Kenzo dan Sang Raja....