GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
318. Lily


__ADS_3

"Bibi... aku ingin bertemu ibuku!"


" Ayo tinggal satu suap, setelah itu kau akan segera bertemu dengan kedua orang tuamu!"


Lily sekarang melahap makanan terakhirnya


" Oh anak manis, rasanya aku ingin anak-anak ku kembali sekecil ini sangat menggemaskan!" mencubit lembut pipi gembul Lily.


Ya,. semenjak tinggal di tempat Tanaka, Lily mendapatkan Asupan yang sangat cukup, belum lagi Sansa slalu mengirimkan suplemen dan Vitamin untuk anak-anaknya agar tetap sehat dan tumbuh dengan baik.


" Dengarkan itu anak-anak, mommy mu memberi kode lagi, cepat cetak Cucu untuk kami!"


" Dad, ...sabarlah...!" ujar Putra.


" Sebenarnya aku juga masih mampu membuatkan adik untuk kalian, tapi mengingat kalian sudah dewasa rasanya tidak lucu jika adik kalian dan cucuku seumuran!"


" Dad, hentikan itu...sudah cukup Julia dan Julius saja!" ujar Julia.


" Nah, putriku saja sudah protes...jadi kapan putriku ini asa kemanjuan??"


" Dad, Julia masih kecil, jangan buru-buru


memintanya menikah!" Sahut Suhail


" Mommymu menikah juga sangat muda, dia dengan Julia saja pasti dikira kakak adik saat jalan bersama, dan aku di kira ayah mereka!"


" Pffffttttttt....!" semua tak kuasa menahan tawanya.


" Tapi Daddy juga tidak berubah sama sekali!"


" Hai...kau hanya menghibur Daddy, Putra!"


" Daddymu terlalu beruntung, mendapatkan mommy yang masih sangat belia!" sambung Savina.


" astaga, aku jadi merasa ingin muntah, sudah aku mau berangkat ke toko sajalah, tidak jadi libur, sia-sia aku susah mengunyah dan menelan sarapanku jika aku harus berakhir muntah!"


" Anak kurang ajar, kau Julia...!" Savina dibuat kesal oleh putrinya.


" Aku tidak ikut campur!, aku ingin menemui calon istriku dulu!" Putra segera beranjak pergi.


" Ah, Lily...ayo kita bertemu orang tuamu, ehmm Fathia juga aku akan membawamu pada Sansan...yuk!" Suhail segera mengambil Lily dan menggandeng Fathia.


" ah, maaf tuan nyonya permisi!" Fathia merasa tidak enak hati.


" Yuzan, ayo kita segera bereskan ke dapur!" ajak Ami.


mereka segera menghambur menyelamatkan diri masing - masing.


kini hanya tinggal Nathan dan Savina saja di meja makan.


Savina menatap kesal pada Nathan.


" sayang, itu Julia loe yang mengatakan seperti itu, kenapa kau marah padaku??"


" Kau ayahnya, jelas itu berhubungan denganmu!"


"Aih tapi kau juga ibunya, dia menuruni gen kita!"


" Huh, bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu dengan entengnya!"


" Hallo, ya ke sana!"

__ADS_1


Nathan pura-pura menelpon agar bisa menyelamatkan dirinya dari kemarahan sang istri.


" hehe maaf sayang, ada urusan penting aku pergi dulu, jangan suka marah-marah lihat wajahmu sudah tumbuh kerutan, muach bye!"


Nathan segera mengambil kunci dan lari keluar.


" Nathaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnn....itu Julia menuruni sifat menyebalkanmu, siapa yang berkerut?!" Savina segera berlari ke kamar dan berkaca, mengoreksi setiap wajahnya apakah benar yang dikatakan Nathan jika wajahnya mulai berkerut .


" Oh sungguh berkerut, aku harus segera menghubungi Vevey untuk mencarikan solusi untuk masalah kerutanku ini!"


...----------------...


" Ah, Fathia ... jangan takut pada mommyku, dia memang galak...tapi dia sangat penyayang...!"


" Iya, mommymu sangat baik ...dia sangat telaten dan sabar, dia menyuapi Lily dengan sabar, tapi adikmu cukup nakal...hehehe!"


" Dia dan Julius slalu membuat keributan di rumah,candaan mereka memang suka seperti itu!"


" Julius??"


" Ya mereka saudara kembar!, tapi Julius sedang melanjutkan pendidikannya!"


" apa dia laki-laki?"


" Ya, benar, Kau akan mengenal saudaraku yang lain nanti...!"


" tapi aku takut...!"


" Kenapa?, kau tahu Sansan...dia juga menyukaimu, padahal dia Sulit cocok dengan orang lain, tenang saja...kau akan diterima dengan baik dikeluarga Pratama!"


Fathia tersenyum, dia tidak tahu apakah pilihannya ini adalah yang terbaik atau tidak,Fathia tidak ingin berharap terlalu tinggi karena Fathia cukup tahu diri, dia ini siapa.


" Sampai, di sini kedua orang tuamu tinggal, ayo masuk!" Suhail segera turun mengambil Lily yang berada di pangkuan Fathia,dan menggandeng Fathia masuk.


" Oh Suhail, duduk dulu...kau sudah membawa Fathia pulang!"ujar Kenzo masih fokus memegangi kaki Sansan yang sedang Sit Up.


" Oh duduk dulu Abang, dan kak Fathia...!"sahut Sansan yang tak menyadari jika Suhail membawa Lily.


"Siapa itu Suhail??"tanya Kenzo menoleh sekilas.


Suhail dan Lily saling menatap bingung,


Lily tidak tahu dua orang itu siapa karena Suhail hanya memanggil mereka dengan Tante kecil dan Om, sementara Suhail juga bingung, bagaimana bisa kedua orang itu lupa dengan anak angkatnya sendiri.


" Lily kenapa mereka tidak mengenalimu??!"


" Dia siapa Kak??" tanya Lily dengan wajah tidak menahunya, karena dia takut salah orang lagi.


" Dia adalah orang tuamu Lily!" Sahut Fathia.


" Hah??, yakin??, kenapa mereka tidak menyapaku??" merasa sedih.


" jangan sedih tenanglah ...mereka mungkin tidak melihatmu dengan jelas...!" Suhail menenangkan Lily .


" Om ..tante .. lihatlah...siapa gadis kecil ini, bisakah kau hentikan sebentar olahraganya??"


ujar Suhail.


" Ha??" Kenzo segera berdiri dan menarik Sansan untuk berdiri juga.


" Siapa??"

__ADS_1


Sansan dan Kenzo berjalan mendekat.


Lily berdiri di hadapan mereka, namun Kenzo dan Sansan tidak mengingat siapa gadis itu.


" Hai anak kecil siapa namamu??" tanya Kenzo dengan lembut.


Lily sangat terkejut, kedua orang tua angkatnya melupakannya, Lily menangis berlari dipeluk Fathia.


" Huaaaaa...kakak....mereka melupakanaku, aku kira aky sangat berarti untuk mereka, huaaaaaa!"


" Loh kok nangis...?" Kenzo merasa bersalah.


" Om sih... biar aku yang bujuk!, halo adik kecil...sini sama tante!"


" Huaaaaaa huaaaaaa huaaaaa...!" Lily semakin menangis kencang.


" Kau membuatnya semakin takut sayang!" Ujar Kenzo menggeleng kepala.


" Hah ...Dia takut pada kita om!"


" Om , tante ...kalian benar-benar...dia itu Lily ..dia merengek padaku ingin bertemu dengan kalian!"


" Apa Lily???" keduanya terkejut karena Lily yang dulu sangat kurus kecil sekali, Lily yang sekarang sangat gembul menggemaskan sekali dan cantik lagi.


" huaaaaaa ... ayah ibu jahat!"


" Oh Lilyku... putri kecil ibu, maafkan ibu, karena Lily sangat berubah, sini peluk ibu nak, ibu merindukanmu!" Sansan berjongkok san merentangkan tanganya.


" Apa kau sungguh ibuku??"


" Tentu saja, sini peluk agar kau bisa memastikan sendiri aku ibumu atau bukan!?!"


Lily segera berlari memeluk Sansan, menghirup aroma Sansan dalam - dalam, kini Lily yakin jika wanita cantik ini adalah ibunya yang telah memberikan kasih sayangnya dengan tulus padanya dan juga pada saudaranya.


" Oh gadis kecil ayah semakin menggemaskan!" Kenzo mengusap lembut kepala gadis itu.


" Ibu, apa dia ayah Kenzo??"


" Tentu saja, dia adalah Ayahmu yang slalu menemanimu tidur saat ibu tidak bersamamu!"


" Ayah Kenzo tampan sekali, ibu juga sangat cantik, Lily sangat beruntung!, ayah Lily juga mau dipeluk ayah!"


Kenzo langsung menggendong Lily dan memeluknya dengan hangat.


" Waduh, Lily kau bertambah berapa kilo nak??"


" Lily bertambah 10kg tuan !" Sahut Fathia.


" Ahahahahah, anak ayah yang cantik ini makin gembul, sepertinya Lily memiliki selera makan yang baik ya?!"


" Ayah apa itu membebanimu??, jika begitu aku akan mengurangi makanku, asalkan aku tetap tinggal bersama ayah ibu!"


Sansan berdiri dan memeluk kenzo dan Lily yang masih berada di gendongan Kenzo.


" Tidak perlu sayang, seberapa banyak kau ingin makan makanlah, kau akan tetap bersama kami!" Sansan mencium pipi gembul Lily .


" Ehmmm...lalu bagaimana kabar saudaramu??"


" mereka baik, mereka menyuruhku untuk menyusul ayah ibu, dan mereka akan setia menunggu ayah dan ibu menjemput mereka!"


" Kami akan menjemput mereka saat ibu dan ayah menikah, mereka harus ada di hari bahagia kami!"

__ADS_1


" Lily sayang ayah dan ibu!"


" Kami juga!" Kenzo dan Sansan mencium pipi Lily bersamaan, keduanya benar-benar memeprlakukan Lily seperti anak kandungnya sendiri, dan itu membuat Suhail akan Nathan, yang juga mencintainya melebihi anak kandungnya sendiri.


__ADS_2