GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
206. Ketahuan


__ADS_3

" Tsania Steve??!" Kenzo sangat terkejut


" Dasar anak nakal!!!, selama ini kau mempermainkanmu!" ujar Kenzo sangat kesal mencubit pipi Sansan dengan sangat gemas, antara kesal, lega dan. juga hihhhh pokoknya Kenzo tidak bisa berkata-kata.


Kenzo segera menemui Chiko dan Martin dengan wajah yang terlihat jelas sangat kesal setengah mati.


" Jadi selama ini kalian tahu keberadaan Sansan???" tegas Kenzo.


" Ah???" Chiko dan Martin saling memandang.


" Jadi kalian juga menertawakan aku selama ini??, aku seperti badut di mata kalian??"


" Kenzo duduklah dan kita bicara dengan baik!"


Aka segera mendudukan Kenzo dengan paksa.


" Apa kau ini??"


" Kenzo...kami juga baru tahu beberapa waktu lebih awal darimu, ...!"Chiko menjelaskan


" Aku tahu, saat Sansan mengunjungi ku di Penjara!"tambah Martin


" Anak nakal itu,....!"


" Kau tidak bisa menyalahkannya Kenzo, kau memang terlalu bodoh , sebenarnya kau yang lebih awal bertemu dengannya namun kau tidak mengenalinya, dia kecewa padamu, kau yang paling dekat dengannya bahkan tidak mengenalinya!'


" Kapan????"


" Tanya saja padanya jika nanti sudah bangun!'


" Beberapa tahun ini orang yang ku cari - cari berada di samping ku??, apa dai juga tahu??'


" Tahu, Sansan pernah memberitahu ku jika Rio/ Dai adalah orang yang pertama kali menyadarinya bahwa dia adalah Sansan, padahal Dia hanya sekali bertemu dengan Sansan itu pun saat masih kecil!"


" anak itu benar-benar pendendam, ah...membuatku pusing kepala!"


" Sekarang Sansan dan Tasya sudah kembali padamu, keduanya adalah satu orang yang sama, dan sangat berarti untukmu, jagalah dia baik - baik...!" Ujar Chiko


" Haaaaa??, bagaimana bisa begini? aku menyukai anak dari Sahabatku??"


" Sudah takdir, kenapa?? jangan sampai kau berbalik arah lagi...Sasha sudah menjadi milikku!, kau tidak boleh mengusik kami!"


" hmmm...aku tahu...kenapa kau berpikir aku akan melakukan itu???, Tapi Martin kenapa kau bisa ikut terlibat??"


Martin pun menceritakan semuanya


" jadi adikmu masih di sana??"


" Benar Julia juga !'


" Julia????" Kenzo dan Chiko terkejut.


" Benar, Raja tahu identitas Sansan asli, aku yakin undangan ini memang rencana Raja untuk mempertemukan Julia dan Sansan!"


" Sialan, Kampret itu memang lebih baik dariku!" Kenzo sangat kesal.


" Hah...aku tahu kau memang tidak pekaan Kenzo...!" ujar Chiko.


" Lalu bagaimana jika Julia kenapa-napa??"


Aka merasa sangat khawatir.


" Kampret itu juga pasti tahu jik ini bukan rencana Sansan, Julia juga tidak tahu apapun, kampret itu bukan Raja bodoh!" Kenzo sangat mengenal saingan beratnya.


" Aku akan urus Julia, hal ini jangan sampai Kak Na tahu... jika tahu maka itu pasti akan melebar jauh!"


" Panglima, lalu bagaimana dengan adikku Renata??, dia berusaha mengeluarkan Sansan dari sana tapi dia sampai sekarang tidak ada kabarnya!" Martin berharap Chiko membantu Renata


"Kenapa?, apa karena sudah membantu maka semuanya bisa di maafkan??" Tegas Chiko kesal.


" Panglima, Renata bukan anak yang tidak baik!"


" karena dia terlalu baik, maka dia mengikuti perintah kakaknya!"


" Sudahlah, Chiko... selamatkan Julia juga Renata, selanjutnya kau bisa menyerahkan Renata pada Sansan!" Kenzo membantu Martin berbicara


" Aku akan pikirkan nanti, aku akan pergi ke negara F sekarang!"

__ADS_1


" panglima bolehkah saya ikut??"


" Tidak perlu... sebaiknya tetap di sini...!"


" Baik!" Martin menurut saja dan mempercayakan semua pada Chiko.


Chiko segera mengerahkan anak buahnya, lalu menghubungi kedutaan negara F, untuk meminta bantuan agar di ijinkan bertemu dengan sang Raja.


setelah menunggu 1 x 24 jam akhirnya Chiko mendapatkan ijin resmi memasuki negara F bersama pasukannya.


Dan segeralah berangkat Chiko bersama anak buahnya menuju Negara F melalui perairan.


...----------------...


" Yang Mulia, ayah angkat Sansan dan pasukanya sudah berangkat , mungkin akan sampai 2 hari lagi...!"


" Ehm...pantau dengan baik...!"


" Baik!, mohon undur diri...!"


" Yang Mulia, nona Julia meminta ijin untuk bertemu!"


" Biarkan dia masuk dan kalian boleh keluar!"


" Baik!"


Julia pun segera masuk ke ruangan Alfred.


" Apa ada yang ingin anda bicarakan nona??"


" Yang Mulia, bisakah saya menggunakan ponsel saya, saya harus mengabari ibu saya agar tidak khawatir!"


" Maaf nona saya tidak mengijinkan anda menggunakan ponsel pribadi, tapi anda bisa menghubungi ibu anda menggunakan Ponsel umum yang ada di sini...!"


" Tak masalah yang mulia, asalkan bisa berbincang dengan ibu saya!"


" Kau bisa meminta Ami, atau Yuzan mengantar ke sana!"


" Terimakasih Yang Mulia, oh ya Yang Mulia , apakah sudah ada kabar di mana Sansan??"


" Kabarnya Ayah angkat Sansan dalam perjalanan menuju ke sini....kita akan tahu jawabannya!"


" Saya tidak tahu namanya, dia seorang Panglima!"


" Oh benar...ehmmm baik jika om saya datang bolehkah saya menemuinya juga!"


" Itu nanti saat dia sudah tiba baru aku putuskan boleh tidaknya!"


" Hmmm baik!, eh tunggu Yang Mulia!"


" Apa lagi nona??, apa kau bosan di istana??"


" Bukan, bukan... Yang Mulia bisakah saya menemui wanita yang menyamar menjadi Sansan saat itu??"


" Untuk apa??"


" Saya merasa dia tidak asing...!"


" hanya 30 menit dari sekarang!" tegas Alfred.


" Terimakasih Yang Mulia!" Julia segera keluar dengan buru-buru, saat itu dia meminta bantuan selir ke 7 namun tidak dibantu, dan meminta bantuan pada Raja langsung di ijinkan.


" Cepat Ami tunjukan jalannya!" Ami dan Julia berlari - lari menuju tempat tahanan untuk warga Asing.


" Nona, ini di sini waktu anda tinggal 20 menit lagi!"


" Baik...!' Julia pun dengan ijin raja di persilahkan masuk ke dalam penjara.


Terlihat Rere sudah babak belur karena di siksa terus menerus


tubuhnya penuh dengan luka tidak di beri makan dan minum.


" Nona, apa kau baik-baik saja??" tanya Rere dengan sangat lirih.


" Aku baik, raja sangat baik,...bisakah kau katakan siapa kau sebenarnya??, di mana Sansan sekarang berada??"


" Sansan sudah berada di tempat yang aman!"

__ADS_1


" Di mana?? kalian ini siapa??"


" Nona, julia...apa kau tidak ingat denganku?, bukankah kita dulu bermain bersama??"


" Aku tidak memiliki teman dekat selain saudara - saudara ku...katakan cepat waktu ku tidak banyak!"


" Aku adalah Renata...Sansan aman bersama kakakku, sepertinya mereka dibawa ke tempat om Ken...!"


" Jadi ini semua rencanamu??"


" Benar!"


" Rere, apa kau kira semua ini mampu menebus semuanya?? jangan bermimpi...aku pergi, kau harus menerima hukuman mu!" Julia pun segera meninggalkan tempat itu dengan mata berkaca-kaca Julia berjalan kembali ke tempatnya.


" Nona apa anda sakit??" tanya Yuzan khawatir


" Tidak, aku ingin istirahat!"


" Baik nona!" Yuzan pun keluar.


" Kak Ami, apa yang terjadi Dengan nona?"


" Aku tidak tahu apapun Yuzan, dia seperti ini setelah bertemu dengan wanita yang menyamar sebagai nona Tasya !"


"Apa??, siapa wanita itu??"


" sepertinya yang dikatakan nona, sepertinya dia salah satu orang yang ikut kompetisi waktu itu!"


" Ya sudah, kita menjaga nona di sini, dan semoga nona Tasya lekas kembali...!"


...----------------...


Negara M


Kenzo masih menemani Sansan yang masih tidur dengan sangat pulas itu.


" Tuan, anda belum makan ...!" Ujar Fathia mengingatkan Kenzo.


" Nanti, setelah anak nakal ini bangun...!"


" Tapi tuan...!"


" Tolong kau urus anak - anak lebih dulu Fathia!"


" Baik tuan!" Fathia pun segera pergi


Kenzo masih memandangi Sansan, di dalam hatinya masih percaya dan tidak percaya akan semuanya, bagaimana bisa Tasya itu adalah Sansan, dan itu jika dipikirkan sungguh membuat sakit kepala, namun semua itu tidak penting.


" Yang terpenting kau sudah kembali, dan mulai saat ini aku tidak akan melepaskanmu lagi...!" ujar Kenzo.


Terlihat jari jemari Sansan bergerak sedikit, dan terbukalah mata Sansan.


" Jangannn!" teriak Sansan terduduk.


" Kau sudah aman, apa yang kau takutkan??"


" Om Kenz???" Sansan segera memeluk Kenzo .


" Iya ini aku...!"


" Om,...Dai di mana??"


" Dai masih di sana!"


Bagaimana ini??, Julia pasti masih di sana...


bagaimana ini aku menjelaskan pada om Kenzo


"Apa yang kau pikirkan??"


" Hehehe tidak ada...!"


" Jika tidak ada, ayo makan bersama...!"


" Baik....!"


" Apakah bisa berjalan??"

__ADS_1


" Ya bisa... " Kenzo segera membatu Sansan berdiri dan menggandengnya menuju ruang makan,


Saat sampai ruang makan Sansan sangat terkejut.


__ADS_2