GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
63. Kebohongan Yang Totalitas


__ADS_3

setelah kejadian itu, Alfred mulai memiliki mood yang bagus, dia menjadi berselera makan,...namun dia masih tidak bisa tidur dengan nyenyak.


" apa anak itu benar-benar memiliki kelebihan?"


Gumam Alfred yang masih di ambang percaya dan tidak percaya, namun itu rasanya sama seperti sang ratu yang biasa mengomelinya.


" anak itu baru datang, dia pasti tidak tahu banyak tentang ratuku, mungkin memang benar dia memiliki kemampuan yang tidak di miliki orang lain, jika begitu aku bisa berbicara dengan ratu melalui anak itu!"


" Yang Mulia... saatnya pertemuan!"


" Ya baik, Dans... aku sudah siap!" Dengan senyum melebar.


Ada apa dengan yang Mulia?, sepertinya dia sedang dalam mood baik.dalam hati Dans


" Tasya, kau tidak bisa terus - terus begini, ini bukan di Thailand, yang kental dengan kepercayaan seperti itu!"


" Tapi, Raja Gila itu percaya Dai, sudah kita harus tuntaskan semuannya, aku akan mengorek semua tentang ratu pada tuan Putri, jadi, kau hanya perlu totalitas dalam berperan!"


" Apa kau sudah tak sayang nyawamu?"


" Jika kita gagal, kita tinggal kabur saja!"


"kabur kepalamu, apa kita bisa keluar dari sini dengan selamat, kata bibi, orang yang gagal dalam tugas ini, akan berakhir di gantung!"


" Apa kau percaya perkataan mama?"


" Tidak sih, itu bibi menekan kita agar berhasil!"


" Kau tahu itu, meski mamahku itu mulutnya kejam, sikapnya cuek dia tidak akan membiarkan kita mati secepat itu!"


" Kau, ini sangat menyebalkan!"


" Nona, Tasya ...Yang Mulia memanggil anda!"


" Apa aku juga?" tanya Dai.


" Tidak Dai!"


" ah, kenapa tidak??"


" ada apa Yang Mulia memanggilku?"


" Mari ikut saya, nanti anda akan tahu sendiri!"


" Baiklah!"


Tasya, memberi isyarat pada Dai untuk tidak khawatir.


" Yang Mulia apa anda mencari saya?"


" Hemmm, aku ingin mengatakannya, bahwa mulai besok kau yang akan menjadi pelayan pendampingku kau tidak perlu mencuci baju lagi!"


" Apa??"


" Apa kau tidak puas??"


" Ah, terimakasih atas kemurahan Yang Mulia!"


Tapi kenapa firasatku sangat tidak enak ya?


dalam hati Tasya.


" Yang Mulia, lalu sebagai pelayan pendamping apa pekerjaan saya?"


" Nanti kepala pelayan akan menjelaskan semua pekerjaanmu!"


" Oh, baik Yang Mulia!"


" Kau bisa menemui kepala pelayan untuk mempelajari apa saja yang harus kau lakukan!"

__ADS_1


Tasya pun segera pergi mencari Kepala Pelayan.


" Halo nona, baru beberapa hari setelah menjadi pencuci pakaian khusus yang Mulia, sekarang sudah menjadi pelayan pendamping yang Mulia, anda luar biasa!"


" Hehehe, kepala pelayan,...apa tugas saya sebagai pelayan pendamping Raja?"


" Anda harus bangun lebih, pagi dari Raja, menyiapkan air hangat untuk mandi Yang Mulia, memakaikan pakaian yang Mulia, menemani, Raja dalam perjamuan, menemani raja membaca sambil berjaga - jaga jika Yang Mulia memerlukan sesuatu!, dan menjaga Yang Mulia sampai terlelap tidur!"


Tasya, seketika melemas mendengar tugasnya lebih berat dari buruh Cuci.


" Oh, Tuhan, apa ini hukuman langsung darimu!"Tasya memegangi kepalanya.


" Apakah ada yang ingin di tanyakan lagi nona?'


" Kepala pelayan, bolehkah saya menolaknya?"


" Keputusan raja adalah mutlak ,anda tidak bisa menolaknya, kecuali hukuman mati!"


" What???"


" Selamat berusaha nona, nasib rakyat kami bergantung padamu!"


" Apa aku akan di kenang sebagai pahlawan, suatu hari nanti jika berhasil?"


" Mungkin nama anda akan masuk dalam pelajaran sejarah!" Ujar kepala pelayan sambil menahan tawanya.


" kau bahkan menertawakan ku kepala pelayan!" ujar Tasya kesal.


" Tuan putri akan memberikan anda, lahan seluas 10.000 Hektar lahan atas namamu di negaramu jika nona berhasil!"


" Sungguh??" Mata Tasya langsung bersinar terang mendengarnya.


" Tentu saja, dan nona bisa memilih lokasinya sendiri sesuai keinginan nona!"


" Baiklah, kepala pelayan, ...aku akan berusaha lebih keras lagi!"


" Okey, kalau begitu aku pamit dulu!" Tasya segera kembali dengan sangat kegirangan.


" Apa kau mendapatkan jackpot?"


" Ya, Dai...jika kita berhasil, kita akan menjadi milyarder huuuuuuuu... menyenangkan sekali membayangkannya saja aku sudah sangat senang, jika nanti aku kaya, pertama - tama aku akan membeli om Kenzoo!"


Plaaakkkkk


" Dai, kau memukul kepalaku?"


" Siapa lagi??" tanpa rasa bersalah.


" Kau, sangat kasar!" Tasya berusaha membalasnya namun Dai slalu lebih gesit untuk menghindari Tasya, mereka berlarian tak terarah, karna Tasya sangat kesal tidak dapat membalas, akhirnya Tasya melepas sepatunya dan melemparkan ke arah Dai.


" Blooooojkkkkk"


" Rasak....OMG, ....!" Karna sepatu Tasya mendarat di wajah Yang Mulia Raja.


" ohhhh,oooh, ohhh Mohon ampun yang Mulia Raja!" Tasya membungkukan tumbuhnya meminta maaf.


" Kau berani melempar sepatu kepada Yang Mulia bapa sudah bosan Hidup????" Tegas Dans yang terlihat murka.


" maaf tuan Tasya tidak sengaja, ini salah Dai!" Dai membela Tasya.


" Jika semua kesalahan bisa dibilang tidak sengaja maka tidak akan ada aturan dan hukuman!"


" Maaff, maaff...!"


Alfred yang melihat Tasya bersungguh-sungguh meminta maaf pun luluh.


" Sudahlah, Alfred....dia tidak sengaja "


" Tapi Yang Mulia!"

__ADS_1


" Sudah, meski begitu kalian harus di hukum, agar tidak mengulanginya lagi!"


" Apa?" Dans merasa sangat asing dengan sikap rajanya yang mulai berubah, biasanya masalah kecil saja, hukum gantung, ini bahkan. bisa dibilang masalah, besar karena melukai tubuh raja adalah kesalahan yang tidak bisa di maafkan.


" Yang Mulia kami akan menerima hukumannya!" Ujar Dai.


" Dai, kau rapikan ruang bacaku!"


" Tasya, ikut aku!"


" Loh, loh, loh...!" Tasya kebingungan.


" Ikut saja jika masih ingin hidup!" Sahut Dans.


Tasya pun mengikuti dari belakang,


menuju ke ruang istirahat Alfred.


" Dans berjagalah di luar!"


"baik Yang Mulia!"


" Tasya, bisa kah kau panggil Ratuku untuk datang??" Pinta Alfred dengan wajah yang sangat senang.


Ya Tuhan, kemarin aku sangat lelah berakting sekarang aku harus berakting lagin, bisa gila beneran aku juka setiap hari Yang Mulia meminta Ratu untuk datang.


" Se sekarang?"


" Kalau bisa tahun lalu!"


" Tahun lalu??" Kebingungan.


" Sekarang lah!!!" Tegas Alfred


...pfffftttt tak di sangka Yang Mulia memiliki humor receh. dalam hati Tasya menertawakan Yang Mulia...


" Tunggu ya, Yang Mulia...kita tidak bisa sembarangan memanggil dan tidak bisa sering - sering memanggilnya!"


" Aku tidak mau tahu, kau harus memangginya!, jika tidak besok kepalamu akan ku gantung di depan gerbang utama istana!"


.Tasya menelan ludah.


Tasya, melenggak - lenggokan tubuhnya seperti reog , menjungkal ke sana menjungkal ke sini, Yang Mulia Raja yang melihat justru merasa takut.


" Apa tubuhmu dari besi??" Gumam Alfred merasa ngilu sendiri melihat tingkah Tasya.


Posisi duduk Tasya sudah berubah menjadi sangat anggun dan elegan, matanya terpejam, sambil memberikan senyuman bak mendiang sang Ratu, kebiasaan menyelipkan rambut di telinga sang mendiang ratu, pun bisa ditirukan oleh Tasya dengan sempurna.


Aku sudah membohongi seorang Raja, aku harus menutup mata, agar tidak ketahuan berbohong, aku yakin raja ini juga tidak bodoh.


" Yang Mulia ku... ada apa anda memanggil saya?"


" Ada apa?, tentu saja aku sangat rindu padamulah!"


" Bukankah sudah saya katakan, saya slalu ada dihati Yang Mulia, tolong jangan panggil sayang terlalu sering!"


" Apakah, bisa beberapa hari sekali?"


" Tidak Yang Mulia, kasihan anak, ini...dia akan menanggung derita, saat tubuhnya aku rasuki, tubuhnya akan kesakitan, tolong Yang Mulia bermurah hati atas permintaanku!"


" Lalu, bagaimana jika aku ingin bertemu denganmu?"


" Yang Mulia, kita sudah berada di alam berbeda, kita tidak bisa seperti ini, tolong Yang Mulia aku begini juga sangat menderita, apa Yang Mulia sangat suka aku menderita?"


" Tentu tidak, lalu apa yang harus aku lakukan agar kau tidak menderita?"


Haduh, mampuslah aku...aku harus menjawab apa?


sementara Tasya Ngebug ...

__ADS_1


__ADS_2