
Nathan memegangi kepalanya, terlepas dari kesalahanya, sebenarnya Martin bukan anak yang tidak baik, semua perilakunya dari kecil sampai dewasa tidak pernah berubah, slalu menjaga adik- adiknya, namun melindungi sebuah kejahatan itu juga tidak bisa dikatakan hal yang benar.
" Kak, masukan penjara tuntut saja sumur hidup , atau hukuman mati, ini semua termasuk dalam pembunuhan berencana!" Ujar Zayn pada Nathan.
Sementara yang lain hanya terdiam, karena mereka masih mempertimbangkan yang lainnya, bagaimana perasaan yang lain tahu soal ini.
" Zayn, kau tidak bisa seperti itu, di semua pihak kita tidak bisa asal memutuskan, Sasha baru akan keluar dari rumah sakit, lalu bagaimana dengan perasaaan adikku Vevey dan anak - anaknya, jika tahu semua ini, padahal mereka sudah mengaggap Martin dan saudaranya sebagian dari diri mereka!"
" Martin, jika begitu katakan di mana adikmu bersembunyi???" tegas Zayn.
Namun Martin membisu,
" Plokkkkkkkk!" Zayn memukul Martin dengan sangat keras.
" Zelene hentikan!" Nathan menghentikan Zelene / zayn .
" Martin, jika kau ingin memberikan keadilan untuk kedua adikku, masih belum terlambat, bisakah kau memberitahu di mana keberadaan adikmu, kenapa kau menyembunyikan keduanya??, apa Renata juga ikut terlibat??"
" Ya, paman...!, Renata yang mencari orang untuk merusak rem mobil itu, namun renata tidak tahu jika itu untuk mencelakai Ayah Jovan dan om Bram, sampai sekarang Renata tidak tahu kesalahannya, karena Juno tidak memberitahu hal yang sebenarnya!"
" tahu, tidak tahu...dia tetap terlibat, kau pun juga terlibat karna menutupi kejahatan dan menyimpan semua bukti, dan mempersulit kami dalam penyelidikan!, kami tidak menaruh curiga sama sekali pada kalian, karna meski kalian ini hanya anak angkat, Adikku sangat menyayangi kalian!"
" Maaf paman!"
" Masukan dia dalam penjara, usut tuntas semuanya, cari Juno dan Renata sampai ketemu!" Tegas Nathan.
" Baik Laksmana!"
jawab Gerry.
" Martin, seharusnya kau mengatakan ini sejak awal, kau akan sangat melukai hati mamamu dan adik - adikmu, terutama kepada Cindy,...!" Ujar Chiko pada Martin.
" Martin tahu paman, mereka akan sangat membenci Martin!"
" sudah, itu perbuatan yang harus dia dapatkan!" Sahut Zayn
Gery segera membawa Martin ke kantor polisi.
" Kakak, bagaimana menjelaskan semua ini, pada semuanya?" Tanya Kenzo
" Lelucon macam apa ini??" Nathan masih tak habis pikir.
" Sampaikan saja, sekarang sebelum Sasha kembali ke kediaman kalian!" Zayn memberi saran
" Benar, kak...kita sudah terlambat mengetahui kebenarannya, namun kita tidak boleh menunda hal ini..., memang harus kita beritahu pada semua kecuali Sasha!"
" Baiklah, kita masih punya waktu sebelum acara kepulangan Sasha, untuk memberitahu semua, lagian besok semua sudah kumpul, kita akan beritahu semua dengan jelas!"
" Laksmana, apa mau bertemu dengan Sasha??"
" Ya, sudah lama tidak menemui adikku, ayo!"
" Kenzo, ikut tidak??" Tanya Chiko
aku sangat tidak ingin melihat kemesraan kalian, oh chiko kau ini sengaja apa memang pura - pura tidak tahu.
dalam hati Kenzo.
__ADS_1
" ehmm...tidak aku ada janji, aku harus segera kembali!" Ujar Kenzo bergegas pergi.
" Kenapa dia??" tanya Nathan bingung, Chiko hanya menaikan pundaknya.
" Laksmana, apa tidak menemui istrimu dulu?"
" Dia wanita super sibuk, yang tidak pernah mau di ganggu waktu sibuknya!"
" ah, begitu ...!"
" Hemmm, sebaiknya aku menunggu di rumah, saja nanti dari pada di omeli olehnya!"
" astaga,...kalau begitu kita temui adik perempuan mu saja!"
" Oya tentu saja ,mampir dulu beli bolu strawberry lumernya!"
" Okey....!" Mereka segera pergi ke toko roti untuk membeli makanan favorit Sasha.
setelah itu lanjut, ke rumah sakit...
" Oh, lalu siapa yang menjemput Cindy?, dia sudah bergantung pada Martin !"
" Tenang Laksamana, Zayn yang akan menjemput nya nanti!"
" Zayn?? siapa??"
" Zelene, ...dia sekarang berganti nama dengan Zayn!"
" Oh, berarti aku akan membiasakannya memanggil Zayn!"
" Cindy itu bukanya bisa berkendara?, kenapa harus bergantung pada Martin!"
" Mereka seharusnya menjalin hubungan lebih dari sekedar, saudara atau kakak adik!"
" Mereka pacaran???"
" Apa Laksamana tidak bisa melihat cinta kasih di mata mereka??"
" Aku tidak mengerti masalah anak muda Chiko, kau juga tahu masa - masa kita dihabiskan untuk apa??, aku saja jatuh cinta ketika sudah memiliki istri aku baru tahu rasa jatuh cinta!"
" Ya, semua orang tahu, sebucin apa Laksmana terhadap istri anda yang sekarang!"
" Kasihan sekali keponakanku itu, sekali kenal pria dia dilecehkan, dan saat dia menemukan cintanya dan percaya sepenuhnya, dia pasti akan sangat terluka Chiko!"
" Setiap orang jatuh cinta pasti akan merasakan sakit bukan Laksamana??"
" Aku juga terluka saat ditolak mentah-mentah oleh istriku,saat menikah denganku saja dia juga belum sepenuhnya mencintai ku, sampai sekarang dia yang menguasai hatiki sedangkan aku tidak, terkadang aku juga takut dia berpaling dariku, apalagi pendapatan dia melebihi ku sekarang!, aku takut dia memiliki berondong simpanan!"
" Pfffttttttt... Laksmana anda keterlaluan itu!"
" Ya, namanya juga cinta mati Chiko, justru pikirkan ku yang tidak tenang saat jauh darinya!"
" Istri Laksamana adalah wanita baik, itu tidak akan terjadi...apalagi sebelumnya dia sudah pernah di khianati, dia tahu rasanya sakit dikhianati dia mencoba menerima anda yang mencintai sepenuh hati, dengan pengorbanan yang begitu besar, dan dia sangat bahagia!"
" Apa menurutmu seperti itu??"
" Ya...!"
__ADS_1
" Syukurlah... aku sangat kesal sebenarnya karena client nya pria - pria tampan, ya tapi aku harus mempercayai istriku...aku sangat takut dia marah apalagi kecewa!"
" Hmmm, anda Adalah suami yang baik!"
" Terimakasih Chiko, ...!"
" Aku sebenarnya tidak yakin melanjutkan semua sandiwara ini...!"
" Kenapa, kau takut Sasha akan membencimu??"
" Hmmmm...!"
" Jika kau menjatuhkan kesempatan ini pada Kenzo, Sasha yang akan terluka!"
" Kenzo sangat mencintai Sasha ...dia tidak akan membuat Sasha terluka!"
" Kenzo, itu sangat kurang tegas dalam memutuskan sesuatu, jika dia tegas dia pasti sudah menceraikan istrinya dari jauh - jauh hari !"
" Itu Kenzo memiliki alasan sendiri Laksmana!"
" Apa??"
" Paman dan bibinya adalah alasannya!'
" Oh??, begitu...!"
" Dia sudah memutuskan akan menceraikan istrinya!"
" Oh, Bagus...namun tetap saja aku tidak setuju jika dia dengan Sasha, jika Sasha yang dulu mungkin akan cocok dengannya, namun Sasha yang sekarang tidak cocok untuknya, mungkin dia harus mencari Sasha versi muda untuk mengendalikannya sebagai pria sejati!"
" Mana ada yang seperti Sasha Laksamana??"
" Yang mungkin versi Kw nya lah ...memang tidak ada yang bisa dibandingkan dengan adik nakalku itu!"
" Jika Sansan yang asli ada, itu versi 12 nya Laksamana, lebih di upgrade kali ya!"
" Hahahah...benar sekali, itu pun jika Sansan mau ya...hahahah tapi Kenzo terlalu tualah untuk keponakan ku yang nakal itu!"
" Dimana anak itu sekarang??"
" Dia pasti akan baik, semoga cepat kita temukan, karena sekarang semuanya sudah terungkap setelah menangkap adik - adik Martin, kita akan fokus mencarinya!"
" Baik, Laksmana....!"
" Aku juga lega , akhirnya semuanya terungkap, namun juga sedih karena ini akan memberi luka pada Vevey dan anak - anaknya, aku saja sangat kecewa, bagaimana dengan mereka!"
" Ya, .... semoga mereka bisa berlapang dada !"
" memaafkan pasti namun melupakan itu tidak mungkin, jika menyelahkan mereka sepenuhnya juga tidak bisa, jika ingin menyalahkan adikku, yang sengaja menyembunyikan ini juga tidak bisa, niatnya juga baik, untuk menjaga mereka dari cibiran orang, lalu siapa yang harus disalahkan dengan penuh???"
" Ya sudah garisnya seperti ini Laksmana, kita sudahi pembicaraan kita dulu karena sudah sampai!"
" Oh, ya...kau harus memanggilku kakak ipar kan??" ujar Nathan.
" Hehe, iya...!"
" Ayo masuk!" mereka pun segera masuk ke dalam rumah sakit.
__ADS_1