GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!

GADIS NAKAL INI, TAKDIRKU!!!
388. Kenangan


__ADS_3

" Tanteeeeeeeeeeeeeeeee" teriak Julia yang baru keluar dari kamar Cindy dan berlari memeluk Vevey.


" Oiii keponakan ini tumben berisik..."


" Tante kapan datang??"


" tadi..."


" Tante bagaimana kabar Cindy??"


" ya begitulah, Julius dan Aina menemani Cindy di sana..."


" Tante nanti kalau balik ke sana Julia ikut ya..."


" Mommy mu kemana??"


" 2 hari ini Mommy keluar kota tante... mengurus cabang toko yang baru dengan Kak Fathia..."


" Wooo ...tapi kenapa kau malah bersantai ria Jul??"


" ehmmm sementara ini, cukup 5 cabang saja untuk Julia, Julia mau sedikit rileks..."


" jadi aku tidur di sini??"


" iya Tante...jika om Kenzo pulang siapa yang akan memasakan om ken makanan, Tasya dan Anna tidak bisa memasak..."


"pfffffffffffttttttttt... kedua orang ini adalah titisan tante...Jul...hahahah"


" Oh jadi mama juga tidak bisa memasak??" tanya Anna menemukan jawabannya kenapa mertuanya biasa saja ketika tahu menantunya tidak bisa masak.


" ya kau dan mertuamu bagaikan pinang di belah dua, tidak akan ada hal baik yang akan terjadi saat kalian ini masuk ke dalam dapur..."


" Jul, kau berlebihan..." ujar Anna membela diri.


" Berlebihan bagaimana??, Tante kau tahu...dia memasak mie instan saja tidak bisa masak mie goreng, sama dia di goreng tante..."


" Pfffffffffffttttttttt...hahahahah, dia tidak salah Julia, namanya mie goreng ya di goreng ..iya kan Anna...?"


" Iya ma...kan benar Anna itu..."


" Aku tidak tahu lagi tante, makanya aku stay di sini, takut kecolongan lagi mereka berdua ini masuk dapur ..."


" hahahaha, emang mbak Zara kemana??"


" Mbak Zara kan sudah berumur juga, tante kasihan kalau masak sehari 3x , jadi selama Julia di sini, Julia yang masaka makan siang dan malam... karena kadang bibi Anna dan mbak Zara masih membantu mengurus dua kurcaci ini...." Ujar Julia menunjuk Dhiren dan Nora.


" eh kok kurcaci, ma masak cucumi di bilang kurcaci..." ujar Anna mengadu pada Vevey.


" ih emang kecil kan...hayo...."


" hahahahaj kalian ternyata sudah sangat akrab, terimakasih Julia, kau dan Julius sangat peduli dengan saudaramu, maaf ya sudah merepotkan..."


" tidak bibi, itu hanya hal kecil saja ..."


" iya, hal besar itu seperti aku ini menyusui" sahut Tasya.


" hahahaha, aku sangat lega karena kalian memiliki rasa kepedulian yang besar dengan saudara - saudara kalian..."

__ADS_1


" Ya bibi, bibi tenang saja...kami akan slalu saling membantu ..."


" Nyonyaaaaaaaaaaaaaaaaa....hehehe nyonyah sudah lama sekali..."


" Mbak Zara ...sehat mbak??"


" Iya nyah sehat Alhamdulillah, nyah sekarang rumah sangat ramai, tidak sepi lagi .." ujar Mbak Zara semangat.


" Syukurlah mbak, aku juga senang..."


" Ma...kenalkan ini bibi Anna..."


" oh ya bibi... terimakasih sudah menjaga Anna dan cucu saya, tolong anggap ini seperti rumah sendiri ya..."


" iya nyonya... terimakasih"


karena bergaul dengan mbak Zara bibi Anna sudah sedikit bisa bahasa lokal.


" Nyah ...sarapan udah siap...yuk Monggo sarapan..."


" Ayo mbak Zara dan bibi juga sarapan..."


" biar kami menjaga tuan kecil dan nona kecil saja nyonya .." ujar mbak Zara.


"oh benar, kalau begitu setelah kami selesai sarapan, nanti langsung gantian ya..."


" Baik nyonya..."


" Oh Dai, Noah yuk sarapan, dan...siapa ini??"


" Ini kak Zurra bi... tugasnya menjaga Tasya agar tidak kelelahan" jawab Tasya.


" Baik nyonya..." mereka pun sarapan bersama, biasalah Vevey tidak pernah membedakan semua orang.


setelah kenyang sarapan dan berbincang, Vevey pun segera menemui Sasha, dan ingin melihat Callister juga mbok Yem.


Sasha sangat senang bertemu dengan Vevey karena sudah sangat lama sekali, begitu juga mbok Yem...


Vevey menggendong Callister


" Wah dia sama gembulnya dengan cucuku Sha..."


" Ya kak..."


" Kenapa Sha??, kok kamu kelihatan kurang semangat..."


" Kak, aku akhir-akhir ini seperti mendapatkan ingatanku kembali... terutama saat kecelakaan itu, beberapa kali aku juga mengingat ada seseorang yang sangat penting bagiku, tapi tak dapat ku ingat wajahnya, hanya samar-samar... rasanya aku sangat merindukan sesosok pria itu..." Sasha meneteskan air matanya begitu deras.


mendengarkan cerita Sasha, Vevey juga teringat dengan Jovan dan juga Bram, tentu saja Sasha akan merindukan Bram yang slalu memperlakukan Sasha dengan sangat baik, bahkan Bram sampai kehilangan arah saat Sasha kabur dari rumahnya, semua tempat hampir di hancurkannya hanya untuk menemukan Sasha.


" saat ingatan itu terlintas, hati Sasha terasa sangat sakit ...entah kenapa rasanya begitu menyakitkan, kepala Sasha sampai sakit seperti mau pecah..."


" jangan di ingat lagi Sha, biarkan saja itu menjadi masalalu, jangan sampai sakit,kau punya Callister yang masih sangat kecil, jika kau sakit bagaimana dengan Callister??, siapa yang akan merawat Callister??"


" tapi itu datang dengan sendirinya kak..."


" Jika suatu saat nanti kau mendapatkan kembali ingatanmu, kau tidak boleh membenci apa yang ada di sekitarmu...semua adalah demi kebaikanmu...tidak ada yang menginginkan kau terluka, kau harus tahu itu..."

__ADS_1


" Aku tahu kalian menyayangi Sasha dengan tulus..."


" apa kau bahagia dengan Chiko??"


" Chiko sangat baik padaku kak, dia adalah suami yang sangat baik dan hebat..."


" Jangan pernah membencinya, jika nanti dia membuat kesalahan, dia tidak pernah berniat menyakitimu, dia sangat tulus padamu Sha..."


" baik ..."


tidak tahu dengan maksud Vevey, tapi semua pasti memang demi kebaikan dirinya.


" Chiko nanti pulang kan??"


" ya kak...."


" jika nanti pulang, minta dia untuk menemuiku di rumah tengah ya Sha..."


" Oke kak..."


" Lihat siboy kecil ini sangat mirip dengan Chiko, tampan sekali..."


" heheheh...iya kak..."


" oh ya, apa Sansan masih di korea??"


" Ya, katanya mau balik tapi tidak tahu...mundur terus..."


" hahahaha, biarkan dia bersenang-senang, dia juga sudah dewasa..."


" Ya benar....tapi kok aku biasa saja ya dengan Sansan ya, tapi malah dengan istrin Kenzo aku merasa sangat bahagia saat bertemu, saat dia kembali aku merasa sangat sepi..."


" oh ya, Tasya suka main ke sini??"


" ya dia sangat suka bermain dengan Lister...padahal dia juga tinggal di tengah, tapi rasanya ingin dia tinggal di sini saja..."


" Hahahah, anak itu memang rame dan sangat menyenangkan..."


Hah, jelas dia itu putri kandungmu Sya...


sudah biar waktu saja yang akan menjelaskan Semua kenyataannya.


dalam hati Vevey.


" besok kita keluar ya Sha...ajak anak-anak juga biar rame..."


" Iya kak..."


" Kau istirahatlah jangan terlalu lelah ya..."


" iya kak..."


" Mbok Yem, aku titip Sasha..."


" Iya nyonya...saya akan menjaga Nyonya Sasha dengan baik..."


" Baik mbok aku kembali dulu..."

__ADS_1


Vevey pun berjalan menuju kekediaman tengah, air matanya mengalir begitu deras, rasanya sangat memilukan, mengingat masa lalu, semua penuh dengan kenangan bersama Jovan, Bram dan juga putra angkatnya Martin, mereka pergi begitu saja, tanpa mengucapkan selamat tinggal.


__ADS_2